
Langkah kaki Lingling ling santay menyelusuri j jalanan dengan sedikit-sedikit berlari menuju gerbang utama. Jujur ia malas, ia lelah, ia ingin tidur saja. Apalagi Ini bukan lagi subuh tapi sudah pagi. Sebab sudha menunjukan pukul 5pagi. Tadinya ia mau melakukan aksi ini jam 2 tapi orang yang ia tunggu belum mengetahui dirinya. Jadilah diundur.
“Tuan mau kemana?”Penjaga rumah Keyna bertanya pada LIngling yang hendak keluar dari gerbang utama. ada dua orang yang menunggu dengan tubuh kekar milik mereka. Yah mereka belum ada yang mengetahui Lingling perempuan, alasannya karena memang wajah Lingling masih belum muluzz dan penampilan nya yang masih seperti laki-laki wkwk.
Nasib Lingling emang
Lingling mengeleng.”Aku mau lari pagi.. aku juga sudah pamit dengan Keyna, jadi pengawal tolong buka pintunya. “
Pengawal???
Mereka menggerling mendengarnya., seperti kerajaan saja dan dirinya tuan putri. Cukup menggelikan. “Tuan tidak perlu drama begini hehe. Ini bukan dunia kerajaan, kami satpam, panggil kami pak satpam saja.”Ujarnya memberitahu.
Lingling mengerjab mengangguk.” Itu aku hanya ikut didrama yang aku tonton dari drama milik Keyna, “Ujarnya berbohong. Semuanya mengernyit. Setahu meteka nona mereka tidak suka film atau nonton, dia lebih suka membaca dan juga berpergian, atau lebih suka melakukan suatu hal yang berguna. Tapi malas berdebat mereka pergi.
Lingling menghela nafas melirik kebelakang, ia tersenyum pelan menyadari Dapat..!! mereka dapat sudah masuk kejenakaannya. Ia berjalan pelan berlari pelan menuju jalanan. Ia memilih jalan berbelok dan juga sepi, semakin jauh semakin membuat beberapa orang dibelakang mengikutinya bertambah. Lingling merasakan hawa berbahaya itu.
Ada tiga orang.. ketiganya bersembunyi dibeberapa pohon dan satu titik. Sampai disatu belokan mereka tak menemukan lagi dimana orang yang mereka incar. Mereka berhenti mengernyit melihat sasarannya hilang.
Mereka berhenti melihat kanan dan kiri.”Dimana dia?”Tanyanya salah satu dari sana.
Tak berselang lama mereka melihat Lingling yang melirik mereka sudah menjauh dan berlari.
”Disana..!! kejar..!!” Teriaknya salah satu lelaki paling kekar. Mereka mengejar Lingling tak lagi sembunyi-sembunyi. Lingling terus berlari tapi hanya sampai diujung jalan, dekat tempat halte bus, Lingling disana terganjal batu kakinya dan.
__ADS_1
bugh. Ia tersungkur.
Ketiga orang yang mengerjarnya tertawa senang.”Mau kemana lagi kau pria cungkring?”Tanya salah satu pria itu. Mereka semakin mendekat kepada lingling. Lingling disana hendak lari tapi ketiganya sudah mengepungnya.
Lingling terlihat takut.”Mau apa kalian?”Tanyanya dengan gemetar.
Semua disana tertawa.”Kami menginginkan kematian mu. Dan Kepalamu. “Ujarnya pelan pada Lingling.
Lingling kembali bertanya.”Apa salahku sampai kalian mau membunuhku??Beri aku alasan kesalahanku dan siapa yang menyuruh kalian..!” Ujarnya berteriak kencang. Ia sengaja.
Salah satu paling kekar mendekat.”Karena ini hari terakhirmu maka aku beritahu kesalahanmu. Yaitu sudah membuat tuan kami malu, dan kami dibayar dengan nominal uang cukup besar, mari kerja sama pada kami untuk keuntungan kami tuan Hendrik... “Ujarnya disana.
“Siapa? Hendrik teman Andes?”tanyanya disana.
Pria pria disana tergelak.”Kau tau rupanya. Jadi tak ada alasan untuk kamu kembali hidup damai bukan?” Tanyanya dan menyerang Lingling cepat diikuti rekannya yang lain.
“Kau..!” Teriak nya kuat karena masih tak bisa menyerangnya, pria dengan kepala botak ikut menyerang Lingling dengan tendangannya. Lingling mengelak serangan dengan lengannya tapi itu cukup sakit, Lingling menepisnya dan menyerang nya dnegan tendangan. Itu mengenai tepat di bagian dagunya.
Gigi-giginya yang beradu menciptakan suara gemetar yang cukup kuat. bisa Lingling pastikan rahangnya retak.
Salah satu pria berbadan cungkring satunya lagi mengeluarkan pisau. Ia menusuk tepat dibagian pinggang Lingling tapi Lingling sudah bisa mengetahui gerakannya. Ia menepisnya dan menendang tepat di dadanya. Ia mundur beberapa langkah memisahkan Lingling dengan mereka yang terlihat susah bernafas. Ia dari tadi tak bisa bernafas karena menahan serangan
Pria berbadan kekar kembali maju bersama pria botak. Mereka sama-sama menyerang dengan pukulan. Lingling menahan dengan kedua tangannya. Lalu meninju tepat diperut tapi meski begitu ia mmugya tak bisa menghindar satu pukulan mengenai perutnya. Ia tersungkur jatuh dengan keduanya juga mundur. Pukulan dari pria berbadan kekar. Lingling terbentuk merasakan sakitnya.
__ADS_1
“Sudah kami belang. Serahkan saja nyawamu jangan sampai menyia-nyiakan waktu kami. Kau akan mati ditangan kami.”Ujar pria berbadan kekar mengusap rahangnya yang terasa perih dan kebas akibat pukulan Lingling.
Cui...” Mimpi kalian terlalu tinggi..!!” Ujarnya Lingling meludah disisinya. Itu memancing amarah mereka, pria cungkring memegang pisau itu kembali menyerang Lingling tapi Lingling menendangnya kuat, ia mundur dan Lingling berdiri. Lingling tak sempat berdiri tegak tapi punggungnya didorong kuat dengan tendangan kepala botak. Ia maju dan tersungkur.
Cras.. argh... Lingling berteriak merasakan punggungnya ditusuk dengan pisau, darah mengalir dan muncrat disana. ia mau berdiri tapi tubuhnya lebih dulu ditendang kuat. ia tersungkur diaspal dengan kening terjatuh duluan, ia terkapar. Ia hendak mengelak ketika dipukul pria berbadan kekar. Ia menghindar.
Tangan itu memukul aspal keras hinga suara tulang retak.”Bajingan cilik menyusahkan.”Ujarnya mengusap kepalan tangannya yang sakit.
Lingling berdiri dengan terlatih dan mau berlari, tapi ditahan dengan pria berbadan cungkring. Lingling mengelak serangan lagi, mereka kembali membrutal memukul Lingling. Lingling membalas dengan pukulan telat dipipi pria cungkring. Tapi sebagai gantinya ia merasakan tusukan di bagian perutnya.
“kau harus mati karena sudah merusak reputasi tuan kami. Mati kau mati..!” Teriaknya. Lingling jatuh disana. tubuhnya bersimbah darah.
Dilain arah ada yang berdiri tak jauh dari sana mengarahkan pistol kearah dadanya lingling.. matanya fokus dengan tak gemetar....
door.... suara menggema itu mengagetkan mereka. Terlihat Lingling memegang dadanya yang sekarang sudah tertancap peluru berjenis tembaga itu. Ia jatuh memegang dadanya. Pria itu keluar dari persembunyiannya mendekat kearah tiga pria disana. mereka menatap pria itu aneh.
”Tuan Tino?”Tanyanya pelan.
Mereka mengangguk tau. Tino menatap Lingling dna mencengkram pipinya. Lingling terlihat tersenyum smirk.
Plak. Ia menampar pipi itu kuat.”Wajah sialan.”Gumamnya.
“Ayoo pergi, dia akan mati.” Ujarnya pelan lalku melangkahi tubuh Lingling. Tak lupa menginjak tangan LIngling.
__ADS_1
Lingling terlihat batuk darah dengan tubuh penuh darah. Mereka meninggalkan Lingling yang kehilangan kesadarannya.. tapi sebelum itu Lingling disana tersenyum samar.
“Dapat..!!” Gumamnya lalu matanya menyatu dan Bug. Ia pingsan ditempatnya,