
Semuanya sudah siap.. Lingling sudah menyiapkan semua peralatannya disana. Mengenakan baju loreng alah Jendralnya berwarnna Coklat loreng itu. Akhh, dia sangatlah tegas disana meski tubuhnya yang kurus. Tapi tubuhnya jauh lebih dari kata baik sebelum ia menempati tubuh ini. Dulu rasanya Lingling bagaikan orang cacingan dan kurang gizi. Lingling bahkan tak jamin jika tulang Eliza itu jika digertak sedikit pasti patah saking rapuhnya.
Tapi lihatlah sekarang. wajahnya yang kucel sekarang bersih meski tak cantik. Meski hitam ia terihat berwibawa dan juga tegas. Matanya tajam dan juga mengintimidasi. Ditambah pakaianya yang besar membuat ia nampak sangatlah kuat.
Lihatlah sekarang. Lingling malah memotong rambutnya bagaikan laki laki saja. Sangat pendek membuat ia bagaikan laki-laki tulen.. dengan dada rata tak aka nada yang tau jika ia seorang perempuan. Begini lebih baik bagi Lingling. Karena disini ia tak mau cantik, ia hanya mau pokus akan misinya bukan pada pujian dan juga haus laki-laki. Ingat dihatinya sudah ada satu nama, yaitu tunangannya sendiri. Tapi tidak tau nanti ehhkkk.
“ Semuanya sudah siap?”Tanya dari jendral Vuang disana kepada yang lan. Jendral Vuang memang memberi gelarnya pada Lingling. Namun pada dasarnya ia sudah mengantikan posisi ayahnya mangkanya kemarin tak ada penyesalan pada dirinya. Ayahnya juga tak masalah ketika mengetahui skilnya Lingling. Ia yakin akan merengrut Lingling adalah cara yang benar.
“Siap..!!” Ujar Lingling dan lain. sebenarnya Lingling menahan tawa karena tak kuat berdiri berbaris dengan yang lain. ini pertama kalinya dan baginya sangat lucu. Akhh sudah lah Lingling aelama ini terlalu banyak berbicara.
“Oke kita akan bagi Tim yah.. karena disini kita akan melakukan misi penyerangan dibeberapa titik. Satu titik Hutan Holdi.. dan juga mafia kelas Deamon, kabar yang aku dengar mereka penyeludupan obat terlarang terbesar sehinga kita harus menemukanya. Kota juga harus mencari timnya nona Grace.. nona ini adalah salah satu penjual gadis belia untuk rumah boardil dan anak anak untuk menjadi budak Seks para pelangannya. “Ujarnya membuat semua orang terdiiam termasuk Lingling..
“Oke disini Tim 1 adalah... Saya sebagai jendral pertama.. Jendral Eliza, jendral chun dan jendral Lien..."
" Tim kedua ada Jendral Zau.. Jendral Huang... Jnedral Fili.. “ Ujarnya membuat ia berjalan kearah mereka. “ Tim satu bertugas untuk keHutan.. akan menmangkap nona Grace dan kalian tim kedua tugasnya mungkin lebih mudah karena akses kalian adalah dikota.. disana kalian harus menemukan titik terang dimana penyeludupan obat terlarang tersebut. “ Ujarnya.
“Izin bertanya komandan satu..”Itu suara tegasnya jendral Chun dnegan mata tajamnya.
Jendral Vuang disana mengangguk menatapnya."Salahkan.. "
“ Bukankah lebih sulit dikota? Jika dikotak itu adalah aksesnya lebih banyak lagi...menurut saya lebih baik tim satu dikota dan tim dua dihutan.”Ujarnya disana.
Jendral Vuang terkekeh mendengarnya. ”Kadang air yang tenang lebih mengerihkan ketimbang air yang beriak..”Ujarnya,...” Jika kalian berfikir dikota itu lebih mudah kalian salah, yang paling berbahayalah dihutan, sebab diutan ini adalah hutan milik mereka. Jika yang sudah kami telusuri sudah ratusan orang suruhan kita yang sudah menyeludup disana. Namun sayangnya mereka dipulangkan dengan keadaannya yang sulit diartikan. Tubuh terkoyak. Mata yang terlepas, Jantung yang tak lagi ditempat, bahkan ada ratusan yang entah kemana, mereka bagaikan hilang ditelan bumi... Hutan ini sangat berbahaya bagi kalian..”Ujarnya dingin disana.
“Saya tidak mengatakan tim satu lebih baik. Tapi tim satu saya lebih mempercayai mereka, sedangkan tim dua saya tugaskan dikota supaya bisa meminta bantuan tim CiaS untuk melakukan penyelidikan Gps dan sebagainya. Jika dihutan tidak ada. Diisini mangkanya saya mengrekrutkan jendral Lien sebagai ahli strategi dan Lingling yang kuat dan gesit.. serta Jendral Chun yang tegas.. kita butuh semua sikap dan semua jendral dalam bidang masing masing. Mengerti?”Tanyanya.
__ADS_1
“Mengerti Komandan satu...” Sara serentak lagi disana membuat jendral disana mengangguk.
” Saya izin bertanya komandan satu..”!suara Lingling membuat jendral Vuang disana meliriknya. Lingling disana menghela nafas ebentar lalu bertanya.”Bagaimana jika kita mati disana?”Tanyanya disana.
“Jika kau takut mati jangan masuk kerena militer. Masak saja kau didapur..”Ujarnya jendral Chun disana mendelik.
Lingling meliriknya dengan mata mendelik.”Aku tau aku calon istrimu.. aku tau kau tak sabar merasakan masakanku. Tapi jika aku mati kau mau jadi duda ha? Setidaknya ada ansuransi...”Ujarnya.. itu membuat jendral Chun mendengus. Lingling tersenyum remeh disana.
“Baik Jendral El...”Ujarnya jendral Vuang disana. “ Disini tidak ada yang tau namanya mati. Tidak ada ansuransi. Jikapun mati itu namanya pengorbanan.. benar kata jendral Chun, jika kau takut mati kau didapur saja. Disana paling kau akan terciprat air atau. minyak panas.”Ujarnya disana datar.
“Yah kena minyak panas saja akan mati. Aku bahkan tak pernah terkena minyak panas selama hidup..”Gumamnya disana mengerjab. sebab selama ini ia tak pernah sibik didapur. Ibunya selalu didapur membantu dan memikirkan masakan. Ia hanya tidur tidur dan tidur. Tapiu mendadak harus bergerak bergerak dan bergerak..
“Baik tidak ada lagi pertanyaan kita berangkat.”Ujarnya jendral Vuang disana dengan cepat yang lain menurunkan senjata.
Lingling melihatnya ikut saja. Kan dia baru tau.
Jendral You disana mengusap kepala Wulan dan berkata.”Kau hati-hati disana yah.. kami akan mendoakan kamu disana.”ujarnya memeluk anaknya.
Herapun disana menghapus air matanya.”Kau tak mau mundur dari misi ini?”Ia tak mau kehilangan anak kesayanganya.
Wulan disana memeluk ibu dan ayahnya.”Aku tidak akan mundur ibu. Aku mau membuat kalian bangga. Aku menyayangi kalian. Cup. Cup..”Ia mencium piipi ibu dan ayahnya. Ayahnya pun ikut mencium kepalanya bertubi tubi.
Nampak semua orang menatap Lingling yang jauh disana. Lingling hanya menatapnya nanar disana. Kenapa skait? Bukankah ini tubuh Eliza? Lalu ia menghela nafas disana melihat kehangatan itu. Ia merasakan tepukan dibahunya dan ternyata jendral Guang. “Aku tau kau pasti bisa.. jangan pikirkan orang tuamu. Tunjukan kau mampu.”Ujarnya disana.
Lingling disana menganngguk.”saya boleh peluk?”Tanyanya membuat jendral Guang dengan sedih menerimanya. Ia mendekap Lingling erat tak terasa Lingling menangis disana. Menangis karena merindukan dekapan ayah dan ibunya. Dekapan kakak-kakaknya. Ternyata benar, penyesalan akan datang diakhir. Andai dulu ia tak bodoh ingin ditubuh orang lain. Dan merasa jika hidupnya membosankan...
__ADS_1
Akh sudah lah.
Jendral Guang menghela nafas disana mendepuk nepuk pundak Linging. Ibu dan ayahnya Eliza menatap anaknya nanar dipelukan orang lain.
Ayah Eliza mendekati Lingling dan berkata.. “ Hati hati..”Itupun sangat pelan disana.
Lingling menatapnya dengan sendu.. Nampak ayahnya disana tak ada niat memeluknya, tapi ia mau dipeluk. Wulan disana masih dipelukan ibunya.
Lingling tersenyum. ”Yah..”Gumamnya nanar.
Ayah Eliza menatap kesedihan dimata anaknya. “Boleh peluk?”Tanyanya disana nanar,
Llingling mau tapi mulitnya berkata.” Tidak..”Gumamnya. ia terlalu kecewa akan ayahnya Eliza.. ayahnya Eliza hanya tersenyum dengan bibir yang bergetar..
“Semuanya ayo berangkat.. tim satu degan mobil terdepan dan tim dua dimobil belakang,”Teriak yang lain.
Lingling disana mendekati ayahnya dan mencium pipinya.”Anak jelekmu akan menunjukan siapa dirinya sebenarnya.. ku harap aku pulang ayah berubah..”Ujarnya disana membuat hati ayahnya Eliza menghangat dan mengusap air matanya. Kenapa rasanya berat ditinggal Lingling ketimbang Wulan.
“Eliza semangat!”Teriak Jo yang langsung memeluk Lingling dismabut oleh Lingling dan mengangguk..
“Pasti..!!” Ujar Lingling berlari menaiki benda aneh didepanya itu. Sejenis mobil kah? Akh tapi tak taulah.. Jo melambaikan tangan bangga pada Lingling dan Lingling membalasnya.
“ Eliza semangat..!”Teriak ayahnya. Itu membuat Lingling melambaikan tangan dengan airmatanya. Akh ia merindukan ayah dan ibunya.
“ Ayah ibu dada..!”Teriak Wulan. Wulan duduk dikemudi depan membuat ia menatap ayahnya nanar. Bagaimana bisa ayahnya lebih mendukung Eliza dibanding dirinya. Apalah Eliza sudah mencuri hati ayahnya?
__ADS_1
jangan lupa Vote Like and komentar yah Guys.... Siapa tau ranknya bisa 1 kan hehs