
Keyna terlihat menatap lingling tertarik akan percakapan Lingling.”Makslud loe gimana??? Loe nakal mati kalo jodoh loe yang mati atau dia yang mutusin jiwa kalian???”Tanyanya kepo. Ia cukup tak paham akan penjelasan Lingling yang setengah-setengah.
Lingling menatap lain arah.” Jiwa gue sama dia terikat Key. Gue sebenarnya seharusnya udah lama mati karena pengorbanan jiwa demi membangkitkan jiwa yang telah dikorbankan demi kehidupan. Itu ibunda gue sendiri. Panjang ceritanya tapi alasan terbesar gue mau membangkitkan bunda gue karena gue sadar sekitar gue banyak yang sayang bunda, setiap ngeliat gue mereka selalu nangis dan berpura-pura menghindar seolah-olah baik-baik saja. Gue dikatakan mirip dengan bunda gue. Ini alasan gue kenapa gue malas buat hidup. Gue berangapan jika gue adalah penyebab bunda gue meninggal. Bunda gue melahirkan kami dikalah tubuhnya hancur bersamaan dengan nyawanya.” Ujarnya terdiam.
”Ini rahasia. Gue engak bisa cerita banyak tentang kehidupan gue tapi yang paling penting gue enggak bakal mati kalo jiwa gue dan Liong nggak dipisah atau dia mati dan dia yang mutusin jiwa kami.”Ujarnya pelan pada Keyna. Ia percaya jika bercerita Keyna akan membantunya.
Keyna menatapnya penuh dengan kerutan di keningnya, bertanya-tanya kenapa ia tak paham, penjelasan Lingling sangat rumit atau memang kehidupanya yang sangat rumit.”Berarti loe memang ngggak ditakdirin disini dong? Loe nggak bakal bisa netap disini setelah satu bulan lagi disini? Loe engak bisa berstau bersama Andes atau Mike??”Tanyanya pelan. Ia cukup kaget mendengarnya padahal ia sudah menyusun rencana untuk Lingling supaya tetap stay disini bersama mereka dan hidup bahagia bersama salah satu temannya.
Lingling tersenyum dan menggeleng.”Dunia kita berbeda, jikapun aku tetap disini lama-lama jiwaku akan terkikis membuatku semakin hari semakin kehilangan kehidupan jiwa yang akan berakhir mati juga. Alasan yang lebih besarnya itu ketika terlalu lama berenda dunia dengan jiwaku, maka aku akan tetap mati tanpa jasat. Dan tubuhku disana akan diambil alih oleh orang yang berada disana sekarang yang tak lain Eliza asli.”Ujarnya pelan. Ia menghela nafas menatap lain arah. “Kita berbeda dan kita tidak akan bisa bersatu Key. Aku dan kalian berenda jadi tidak ada alasan untuk kau menahanku disini.” Ujarnya pelan.
“Aku tau kau memiliki misi sendiri untuk membuatku tetap stay disini bersama kalian. Tapi mau berusaha sebesar apapun itu akan tetap merugikanku bukan kalian. Jadi berhentilah berfikir jika ini semua kehendak ku, tapi ini semua karena pilihan bodohku yang menjebak dalam kehidupan rumit.” Gumamnya menghela nafas pelan. Ia tau semua ini salahnya.
Keyna mendengarnya terdiam sesaat, menerawang jauh dimana ingatannya terlalu terlampau kedunia lain. Ia harus apa? Jika ia melakukan ini nanti ia akan sangat dibenci oleh teman-temannya. Jika ia tak turuti nanti Lingling akan pergi juga kan?
“Ini salah satu alasanku untuk misi ini Key, karena Kalian sudah mau meneriumaku ditengah kalian, dan ini salah satu caraku untuk menyelesaikan masalah kalian sebagai balas budi. “Ujarnya pelan.
"Ini urusannya nyawa Ling." dengus Key tak suka.
__ADS_1
”Itung-itung galadiresiklah buat mereka nanti kalo aku pergi mereka nggak akan kaget lagi hehe.”Gumamnya terkekeh.
“Nggak lucu.”Gumam Keyna ketus menghentikamn kekehan Lingling yang menjadi mendengus tak suka. lingling menggigit bibir bawanya menayap Keyna polos.
Keyna membenci tatapan itu. Ia tak punya pilihan lain.”Tapi ada syaratnya jika misimu mau kau jalankan.”Ujarnya pelan pada Lingling.
Lingling mendengarnya mengangguk semangat.
“Kau tak boleh pergi sebelum misimu lainnya berjalan dan kita bertemu dimedan perang. Kau harus memastikan tak ada yang mati diantara kita.. kau menyayangi Mike. Andes dan lainnya kan? jadi aku minta tolong untuk kau handle keadaan dan aku akan melakukan tugasku sebagai ketua dari tempat milikku. “Ujar Keyna menghela nafas.
Lingling menernyit pelan. “Lah bukannya ketika Hendrik nanti tertangkap usahamu akan terlepas dan juga terbukti bersih? Jadi tidak akan ada perang. Aku akan membawa mudur pasukan kemiliteran ayahnya Eliza beserta teman-temanku. Tenang saja mereka tak akan membantah, mereka temanku.”Ujarnya pelan pada Keyna.
“Mereka juga sudah pernah kami siksa, disana memang ada banyak budak-budak milik Grace, ada banyak juga l4cur penjaga yang dibeli oleh Grace atau dia ambil dari j4l4ng pelakor diluar sana. Disana ada temanku bernama Grace pembenci wanita yang menjadi perebut suami orang. Ia membenci orang-orang yang merampas kebahagiaan orang lain. Sejenis melampiaskan masa lalunya dengan orang lain. Aku tidak bisa mengendlikannya lagi sampai pencampuran tempat yang ia buat. Aku tau dia bersalah tapi aku sebagai teman juga tidak akan menghentikan dia lebih jauh jika ia anggap itu yang paling benar.” Ujarnya menghela nafas.
”Tunggu tapi aku sudah menyuruh mereka menungguku sampai pulang. Bagaimana mungkin mereka memasuki kawasannya? Mungkin itu buan teman pasukan ku tapi tu orang lain.” Lingling mengelak percaya akan yang ia yakini.
“Kau hanya manusia biasa yang hanya bisa memerintah. Kau tahu? Lampu merah dibuat untuk mengatur lalulintas supaya tidak akan terjadi kecelakaan, itu juga yang terbaik untuk para pengendara demi menyelamatkan diri mereka. Tapi ada sajakan yang melangar hingga pada akirnya mati karena tabrakan yang bahkan merugikan orang lain, salah satunya adalah oknum yang memang tidak bersalah ia tabrak, orang sekitar yang bahkan tidak tahu apa-apa kadang ikut-ikut terseret. Begitu juga dirimu dan mereka, kau memberikan mereka perintah demi kebaikan mereka tapi mereka punya jalan sendiri yang mereka anggap baik tapi tanpa disadari membawa petakah dan juga kerugian utuk orang lain. Salah satunya kamu.”Ujarnya Keyna pelan. “Aku tidak bisa berbuat banyak sebab aku baru mendapatkan kabar dari orang ku, dan mereka sudah bertindak cepat. “Keyna menatap Lingling penuh keseriusan.
__ADS_1
Lingling berdecap tak suka. “Hanya disuruh diam saja tidak bisa. menusahkan saja.”Gumamnya berdecak kesal akan kawan-kawan yang ia tinggali.
“Atau aku bunuh saja mereka semua dan misimu selesai dan tidak akan ada perang antara kita?? ku dengar dari orangku mereka juga sudah menghubungi keluarganya. Lagi pula bukannya mereka semua pernah menjahatimu kenapa juga kamu tetap bersikeras melindungi mereka.”Ujarnya tersenyum tipis pada Lingling.
“Kau gila, aku memang marah tapi tidak juga dengan membunuh, mereka bukan orang-orangku tapi orang-orang pemilik tubuh ini. aku tidak punya hak apapun dalam menyakiti atau memaafkan mereka. Jadi biarkan saja mereka bermain dengan ulah mereka sendiri. Beri saja pelajaran ringan jangan sampai melukai mereka terlalu banyak.”Ujar Lingling.
Keyna terkekeh pelan mendengarnya.”kau kejam sekali Ling. Kau bahkan memitaku untuk memberikan mereka pelajaran. Dengan senang hati aku akan memberikan para tikus itu pelajaran tata kerama yang bertamu ditanah orang. Benar bukan?”Tanyanya penuh dengan senyum psikopat.
Lingling memutar bola mata malas.Lalu apa lagi ini? jadikan misi kita??”Tanyanya pelan pada Keyna mengalihkan pembicaraan.
Keyna mengangguk.”Aku ikut katamu dan keinginanmu, tapi berjanji untuk menjaga teman-temanku sampai tidak ada yang terluka sama sekali.” Ujar Keyna yang diangguki yakin oleh Lingling. Lagi pula tanpa Keyna minta ia akan melakukannya.
......
Keyna mengusap pipinya yang basah dan menghela nafas dalam menatap cermin dihadapannya, menangis karena ingat percakapan itu. “ Tenanglah Key. Ini hanya sebentar dan demi kebahagiaan teman—temanmu mendatang..”gumamnya lalu mengusap wajahnya pelan. Ia tak boleh bersedih.
.
__ADS_1
.
.