Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Siksa dan cela


__ADS_3

BTW Masih ada yang kepo enggak gimana kelanjutan cerita Putri Zhu Qira Han dulu? Hehe. Kalo ada aku si mau lanjutin beberapa bab tapi dinovelnya. Tapi kalo enggak engak appa-apa si.. lagipula aku mau cerita dicerita Lingling tapi mungkin nanti dipart akhir dimana lingling pulang ketubuhnya mungkin.


.


.


Suasana sangat gelap disana, sangat dingin bagaikan digunung es. Dengan tubuh penuh luka mereka tetap bertahan ditengah kedinginan malam.. yah, mereka adalah Vuang dan Wulan. Mereka tertangkang oleh para kawanan Grace.. yah...


Tiba-tiba saja pintu didepan mereka terbuka membuat mata Vuang menyipit menatap siapa yang datang. Wulan belum sadar ketika sedari kemarin belum makan hingga sekarang ditambah ia terkena dua anak panah hingga tubuhnya mengeluarkan banyak darah. Ia cukup bingung kenapa para mafia ini mau membantu mengobati Wulan dan mengikatnya bagaiman kawanan.


Kenapa tidak langsung bunuh saja buka..??


SSSssss.. desusan Vuang disana meringis karena silau lalu ia merasakan pintu kembali tertutup dan lambu mulai hidup. Namun lampu itu sangat menyeramkan dimatanya, dimana lampu berwarna merah darah disana dan ditengahi berwarna kuning tepat dihadapanya.. Sosok lelaki yang mengenang baju hitam, kaca kata hitam dan juga masker hitamnya, dan juga seluruh tertutup itu menatapnya tajam membuat ia menatapnya tak kalah tajam. Ingatkan jika dirinya adalah jendral.


Sudut bibir seseorang didepanya pasti tertarik dibalik maskernya lalu Vuang dapat melihat jika ia memilih duduk dikursi tepat didepan mereka.


“ Siapa kalian?”Tanyanya datar disana lepada Vuang. Vuang diam menatapnya dengan nanar. Sosok didepanya mengeluarkan pisau dibalik bajunya. Entah kenapa Vuang bisa merasakan rasa hawa dingin ketika pisau itu keluar. “Bad, dimana teman kalian?”Tanyanya lagi mengeluarkan pisau darii sarangnya.


Vuang meneguk saliva kering disana.. Namun tetap bertahan ditengah tubuh yang terikat itu. Andes menatapnya tajam hingga ia disana cukup ketakutan.."Jawab atau pisau ini yang membuat menjawabnya... "Ujarnya Disana dengan suara yang mengerihkan..


Vuang mau menjawab tapi ia harus jawab apa?


“Ti-tidak tau.”Jawabnya Vuang disanagemetar namun ia terap tegap san menatap sosok didepannya tajam.


Kekehan kecil diberi oleh lelaki didepanya itu membuat salivanya naik turun. Sungguh mengerihhkan. Sosok didepanya itupun mengayunkan tanganya dan seseorang datang memberikan sesuatu didepannya dan segera ia ambil. Vuang disana menatapnya dengan tatapan tanda Tanya.. dan sosok pria itupun mendekatinya.


"Apa yang akan kau lakukan....!!!! "


Cap.. arghhh.. ia merasa lenganya disana ditancapkan dengan paku.. Itu membuat darah segar keluar dari balik tanganya dan sosok itu menyeringai. Ia menatap Wulan dan sosok didepanya itu.


“Itu racun.. Kita tungguh tujuh hari. Jika temanmu tak menemukanmu maka tamatlah riwayatmu..” Ujarnya terkekeh disana lalu menancapkan paku lagi dipahanya Wulan membuat Vuang disana merasakan sakit dan meringis. Sunguh ini sangat kejam..!!


“Aku sungguh tidak sabar bermain dengan kalian..”Kekehan kecil kembali terdnegar. “Kedengaranya menarik bermain dengan jendral hehe.. “Ujarnya lalu melangkah disana meninggalkan dua sosok berbadan kekar disana dan itu membuat Vuang menatapnya terkejut.

__ADS_1


Dan yah..”Apa yang kalian lakukan.. Aarghhh lepaskan saya..!” Teriaknya disana dikalah dua sosok itu menggunting bajunya hingga menyisahkan ****** ***** saja.


Suhu dingin membuat ia sangat kedinginan.. ia bisa mati jika begini.,,!


Sumpah ia ingin berteriak dan memaki namun apa gunanya memaki? Ataupun berteriak kekencang mungkin? Ia tak akan dibebaskan bukan?!! ia tak sebodoh itu...!


Namun sosok didepanya itu malah mengatakan. “Itu supaya racun dalam tubuhmu bisa melamban karena udara yang dingin. Jika tidak kau dan dia akan mati sebelum tujuh hari.” Ujarnya datar lalu membuka bajunya Wulan dengan menyisahkan pakaian dalam berwarna pinki cerah membuat Vuang disana menatap kearah lain. Sungguh Vuang disana memerah karena baru pertama kali melihat ubuh indah seorang gadis.


Lalu sosok itu mundur dengan seringaian.. “Selamat datang dineraka Tuan.”Ujarnya bagaiman itu suatu sanjungan.


Ingin sekali Vuang memotong tubuh mereka dan memberikan makanan anjing. Tapi jika dipikir pikir kenapa bahasa yang mereka gunakan sangat mengerihkan..


Dan ia kembali berbisik. “Ini hanya secuil dari penyiksana karena sudah berani memasuki kawasan kami. Dan selamat menikmati masa dimana mati tak bisa dan hidup tak diterima.”Ujarnya sosok pria didepannya berbadan kekar lalu pergi meninggalkan Vuang dan Wulan dnegan keadaan yang mengenaskan,


“Sial... Lepasin saya..!!| Teriak Vuang disana dengan nafas yang tertahan. Ia memberontak berusaha melepaskan ikatan tanganya membuat tangannya memar dan membiru..


“Arggh.. Lien... Eliza..!!”Teriaknya Disana kuat menggema namun taka da yang mendengar.. sungguh tubuhnya melemah dan juga merasakan jika tubuhnya sangat dingin. Sungguh ia sangat terisiksa..


Arghh.. teriakannya memekakkan telinga, ia merasakan tubuhnya terbakar ditengah kedinginan yang ada, tulangnya bagaikan mencair hingga mukanya memerah.. urat-urat menonjol disetiap tubuhnya merasakan sangat sakit. Ingatkan jika ia masih sakit..!!


Lingling memejamkan mata dan menghela nafas... ia bisa mendengar jika suara Vuang memekakkan telinga. Namun ia bisa apa selalin menyeludup?


Tidak semudah itu ferguso....


Dan sekarang ia dan Lien sudah tubuh dari dimana tempat mereka beristitahat. Lingling disana mendekati Lien dan mulai merencakan suatu hal. Yaitu mencari Chun. dimanakah sosok itu?


“Sebaiknya kita selamatkan saja duli Vuang dan Wulan..”Ujar Lien disana dengan nanarnya . “Aku takut mereka melakukan sesuatu diluar nalar. Bagaimana jika mereka dibunuh. Atau kita harus cari kompas dan alat penghubung diri kita dengan jendral Guang ayahnya jendral Vuang atau ayahmu jendral You. Setidaknya kita bisa meminta bantuan dengan perang terang-terangan mengenakan Helly.”Ujarnya disana nanar. Sungguh ia merasa hawa disini sangat mencekam. Bahkan beberapa kali mereka menemukan ular kobra dan juga sejenis binatang yang mengerikan lainnya disini.


Ini bagaikan hutan neraka..!!


Selama hidup dan menghadapi misi baru kali ini ia diuji dengan jebakan batman dan mengerihkan begini...! Salah langka mati taruhannya.


Lingling menggeleng disana. “Kita harus menemukan jendral Chun dulu baru kita bagi tugas.. Chun akan kembali ketempat dimana kalian meninggalkan alat-alat kita, dan kau yang menyelamatkan Vuang dan Wulan. Sedangkan aku yang mengalihkan perhatian mereka. Kita harus kerja sama dalam hal ini.” Putusnya. “Kita harus memiliki perhitungan yang tepat. Lagipula memencar adalah jalan terbaik dari pada begini.”Ujarnya disana tegas.

__ADS_1


Lien disana Nampak keberatan.”Tapi bagaimana jika mereka terjadi sesuatu El?”Tanyanya disana dengan nada khawatir dan cemasnya.


Lingling Nampak menghela nafas. “Jikapun mereka dibunuh mereka sudah dibunuh semalam atau hari ini. Jika kita pergi kesana sekarang itu tandanya sama saja memberi nyawa Lien. Kau harus memikirkan hal lain, kita harus selamat dan juga membantu Chun. kita tidak boleh gegabah menentukan pilihan.”Ujarnya disana membentak dan menghela nafas,,.


Lien menatap Lingling tajam. Ini memang bukan Eliza yang kenal membuat ia semakin yakin jika ia memang bukan Eliza.. Tapi yang dikatakan dirinya memang adanya. Jika pergi menyelamatkan sekarang itu tandanya menyerahkan nyawa bukankah penyelamatan harus ada waktu dan juga sesuatu yang tepat? Akhh ia menjadi pusing memikirkanya.


Hingga Lingling disana melangkah menjauhinya. “ Kita akan memencar El?”Tanya Lien disana dnegan datar.


Lingling menggeleng. “Nanti jika sudah bertemu Chun kita akan melakukan strategi.” Ujarnya. ia menghela nafas dibuatnya.. Bukannya khawatir tapi ia memang tak peduli hahah


Dan siap... Lien terkejut ketika dirinya hampir digigit ular dari pohon yang diatasnya. Ia pikir itu akar pohon..! dan ternyata itu ular hitam, bukan kobra melainkan ular hitam yang mematikan. Untung Lingling menarik tubuhnya hingga sekarang ia dipelukan Lingling. Ia merasakan jantungnya berhenti menatap wajah Lingling yang buruk rupa. menjadi nampak indah dimatanya...


Lingling disana menatap Lien dengan senyum nakalnya. “Jangan jatuh cinta padau dude.. jika tidak kau akan mengalami patah hati yang besar. Sebab aku sudah memiliki tuangan.”Ujarnya., ia terekekh lalu melepaskan pelukanya,


Lien disana merasakan jantungnya berdenyut. Apakah nyeri? Apa yang dikatakan tunangan itu Chun? namun kenapa rasanya. Akh sudahlah...


“Linger tunggu..!”Teriaknya memanggil nama Lingling dengan mnama asli. "Kau sungguh percaya diri rupanya....!!! "


Lingling berhenti dibuatnya.” Kau panggil aku apa?”Tanyanya disana dengan kening mengerut.


“Ling er.”Ujar Lien disana mengulangnya lagi.


“Sekali lagi..!!!”


“Ling’er..!!!”


“ Ulangi..!!”


“Ling’er.. Puas?”Tanya Lien disana menarik hidungnya Lingling lembut dan tersenyum.


Lingling menatapnya penuh binar membuat Lien terkekeh dan mengusap kepalanya. “Ayo Tuan putri..”Ujarnya merangkul pundak Lingling membuat Lingling tersenyum. Ia menemukan teman jika begini..!!!


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys...!


__ADS_2