Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
jatuh


__ADS_3

Langkah kaki Lingling cukup hati hati menuju bangunan itu, bangunan yang seperti tembok, sama sekali tak ada pencahayaan disana.. dan sama sekali tak ada jendela atau pentilasi. Itu membuat Linling bertanya, adakah kehidupan disana? Tapi lingling yakin jika disanalah Vuang dan juga Wulan berada..


Matalnya melirik kekanan kekiri melihat siapa tau ada orang yang meliatnya kan, lalu melihat kedepan lagi. tak ada orang lain disemua tempat hingga ia sudah berada tak jauh disana.. ia bimbang mau masuk atau tidak.. tapi pintunya tidak ada gagang untuk dibuka? Bagaimana cara mebukanya? Didobrak? Ditendang? Atau dipukul? Atau dirusak? Lingling kembali menatap kearah lain dan berbalik.


Arghh..


Lingling sangat kaget dikalah dirinya meliat ada seseorang dibelakangnya dan seseorang itu tak kalah kaget mendengar suara teriakan Lingling.. suara nya seperti perempuan batinnya.


Lingling menatapnya sinis. “Sedang apa kau kemari? Mau buatku ,mati jantungan ?”Tanyanya disana sinis.. ia sedang sakit jantung..


Sosok itu menatapnya tajam dan menyelisik wajahnya dalam.. ia belum mempercayai Lingling seutuhnya.”Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kau disini hmm? Bukankah kau orang baru disini? Tidak sepantasnya kau berada diluar dari arena yang tidak seharusnya kau liat bukan?”Tanyanya dingin dan maju menatap Lingling mengintimidasi.


Linglling mundur sedikit dibuatnya dan menatapnya tak tajam namun polos, ia tak mau ribut,. Ia tetap butuh tempat ini untuk memberi ia nafkah.


” Memangnya ada larangan yah kesini? Aku tidak tau, soalnya disini tidak ada tulisan apapun yang menunjukkan jika dilarang diinjak..?”Tanyanya disana dengan polos. Lalu menatap kelain arah..


Sosok yang tak lain adalah Fiko itu menatap Lingling tajam.”Kau bohong hmm?”Tanyanya.


Linging menatapnya tak melawan.”Aku tidak bohong,, aku memang tidak tahu saja..”Lalu ia menunjukan rumah yang ia mau masuki tadi.”Terus aku mau lihat ruangan itu, tapi ruanganya tidka punya pintu yah, tidak bisa dibuka, pintunya Cuma pajangan yah ku pikir lebih baik lihat tempat lain saja. Apakah kau mau menemaniku melihat tempat lain?”Tanya Lingling polos demi apa dia bisa sekali memanipulasi orang orang disekitarnya.


Sosok Fiko bahkan sampai percaya. Bagaimana tidak percaya jika melihat wajah Lingling yang polos dan santai. Jika benar Lingling penyusup ia tak mungkin mengakuhi semua yang ia lihatkan bukan? “Tidak..”Ujarnya menolak ajakan Lingling lalu berbalik meninggalkan lingling. Membuang waktu sekali kan?


Namun Lingling menarik bajunya paksa “Ayolah.. ak---“


Byurrr.... Arghhhh


Ucapanya terhenti dikalah fiko malah terjatuh kedalam air kolam yang ada didepanya. Ia menutupi mulut dibuatnya.. apakahh peganganya begitu kuat membuat ia panic. Apakah Fiko bisa berenang atau bagaimana?


Fiko pun kaget sebab tadi kakinya terkelintir sedikit akinbat tarikan Lingling dan langkah yang oleng...


“ To----“


Ia tenggelam disana dan disana ada dua buaya putih membuat ia panik sekali.. Dengan cepat ia berenang mencari daratan, tapi kedalaman air itu mencapai sepuluh meter... dan ia memakai baju yang tebal dan sepatu yang berat. Ia bisa mati jika begini caranya...!!

__ADS_1


“ Kakak tuan apa kau bisa berenang? Maafkan aku kakak..!” Teriak Lingling disana kuat melihat kebawah namun sosok Fiko tetap tak terlihat.. ia panik.


”Kakak orang jahat masa tidak bisa berenang... aku yakin kau bisa, jangan berjanda.. eh bercanda tuan..!” Teriaknya... matanya melihat sekliling namun ada yang aneh, seperti ada yang bergerak didalam air tapi apa?


Disisi lain sosok Fiko sudah melihat buaya berukuran lebih besar dari dirinya sendiri mendekatinya dan juga berenang cepat, dengan susah payah ia menjauh dan mau kepermukaan air.. ia berenang dengan kalut sampai lupa cara berenang dibuatnya.


Disisi lain ada penjaga yang datang melihatnya nanar.” Tuan Ling ling siapa yang jatuh astaga.. “Ujarnya panic mendengarnya. Ia mendengar teriakan Lingling tadi membuat ia kemari bersama empat penjaga lain.


Polos sekali lingling menunjukan air dan berkata. “Itu tuan kakak fiko temannya Andes. Memangnya dia tidak bisa berenang?”Tanyanya mengerjab..


“Cemen sekali.”Gumamnya lirih disana.


Penjaga itu pun panic dibuatnya.”Astaga.. cari bantuan.. cari sepatu..! Fiko dalam bahaya.. disini ada buaya..!!”Tereiaknya membuat Lingling membulatkan mata dibuatnya..


“Buaya?!!” Tanyanya menaiki intronasi suaranya membuat mereka mengangguk. Mereka mengangguk.


Byur.. Tanpa kata Lingling yang panic menceburkan diri kedalam air dan mencari dimana Fiko berada. Tepat dikalah ada biaya yang sudah didepan nya DNA mereka yang sudah bertarung, . Dan itu ada dua ekor dan satu ekor anaknya,. Itu membuat ia segera berenang mendekat.” Lingling...!!!” Teriakan dari luar karena khawatir melihatnya.


Lingling tak sadar disana hingga ia mendekati dan memeluknya kembali.. “Brukbekrkeub...” Gumamnya menyuruh Fiko menjauh, tapi tak bisa bicara karena berada didalam air..


Ia melihat buaya itu tajam.. Buaya menatap Lingling membuat Lingling disana mengusirnya.. dengan terdiam sejenak para buaya itu lalu memberi hormat. Barula para buaya itu pergi meninggalkan mereka yang ada disana dan Lingling menghela jaga lega... tanganya Fiko sudah digigit oleh buaya tapi baru sedikit karena ia memberontak dan melawan tadi..


Dengan cepat Lingling membawa keatas air dan disanalah sudah ada Andes yang mau menceburkan diri bersama beberapa yang lain menjadi terhenti.. mereka terdiam melihatnya dan Fiko yang tak kalah shok karena buaya yang pergi ketika itu.


Mengapa tidak menyerang sesoerang yang ada didepanya ini? Aneh kan?


”Kenapa diam.. ambil obat cepat, tangannya itu berdarah.”Gumam Lingling, namun mereka tetap diam sebab melihat tangan Fiko berdarah yang artinya sudah digigit buaya.


Lalu kenapa Lingling tidak terluka dan berdarah? Kenapa tidak diserang juga? Secara buaya putih itu buaya paling ganas diantara buaya lainnya.


Lingling mendesis..”Kalian lama..”Gumamnya disana lalu membuka bajunya sendiri membuat Andes membelalak disana.. ia meninggalkan tangtop ditubuh Lingling berwarna putih milik Andes, lengnnya tak terlalu pendek.


Fiko tetap terdiam lemah disana merasakan tanganya diusap lembut dan darah tetap mengalir.. Lingling mengambil air kolam dan menbersihkanya.. Lingling mengambil ludahnya dan meratakan ketangan Fiko.

__ADS_1


”Hey apa yang kau lakukan..! itu menjijikan.”Ujarnya Fiko lemah tak terima.


“Bawel. Kau diam saja.”Ujarnya disana. Fiko diam melihat saja dibuatnya. Dan tepat darah Fiko tak lagi keluar disana membuat Lingling disana menghela nafas..


Lingling memeluk tubuh Fiko erat membuat Fiiko tertegun. “Maafkan aku. Karena aku kau hamper mati.”Lirihnya merasa sangat bersalah disana.


Dug dugdugdug.. Jantung Fiko terasa berdisko disana. Oksigen yang tadinya menyempit sekarang bertambah sempit, ada getaran aneh yang menyelusup dihatinya ketika merasakan permintaan maaf itu sangat tulis dipendengarannya...


“Maafkan aku..”Lirih Lingling lagi menatap mata Fiko dan menjauhkan pelukanya. Fiko merasakan ada yang hilang ketika pelukan itu menjauh membuat ia terdiam.


“Kau tidak apa-apa Fik?”Tanya Andes disana menaruh jaket ditubuh Lingling. Untunglah Lingling itu memang benar-benar tepos jadi dadanya itu sama sekali tak terlihat disana.. Ia menatap Fiko dan membantunya berdiiri.


Ia tak suka mereka pelukan.”Yah kau tak apa tuan?”Tanya dari yang lain lagi saat itu melihat Fiko yang mendarat,


Fiko mengangguk melirik Lingling yang diam merasakan tubuhnya dijaketi dan ikut bangkit. “Maafkan aku. Ini salahku, tapi aku yang menarik tuan kakak supaya tadi mau menemaniku melihat lihat, tapi ternyata tarikanku terlalu kuat hingga tuan kakak jatuh.”Ujarnya lirih dan juga merada mersalah.


Andes diam mendengarnya, ada rasa tak suka.”Kenapa kau minta padanya? Kan ada aku.. Mangkanya jika mau apa-apa itu minta padaku. bukan pada orang lain..”Tekannnya disana lalu menarik tangan Lingling. Lingling diam merasa tubuhnya oleng dan mendekati Andes.”Pakai baju cepat... nanti kau sakit.. “ Ujarnya..


Lalu mata Andes menatap para penjaga.”Bawa Fiko kekamarnya, hubungi dokter Grey. Aku akan kesana sepuluh menit lagi.. beri teh hangat cepat.”Ujarnya lalu membawa Lingling menjauh...


Lingling menatap Fiko lirih.”Maafkan aku, aku ganti baju dulu nanti aku akan kekamarmu..!” Teriaknya. Andes melihat kepala Lingling yang terus ,miring itu menariknya kedepan membuat Lingling diam dan mendengus.. Andes tidak suka.


Disisi lain Fiko tersneyum simpul lalu berjalan menuju kamarnya dengan lemah. Ia tak pingsan, masa mafia mudah pingsan si?


Disisi lain ada sosok Vuang yang tertegun mendengar suara Lingling yang disebut... ia seperti pernah mendengarnya.. bukankah itu pernah dipanggil oleh Eliza??? Bukankah nama yang Eliza mau??


Alkhh mungkin hanya ilusi kan?


.


.


...jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...

__ADS_1


__ADS_2