
Sesuai kesepakatan, mereka pagi ini pergi menuju tempat kebun obat terlarang itu, dengan Vuang yang paling depan. Wulan ditengah dan Lien dibagian belakang. Mereka tak mandi pagi ini dikarenakan sungai yang mereka mandi dna gunakan selama ini mendadak dipenuhi oleh buaya. Mereka yakin ini ulah dari penjaga disini. Atau bisa jadi dikarenakan mereka yang sudah ketahuan.
Dijalanan ada banyak penjaga yang berlalu lalang. Ada juga beberapa binatang hingga beberapa perangkap. Mereka tak terkena karena Vuang dan Lien sudah cukup paham itu, mereka berjalan penuh kehati-hatiannya. Bahkan mereka mengenakan tongkat untuk menghindar perangkap didepan mereka. Sampai didepan beton tinggi.
"mana cara untuk memasuki wilayah ini, ni sangat tinggi." ujar Wulan menatap beton yang tingginya bahkan sampai 3 meter di hadapannya.
Lien dan Vuang juga menata beton dihadapan mereka dengan raut wajah rumit, jika ingin naik mereka juga harus berpikir dua kali karena di atas beton itu sendiri ditaruh banyak pecahan kaca yang meruncing secara acak sehingga tidak ada celah untuk menahan diri atau menahan tubuh di atasnya, sedangkan di sisi-sisi beton sekalipun itu dibuat dengan banyak benda tajam salah satunya seperti pecahan kaca, kawat berduri dan lainnya.
"sepertinya kita tidak bisa memasuki arena ini mengenakan atau melewati beton ini, kita mencari jalan dan juga alternatif lain untuk masuk setidaknya tempat yang lebih aman dan juga tidak membahayakan kita. " Jawab Vuang disisinya Wulan.
Lien mengangguk. "lalu apa kau memiliki rencana? "Tanyanya terhadap rekan disampingnya.
Vuang sebentar lalu mengangguk. "ayo bersembunyi sebentar. Aku memiliki rencana lain untuk masuk ke dalam. "ujarnya, mereka pun segera mencari tempat yang paling aman untuk bersembunyi melakukan rencana Vuang.
tak berselang lama Wulan pun menatap apa yanng Vuang rencana kan. Tatapannya teralih pada beberapa orang penjaga yang lewat membawa senapan. Vuang terlihat menyeringai menatapnya. " Ayooo kita jemput jalan kita._ Ujarnya.
Kedua temannya menatapnya aneh. Vuang berbisik kepada salah satu monyet yang ada di belakangnya lalu tak berselang lama monyet itu pun mendekati penjaga itu dan mencuri senjata tajam mereka, hal itu sangat membuat mereka kaget hingga mengejar itu sedangkan salah satu monyet lainnya mengambil senjata api dari keduanya.
kedua pun memberi senjata api itu kepada Vuang, menyeringai disana lalu menyimpannya ia mengambil tongkat yang tangan lien lalu dengan langkah lebar ia mendekati 2 penjaga itu tadi di dan...
Bugh..
Bugh....
yang memukul kepala mereka dengan keras menggunakan kayu yang ada di tangannya, hingga keduanya mengeluarkan banyak darah tapi meskipun begitu mereka tetap melawan dan mencari pistol dan senjata tajam mereka tetapi ternyata sudah tidak ada lagi.
Mereka mencoba menyerang Vuang, Vuang terlihat kaget karena kekuatan dari dua penjaga tersebut, karena jika jika manusia biasa setidaknya mereka kan pingsan atau merasakan pusing pukulan itu, mereka memang terlihat sedikit sempoyongan tetapi setidaknya mereka masih bagus untuk menyerang Vuang.
Wulan dan Lien yang melihatnya tak diam saja mereka mengambil data tajam yang ada di monyet-monyet yang membantu mereka lalu dengan cepat menusuk kaki mereka lalu menusuk leher mereka hingga mengeluarkan banyak darah.
Wulan di sana menyeringai menatap kedua penjaga tersebut, rasa dendam yang terbalaskan ketika membunuh mereka secara keji, inilah yang ia inginkan membunuh dan menghabisi mereka semua yang telah membuat dirinya rusak terbaik rusak dari fisik maupun rusak dari batin. iya merasa kehilangan harga diri dan juga martabatnya sebagai seorang wanita.
tubuhnya disayat-sayat gunakan pisau ditusuk dan disiram air jeruk nipis hingga mahkotanya pun hancurkan oleh mereka secara tidak manusiawi. dia berjanji akan menghabiskan semua yang ada di di tempat ini.
" Sudah cukup Wulan. Kau bagaikan psikopat jika begini, lagi pula kita butuh baju mereka untuk penyamaran kita jangan sampai, darah mereka membuat ku tak selera mengenakan baju lagi itu lagi,"Ujar Vuang meringis ngeri menatap Vulan yang yang membunuh keduanya secara tragis bahkan wajah mereka sudah tak tampak lagi seperti wajah manusia, mereka lebih mirip seperti monster.
Wulan menarik nafasnya secara dalam karena ngos-ngosan membunuh mereka, ia mengusap pipinya yang tercipta darah mereka. " ini hanya sedikit balasan setelah apa yang mereka lakukan terhadapku, aku buktikan jika tempat ini akan rata dengan tanah. "ujarnya penuh penekanan dan juga dendam.
Wulan bukan wanita baik, dia wanita jahat sebagaimana seorang antagonis, Ia bahkan Tidak segan untuk membunuh bahkan merebut tunangan adiknya sendiri, apalagi hanya membunuh mereka mereka yang tidak memiliki darah yang sama dengannya. dia itu kejam dan juga iblis.
__ADS_1
batan dan juga pembunuhan yang telah mereka lakukan sekarang yang Vuang dan Lien dia mengenakan baju dua penjaga yang mereka bunuh tadi, terus kita Anis dan juga ada beberapa bersaudara mereka tetap menggunakannya. sedangkan Wulan, ia memilih memotong rambutnya pendek dan juga secara sembarangan menggunakan pisau dari senjata tajam yang mereka curi dari penjaga tadi hingga rambutnya sekarang sangat pendek dan juga sangat acak namun meski begitu Itu sangat cocok dengan wajahnya yang memiliki banyak goresan luka luka sehingga ia terlihat sangat menyeramkan.
ketiganya pergi mencari jalan untuk ke dalam tempat tersebut sampai pada mereka ke depan gerbang yang sangat besar, keduanya di sana tertegun melihatnya karena ketika ingin memasukinya terlihat ada sungai di depan gerbang tersebut sehingga tidak bisa masuk jika tidak menggunakan jembatan tapi di sini tidak ada jembatan.
"bagaimana caranya masuk?"Gumam Wulan ketika melihat jalan yang terpotong.
"Sapertinya mengenakan akses." Ujar Vuang menunjukan kotak kecil disaana.
Keduanya terdiam " coba periksa kantong celana dan juga tubuh kalian mungkin disana ada kartu akses untuk memasuki gerbang ini." ujar Wulan pada mereka.
mereka pun mengikuti saran oleh Wulan, beberapa saat setelah nya pun mengeluarkan kartu dari saku depan bajunya dan merekapun tender pekerjaan melihat. " Apakah ini??" Tanyanya.
" Ayo coba." Ujar Wulan padanya.
Ia mengangguk mulai menaruh kartu kecil itu di atas kotak kecil itu dan selama kotak itu menampilkan warna hijau dan tak lama setelahnya mereka dikejutkan dengan and1 gerbang yang besar itu jatuh menggunakan tali lalu bisa menjadi jembatan untuk penghubung masuk ke dalam tempat tersebut.
mereka terdiam kagum melihat akan kecanggihan yang mereka lihat, " luar biasa ini sangat mengagumkan." Ujar Wulan berdecak.
Lien mengangguk. " Siapapun yang memiliki tempat ini pasti sangat genius." Ujar nya.
vuang berdecak lalu memasuki tempat itu. " cuman kalian cepat masuk nanti tempat ini akan tertutup lagi bagaimana? kita harus menyelesaikan misi kita. " Ujarnya disana dengan malas. begitu ya tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dirinya juga sangat mengagumi tempat ini bahkan bahkan beberapa perangkat dan juga benda elektronik yang sangat mengagungkan.
juga ada beberapa pekerja yang mengenakan baju yang sama sembari memanen beberapa tanaman yang memang cukup layak untuk di panen.
" tuan, sepertinya kami kekurangan tempat untuk mengangkat beberapa hasil panen kami dikarenakan ada beberapa tempat yang rusak. Tuhan memberikan kami wadah yang kami minta??"
ketiga orang tersebut dikagetkan dengan suara dari belakang mereka, mereka pun menatap sang empu dan ternyata di sana ada 2 anak kecil ia mengenakan baju yang sama untuk para pengurus di sini menunduk dan juga menatap nya takut.
Mereka terdiam tak tau harus menjawab apa karena memang mereka baru sampai disini pun.
" Maaf boleh meminta dengan penjaga yang lain, kami memiliki memiliki beberapa pekerjaan lain Dari atasan." Jawab Vuang tenang menutupi kegugupannya. ini adalah alasan terkuat saat ini untuk menutupi kebohongan Mereka.
anak tersebut memicing menatap mereka, " kalian jaga baru ya disini? kami belum pernah melihat kalian selama ini di sini." Ujarnya pelan pada ketiga nyam mereka bertiga ter kaku menegang disana. namun mereka mengangguk mencoba tenang.
" Yah. kami penjaga baru. bolehkah kalian memberi tahu kami tempat ini?" Tanya Wulan pada kedua anak tersebut.
Kedua anak yang memiliki mata berwarna coklat itu terdiam lalu menggeleng, "itu bukan wewenang kami, kalian boleh bertanya kepada atasan kalian. jika begitu kami permisi untuk bertanya kepada penjaga yang lain yang tahu apa yang kami butuhkan."Ujar salah satu nya sebelum pergi.
Wulan, Vuang dan Lien tertegun. mereka terlihat sangat takut dan juga terikat oleh tempat ini atau bisa dikatakan mereka sangat bisa menjaga rahasia.
__ADS_1
Mereka kembali berjalan menyusuri tempat ini, sampai pada mereka duduk di dekat salah satu pohon rindang yang ada di sana untuk beristirahat. tatapan mereka menatap beberapa orang yang bekerja di hadapan mereka mereka menajamkan telinga mereka untuk mendengar apakah mereka melakukan gosip seperti pekerja biasanya, tapi terlihat mereka seperti robot yang Bahkan tidak berkata sepatah kata pun. tiganya berdecak kesal akan apa yang mereka dapatkan, lalu mereka melakukan perjalanan lagi untuk menuju ke rumah yang sedari tadi mereka incar untuk mereka masuki.
...----------------...
ling-ling mengelus dagunya sedari 2 jam yang lalu di mana iya disuruh istirahat di kamar yang sangat bagus berwarna putih ini, otaknya memikirkan banyak hal salah satunya yaitu tuduhan terhadap keyna lalu beberapa temannya yang ada di tempat yang berbahaya milik kayna.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk melindungi mereka semua, termasuk Keyna dan teman-teman nya. Mereka memang jahat tetapi mereka sangat baik kepadaku." Gumamnya pada dirinya sendiri.
"Tapi bagaimana cara untuk menghentikan semua ini, jika diperkirakan pasti Chun udah mendapatkan telepon itu untuk menelepon jenderal You untuk menjemput mereka yang berada di sana, jika benar maka perkiraannya mungkin sekitar satu minggu lagi mereka akan sampai dan menjemput Kami di sana. jika itu benar aku takut Bukan hanya mereka yang hancur tapi juga kayna dan teman-temannya. " Gumamnya lagi.
link-link bukan orang yang tidak tahu diri yang sudah ditolong tapi malah menusuk dari belakang, keyna dan Andes itu adalah orang yang sangat baik kepada nya. Belum lagi kedua temannya.
matanya kembali pada kedua orangtua Eliza yang bahkan tidak menginginkan kehidupan anaknya. jika berpihak kepada kedua orang tua Eliza bukankah ia terlalu naif? Oh apa ini bukan Eliza tapi Ling Ling jiwa lain yang memasuki tubuh anak dari mereka yang bahkan ketika ling-ling diberi tugas kedua orang tuanya tidak berikan pelukan hangat sebagaimana pelukan yang didapatkan oleh Wulan
" Oke aku akan melakukan sesuatu untuk menggagalkan semua rencana dari dua bela pihak. " Gumamnya sebelum memejamkan matanya berat
Sosok Ling Ling tengah menunggu jam malam untuk melakukan aksinya. Ya sudah tidur dari jam 4 sore tadi lalu iya bangun di jam 2 malam. Ia bahkan kehilangan jam makannya supaya ia memiliki banyak waktu untuk berfikir dan istirahat.
iya sudah siap mengenakan baju tertutupnya hingga bahkan menutupi wajahnya, Ia pun keluar dari kamarnya menuju ke tempat kerja milik Keyna.
ada banyak bodyguard dan juga CCTV yang ada disekitar sini namun tak masalah karena ling-ling menggunakan teleportasi dan juga ilmu anginnya untuk menutupi auranya.
Sampai di depan ruang kerja Keyna ia segera masuk namun ruang itu terkunci rapat tak bisa dibuka. Lingling disana menghela nafas melupakan hal ini.
ia tak kehabisan akal, ia akan pergi ke kamar Keyna untuk mendapatkan kuncinya! Iya dia dirumah Keyna saat ini bersama keempat temannya. ia tak pulang kerumah Andes dikarena kan mereka melakukan penyembunyian.
" Apa yang kau lakukan disini?" Lingling dikagetkan dengan suara Andes yang berada di belakangnya. dia tahu itu suara Andes karena ia sangat hafal dan juga kenal.
Ling Ling membalikkan tubuhnya lalu menatap Andes dengan wajah polosnya dan juga menguap "aku terbangun di tengah malam karena sangat kelaparan, dan aku mencari dapur untuk mendapatkan makanan tapi aku malah tersesat di sini. Oh Tuhan ini rumah seperti istana sangat besar dan juga sangat melelahkan. "ujar ling-ling dengan wajah yang mengeluh dan juga polos dan memelas.
Andes mendengarnya pun terkekeh, ia yang tadinya mencurigai Lingling menjadi penyusup sekarang yang entah kemana. ''tadi kami hendak membangun mu untuk makan malam, tapi kau lihat sangat kelelahan hingga ketika kami bangun beberapa kali kau juga tak bangun. " Ujarnya lalu menarik tangan Ling Ling menjauh dari ruang kerja keyna.
ling-ling di sana menghela napas lega karena Andes yang mempercayai aktingnya, Dia memegang wajah tersenyum lebar lalu berkata''aku sangat kelelahan semalam sehingga aku tak bisa bangun dari kasur yang sangat empuk. Andes apakah aku bisa membawa kasur keina ke kediaman ku? aku sangat menginginkan kasurnya. ''jawabnya dengan ceria.
Andes mendengarnya pun menepuk kepalanya pelan lalu menjawab "hei aku ini kaya, memberikan pabriknya untukmu jadi tenang saja nanti akan aku belikan. Jangan membuatku malu di hadapan Keyna. " Ujarnya geli.
Lingling disanapun terkekeh manis menatap Andes Ia pun memeluk Andes dengan erat " Andes kau sangat baik. aku menyayangimu." Ujarnya manis. wajah Andes terlihat memerah membuat memalingkan wajahnya ke arah lain supaya Lingling tidak melihat wajahnya yang memalukan seperti ini.
Lingling menghela nafas dengan pelan. " aku akan menyelesaikan masalah ini sebelum aku pergi dari dunia ini. Yah aku berjanji . " Ujar Ling-ling pelan disana.
__ADS_1