Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Gila


__ADS_3

Hallo...


.


.


Langkah kaki andes sangat cepat menuju vila mereka. Ia menghela nafas dan sesekali mellirik kebelakang dan mengusap kepalanya. “Kenapa dia suka sekali menghilang seperti hantu. Siapa dia sebnarnya. Aku tidak yakin dia manusia.”Gumamnya lirih dan tak bertenaga akibat lelah.


Baginya Lingling terlalu misterius.


“Siapa yang suka menghilang dan timbul bagaikan hantu Des.”


“Hua....”


Andes terkejut disana mendengarnya. Ia kaget membuat orang yang bertanaya ikut kaget dibuatnya andes disana memutar bola mata malas melihat siapa yang bertanya. "Wah ternyata kau bisa kaget juga.... "Gumam Fiko kagum.


Jantungnya Andes terasa pindah kelambung asal dia tahu., “Kau mau aku cepat mati he?!! ..!”Tanya Andes kesal.


Sosok Fiko disana menatap Andes dengan binarnya. “Jika itu bisa terkabul kenapa tidak..”Gumamnya sinis. Ingat jika mereka masih dendam satu sama lain, apalagi gara-gara Andes keluarganya hancur dan juga melebur sampai sekarat begini..


Andes mendesis melihatnya dan pergi. “Hey pertanyaanku belum kau jawab. Siapa yang hilang timbul? Hantu? Siapa?”Teriaknya lagi namun tak digubris oleh Andes. Ia Mengerang Kesal dan memaki dibuatnya. “Andes sialan mati kau mati mati..”Gumamnya sangat kesal. Sumpah demi apapun wajah Andes memang minta dipukul dengan kekuatan besar.


“ Halloooo baby..” Sapa sosok yang menghalang Andes. Andes mengepalkan tangan dibuatnya. Disana ada Grace dengan baju ketat nan juga seksi miliknya.


Andalannya sii.. Dengan bibir merahnya disana membuat Andes memekik kesal.. namun beda dengan Grace yang senang disana sembari mendekat dan berkata. “ kau tau aku sedang sedih baby.”Gumamnya seksoyyy.


Andes menghela nafas dan pergi. Grace melihatnya pun gelagapan. “Hey. Kau tidak bertanya kenapa aku sedih?”Tanya Grace menarik baju Andes.


Namun langsung Andes tepis dan menjawab.”Tidak..” Grace mengerucutkan bibirnya dibuatnya.


“Dan jawabanya karena kamu baby. Kamu cuek sekali... Padahal aku sudah menunggumu sedari tadi.”Gumamnya Andes meliriknya niat tak niat dibuatnya. Grace tersenyum manis melihatnya dan berkata. “Love You beby.”Gumamnya mengedipkan satu mata. Andes bergidik ngeri melihatnya dna bergegas pergi.


Gelak tawa Grace terdengar keras melihatnya, ia memang suka sekali menggoda Andes yang kaku.


Sampai pada Fiko sampai melihatnya dengan julitan.. “Sidah gila semua orang disini. Yatuhan..”Gumamnya disana lalu melewati Grace. Ia membenci grace kecuali Grali dan juga Victor.. kedua orang itu yang mendidiknya disini dulu dan memberikan apa yang ia butuhkan. Namun sayang, mereka sedang bulan madu padahal umur mereka sudah 45 loh. Sudahlah...

__ADS_1


“Hey kau bilang apa..!”Tereiak Grace tak terima. Namun Fiko disana mengangkat bahu acuh. “Sialan. Kenapa banyak sekali lelaki dingin divila ini. Kenapa tidak ada yang Homble dan juga asik diajak berteman.”Gumamnya mendengus. Ia tak menyukai diabaikan karena ia selalu menjadi pusat perhatian. Yah meski itu karena baju dan juga penampilannya yang sangat wah.


Disisi lain sosok Lingling dengan nafas naik turun itu mendekati pohon yang ia tinggalkan tadi, dan ternyata disana sudah ada Chun dan Lien yang sudah diatas pohon, dengan tubuh yang mereka ikat dipohon dan memejamkan mata mereka.. bagus mereka menerima saran Lingling rupanya. Hingga ia dengan cepat memanjat pohon dan mendekati mereka. ‘'Hey bangun. Aku membawakan kalian banyak makanan. Ayyo.”Gumamnya..


Dengan mengerjab pelan keduanya membuka mata perih. Melirik kekanan dan kekiri hinga mata mereka bertemud engan Lingling. Bibir mereka berdua sangat pucat karena lapar dan sakit.


Lingling bahkan mencium aroma busuk dari mulut mereka.. Mungkin karena mereka sudah tidak menngosok gigi beberapa hari kah?


“ Ini ayo dimakan.”Gumamnya memberikan ayam bakar kepada keduanya hingga keduanyapun tersneyum.


"Kau sudah pulang El? Dimana kau mendapatkan makanan ini?? "Tanya Chun lirih nyaris tak terdengar.


Lingling terdiam sebentar diburu masa ai harus jujur? Apa kata mereka nanti? " Ini tadi aku memasaknya ditempat lain. jangan mengkhawatirkan ku. "Ujarnya Disana menutupi kebohongannya.


Lien dan Chun nampak menatapnya tak percaya membuatnya ia bicara.


”Tadi aku lihat didekat danau ada goa, didekat batu dan kita bisa beristirahat disana. Ayo kita kesana ikuti aku.”Ujar Lingling. Keduanya pun mengangguk menikuti kemana Lingling pergi. sebenarnya lagi mereka mau bertanya namun rasa lapar membuat perut mereka bagaikan dililit dan sangat lemah dan Sakit.


Sampai meteka disana ada goa yang sangat kecil, hanya satu petak kamar. Dan disana ternyata cukup kering dan nyaman. Linglingpun melihatnya tersenyum. Dan mulai mendekati dedaunan dan juga rumput. “Mau kenapa?”Tanya Lien dan Chun melihat Lingling.


Lingling tak menjawab dan segera menutupi mulut Goa dengan banyaknya dedaunan d,na juga batu yang ada.. hingga meteka diam. “Pasti kita akan ketahuan jika tidak ditutup. Kalian diam saja.”Ujarnya lalu memejamkan mata ya hingga membuat pagar pelindung disana. Hingga diluar sana tertutup bagaikan ini hanya batu besar. Ia menemui ini karena mencari buah dan makanan tadi.


Lien pun menahan tanganya dan bertanya. “Kau tidak makan?”Tanyanya lirih disana.


Lingling menepuk pundaknya. “Aku kenyang. Lagipula aku belum lapar. Kalian makan saja duluan.”Ujarnya disana. Lien dan Chunpun mengangguk dan mulai melahap makanan mereka. Lingling membakar ayam yang ia dapat tadi dengan kekuatan apinya dijalan tadi, dan buah buahan. Minuman ia ambil dari sungai yang banyak buaya tak ada air wey. Ada juga sumur namun sayangnya semuanya racun dan jebakan. Sialan bukan?


“Hmm.. masakan ini sangat lezat Ling’er.”Gumam Lien disana dengan semangat mekana makanan yang ada.


Chun mengernyit dibuatnya. “Ling’Er?”Gumamnya bertanya.


Liem tertegun dibuatnya dan Lingling meliriknya dan menghela nafas. “Yah itu namaku. Kau panggil aku Ling’Er saja yah, nama kesayangan supaya kita beda.”Ujarnya.


Chun mau bertanya namun dipotng oleh lingling. “Cepat makan kalian harus makan banyak supaya kita cepat keluar dari sini.”Lanjutnya membuat keduanya menganguk dan makan makanan yang ada.


Hingga Lingling menyelesaikan semuanya dan mendekati Chun dan Lien.. Ia memberikan minuman obat itu didekat mereka yang sudah makan. “Ini Obat untuk kalian. Minumlah.”Ujarnya. tapi keduanya namupak ragu melihat cairan kecoklatan yang Lingling beri. “ Tenanglah. Ini obat supya tubuh kalian cepat pulih bukan racun. Jika kalian mati aku tidak bisa keluar dari sini.” Gumamnya disana.

__ADS_1


"Sejak kapan kau bisa keramik obat El? "Tanya Chun heran.


Lingling mengangkat bahu acuh. " Belajar... Mangkanya belajar...! "


Chun dan Lien disana saling pandang dibuatnya. Namun dengan gesit Lingling mendekati Lien disana dan melihat luka dilengan Lien..” Buka bajumu. Biar aku obati.. luka dipertmu juga.”Ujarnya.


“ Tapi Ling—“


“Tidak ada tapi-tapian Lien. Aku akan mengobatimu.”Ujarnya. Lien terdiam melihatnya.


Chun juga diam melihatnya. Lien membuka bajunya dan Lingling mulai mengolesi obat ditubuhnya.. Chun mendekati obat yang Lingling beritadi dan mulai meminumnya. Tak ada yang sakah meski pahit. Ia melirk Lien yang kesakitan disana. Ia juga banyak luka, terutama dibagian kakinya. Bahkan telapak kakinya sangat teruka akinbat jebakan yang lumayan banyak.


“Buka celanamu. Aku obati.”Ujar Lingling disana polos pada Chun. Chun melotot dibuatnya melihat Lingling. Lienpun sama.


“Kau gila? Bagaimana bisa?”Tanyanya disana melotot.


“Lah aku mau mengonati kakimu. Apasalahnya?”Tanyanya disana polos. “Lien saja buka baju masa kamu tidak mau.”Ujarnya lagi.


“Ini beda El.. ini celana..”Gumam Lien disana mengerjab.


“Kau mau lihat ini?”Tanya Chunmenunjukan inti tubunya.


Lingling menyipitkan matanya dan menggeleng. “Tidak perlu. Punyamu pasti kecil.. “ Ujarnya. Chun membelalak dibuatnya dan melirik Lingling tajam.


“Kau pernah melihat punya lelaki?”Tanyanya disana kepo. Sungguh ia seperti dihina saat ini..!


Lingling mengangguk.” Punya Qeqe dan Leqi. Mereka masih kecil hehe,”ia memamerkan giginya yang puutih. “Sudah ini obati kakimu sendiri jika tak mau. Aku mau tidur nanti jika aku sudah bangun kita akan membuat misi. Kalian siap?’Tanyanya.


Keduanyapun menganguk melihat Lingling. Linglingpun mengusap kepala keduanya pelan. “Anak pintar.. “ Ujarnya membuat mereka berda tertegun.


Dengan santai Lingling tidur disisi lain yang ada disana meningalkan dua manusia yang detak jantung yang menggema dirongga dada. Lingling tidak punya akhlak memang. sudah membuat anak orang baper dia malah tidur. Ngorok lagi..


.


.

__ADS_1


.


Tinggalkan jejak yah guys...


__ADS_2