Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Luka


__ADS_3

Maaf ya aku punya selang seling.... Bukan nggak mau up. Tapi jika kalian baca novel yang lain insyallah paham ya.Novel aku banyak yang jalan semua kok... Jam apa lagi aku kuliah udah smstr 5 jadi bnyk tugas yang harus diselesaikan. Jadi dukung terus ya supaya aku semangat... terimakasih..


.


.


Langkah kaki Lingling menyusuri hutan dengan bantuan lampion itupun maish berlanjut, dibelakangnya ada Dogi yang masih disampingnya. Jangan lupakan lelaki aneh tadii.. sampai disuatu tempat lapangan disana membuat Lingling tersenyum dan mendekati disana. Disana sudah disiapkan oleh lingling tempat untuk latihan membuat lelaki itu menerjab.


Lingling menjatuhkan lampoinnya disan lalu mendekati diri pada tiang tiang yang sudah ia buat dan ia siapkan


Tak..


Hal itu membuat mata lelaki itu melebar, yya.. luat biasa, Lingling menghidupkan obor tanpa korek api. Apa ia salah lihat? Lalu ia mengusap matanya dan menjelaskan dan menggeleng, mungkin ia salah liat.?


Sampai pada beberapa lampion, jumlahnya ada sekitar sepuluh obor membuat Lingling disana menepuk nepuk tanganya dan mendekati lagi pria tadi, ia mengeluarkan alat alat disana, dan juga stau pisau, dan.


Slap.. ia melempat pisau itu sampai pada stau bab1 terjatuh dibelakangnya lelaki itu membuat ia tertegun. Nyatanya Lingling tak bisa ia remehnya.


“Hmm.. sekarang perjkenalkan namamu guru.. aku akan mengikutimu.”Ujar Lingling memberi hormat.


Sosok didepan Linglingpun berdehem.”Namaku Andes. Kau bisa memanggilku Andes saja tidak usah berlebihan..”Ujarnya disana membuat Lingling mengangguk.”Dan namamu?” Tanyanya disana tanpa membuka maskernya.


Lingling disana memikir dulu.”Hm nammaku Lingling, kau bisa memanggil ku Ling’Er ataupun Lingling saja. Terserah, salam kenal Andes, betewe namamu jelek, karena jika dibahasa pelajaran sastra yang aku dengar, hurup Des itu diartikan kematian dan An itu awalan. Yang artinya kau adalah awalan kematian atau bisa juga menjadi dewa atau pemimpin kematian.. huuuum aku kira itu memang benar dengan watakmu yang pembunuh.”Ujarnya membuat Andes disana mengerjab saja. Ia tak tau harus jawab apa. Baginya nama lingling yang aneh dan jadul. Bisa bisa zman sekarang masih ada nama yang begitukan?


"Oke langsung saya kita belajar.. dan disini targetnya adalah kelinci disana.”Ujarnya melirik kelinci yang ada diujung sana, sekitar lima belas meter dari dirinya membuat Andes mengangguk dan mengambil senapannya. Disana hal itu membuat Lingking mulai mengambil snapan yang sama..


“Begini cara memegangnya. Itu salah, taktik memegang nya itu juga salah satu hal atau cara supaya targetmu tidak meleset..”Ujarnya membenarkan tangan Lingling membuat Lingling disana mengangguk..


Waw.. bau lavender disana menyengat dihidungnya Andes membuat ia nyaman, namun ia harus segra melepaskan Lingling dan mengajarkanya..


Dughrr,,. Arghh


Andes disana terkejut dikalah lengannya terkena tembak oleh Lingling.”Arghh.. apa yang kau lakukan?” Tanyanya disana memegang lenganya, untungnya hanya gores dalam karena masih meleset.. ia memegang lenganya yang berdarah.

__ADS_1


Lingling disan tak kalah kaget dan menjatuhkan senapannya, ”Astaga aku tidak tau, tadi aku hanya memencet itu anuh aku tidak tau. Maaf aku tidak tau..”Ujarnya panik lalu menarik tangan Andes dan meluhatnya,


“Arghh.. itu sakit bodoh..!”Teriak Andes dikalah tanganya dipelintr oleh Lingling.. ia dibawah oleh Lingling kedekat pohon dan ia pun duduk .” Ceroboh..”Batinya.,


“Bukan ceroboh dan bodoh, aku hanya belum tau saja. Jangan menghinaku.”Ujar Lingling disana membuat ia tertegun. Bagaimana bisa Lingling bisa mendengar ujaranya yang didalam hati. " Dan lagi yang bodoh itu adalah orang yang tidak kau belajar dan tidak kau tahu tentang apapun.. "Lanjutnya.


“Yasudah, sini aku obati “Ujar Lingling disana lalu mencicit pergi..


“ Hey kau mau kemana.."


Gubrakk arghh..”


Ia mengejar Lingling namun kakinya terganjal Akar kayu membuat ia terduduk dengan keadaan yang sangat menngenaskan, ia mengerang dan menahan pantatnya yang berduka..


“Sialan.. tidak bertanggung jawab, katanya mau mengobati tapi malah pergi arghh,”Erangnya Andes melhat Lingling yang malah mencicit dan pergi meninggalkannya soerang diri yang kesakitan. Ingatkan dirinya jika senapan yang digunakan Lingling adalah senapan militer yang pastinya bukan senapan main main..


“Arghh. Sial pinganggu patah..”Gumam Andes dikalah mau bangkit namun tak bisa. Ia bersandar dipohon dan memejamkan mata dibuatnya, menunggu keajaiban yang datang.”Jika aku bertemu kembali dengan perempuan ini akan ku cabut ginjalnya.”Gumamnya disana mendesis dan memegang lengannya itu..


Ia bagaikan apa saja disana.. lalu ia mendekat dengan Andes dan menaruh semua bahan disana. “Hey. Apa kau sudah mati?” Tanyanya menggoyangkan pipi Andes kasar membuat Andes mendesis menatapnya tajam.


"Apa?!!! "Tanyanya dingin.


”Oh syukurlah, ku kira kau sudah mati.”Gumamnya disana membuat Andes menguatkan tanganya supaya tidak mencabut ginjalnya.


"Kau mendoakanku mati.?"Tanya Andes mendesis.


"Tidak.. Hanya mengira saja.. "Jawab Lingling polos. Arghh . Andes ingin memakinya san mengulitinya sekarang.


“Kau kemana saja ha?” Tanyanya namun tidak diindahkan oleh Lingling yang sibuk menggigit dedaunan dan mengunyah nya membuat ia mendesis.


Ia melihat saja merasakan pahit, apalagi Lingling yang ,memakanya. Ia pun menghela nafas dan menahan dikalah Lingling membuka bajunya..”Hey apa yang kau lakukan? mau memerkosa ku? "| Tanyanya.


“Kau mau sembuh atau mati dengan kehabisan darah. ?” Tanya lingling membuat ia mendesis lalu membuka bajunya.

__ADS_1


Lingling disana menderu.”Badanmu bagus sii.. jikaku jual dirumah bordil pasti laris manis dan aku kembali kaya .”Ujarnya menyentu ABS diperutnya Andes. Dan menatapnya penuh binar. Akh binarnya sebatas uang kok.


Platak..


Argh


Andes menjitak kepala Lingling kuat membuat Lingling kaget.”Singkirkan pikiran kotormu itu. Dan cepat obati aku bodoh...” Ujarnya disana mendesis. Apa tadi katanya? Menjual? Ia pikir Andes adalah Gigolo yang menjual diri dengan tante tante girang.. membayangkanya saja ia bergidik ngeri, apalagi ia bahkan masih perjaka sampai sekarang.


Lingling mendesis dan memutarbola mata malas. ”Akukan berkata dengan jujur.”Gumamnya membuat Andes menghela nafas.. "Emang kau tidak kau kaya.? "Tanya Lingling polos.


"tidak.. "Jawab Andes cepat Disana membuat Lingling memonyongkan bibirnya lucu.


Lingling mulai membersihkan luka luka Andes mengenakan air secukupnya dan meletakkan obat yang ia kunyah tadi diluka nya membuat Andes bergidik jijik dan ngeri... tapi ia ta mau bicara apa-apa karena tau jika Lingling pasti susah paya. Ia saja bahkan berfikir jika tadi Lingling meninggalkanya.


Setelahnya Lingling menaruh separuhnya lagi disisa airnya. Iya, oat yang ia kunya tadi dan mengajuhkan kemulut Andes.”Ini diminum supaya cepat sembuh..!”Ujarnya disana polos membuat Andes mengerjab. Ia menyodorkan dibibir seksi Andes.


“Ini diminum?”Gumamnya. itu dihancurkan dari mulutnya loh. Air liur iwwww membayangkanya saja Andes mau muntah..


Dengan tegas Lingling mengangguk.” Iya. Ini tidak beracun, ini bagus untuk obat lukai supaya tidak terinfeksi. ini obat yang diajarkan Qeqe kakakku .” Ujarnya.


”No! No..! No..! .. aku tidak mau, itu bekaa mulutmu..”Ujarnya membuat Lingling disana memutar bola mata malas.


Lalu langsung menangkup pipi Andes dengan kuat.”Minum..!”Ujarnya dan menuangkan minuman itu membuat Andes memberontak.


Namun Lingling sangat kuat membuat mereka bergulat disana. Setelah cairan itu masuk Lingling langsung menutupi mulut Andes kuat.


Akhh iya. Makser Andes ia buka ya tadi pas menunggu. Dan hal itu membuat Andes menahan muntahnya dan Lingling menahan mulut Andes itu kuat sampai tak memiliki cela untuk keluar sedikitpun. Setelahnya selesai ia buka.


”Uwekk..”Andes memuntahkan air liurnya membuat Lingling terkekeh dan bergumam.


”lingling dilawan...”Gumamnya dan terkekeh. Andes rasanya ingin sekali membunuh Lingling saat ini juga.. arghhh.,..


"Kyaakkkk.. Akan ku bunuh kau...! "

__ADS_1


__ADS_2