Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bebas


__ADS_3

Fyuuuu..ngabisin wkatu aja si. “Gumamnya tak suka tapi tetap juga ia maju dan Linglingpun mengeluarkan dua pisaunya berputar Clap.


Argh.. keduanya mati dalam satu lemparan pisau Lingling. Lingling menatapnya datar dan mendekat, ketika salah satu penjaga ingin menekan penghubung dengan Andes..


Krak.. argh.. kjedua tangan mereka Lingling injak keras hingga terasa patah dan remuk meredam. Lingling disana tersenyum sinis dan mengambil cambuk ditangan mereka.


Clas.. Clas..” Ini balasan karena su4dha menyakiti Vuang ku.”Ujarnya disana dingin .


Sudah dikatakan jika berani menyentu orang yang ia sayang ia akan menjadi iblis...!


Clas.. Clas..”Ini untuk kamu yang sudah mencambuk kakakku.”Gumamnya dan clas.. clas..


Hingga keduanya merasa aliran darahnya berdesir dipunggungnya.. Luka dann semua tubuhnya tersobek-sobek akibat cambuk terbuat dari ekor ikan pari itu. Lingling tak main main membuat Wulan dan Andes disana pun tak percaya dibuatnya. Sungguh Lingling bagai dewa kematian.


Hingga mereka mati Lingling tak juga berhenti hingga Ia puas, ia segra berhenti ketika ia lelah dan berkeringat. Ia menatap Vuang dan juga Wulan yang memejamkan mata takut. Lingling sadar membuat ia segera kembali keatas pelapon dan mengambil bajunya yang ia tinggal kemarin, segera ia mendekat ke Wulan dan memakaikannya. Wulan terdiam meringis merasakan tubuhnya diberi baju ketika sekian lama tak diberi baju.


Ia menatap Lingling dengan tatapan sendu sedangkan Lingling segra membuka melihat ikatan ditubuh mereka. Ia disana menahan sesak didadanya. Sial, ia mengenakan kawat membuat tangan Lingling terkepal. Ia harus sabar..”Kalian mau minum?”Tanyanya kepada keduanya.


Andes mau bertanya siapa sang penyelamatnya namun ia hanya mengangguk, ia sangat butuh minum sebab ia haus. Lingling segera membuka sedikit jubahnya dan memberikan satu kontak minum yang ia curi didapur tadi. Ia membantu Vuang minum, Vuang disana minum sepuasnya ditengah wajh5nya yang membiru dan juga tak lagi tampan. Setelahnya ia memberikan Wulan minum sisanya tadi.


Lingling menepuk-nepuk tangannya dan menghela nafas. Ia kembali berusaha membuka semua kawat itu dengan penuh kehati-hatian dan juga sabar. Satu lagi rantai.!! Ia terpaksa mengenakan cambuknya dan mengikatkan pisau diujungnya supaya itu tajam..


Clas... Clas... ia membukanya kuat dengan salah satu ujung pisaunya. Terbuka. Ia tersenyum dibuatnya dan menyeringai. Andes menatapnya dengan tatapan Tanya dan Wulan menatapnya nanar. Ia seperti mengenal bola mata itu. Tapi apakah itu benar-benar sang adik?


“Kalian bisa berdiri?”Uajanrnya.Vuang dan Wulan gemetar menggeleng. Yang artinya tidak, mereka sudah tak diberi makan, jika diberi maka itu hanya makanan sisa atau muntahan anjing bahkan manusia. Jijik jika diceritakan tapi itulah yang mereka dapatkan.

__ADS_1


Lingling meringis menicum bauk pesing dan juga bauk-bauk an disini. Ia mau muntah dibuatnya hingga ia segera menarik keduanya. “Ayo pegang pundakku dan tutupi mata kalian.”Ujarnya kepada kedua temanya itu. Wulan dan Vuang berusaha untuk bangkit dan mulai berusaha.


Brak.. Lingling kaget ketika pintunya terbuka menampilkan Andes dan lainnya. Lingling terdiam dan Vuang dan Wulan ikut terdiam dibuatnya. Lingling melirik kanan dan kiri dan ternyata sudah dikepung.


“Siapa kau?!!” Teriak Andes dengan memegang pistolnya dingin. Ia bukan orang bodoh..! ia ingat jika kunci yang hilang bagian belakang semua dan ia tau jika ada penyusup. Ia segera kesini dan ternyata benar ada penyusup, bahkan sudah melepaskan tawanannya.


Lingling maju dengan dinginnya dan mengeluarkan cambuknya yang diujungnya sudah ada pisau ia kaitkan tadi. Tanpa kata ia segera mengibasnya dan Brang.. Bras... semua tak berani melawan dibuatnya. Lingling sangat beringas hanya Andes yang berani melawannnya.


Duar.. Andes menempak tepat dikepala Lingling. Namun ditangkap oleh cambuk Lingling.


Dan Blas.. pistolnya Lingling hempas mengenakan cambuk dan Andes segera menghindar dari pisaunya.. Plas.. Lingling menghempaskan semua senjata mereka yang ada. Lingling segera mengeluarkan ilmu anginnya dan Blaaas..


Semuanya terkaget ketika itu....


Lingling segera mendejati Vuang dan Wulan. Blas. Ia mengenakan ilmu anginnya dan melaju melesat cepat hingga tak terlihat. Semua orang terdiam dibuatnya karena tak tau itu manusia atau hantu.. “Cepat bawa dia kemari sekarang..!” Teriak Fiko yang diam tak melawan. Ia sedari awal sudah terhempas dan tak mampu melawan bersama Grace.


Andes disana memegang dadanya mengepalkan tanganya. Ia menatap jubbah diruangan itu dan topeng peraknya. Sudah tak ada tanganya terkepal dan juga mengerang.


“Lingling.”Gumamnya dan segera berangkat berlari menuju kekamar Lingling dengan darah yang masih ada dibibirnya. Ia menusapnya secara kasar saja.


Semua terdiam menatap Andes terlihat sangat marah, beberapa mengejar Lingling meski mustahil.


Brak. Andes menerjang pintu kamar Lingling namun terdiam ketika melihat Lingling yang tertidur dengan mangap dan incesan dibibirnya bahkan dibantalnya sudah basah membuat ia terdiam...


Hm.. gumam LIngling dikalah itu.

__ADS_1


Andes pun mendekat dan menngelitiki kakinya. Tak ada respon san ia gelitik perutnya tak ada respon. Lingling benar-benar tertidur tidak pura-pura.


”Siapa dia.”Gumamnya bangkit. Dugaanya jika itu Lingling ia tepiskan sebab ia yakin itu bukan Lingling. Ia memilih memeriksa CCTV.


Sedangkan Lingling dengan nafas naik turun ia segera membawa kedua temannya itu kegoa dimana tempat Lien bersembunyi. Beberapa kali terganjal karena gelap tapi sampai juga. Bruk..


“Astaga..!” Lien kaget ketika pintunya terbuka kasar ternyata Lingling.


Lingling melotot.”tutup lagi cepat.”Ujarnya.


"Siapa kau!!! ""


"Tidak ada waktu...! Cepat...!"


Lien disana segera melakukanya karena takut. Disana ada dua monyet juga yang membantu Lien dan satu harimau yang diutus Lingling.


"Vuang...Wulan.. " Gumam Lien Kaget menatap kedua temannya. "Bagaimana bisa. Kau siapa? " Tanyanya kepada Lingling.


"Nanti ku jalaskan." Ujar Lingling.


Lingling menduduki Vuang dan Wulan disana didekat batu-batuan yang ada, keduanya terkulai lemas dengan luka disekujur tubuh dan juga luka disetiap jengkal body. Muka mereka bahkan sudah kurus dan pucat belum lagi warna kebiru-biruan itu. Sungguh mereka layaknya mayat hidup saat ini. Lingling segera menatap Lien.”Kau sudah menyiapkan obat yang aku beri kan?”Tanyanya Lingling dan diangguki keduanya.


“Kau bantulah Vuang bersihkan badannya dan pakaikan ia baju ini.”Lingling mengeluarkan satu baju miliknya dibalik jubahnya. “Dan kalian tolong Wulan membersihkan tubuh.”Ujarnya kepada monyet wanita disana. Dan diangguki. Wulan ingin memberontak tapi tak bisa.


Lingling segera mengambil bahan untuk obat dan mulai melakukan tugasnya. Sedangkan yang lain? Mereka membersihkan kedua temanya itu. Ada obat yang tidak ada membuat Lingling harus usaha dan keluar lagi. lingling harus selesai malam ini jika tidak ia akan ketahuan sedangkan jam sudah menunjukan jam 3subuh,

__ADS_1


__ADS_2