Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ketahuan


__ADS_3

Disisi lain Wulan mendengus melirik kebalakang dimana yang menyuruhnya tadi tertawa terbahak-bahak seakan ada yang lucu saja. Atau jangan-jangan dirinya yang ditertawakan.”Tempat terkutuk. Bagaimana bisa manusia diperlakukan seperti anjing yang mengemis makanan begini?”Gerutunya mengepalkan tangan berjalan tanpa arah.


Nafasnya naik uturun merasakan kepalanya terasa hendak pecah karena luka, dicampur keringat menjadi sangat perih. “Si4lan si4lan.. akan ku hancurkan tempat ini sampai jadi abu nanti BAM..!!!” Sayang sekali ia hanya bisa memaki dalam hati. Andia ia tak takut ia saat ini sudah pasti berteriak kencang dan memakis epuas hati secara gambling. Ia mengatur nafasnya dan menghembus nafas pelan., menghirup oksigen banyak lalu membuangnya lagi..


Ia mengusap kepalanya yang terluka.”Apa yang harus aku lakukan? Bahkan aku yakin sekarang sudah menghabiskan waktu selama lima menit dan sisa waktuku hanya lima menit. Jika aku kesana ku akan kena hukum dan jika tidak maka aku akan dicurigai? Aku saja tidak tahu dimana tempat karung yang mereka maksud.”Gumamnya pelan menghela nafas.


Ia menyabarkan diri memilih melangkah mencari dimana tempat karung berada. Ia melirik kesana kemari ia yakin jika itu ada diruang rumah penyimpanan. Iya disana. ia bergegas kesana melewati beberapa pekerja dan penjaga. Ternyata tidak seketat yang ia bayangkan disini, penjaga-penjaga hanya juga tidak banyak yang ia bayangkan. Pekerja banyak karena luasnya tempat ini penjaga banyak juga larena kebutuhan luas tanah yang besar.


Perhitungan yang tepat itu pasti penjaga disini dibagi beberapa kelompok dan komponen, hitungan jika lahan sini mencapai delapan atau sepuluh hektar yang berisi obat terlarang apa benar hanya obat terlarang? Wulan tak yakin hal itu. Ia yakin tempat ini dibagi lagi beberapa tempat seperti pembordilan, penjualan anak-anak. Dan juga perempuan. Tatanan letaknya jika dilihat dari sini tidak ada yang mencurigakan, tak lagi ada bangunan kecuali bangunan kecil didepanya dan juga bangunan besar yang ada diseberang. Ia belum kesana karena belum cukup nyali. Pastinya disana banyak penjaga.


Rata-rata pekerja disini adalah laki-laki, hanya beberapa perempuan dan anak-anak. Para perempuan bertugas membersihkan rumput-rumpu mengenakan arit.. parang, sedangkan para lelaki disini bertugas membuang sampah, memanen. atau Melakukan hal berat.


Wulan juga sangat kagum akan metode yang dipakai yaitu mengenakan metode embun untuk penyiraman dan juga bor yang dimodifikasi.mereka mengenakan benang yang dibuat menjadi seperti kain tipis yang memanjang diatas tanaman, ketika pagi pastinya itu akan menghasilkan embun pagi dan siang akan menemuskan cahaya matahari hanya saja sinar yang membuat penyakit pada tanaman disaring menghasilkan tanaman terbukti sehat dan lebih bergizi.


Dan apabila terjadi musim panas atau pengembunan gagal, maka mereka mengenakan bor modifikasi seperti pengenakaan air yang disebar mengenakan alat yang dibuar melingkar. Itu cukup menyiram dengan jarak pulihan meter. Itu dialiri dan dibuat modifikasi hingga menjadi embun aliran air. Serta alat embun opun menjatuhkan Air sebagaimana juga menjatuhkan embun. Tanaman tak kekurangan ataupun kelebihan air sehinga akarnya bisa sehat dan tidak membusuk. Ini metode yang sangat canggih.


Modifikasi ini sudah banyak dibudi dayakan dinegara asing, Wulan tau tapi ia baru melihat kali ini, habis dalam masa pikirannya tentang tempat ini ia memasuki ruang itu. Tapi belum masuk ia sudah ditahan beberapa penjaga.”Mau ngapain?”tanyanya pelan.

__ADS_1


Terlihat basa basi tapi Wulan membutuhkan itu. Senyum wulan merekah lebar tanpa ia sadari.”Mau ngambil karung." Ujarnya. penjaga itu mengangguk membentuk bibirnya hurup o kecil. Lalu kembali melihat kedepan mengabaikan Wulan yang berdecap kesal. Ia pikir penjaga ini mau membantu.


“ Kau tak mau membantuku?”Tanyanya Wulan kesal.


Penjaga itu menarik satu alisnya keatas.”Buat apa? Tangan Masih utuh, kaki Masih bisa jalan. Jangan manja.”ujarnya datar. wulan menganga dibuatnya. Jahat sekali ucapan penjaga ini meski itu kenyataan si.. tapikan ia tak tau jalan, ia harus bilang apa yah?


“Bantu aku tunjukkan arahnya, aku tidak tau.”Ujarnya Wulan pelan.


“Kau tidak tau tempatnya?”Tanya penjaga itu menatapnya aneh.


Penjaga itu menghela nafas lalu mengangguk membantu Wulan untuk mengambil katung. Itu gudangWulan baru tau, disana ketika dibuka gerbangnya ia mau masuk.”Ett mau kemana? Lewat samping kalo mau ambil karung.”Ujarnya pengawal menarik Wulan.


Wulan gugup mengangguk saja menuju gerbang samping, terlihat cukup kecil celanya tapi lelaki utu menggesernya kesamping. Wulan kaget ternyata ini bukan dinding toh? Ia melihat kedepan menganga. Wahh... ia boleh tidak si menganga lebar dan kaget begini? Didalam sana ada tumpungan seprti jerami. Itu tersusun rapi dari satu sama lainnya lagi.


Terlihat beberapa penjaga yang ada disana tetap focus dengan tugasnya mencatat tanpa terpengaruh dengan kedatangan mereka, ini pasti bertugas bagian gudang.


“Pakai.” Pria itu memberikan Wulan masker.

__ADS_1


Wulan mengerjab lalu mengenakannya saja ini pasti karena takut terhirup obat terlarang.”Nona memang menjualnya tapi melarang untuk kita mengenakannya. Jika sampai ketahuan kita mengenakan dan candu ini maka kita akan ditendang dari sini.”Ujarnya penjaga pelan.


“Bukannya dengan kita tidak sengaja menghirup dan juga bekerja disini kita sudah pasti positif yah?”Tanya Wulan heran.


Pengguna bukan hanya yang mengenakan tapi yang tak sengaja menghiruppun juga pengguna, apalagi disini mereka semua kan pekerja yang setiap harinya bekerja disini berhubungan langsung dengan obat terlarang ini.


Penjaga itu mendengus.”Aku curiga kau bukan pengawal asli.”Wulan kaget mendengarnya.”Bahkan hal dasar saja kau tidak tau?”Tanyanya.


Wulan diam mengerjab saja.” Dengar,. Queen memberikan kita masker khusus yang mensterilkan udara untuk pekerja gudang jadi digudang kita tak akan terkena, dan pemeriksa gudang juga diharuskan mengenakan gel antigeal yang bisa melindungi dari afek samping obat-obatran terlarang dan obat lainnnya. Kita diberi sapu tanganku supaya kita tidak terkena langsung dengan alat tersebut yang bahkan mampu menghanguskan tangan kita karena teksturnya panas.,”Ujarnya menjelaskan.


Wulan mengangguk pelan.”Aku baru tau.”Gumamnya pelan. Penjaga itu menggeleng.”Kau harus mempelajarinya, jika tidak kau pasti akan dikira pengkhianat. Disini aku tidak akan memberitahu siapapun kesalahanmu tapi jika orang lain kau pasti dilaporkan kepada ketua.”Ujarnya pelan.


Wulan kembali menegang. “Kenapa kau tak memberitahuku?”Tanyanya.


”Karena aku tau kau memang pengkhianat hanya saja aku jamin kau akan ditemukan tanpa campur tanganku,.”Ujarnya meneringai meningalkan Wulan yang terhenti berjalan. Wajahnya pias dan pucat mendengarnya.. jadi ia sudah ketahuan?


“Aku hanya bercanda. Ayoo jalan lagi.”Ujarnya. wulan tetap tak berkutik. Saat ini apa yang harus ia lakukan? Apa benar penjaga itu bercanda? Tapi kenapa ia tak yakin??

__ADS_1


__ADS_2