Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Lagi


__ADS_3

Happy reading.. Maafin yah kalo nggak seru karena nggak banyak aksi huhuu


.


.


.


Setelah makan Lingling kembali kekamarnya untuk kembali tidur yah kebiasannya lah yah wkwk. Tetapi saat dijalan ia tertegun saat ada Andes yang berjalan kearahnya juga. Lingling berusaha bergosip thinking jadi ia sedikit bergeser dan melangkah santay.. tepat ddiepannya Andes malah melangkah tepat didepannya., Lingling melihatnya menaiki satu alisnya. lalu memilih kelain arah kenanan disebelah namun Andes malah kembali menahanya dan maju. Ia jadi mundur.” Bisa bicara sebentar?”Tanyanya.


Lingling mengangguk pelan disana “Boleh. Dikanatrku saja.”Ujarnya. Andes mengangguk iikut melangkah meninggalkanm Lingling.


Lingling menguap melihatnya.”Ciri-ciri manusia terkutuk. Yang punya kamar siapa yang duluan siapa? Yang ngajak ngomong siapa yang ditinggal siapa.”Gumamnya mendengus tak suka. ia menghentakkan kakinya lalu berjalan santay menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar ia melihat Andes duduk pingiran kasurnya karena memang ini bukan kamar mewah, hanya kamar yang muat dua orang dan hanya ada beberapa prabotan,. Bahkan baju saja bisa dihitung dengan jari jumlahnya apalagi mau shofa jangan harap ada disini...!!! Ia pun ikut duduk disampingnya Andes memilih menidurkan dirinya membiarkankkinya bergelantungan dibawah.”Kenapa Des?”Tanyanya pelan.


Andes melihatnyapun melakukan hal yang sama, ia menidurkan dirinya disampingnya Lingling, menatap Lingling dari samping. “Kamu nggak ada niatan buat bujuk aku gitu buat nggak marah?”Tanyanya pelan kepada Lingling setelah kejadian kemarin Lingling tidak ada niatan untuk menemuinya dan meminta maaf. Ia kan jadi kesal, eh malah dia yang datang menemui Lingling, sejujurnya ia juga kesal, kesal pada dirinya yang murahan sekali. Orang siapa yang marah siapa yang membujuk.


Harusnya kan Lingling batinnya.


Lingling mendengarnya terkekeh, Ia menatap Andes yang disampingnya.. pandnagan mereka beradu, ia mengeleng pelan.”Nggak si. Soalnya memang kalo kamu marah wajar.”Ujarnya pelan pada Andes pelan. ia juga tak bisa memujuk Andes baginya membujuk sama saja memberi janji, memberi janji sama halnya ia memberi lupa pada Andes. Ia tidak mau hal itu terjadi, biarkan waktu berlalu begitu saja, mengikuti jalan yang memang sudah disiapkan.

__ADS_1


Andes menghela nafas, ia mengadap keewajahnya Ling-Ling menaruh tanganya diatas kepala Lingling. Lingling diak menatap wajah Andes.” Aku tidak ingin kehilangan kamu. Janji buat tidak pergi..” Ujarnya pelan. ini hal yang paling ia takutkan. Sangat-sangat ia takutkan.


Lkingling diam menatap bola mata Biru Andes yang bergerak kesana kemari mencari kejujuran dna ketulusan, ia tau itu. ia menghela nafas.”Aku tidak akan pernah pergi kok. Aku tetap diriku dan kamu tetap berharga dalam hidupku bagaimanapun nanti keadaanya.”Ujarnya pelan.


Yang ia maksud hanya dirinya yang tau... dan orang yang paham akan ucapannya


Sedetik setelahnya ia merasa dadanya kembali sakit menimbulkan retakan besar. Ia merasa jika ada yang kembali gugur hanya karena janjinya. Apakah benar jika dirinya hanya bisa menahan tetapi tidak bisa menghentikan?


Bagai poros waktu ia hanya bisa mengabaikan waktu tetapi tidak dengan perjalannya. Sama hal cinta nya pada Andes? Ia bisa mengatakan jika dirinya sudha tidka lagi berhrp tetapi nyatanya cinta tetap hadir sampai ia mati sekalipun.


Andes diam menatap mata Lingling. Lingling menekan dadanya sampai Andes kaget melihat ada aliran darah yang keluar dihidungnya Lingling. Ia bangkit menyentuh darah dihidungnya Ling-Ling. Lingling diam merasakan dadanya semakin sesak, darah menggerayangi hidungnya. Ia segera bangkit merrasa kepalanya pening. Ia langsung menuju toilet


.”Lingling kamu kenapa?”Teriak Andes panic.


Dua bunga yang artinya ia hanya punya jiwa dan juga sudah banyak kehilangan energinya. Jika begini terus ia bisa mati, benar kekuatanya menghilang separuh dari seharusnya.”Appa aku harus melakukan yang ibu suruh saja?”Gumamnya. Ia ingat pesan ibunya dikalah terakhir kali bertemu. Lalu mengeleng pelan.”Jika iya bukankah itu sangat-sangat tidak asik. Mending mati dengan tenang tanpa memikirkan dunia. Aku pun sudah muak dengan hidup.”Gumamnya, Ia kesal sangat kesal dengan dirinya sendiri.


Tak berselang lama Lingling keluar dengan wajah pucat nya. Andes yang dari tadi diluar menatapnya nanar dan khawatir. Batu saja ia ingin keluar mencari dokter. ”Lingling, kau baik-baik saja?”Tanyanya mengusap pipi Lingling pelan. lingling mengangguk dan memilih tidur kasurnya memejamkan matanya melupakjan Andes.”Aku akan panggilkan dokter.”Ia segera petgi dari kamar Lingling.


Lingling menahannya dan membuka matanya menatap Andes dengan tatapan dalam.”Temani aku saja.. aku mau tidur.”Ujarnya. Andes mau mengeleng tetapi tidak tega juga melihat tatapan mata itu.”Elus kepalaku begini.”Lingling ,memperaktekannya membuat Andes mengalah dan duduk disisinya mengusap kepala Lingling pelan.


Andes menatap Lingling dan Lingling tersenyum sendu.. Lingling terkekeh melihatnya.”Andes oh Andes aku hanya mimisan karena memang aku memiliki sakit yang sedari dulu itu namanya hidung Mantah. Hidung yang artinya masih mentah mangkanya suka mimisan, beda sama kayak hidung kamu yang udah mateng mangkanya ngak suka mimisan tapi sukanya ingusan ..” Ujarnya ngaur berceloteh.

__ADS_1


Andes mendengarnya menatap Lingling datar.”Lingling ngacok. Mana ada yang gitu.. hidung mantah dan mateng kamu pikir hidung makanan.” Ia memijit kepala LIngling pelan mengusap kepala Lingling yang ia yakini pasti terasa sangat pening.


Lingling mendongak menatap dirinya dari bawah.”Ihh nggak percaya. Tapi memang gitu loh Des. Hidung tu ada yang manta dan ada yang mateng.. hidunga ku yah bagian yang mantah.. kalo nggak percaya yah ngak apa-apa.” Jawabnya santay.


“Kamu tau teori itu dari mana memangnya hemm?”Tanyanya pelan pada Lingling. Ia jadi heran siapa yang mengajari Ling-Ling dengan kata-kata anehnya itu.


Lingling diam termenung.”Itu kata nya hemm siapa yah? kepo.”Ia tergelak mana mungkin ia mengatakan jika itu hanya karangan lagi. bisa bisa nanti ia malah di cap gila lagi oleh andes.


Andes disana tersenyum.” Emang kalo hidung manta itu mimisanya nngak sakit?”Tanyanya kepo dna khawatir.


Lingling Menggeleng lalu memgangguk.”Skiit lah kepalanya. Kayak naik helikopter. Pusing... Cuma nggak apa-apa kok.”Ujarnya pelan dan jujur.


Andes menghela nafas pelan “Istirahatlah kamu pasti sangat lelah mangkamnya mimisan.” Ujarnya pelan.


Lingling menarik selimutnya.”Aayay captain.” Ujarnya semangat dan memeluk selimutnya. Ia memejamkan matanya untuk tidur. Ia harus istirahat sebelum hari besok tiba. Ia merasa ada yang jangal untuk beberapa hari ini. pirasatnya tidak perneh meleset.


Andes melihat Lingling yang mudah tertidur menghela nafas. kenapa juga Lingling hoby tidur??


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2