Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Pulang


__ADS_3

Jarak tempu dari Indonesia menuju Negara XX ini hampir 12jam. Lingling bahkan tertidur dikarenakan lelah. Saat telah sampai bahunya ditepuk oleh Mike yang disampingnya. “Ling bangun. Kita udah sampek..!!” Mike menatap wajah Lingling yang tertidur Nyenyak. Wajah Lingling sekarang sangat cantik dan bersih sangat berbeda jauh dengan wajahnya yang dulu., itu semakin membuat ia sangat menyukai dan mencintai Lingling.


Ehmm cinta? ia tak tau tapi ada rasa ingin memilikinya.


Lingling menguap mengucek matanya. ia mengangkat kedua tanganya mengada didepan, Mike melihatnya mengernyitkan dahinya.”Ngapain? ayok bangun.. udah sore nanti ridurnya pas udah disana saja.”Ujarnya Mike pelan ia tak paham apa yang dilakukan oleh Lingling. Apa dia masih didunia mimpinya dan tidak sadar?


Lingling disana masih memejamkan matanya.”Gendong...”Rengek nya pepan menggoyangkan tanganya. Lalu tanganya terjatuh ia tertidur lagi. mike melihatnya gemas sendiri, sampai ia mencubit pipi Lingling pelan.”Yaampun..” Gumamnya. “Udah gede Ling malu, malu sama umur ayok bangun, badan loe berat.”Lanjutnya menolak. Ia melirik kesisi lain yang sudah taka da siapa-siapa. Namun tatapanya berselang beberapa detik bertemu dengan tatapan Andes yang melangkah menuju pintu. Ia menghela nafas pelan, ia tak tau sampai kapan Andes dan Lingling akan rirut begini.


Andes mendenggus pergi dari sana melangkah lebar tak lagi menatap Mike. Bukan apa, egonya Masih sangat tinggi tetapi disudut hatinya sangat tidak rela Lingling manja atau bersentuhan dengan lelaki lain selain dirinya. Ingin rasanya ia memukul Mike dan merebut Lingling. Tetapi ingat ia sedang marah ia memilih diam saja.


Lingling diam masih tidur. Mike melihatnya menghela nafas, tak ada cara lain. Ia menarik tangan Lingling menaruh tangannya dibelakang bahunya Lingling, satunya lagi disela kakinya. Ia menggendong Lingling alah koala yang biasa saja bukan bridal style oke. Disana terlihat Lingling menyandarkan kepalanya dibahunya Lingling menutup matanya imut.


" Merepotkan...!!"


Mike diam mengusap bahunya lalu memperbaiki posisinya supaya lebih nyaman untuk Lingling atau dirinya menggendong. Ia menarik celana Lingling yang terangkat karena ia gendong sampai kakinya tak terekspos barulah ia melangkah keluar menuju markas yang sudah tersedia.


Langkah kakinya santay membawa Lingling bagai tak membawa apapun, lingling juga terlihat sangat nyaman disana dalam sandarannya. Saat keluar pesawat disana ia melihat banyak orang yang menunggu. Salah satunya Andes, Alex dan juga Fiko. Ada Grace dan juga Bibik Po dan juga suaminya. Ada beberapa juga penjaga dan pelayan yang menyambut..


Disisi lain Chun dan Lien menunggu dari bawah. Mereka pagi ini bangun sangat pagi hari ini, bahkan ia semalaman tidak bisa tidur mengingat Lingling akan pulang. Ia merasa degdegan dan juga teramat bahagia. mmereka tertidur sudah jam 2terbangun jam 4 saking tidak bisanya tidur, tidurpun rasanya dirinya masih tetap bangun.

__ADS_1


Chun tersneyum lebar melihat pesawat Lingling turun tadi. ” Lien Lingling. Itu Lingling pulang.”Ia menatap Lien dan memegang tangan Lien bahagia. lien disana diam tersenyum tipis, sudut hatinya terasa sakit mengingat Lingling adalah Tunangannya Chun, wajar saja kan jika Chun sangat bahagia? merekakan memang sudah tunangan beda dengannya yang bukan siapa-siapanya Lingling.


Chun maju menatap pesawat. Dadanya bergemuru terasa dihujani dengan uang. Sampai pesawat turun dengan banyak debu yang berterbangan ia menutupi matanya mengipasi angin didepan wajahnya. Tak lama setelahnya tak lagi ada debu pertanda pesawat sudah selesai landas. Ia menatap kedepan yang masih menyisakan debu. Ia mengipas depan wajahnya yang terasa masih blur.


Pintu teruka menampilkan satu laki-laki yang asing, lelaki yang mengenakan baju kemeja hitam dan celana dasar hitam. Kaca mata hitam melangkah. Tingginya hampir sama dengan dirinya. Sangat tampan ia akui itu. apa itu Andes batinnya? Jika benar bagaimana jika Lingling mencintainya karena dia tampan? Tapi tunggu dulu, kenapa hanya dirinya? Dimana Lingling? Kenapa belum keluar.


Ia maju mau melihat semakin dekat. Tetapi ditahan oleh Lien. Lien menggeleng”Lingling mana?”Ia gugup dan juga berdebar. Ia sangat takut Lingling sudha dibunuh karena ketahuan.


Lien disana Menggeleng kembali menetap kepesawat. Tak berselang lama ada satu lagi lelaki yang lebih tampan dari yang awal.


Keduanya jadi mengerjab kan mata kenapa ada dua?? Andes itu sangat tampan, lebih putih dibanding dengan mereka ataupun yang tadi turun, lebih tinggi dari merreka dan kurus. Terllihat sangat mempersona dengan tubuh atletis mengenakan kemeja Navi yang kancing atasnya terbuka dua buah. Menampilkan dada bidangnya yang tak berbulu, meksi begitu ia terlihat sangat macho.


Menggendong? Chun membelalakkan matanya semakin memokuskan pandanganya apakah itu Lingling? Kenapa dia digendong??? Apa dia sakit? Pikiranya berselancar kemana-mana saking takutnya kehilangan Lingling.


Ia melitrik lagi mendekat. “Eliza..!!!” Teriaknya.


”Lingling..!” Ujarnya Lien lagi mendekati Mike. Lelaki yang paling manis diantara lelaki lain itu., ia melihat Lingling tak rela karena dipeluk oleh seseorang yang tak lain pria lain. Ia segera mendorong Mike dan ingin merebut Lingling darinya.


Namun sebelum itu terjadi Mike sudah menghindari dan juga menatapnya tajam., ia sudah melihatnya yang berlari dari jauh ingin merebut Lingling tadi.

__ADS_1


Bugh.. Chun terjatuh kedasar tanah karena memeluk angin, ia menatap lelaki yang mengendong lingling dingin.”Berikan dia padaku, dia tunanganku.”Ujarnya Chun dingin.


Mike menaikan satu alisnya menatap Chun dari atas sampai bawah. Chun bangkit menatap Mike dingin. Tetapi malah dibalas senyum remeh oleh Mike. “ Jadi Kamu tunangannya Lingling Yang tukang selingkuh itu?”Tanyanya terkekeh. Chun terasa direndahkan mengepalkan tangannnya menatapnya tajam.


Mike disana melirik Lingling yang masih tertidur ditubuhnya.”Bukankah kamu yang sudah berselingkuh dengan kakaknya Lingling? Apa kamu sudah tidak punya urat malu untuk mengaakuhi hubungan yang kamu rusak sendiri?”tanyanya remeh,.


Chun tertegun mendengarnya,, ia belum melihat wajah Lingling jelas tetapi ia bis aliat jika sekarang Lingling Sudharma jauh berubah. “Itu bukan urusanku. Yang harus kau tau mau bagaimanapun Lingling tetaplah sama denganku, kamu bukan siapa-siapa nya dia.!!” Tegasnya mengepalkan tangannya.


Mike diam menatapnya. Andes yang dari jauh melihatnya menatap Chun tajam, tanganya mengepal erat menatapnya, hendak maju tetapi dirinya ditahan oleh Fiko. Fiko tersenyum miring.”Mereka pengkhianat biarkan membuat drama terakhir kalinya.”Ujarnya.


Andes menarik tangan Fiko menjauh dari sana bersama dengan Alex yang menuju satu ruangan, mereka harus membicarakan hal ini secepatnya sesuai arahan dan juga strategi yang dibuat oleh mereka bersama. Tak bisa Andes singkirkan satu hal jika Otaknya dipenuhi oleh banyaknya pikiran Tentang Lingling.


.


.


.


Ngantuk banget.... huaammm... Ada yang natalan nggak nih?

__ADS_1


__ADS_2