
Lingling diam menatap tempat yang mereka pijaki saat ini, ini tempat di tengah hutan utara tempat pengasingan, disana ada satu rumah yang tidak besar dan tidak juga bisa dibilang kecil, Ling-Ling menatap Rein agak ragu tapi ia tepiskan. Saat memsuki perkarangan rumah ia bisa melihat banyak bunga mawar merah persis seperti milik ibunya, apa dirinya saja yang merasakannya yah?
Langkahnya menyusuri semua yang ada di sekitar. Rein melihat Lingling yang melihat perkarangan rumah mereka hanya diam dan mengetuk pintu. Lingling bisa melihat dimana disana juga ada air terjun, diujung persis dirinya berdiri disini bisa melihat ada banyaknya kebun buah buahan dan juga lobak. Lingling mengenal suasana rumah ini.
“ Sayang aku pulang..” Lingling mendongak menatap Rian yang membuka pintu, dan disana sudha ada seorang perempuan tersenyum menyambutnya.
Lingling menatapnya kaget.” Bunda.” Gumam Lingling melotot tidka percaya. Cepat cepat Lingling mendekati wanita tersebut dan menatap lebiuh detail lagi.
Rein kaget melihat Lingling yang mendekat dan menatap istrinya tajam.” Bunda ngapain di sini? Kan nggak boleh ada yang jagain llingling disini. Nanti kaisar marah loh.” Ujar Lingling kepada wanita yang begitu dirinya kenal cemberut tak suka. " Lagian emang bunda kenal sama paman ini.? bunda enggak selingkuh kan???" Tanya Linglung melotot kepada ibunya.
Rein mengernyitkan dahinya bingung, apa yang dimaksud oleh gadis ditemukan nya ini, apa mereka saling bertemu?
Bunda? mengapa istrinya dipanggil bunda?
Sedangkan istrinya menatap Lingling juga heran tapi sedikit ada gurat gelisa ditatapannya.”Kamu? kamu siapa? Saya bukan bunda kamu.” Ujarnya istri Rian dengan sedikit gugup kepada Lingling. Rain diam menatap istrinya dan linglung rumit.
Lingling hendak bertanya lagi tapi ia hentikan oleh pikirannya sendiri, ada yang yang ganjal tidak bisa ia utarakan secara gamblang, mata Lingling menatap setiap detail wanita di depannya ini, benar benar ibunya dari segi apapun, bedanya hanya ibunya yang sekarang mengubah matanya menjadi hitam sedangkan gadis ini tidak, ibunya semakin awet muda tidak terlihat sudah memiliki suami dan juga anak dan ini.... akh iya ini bedanya wanita di depannya sudah terlihat lebih berumur meksipun begitu ia masih terlihat cantik.
“ Jika boleh tau siapa nama ibu?” Lingling mengganti pertanyaannya.
Rain menatap Lingling tidak paham dan bertanya Tanya, ada apa gadis yang ia bawa ini? istri Rian gugup mendengarnya.” Namanya Zhu Qira Han, dipanggil Qira. Ada apa nona?”Tanya Rain mendahului istrinya dengan heran mendekati Lingling.,
Lingling membulatkan mata kaget, menggeleng sejenak melirik Lingling.” Di dia mirip ibuku,” gumam Lingling tidak jujur dan tidak juga bohong.
Wanita yang mengaku persis seperti nama ibunya itu tersenyum, bahkan senyum nya saja mirip eh tapi kan ibunya jarang senyum.” Di dunia ini katanya ada tujuh orang yang mirip dengan kita.. Haha mungkin ibuu mirip denganku yah salah satu dari tujuh otang itu.” Jawab Qira dengan pelan dan tersenyum lembut. Lingling memaksakan tersneyum mengangguk, tidak mungkin, semirip miripnya seseorang tidak mungkin semirip ini, ini itu benar benar mirip, sampaoi ke suaranya pun sama. apa mereka kembar? Apa mereka saudara? Tau Lingling kenal semua saudara ibunya, dirinya kenal siapa saja kembaran ibunya,. Apa ia tanyakan saja pada ibunya nanti?
__ADS_1
Tapi itu satu tahun lagi... satu tahun dirinya di sini.
“Mungkin yah nyonya.” Gumam Lingling ragu, wajahnya saja sudah menjabarkan apa yang dirinya pikirkan. Ia menggeleng dan mengangguk sejenak mengusir pikiran pikiran buruknya.
Rain tersenyum.” Benar, mungkin saja hanya mirip tidak mungkin sama, sebab istriku hanya atau orang dan yang paling cantik haha.” Rein memeluk istrinya mesra dan tersenyum kepada Lingling.
Sama hanya wajahnya mungkin saja yah sudah biasa, tapi ini juga namanya. Lingling hanya bisa tersenyum masam saja.” Mungkin.” Ujar Lingling lagi.
pikiran Lingling kemana mana, ini pasti ada sangkut paut dengan ibunya. Lingling harus mencari tahu siapa istri dari paman Rian ini, dan apa hubungannya dengan ibu kandungnya. Qira harus mengetahui hal tersebut.
Di dunia ini Lingling tidak yakin jika hanya ada kata kebetulan, apalagi kebetulannya luar biasa membangongkan.
Andes menghela nafas merasakan denyut nadinya yang kesepian. Andes mengusap wajahnya kasar, ada yang aneh, kenapa dirinya terus begini??
Tubuhnya terhempas mengenai pinggiran mobil. Andes mendesis karena serpihan kaca mobilnya mengenai wajahnya, ini sangat sakit, ia mengerjab meringis merasa pedih dikepalanya. Mobilnya bagian depan sudah cukup hancur. suara gemuru orang orang mendekat hendak membantunya tapi andes sudah samar samar kehilangan penglihatannya, ia pingsan.
Di bagian yang hampir ia tabrak tadi tersenyum miring menatap hal tersebut.” Yah... aku harap aku bisa melihat akhir yang bagus Andes, “ Gumamnya lalu menghilang.
Yah dia adalah Raja iblis dari Lingling kemarin, sosok yang membawa Lingling ke sini dan sosok itu pula yang membuat Andes yang kecelakaan.
Disebuah tempat andes meringis merasakan perih dibagian kepalanya, kepalanya berdarah, matanya mengerjab menghela nafas bergetar. Kenapa dirinya ada di hutan? Ini sangat elap dan lembab, sangat tidak nyaman untuk ditinggali oleh manusia. Andes bersandar di pohon besar di sana, dan memejamkan matanya meringis mengusap kepalanya perih.” Dimana gue?”Gumamnya lirih.
Gargh... Andes otomatis membuka mata menatap semua yang ada disini, ia mundur dan menatap ada satu binatang ane, dia seperti serigala tapi lebih besar dan mengerikan, air liurnya menetes menjijikan dnegan mata merah seperrti darah.
Garh. Binatang mendekati Andes dengan sinar mata terang ingin menerkam. Andes mundur terhenti terpojok pohon.
__ADS_1
Garhh.,.. suara burung burung berkicau disana dan terbang menjauh. Binatang menerkam Andes tapi Andes sudah menghindar. Andes ke kanan dan serogala ikut mengejarnya. Andes tidak kuat mengambil kayu yang berbentuk aneh di sampingnya. Arhh... Andes berteriak ternyata yang ia pegang adalah ular. Ular..!!! hampir mematuknya, Jantung Andes hampir melompat dari tempatnya
Andes mendesis dan mundur dari kedua hewan reptile tersebut,.
Serigala menatap andes lebih marah dan lapar dan segera menerkam Andes. Andes kali ini pasrah akibat lukanya yang cukup besar dan kepalanya yang sakit. Ia juga tidak ahli dalam menyerang binatang buas.
Spring.. mata andes mengerjab merasa cairan menimpa wajahnya. Cras.. suara lolongan kesakitan serigala itu terdengar sangat nyaring dan suara potongan tulang dan besi yang beradu menyahut ngeri,.
Suara tusukan terdengar silu ditelinga Andes. Suara darah menetes berdesis mengenai bersih. Bau amis bercampur besi pun bercampur dengan udara, sangat lekat hingga membenam rasa ingin muntah
Andes membuka matanya menatap nanar si pelaku. Ia mengerjab menatap siapa yang telah membantunya.
Ia melebarkan mata kagum,
Lelaki yang benar benar tampan membantunya, rambut putih panjang, rahang tegas dna postur tubuh yang sangat luar biasa, dirinya sebagai lelaki yang tampan saja insecure kepada lelaki ini.,
Dirinya sebagai lelaki saja benar benar terpesona dan kagum hingga lupa diri apalagi perempuan lain?
Lelaki itu menatap Andes tajam, pedang yang ia pegang ia letakkan ditenggorokan andes. Andes tersnetak lanmgsung menegang menatap ujung pedang yang menyentu lehernya.” Bagaimana bisa kau berada disini?” Tanya lelaki itu dingin dan juga tegas kepada andes.
Andes menggeleng membuat dirinya lebih nyaman dan juga tidak gugup berbeda dengan dirinya yang tidak nyaman dan kekaguman nya “ aku tidak tau, tadi saat kecelakaan tiba tiba aku saat aku bangun aku sudha berada disini.” Ujar Andes lagi lirih kepadanya.
Lelaki tersebut menatap Andes nyalang. “ Kau yang membuat Ling-Ling pergi jauh dariku dan cintanya berpaling dariku. Akan ku buat kau pergi dari dunia ini.. cras.. arghhh” Andes berteriak memegang lehernya, Andes terbangun memeriksa leher nya dna sekitar, dirinya dimana? Ia mengerjab menatap infus yang ada di lengannya. Dirinya di infus???
Tadi apa? Apa itu mimpi? Kenapa terasa sangat nyata, bahkan andes tidak melupakan rasa sakit menyentuh lehernya.
__ADS_1