
Penjual bakpau terkekeh melihatnya. “ mereka itu juga sesama penjual, jarang bagi kita si miskin ini makan buah dan sayur nona, di sini sayur dan buah sangat mahal.” Tegas si penjual dengan ringan.
Lingling mengangguk pelan, menatap lagi si penjual tadi.” Paman jual apa?” Tanya Lingling kepadanya. Tidak mau memperpanjang masalah kemisquinan.
penjual tersenyum dan membuka jualannya lagi.” ini saya jual bakpau, isi daging cincang. Nona bisa mengambil dua dengan harga 3 koin *****.” Ujarnya.
Lingling mendengarnya tersenyum masam, hey hey, ia bahkan belum menjual apapun dari sayurnya.” Hehe maaf paman, aku nanti beli jika buah atau sayurku laku.” Ujar Lingling dengan tidak enak.
Paman tersenyum mendengarnya. “ Jika kau mau, ambilah satu terlebih dahulu untuk tenaga berjualan. Sangat sulit berjalan dengan perut kosong.” Ia memberikan satu bakpau ukuran sedang.
Lingling menelan ludah melihatnya, sudah lama tidka makan bakpau dan daging cincang. Ia tersenyum dan mengambilnya.” Akh paman, aku kan jadi enak. Lain kali jangan sungkan sungkan memberi lagi yah paman.” Ujar Lingling malu malu kucing.
Penjual mendengarnya tidak bisa tidak menahan tawa oleh ulah Lingling.” Aiya. Kau ini, harusnya aku bilang begitu.” Ia menggeleng dan Lingling malah memamerkan giginya karena merrasa senang mendapatkan makanan dipagi hari ini. ia mengambil apel satu dan menggusuknya menggunakan kain bersih.” Paman bagaimana jika aku tukar dengan satu buah apel?” Tanya Lingling.
Penjual bakpau melotot mendengarnya.” Kau bercanda?” tanyanya.
Lingling mengggeleng pelan dan menatapnya polos. “ bukankah itu akan bagus? Kita jadi barter dona aku tidak ajid berhutang?” Tanya Lingling lagi. penjual bakpau menggeleng, kenapa ada orang sepolos Lingling ini sih? Ia menggeleng.
” Satu apel di sini itu harganya adalah 1keping emas. Kau tidak tahu?” Tanya penjual dengan heran dan juga linglung pada Lingloing.
LIngling mendengarnya agak kaget, sebab buah apel harga atu keeping emas? Apakah itu tidak kelewatan? Ia dulu bahkan jika mau makan buah apel tinggal ambil di dapur. Ia meneguk saliva kering menatap penjual yang menatapnya aneh. Lingling tersenyum.” Hhe aku baru berjualan di sini. Tapi tidak apa, ini untuk paman karena sudah memberikan aku bakpau ini. terimakasih paman, terimakasih.” Ujarnya dengan senang memberikan stau apel.
Paman itu menerima dengan berbinar, menatap Lingling tidka percaya. Lingling tanpa tidak peduli dan memakan bakpau milknya senang. Lingling memejamkan mata, luar biasa, bakpaunya enak..!!! ini isinya pasti daging, apa yah? Lingling tidak tau membuat ia melirik penjual.” Ini daging apa paman?” Tanya Lingling pelan pada penjual.
Penjual menatap Lingling berbinar dan membungkus apel itu di kain lain dan menyimpannya.” Itu daging b4bi. Sebab di sini sangat jarang binatang sapi atau kambing, biasnaya ayam juga ada tapi daging b4bi lebih diminati karena rasanya yang enak.” ujarnya. Lingling yang sudah makan terenyah.
Lingling tidak suka babi, babi itu menjijikan dimatanya sebab makan kotoran dan juga jorok membuat ia mengangguk sungkan dan mencerna makananya yang sudah ia kunyah. Mau di lepeh juga tidak enak. Ia menghela nafas dan menghentikan makannya. Penjual menatap perubahan ekpresi Lingling jadi heran.” Mengapa? Apakah tidak enak?”Tanya penjuak khawatir,
khawatir apel yang sudah diberi akan di ambil lagi.
Lingling menggeleng.” Aku suka kok hehe. Hanya menikmati setiap daging agar aku merasa puas.. “ ujar Lingling dengan menggoda penjual terbahak mendengarnya dan Lingling menyimpan bakkpau itu di tas, ia tidak mungkin membuangnya di sini.
“ paman tidak memakan apelnya?”Tanya Lingling heran.
Si paman menggeleng.” Untuk anak anakku di rumah saja. Mereka pasti akan sangat suka.” ujarnya dengan sneyum tulus mengingat anak anaknya di rumah. Ha smeua ayah di dunia ini sama saja. ‘ yang baik saja yah yang nggak baik skip.
Lingling mengambil satu lagi apel miliknya.” Ini untuk anak paman di rumah dariku.” Ujar Lingling
__ADS_1
. Penjual menatap Lingling dengan tatapan kaget dan tidak percaya. Mengambil apel yang diberi.” Kau sungguh?” Tanya penjuak bakpau.
Lingling mengangguk.” Heum..” gumam Lingling. Penjual tersebut benar benar berterimakasih dan juga menyimpan apel tersebut secara erat. Lingling menggeleng dibuatnya.
Lingling kembali duduk di tempatnya dan menatap kedepan, ada banyak yang menatap jualanya tapi belum berani bertanya.” Ayo ayo... jual cepat jual cepat, sayur cepat.. ambilah semuanya ini dengan harga 20koin emas. Ayo ayo jual cepat jkual cepat.!!!” Teriak Lingling heboh., mereka mendnegar melotot.
20 koin emas? Padahalkan jualanya ada banyak apel yang berjumlah lebih dari lima belas, buah bengkoang lebih dari lima belas belum lobak dll. “ hey kau sungguhan?” Tanya salah satu pembeli.
Bapak bapak menggunakan baju tugas kekaisaran. Lingling menatapnya dan merekahkan senyumnya” Iyah, ambilah hanya 20 koin emas kau bisa memilikinya termasik alas alasnya.” Ujar Lingling tegas padanya.
Ia menatap Lingling dengan semangat dan menatap yang dijualkan oleh Lingling.”jika 18koin emas?” tanyanya menawar.
Lingling menatapnya sengit.” Aiya kalo masih mau menawar minggir lah, aku tidak menerima harga pengurangan. Ini Harga diskon, Harga pas.” Tegas Lingling.
pembeli mendelik dan menatap Lingling melotot.” Hey kau bicara sombong sekali padahal pedagang. Memangnya kau tidak tau aku siapa?” Tanya pembeli sengit kepada Lingling.
Lingling mendelik.” Tidak, tidak tau dan tidak mahu tau. Minggir minggir, kau menganggu aku berjualan, ada banyak yang ingin membeli jualanku. Sana minggir.” Tegas Ling-Ling mengusir, lingling mengibas ngibas tangannya.
Si bapak bapak ini tidak terima karena di usir oleh Lingling. Ia melotot tidak terima.” Aku ini mentri perdagangan, tidak seharusnya kau mengusirku. Aku orang yang harus kau hormati.” Tegasnya kepada Lingling. Ada banyak yang menatap perdebatan sengit itu dengan menatap Lingling iba. Karena lawan Lingling bukan orang biasa.
Lingling menatapnya mengejek.” Justru karena kau mentri perdagangan kau sudah tau berapa harga sayur sayur orang lain jual, dan kau menawar harga semurah itu untuk sayur sayur dan buah buahan ku? He apa kau mentri termiskin di negri ini?” Tanya Lingling tidak senang dan tidak suka.
Smeua orang menyorak Lingling, mendukung apa yang Lingling lakukan, benar yang dikatakan Lingling, di sini harga buah buahan sangat mahal dan dia menawar buah dna sayur sayur itu lebih murah dari apa yang Lingling tawarkan. Itu sama saja membuat dia terlihat miskin.
Mentri perdangan itu mengepalkan tangan dan menatap Lingling kesal.” Aku tidak miskin, menawar itu sudah hal biasa di perdagangan. Kau baru berjualan yah? atau kau tidak memiliki izin berjualan?” tanyanya menekan dan menjatuhkan Lingling lagi. tidak mau malu.
Lingling terdiam sejenak, ia tidak punya izin jualan, memang harus ada izinnya yah? Lingling menoleh kebelakang.” Itu ayahku, kami punya izin berdagang., benar kan ayah?” ia menpoleh pada penjual bakpau. Penjual bakpau mengangguk gugup, segera menunjukan suratnya. Lingling menghela nafas lega dalam hati. syukurlah susah ia sogok dua apel hehe.
Menytri perdagangan menghela nafas dibuatnya.” Baiklah, aku akan membeli semua jualan mu dengan harga 20koin emas.” Tegasnya kepalang malu kepada Lingling.
Lingling mendesis dan menggeleng.” Tidak tidak, aku tidak mau menjual kepadamu. Kau sudah ku masukkan ke dafta hitam pembeliku. Minggir minggir, mengangguk penglihatanku saja..” tegas Lingling kesal. Lingling kepalang kesal.
Mentri perdagangan menatap Lingling geram dan gemas. Tangannya terangkat menunjuki sayur dan buah yang LIngling jual.” Hey kau ini penjual sayur atau apa sih? Pedendam sekali jadi orang? akukan mau membeli bukan menghutang. Ayolah jangan mempersulitku.” Tegas nya dengan suara yang tidak lagi meninggi tapi terdengar sangat kesal.
Lingling mendengarnya mencebikan bibirnya.” Yah terserah saya dong pak, kan saya yang jualan, saya yang punya sayur saya yang punya buah. Mau saya jual kek, mau saya kasih kek sma orang lain. Itu hak saya. Apakah enggak mau jual sama bapak. Sana sana hus uus.” Lingling mengibaskan tangannya kepada si pria itu. bak mengusir ayam.
Perdana mentri perdagangan itu menatap Lingling menyipit, seakan menandai Lingling, tanganya terkepal dan melirik kebelakang, disana ada beberapa orang orangnya.” Hancurkan semua jualannya.” Tegasnmya pada mereka yang ada disana.
__ADS_1
Lingling menatapnya dengan reneh.” Wah wah.... apa ini mentri perdagangan??” Tanya Lingling sebelum mereka mendekat. “ aku baru tau jika ada mentri yang menggunakan kekuasannya untuk kepentingan pribadi.. jika raja tau kabar ini apa yang ia lakukan yah?”tanyanya tegas. Suara Lingling membesar dan bernada remeh pada pak mentri.
Pak mentri mengepalkan tanganya dan Lingling menatapnya bengis.” Bapak harus tau jika tidak semua bisa ditawar.” Apalagi jualan miliknya. hum
“ tapi kau penjual.” Ujar mentri kesal, apa salahnya sih sebenarnya?
“ tapi aku sudah mendaftar hitam kau sebagai pembeli, itu artinya kau tidak boleh membeli sayurku. Apakah otakmu sangat sempit?”Tanya Lingling nyolot.
“ Nona.” Guma penjual bakpau resah. Lingling mendenggus dan menatap mereka bengis.
LIngling melipatkan tangan di atas dada dan menyenderkan tubuhnya di angin buatannya.” Lawanla aku ini jika mau menjadi pecundang sejati. Aku jaminkan kalian akan benar benar lebih malu setelah ini.” tegas Lingling tak mau mendengar mereka.,
Mentri perdagangan menatap Lingling tidak berkutik, melawan akan dibilang pecundang. Tidak melawan juga tetap akan malu. Tangannya melambai membuat anak buahnya mundur dan menjauh dari sana. Oke mereka kalah hari ini, ia kalah kali ini. ia menatap lagi Lingling dan menandainya.
Lingling yang ditatap begitu malah mempelototinya mengejek dan menarik matanya. Ia melotot dihadapan Lingling tapi Lingling malah memasang wajah konyol.
Ia mendengus ingin sekali menghajar Lingling, kali ini ia kalah, ia memilih pergi dari pada semakin memperburuk namanya.
Semua orang memandang nya heboh dan memandang Lingling kagum. Lingling mencebikan bibirnya kebawah dan meniupkan cadarnya. Mereka melihatnya gemas dan juga tidak tahan untuk tidak mencubit pipi Lingling. Lingling menggunakan cadar hitam saja sudah cantik apalagi jika tidak?
“ nak.. kjau cari masalah di hari pertamamu bekerja.” Ujar penjual lain kepada Lingling.
Lingling mengangkat bahu acuh.” Tak masalah selagi bukan aku yang salah.” Ujar Lingling santai.
Penjual lain menggeleng.” Kita tidak boleh melawan yang lebih berkuasa, sebab mau kita benar atau salah kita tetap akan salah.” Ujar penjual bakpau sendu dan khawatir pada anak sebaik Lingling.
Lingling mendengar mereka malas dan berwajah santai.” Dikamus LIngling belum ada kata dan namanya kalah, selain kata mengalah. Jadi jangan khawatir. Aku kuat aku kuat.” ujarnya. Mereka semakin gemas kepada Lingling. Gadis ini benar benar menguji kesabaran dan Lingling menguap santai.
.
.
.
.
Halo halooo Part Lingling ini yah hoho besok part Lingling lagi.
__ADS_1