Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bertemu


__ADS_3

Diruang kamarnya lingling yang sudah tidur seharian menguap pelan menatap kedepan. Ia menatap kepemukiman warga yang luar biasa luasnya.. ia bisa melihat banyak rumah dari sini,. Jalanan yang luas. Mobil dan motor berlalu lalang. Ia menguap pelan dan memilih duduk dikursi kecil dikamar itu.


“bagaimana keadaanmu?”Gumamnya tersenyum tipis. Ingatannya pada seseorang yang ia rindukan itu mencekiknya. Siapa lagi jika bukan tunangannya?


" Tidak Baik....Kamu??"


Matanya melebar ketika merasa pelukan diperutnya.. ia terdiam mencium bauh wangi yang menguar dari sisi yang memeluknya. Ia berbalik menatap siapa dan memastikan.


Benar..!!! semua jiwa yang hilang terasa kembali ke jiwa, ia tak pernah sebahagia ini bertemu dengan orang ini. tapi ini adalah hal yang paling bahagia selama ia hidup.


” Liong.”Gumamnya pelan. Matanya menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Liong dengan baju sutra halus berwarna hitam berbenang emas motif kelopak bunga teratai dibeberapa bagian membuat ia terlihat indah. Mahkota kecil berwarrna hitam bermata merah darah tersemat di rambut panjang nan putih miliknya. Wajah tegas, rahang terpahat sempurna. Hidung mancung dan bibir tipis. Alisnya hampir menyatuh karena tajam namun ia terlihat sangat indah. Dia mahluk terindah yang lingling miliki setelah keluarganya.


Tangan Liong yang bertenger dipingang Lingling tak melonggar. Ia menatap Lingling yang tingginya hanya sedadanya itu dalam dan juga sendu. Lalu tak berselang lama air matanya jatuh. Lingling menatapnya mencelos. Dadanya sakit melihat Liong menangis. Liong adalah sosok yang kuat dan tegas. Sosok yang kejam sekaligus dingin. Dia sosok yang ditakuti oleh siapapun dan sekarang menangis karena apa? Apa karena dirinya


Ia mendekati tangannya kepipi Liong mengusap pipi itu pelan. Tapi tak berselang lama Liong disana memberikan dua kelopak bunga teratai yang mati.


Lingling menutup mulutnya kaget. Air matanya juyga tak tertahan jatuh. Menatap Liong penuh luka dan juga penuh penyesalan.


”Saya kurang apa?”Tanyanya pelan. Sangat pelan nyaris tidak terdengar.


Bau rempah-rempah serta kekayuan wangi yang sangat enak dicum menerpa wajah Lingling. Nafas Liong bahkan memabukkan bagi Lingling. Lingling menatapnya penuh luka. Ingin memeluknya erat. Tapi ia tertahan tak kuat. ia tau Liong sedang bersedih dan sangat kecewa padanya karena teratai itu. Lingling mengeleng pelan.”Kamu tidak ada kurang. Hanya saja aku serakah.” Air matanya kembali jatuh ketika mengatakan hal itu.

__ADS_1


Liong makhluk sempurnah. Dia pengusa dunia perang, bahkan mampu menghabisi satu wilaya dengan tangan kosong, dulu pernah dia marah ketika adik satu-satunya dibunuh oleh raja kegelapan, ia marah, ia murkah. Dikalah umurnya maish 12tahun ia turun tangan dan menghabisi seluruh klan dari kerajaan gelap,. Ia menguasai dunia gelap dengan satu malam. Ia dinobatkan sosok terkuat didunia langit. Belum lagi wajahnya yang teramat tampan mengharuskan dia untuk selalu menutupi ajahnya dengan topeng. Itu hal yang utama.


Apapaun yang Lingling mau ia akan turuti meski itu hal yang mustahil manusia normal bisa lakukan. Ia sosok paling sempurna bagi Lingling.


Liong disana tersenyum mengusap pipi Lingling, air matanya sudah tidak ada menyisahkan mata merahnya. Lingling tak kuat, ia menunduk membuat tangan Liong mengambang.


Lingling menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia terduduk menangis terseduh-seduh merasa bersalah kepada sosok sebaik Luong. “Maafkan aku-maafkan aku hiks hiks. Kamu pasti merasakan sakit karena ulahku hiks hiks.” Ia menangis bergumam ucap kata maaf berkali-kali.


Liong melihatnya terdiam menyembunyikan tangannya dibelakang pungungnya. Matanya menatap langit tajam.”Kamu memang sakyah Ling... “Gumamnya. Lingling semakin menangis.”Kamu memang salah.. kamu menyakiti fisik dan hati saya sekaligus. “Gumamnya lagi penuh luka,


Lingling kembali menangis tak kuas merasa bersalah. Ia mengusap air matanya pelan menekuk wajahnya disela dua kakinya. Ia tak berani menatap Liong yang biasanya tak mau mentapnya menangis sekarang malah mengabaikannnya menangis. Itu artinya Liong teramat marah kepadanya.


“ Iyaa hiks hik... aku pantas mati Liong.. ambillah jiwamu biar aku pergi tanpa menyakitimu lagi.,”Gumam Lingling pelan tak kuasa. Ia marah pada dirinya dan juga Liong. Marah dirinya yang memiliki nafsu tak terkendali dan marah pada Liong yang tak menenangkannya malah juga ikut menyalahkannya. Ia salah, ia sadar tapi sisi egois seorangg wanita tetap melekat di dirinya.


Liong mendengarnya membuang muka, ia tak mau terkecoh.”Dan kau mati sebelum menyembuhkan luka yang telah kau perbuat?” Liong terkekeh miris.”Egois sekali kamu. Setelah menoreh luka lantas pergi tanpa menoleh. Kau pikir aku apa? Makhluk tanpa hati? Yang bisa seenaknya kau perlakukan sejahat itu?”Tanya Luong tipis.


Lingling menangis lagi terisak.”IYA AKU JAHAT.. AKU JAHAT BUNUH AKU LIONG BIAR KAU TAK LAGI BERTEMU DENGANKU..” UJarnya Lingling berteriak. Ia kesal Liong ikut menyalahkannya. Sikap Lingling akan selalu manja jika kepada Liong, selalu hendak menang sendiri dan selalu tidak mau disalahkan meski dirinya selalu salah.


“Dan kau egois.” Liong menatap Lingling kebawah tepat mata beeka bertumburan. Liong berjongkok menatap Lingling dengan datar. Wajah mereka sangatd ekat. Lingling bisa melihat betapa terlukanya Liong yang tersirat dimatanya. LIngling merasa pias dan sangat-sangat tak berkutik.


“AKU PUNYA HATI LING..!! DAN KAU ... dengan mudahnya mengatakan kata mati dihadapanku!.. “

__ADS_1


Tanganya hendak melayang memukul wajah Lingling. Lingling memejamkan matanya takut.


Bugh... LIngling kaget ketika merasa Ada yang dipukul tapi ia tak merasakan sakit. Ia membuka matanya melihat ternyata tangan Liong memukul kaca disisinya.. tanganya berdarah. Lingling menatapnya bergetar. “Pulang.. jika tidak aku akan sangat marah.. pulang.”Gumam Lionh g pelan.


Lingling menggeleng pelan, “Aku tidak bisa a


pulang sekarang maafkan aku. Aku belum menyelesaikan misiku dan cara untukku pergi juga belum ada. “Ujarnya pelan. Liong menatapnya penuh luka. Ia mengangguk dan bangkit. Lukanya lenyap seketika. Mana mungkin Liong mau memukul kekasihnya.


“ Baiklah. Jika begitu aku akan pergi.. kita cabut saja yah tali pertunangan ki---“


“Tidak mau..!!” Raung Lingling menangis kuat memeluk Liong. Ia menamgis kuat disana merasakan sesak didadanya,.”Aku mencintaimu Liong mana mungkin bisa begini.”Ujarnya lirih.


LUong menatap luar arah.”Dan bagaimana bisa kau mencintai dua hati diwaktu yang bersamaan Ling?”Tanyanya pelan. Liong menghela nafas melepaskan pelukan Lingling. Ia menatapnya sendu.”Tinggalkan dia atau tinggalkan aku. “


“Aku tidak mencintainya. Hati hikshiks hati bodoh ini yang terlalu lemah..!" Lingling memukul dadanya pelan dengan raut tak suka.'’Hati ini sangat murahan. Bagaimana bisa berdebar didekat lelaki seperti dia padahal kamu paling tampan, bagaimana bisa juga hati ini berdetak dua kali lebih cepat berdekatan dengannya seperti melihat hantu saja. Kamu terbaik tidak ada yang lain.” Ujar Lingling dengan polos mengusap air matanya. Menatap Liong penuh bantahan.


.


.


.

__ADS_1


Mo lanjut?


__ADS_2