Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Hampir mati lagi


__ADS_3

.


.


.


Happy reading guys...


.


.


.


Dilain markas sosok wanita berambut ikal dan bibir merah merona itu menatap layar monitornya nanar. Sebab markas mereka diserang banyak bab1, dan itu markas sebelah utara dimarkas kecil mereka. Meski kecil itu cukup merugikan. Yang diserang b4b1 malam itu adalah ladang ganj4nya, ganj4 banyak rusak membuat pemasukan mereka pasti akan merugi..


Lalu dengan tegs keluar menatap b4b1 yang katanya sudah ditangkap, Dengan kesal ia mendekati b4b1 yang besarnya hampir bertion-ton itu didepan mata. Ia ditembak karena tak bisa dikendalikan, mengenakan tombak dan juga beberapa pelurtu pistold engan kekuatan COLT M1911A1 pistol terkuat.. itu cukup menghancurkan otak b4b1..


Matanya menyelidiki semua tubuh b4b1 itu.. “ Luka bakar,.”Gumamnya disana nanar menatap punggung b4b1 yang terbakar dan teegores akibat cambuk yang memanjang.


Sosok lain melihatnya juga. Sosok yang tak lain bernama Grace itu mendnegus. ”Sepertinya ada penyusup datang ke hutan kita..!” Ujarnya mengepalkan tangan erat melihat b4b1 itu. Tak akan ada luka bakar jika tak ada api. Dan tidak akan ada api jika tidak ada sebab selain manusia kan?


Sosok lain disana menggeleng dan berkata.” Bukan hanya hutan kita. Tapi juga ada hutan manusia lain disini. Mungkin dia diserang warga kemarin.. “Ujarnya membantah.”Kamu taukan jika hutan yang kita tempati ini adalah hutan yang paling ditakuti orang-orang. Bukan karena angker tapi semua yang masuk tidak akan pernah selamat dan kembali dengan bentuk yang kembali sempurna.


Brak.. Grace disana memukul meja didepannya lalu menatap penjaga itu.”Gue enggak mau tau. Pokoknya selidiki secepatnya atau kalian gue habisi sekarang juga..!!”bentaknya kuat disana..


Dengan gugup penjaga sekaligus tangan kanan itu menganggguk gugup.” Ba baik ma-mami.”Gumamnya.. yah panggilan Grace itu mami karena dia menjual gadis untuk dibar dan rumah-rumah penjual wanita untuk dinikmati para lelaki berhidung belang.


Dengan nafas yang tertahan Grace pergi dari sana mengatakan pada Andes dan juga Keyna masalah ini, setidaknya akan milyaran rupia yang akan dirugikan. Dan jika ada penyelusup harus mereka tangani, setidaknya mereka harus siaga satu untuk masalah yang akan datang bukan? Grace itu orang yang sangat hati-hati dan teliti. Ia tak akan meremehkan suatu hal dengan mudahnya..


Baginya meremehkan hal kecil sama saja kembiarkan ia menjadi besar tanpa kita sadari.


Di lain posisi Lingling dan lainnya kembali berjalan dengan Lingling yang malas-malasan berjalan,, semuanya meski sakit harus tetap berjalan mencari air dan makanan, mereka tidak bisa diam saja setelah semuanya hilang lenyap tanpa sisa akibat binatang menyerang mereka..


“Kita enggak bisa gini terus.. ini hutan bahaya kayaknya.. lebih baik kita pulang saja dan jangan menganggu mereka..!” Ujar Lingling melihat sekeliling. Ia bahkan sedari tadi bisa melihat darah dimana mana berceceran. Entah darah manusia atau darah hewan. Belum lagi tapak hewan liar yang super besar dan juga senjata dimana-mana. Ia juga melihat beberapa butir peluru yang ada dibeberapa rerumputan nampak sangat terawat.


Dengan cepat jendral Vuang disana menggeleng membuat Lingling menatapnya diam “Tidak bisa El. Meskipun perjalan kita masih jauh tapi perjuangan kita sudah sampai sini. Ketika keluar lagi nanti kita harus mengenakan apa? Kita akan dikatakan pecundang ketika pulang sebelum perang.. ini bukan sifat prajurit sejati.. “Ujar Vuang disana dengan tegasnya. Sebagai jendral pertama nyalinya memang besar.


Jendral Lien disana mengangguk. “Bahkan jikapun mati kita akan mati dengan cara yang terhormat. Jadi jangan takut..”Ujarnya mendukung ucapan jendral Vuang. Bukan tak takut mati tapi dengan mereka kembali itu tandanya mereka mematikan hormat mereka dan juga titel mereka. Lebih baik mati ketimbang dibilang pengecut.


“Tapi kita sudah tidak ada persiapan. Ketika perang tanpa senjata sama saja bohong dan hal yang sia sia..”Tegas Lingling disana heran.


“Pistol tidak ada, makanan dan minum sudah tidak ada, kita hanya punya tubuh ini. Belum sampai aku yakin akanbada yang digigit binatang buas nantinya.”Ujarnya membuat semuanya mengeleng tegas.

__ADS_1


Jendral Chun menatap semuanya.”Benar katabEliza jika kita tak memiliki pilihan lain. ”Sekali ini ia akui ucapan Lingling.


“Tapi El, kita tidak bisa pulang dengan tangan kosong. Mau ditaroh dimana wajah kita jika kita pulang tanpa hasil. Setidaknya kita harus lebih berusaha lagi.”Ujarnya kepada Lingling.


Wulanpun menganngguk setuju.”Benar. seharusnya kau memiliki jiwa kepemimpinan kuat Eliza. Jangan menjadi pengecut dan mengajak yang lain menjadi pengecut seperti dirimu.”Dengusnya.


"Jaga biaramu Wulan... !"Bentak Vuang membaur Wulan terdiam Disana.


Lingling memutar bola mata malas. “Yah aku tak takut mati asal kalian tau. Aku hanya peduli saja dengan kalian..”Dengusnya lalu melompat dan mengambil buah mangga yang ada didepannya. Tepat sekali, buah mangga yang sudah matang membuat ia membukanya dengan gigi dan memakannya.


Semua orang meneguk slaiva kering dibuatnya menatap Lingling. Wulan juga mau karena rasa lapar yangvada. Lingling sadar pun menatap mereka polos.”kalian mau?” Tanyanya membuat mereka mengangguk serentak. Lingling terkekeh malihatnya..


" Ini mangga jebakan tidak bisa diambil sembarangan... "Ujar Lingling dengan jelas nafas melihatnya.


"Pelit... Kau saja boleh... Biarkan aku manja. aku bisa kok. "Wulan dengan cepat menuju kebohongan.


Ditahan oleh Lingling. " Kau mau mati?!! " banyak Lingling. Semua orang terdiam Melihatnya.


"Biarkan saja dia memanjat el.. Aku juga mau manjat, biar aku saja. "Jendral Lien maju dan mau memanjat.


"Berhenti Disana biar aku ambilkan, kalian ini keras kepala. ."Gumam Lingling mengalah.


Dengan cepat Lingling mencari batu yang ada. Empat batu dan dengan segera melemparkanya keatas sana, dan setiap satu batu mengenai dua buah manga matang bahkan ada yang satu serangkai yang isinya empat dan lima. “ Makanlah.. sebelum kita bertarung lagi.”Ujarnya membuat mereka tersenyum dan memakan mangga dengan cara yang bisa mereka lakukan.


Akgg... memikirkanya saja lingling malas, yah didepanya itu curam menuju kebawah, hanya saja bukan jurang. Melihatnya saja Lingling meringis. Bukan takut tapi malas bertarung untuk orang orang didepanya ini. Jahat? Yah Lingling jahat.


Jendral Chun yang melihat Lingling menyentuh mangga itu membuat ia menatapnya dan mendekat. “Eliza kau tak mau ikut makan? In---“ Langkah kakinya tercekat dikalah kakinya menginjak ranting,


Krak.. dan matanya melotot melihat kebawah dan,


Arhhh... teriakannya menggema dikalah kakinya terikat dengan perangkap disana. semuanya orang terkejut melihat tubuhnya tertarik keatas dengan kaki yang terikat. Itu perangkap entah mau memperangkap manusia atau hewan mereka tidak tau. Tapi yang pasti pohon mangga ini adalah jebakan.


Arggh. Semua orang berteriak dikalah tubuh jendral Chun disana terpental dengan anak panah yang menyelesap dari arah lain menuju tubuhnya. Lingling yang melihatnya dengan segera menarik cambuknya dan mengeluarkannya.


Cap.. Cap... ia menarik panah itu mengenakan cambuknya dan melompat hingga semua orang terdiam,


Tak sampai disana, ada beberapa ledakan yang ada hingga Lingling dnegan cepat mendorong tuhuh jendral Chun supaya beralih tempat,..


Srap.....


hingga beberapa bagian lenganya terluka akibat ranting yang ada.. semua oorang terdiam bagaimana bisa Eliza terbang? Itu ajaib bagi mereka.


Slap... dengan satu kali tebas pedang tali itu terlepas dan dengan cepat ia membantu jendral Chun turun dengan mendekapnya. Lingling mengumpat tubuhnya berdarah. Ini pasti akan berdampak denegan kedua saudaranya yang ada disana. Ikatan mereka memang sekuat itu wey.

__ADS_1


“Eliza kau tidak apa-apa?”Jendral Vuang disana mendekat nanar kepada Eliza. Nampak mereka khawatir. Wulan pun ikut khawatir hanya saja ia khawatir pada jendral Chun.


Lingling disana mengangkat tanganya menghentikan mereka. “ Cepat lari...!!”Teriaknya lalu bangkit.. dan benar saja..


Srapp.. srap.. srap... ada anyak anak panah yang menuju kearah mereka dengan cepat Lingling mendorong mereka hingga menguling kebawah dengan keadaan yang cukup keras. Linglling pun disana ikut mengguling jika tidak mereka akan mati akan anak panah.. hingga Wulan terkena anak panah juga..


Dengan cepat Lingling bangkit diselah yang ada hingga tubuhnya yang hampir terantuk batu itu terhenti disana,ia harus segera bangkit.


Dengan cepat Lingling menebas batu yang ada dengan cambuk yang ditanganya itu.. batu batu itu terhenti dan dibuang kelian arah.


dan tepat, semuanya terhenti karena sudah berada diujung dataran itu tanpa terkena batu yang besar besar Disana.


Uhukk uhukk.. dengan batuk darah Lingling turun dari sana karena dadanya terasa sakit menahan dan mengeluarkan tenaga terlalu banyak. Ia menahan dadanya disana sebab tadi dadanya sempat terhempas bebatunan yang tak terlalu keras. Ini juga efek karena dirinya yang terbiasa tidur dan malas membuat tubuhnya kaku disana.


Jendral Vuang disana mendekati Lingling meski sakit mendera ditrubuhnya.”Kau tak apa El?”Tanyabya nanar diikuti Lien disana dan jendral Chun meninggalkan Wulan yang terkena panah dan meringis disana.. “ Kau baik baik saja? Ma maafkan kami Andai kami mendengar kan mi. .. “Ujarnya Vuang terkejut melihatnya.


Dengan segera Lingling bangkit dan menahan mereka.”Urus saja Wulan aku akan mencari obatku sendiri.. kalian harus berhati hati.”ujarnya lalu pergi membuat semua orang merasa bersalah. Andai mereka disana tidak keras kepala dan mendengarkan Lingling tadi. Mereka tak akan begini. Mereka hampir mati lagi.


....


Uhukk Uhuk..


“Yang mulia. Kau tidak apa-apa?”Tanya kasim terkejut melihat Kaisar muda mereka batuk darah dengan cara tak biasa.. apalagi sedang makan.” Racun.. penjaga tangkap semua pelayan cepat...!! dan kumpulkan keaula sekarang..!!” Teriak kasim disana melihatnya panik.


Heqi disana menahan dadanya yang sesak dan mengerjab, mengusap bibirnya yang sudah basah dengan darah kental..


“Ling’er..”Gumamnya lalu bangkit menuju dimana Lingling berada. Ia harus melihat adiknya. Pasti adiknya itu kenapa-napa. Atau Qeqe?


“Yang mulia kau mau kemana? Tabib..! tabib..! penjaga panggil tabib segera..!”Teriak kasim disana mengerjar Heqi yang diam dengan cepat mengibarkan baju kebesarannya yang ada.


Dilain tempat sosok Qeqe yang belajarpun meneteskan darah segar dari hidunggnya dan Uhukk Uhuk.. dadanya mendadak sakit dengan batuk darah hitam..


Qira yang ada disana menatapnya dengan mata membesar..


”Ling'Er..!”Teriak Qeqe berdiri dan mencari Lingling dan tak memikirkan dirinya sendiri. Ini pasti ada sangkutan dengan sang adik...


“Gege Heqi...!!” Gumamnya lagi. Qira disana mendadak kelu mendengarnya melihat sang anak memanggil Lingling. Apa yang terjadi pada anaknya?


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Vote yah... aku udah up banyak dan tiap hari. Jika banyak yang Vote aku juga bakal suka up yah.... jangan lupa like dan komentar...


__ADS_2