
GuggGug... DDegh.. gonggongannya Dogi membuat tiga orang itu menatap kearah Lingling yang sedang memegang lampu lampionnya itu.. dan Dogi yang bersembunyi dibelakangnya Lingling. Apakah Dogi ingin Lingling secepat itu mati.
Lingling disana menunjukan giginya pada tiga orang itu. Dan menedang Dogi membuat Dogi kembali mendekatinya.” Kau mau ku bunuh ternyata Dogi..”Gumamnya disana. Bukan karena ia takut dibunuh, tapi ia takut jika tiga oranng itu adalah salah satu anggota markas militer.
“Tolong.. arghh..” Salah satu korban yang sedang dibunuh itu berteriak meminta bantuan, padahal kulit tangannya sudah hilang dan pipinya juga sudah bolong bolong. Bola matanya copot satu. Bajunya sudah bersimbah darah. sedangkan satunya lagi sepertinya sudah mati dengan keadaan yang lebih parah, yaitu kemaluanya yang sudah diputuskan dari tempatnya. kedua Telinganya yang sudah memisah. Oh jangan lupakan jari-jarinya yang sudah menghilang dan perutnya yang terbuka membuat siapapun akan memuntahkan isi peritnya disana. Bahkan tidak ingin makan.
Sama halnya dengan Lingling, ini pembunuhan terkejam yang ia lihat, namun ia harus mendatarkan wajahnya dan menghela nafas.
“Lanjut saja.. aku hanya numpang lewat.”Ujarnya lalu menarik topi kepala dari jubah merah yang ia gunakan, ia harus cepat-cepat pergi dari sana.
Sedangkan sosok yang membunuh itu mengenakan baju serbah hitam dan masker itu mengerang karena kegiatanya terganggu.
Carkk... arghhh.. teriakan sang Korban membunca dikalah jantungnya ditusuk dengan kuat oleh pembunuhnya yang sedang marah dan terganggu itu.
Dan ya..
Sap....
Lingling memejamkan mata dikalah pisau hampir saja terkena hidungnya untunglah ia cepat cepat bergeser sampai pisau itu menancap dipohon. Itu membuat Lingling meringis, bukan takut, lebih tepatnya ia merasa bersalah Karena mengusik sesoerang yang sedang melakukan sesuatu. Apakah ia benar benar salah satu pasukan militer?
Sosok yang menganakan baju hitam dan masker hitam itu mendekati Lingling dan menarik pisaunya.” Siapa kau?” Tanyanya disanna sangat dingin bagaikan es kutubnya.” Dan kenapa kau bisa ada disini hm? Apakah kau mau menyelamatkan mereka hm?” Tanyanya ditelinganya Lingling.
Lingling menjauhkan wajahnya dengan senyumnya,. Ia mengerjab dan menggeleng, wajah mereka sangatlah dekat membuat hembusan nafas Lingling menerpa rambut orang didepannya. “Tidak, aku kesini hanya ingin latihan saja. Jika kau mau lanjut, lanjut saja membunuhnya. Dan jangan lupa berikan jantungnya pada anjingku ini. "
__ADS_1
Plak.. Gugh.. ia menedang ogi yang bersembunyi dikakinya itu sampai Dogi terkapar dan bergonggong.
Lingling kejam.
Hal itu membuat sosok didpepannya itu menahan tawanya. Ia mengerjab dan melihat seluruh tubuh Lingling, Akhh ada snejata? Hal itu membuat Lingling menyembunyikannya lebih erat lagi. “ Kau tidak takutku bunuh? “Tanyanya pria itu membuat Lingling reflek menggeleng cepat.
Lingling mengusap kepalanya dan mengeratkan pegangan nya pada lampionnya.” Akau hanya takut kau melaporkanku pada jendral tua Bangka itu..”Ujarnya disana menghela nafas malas.” Oh kita buat saja perjanjian, aku tidak akan mengganggumu lagi, atau aku beri saja anjingku jika kau masih mau membunuh seseorang dan akhh iya..kau tidak melaporkanku ya.”Ujarnya polos. Lalukenrong anjingnya igu kepada pria itu.
Guahh.. Guiarhhh.” Tuan laknat kau..!”Teriak Dogi mindur lagi membuat Lingling nyengir. Kakinya tetap saja mendorong Dogi yang sibuk mengganggu percakapannya disana. Dogi memang benar benar cari masalah bukan?
Sosok itupun mendekati wajahnya membuat Lingling mundurkan tubuhnya.”Jendral tua siapa Hm. dan Bagaimana jika kau saja yang menjadi korban selanjutnya hm?” Tanyanya disana berbisik. Lalu pisau yang ia mainkan, ia menyilau. Matanya bagaikan mata serigala yang haus akan darah.
Tuk..
Lingling mendorongkan hidung lelaki itu mengenakan telunjuknya. Senyumnya mengambanmg dan “ Aku? Kenapa aku? Jika masih ada Dogi? Jangan aku, karena aku harus melakukan balas dendam kepada keluarga Eliza. Aku juga tak lemah. Aku kuat. Lihatlah ini.”Ujarnya lalu menyisingkan jubah dan lengan baju ditangannya, menunjukan tulang ototnya yang kering lalu tertawa miris.
Sosok itu tadipun menaikkan satu Alisnya. "Kau lucu... "Gunanya dalam hati...
"Ejan Jangan kasih tau jendral tua itu y... "Ujar Lingling mengerjap pelan dan memberikan mata kuvingnya.
"Jendral siapa? "Tanya sosok itu bingung.
"Jadi kau bukan dari militer dan tak kenal. jendral You? "Tanya Lingling cepat.
__ADS_1
Sosok itu menggeleng kali membuat Lingling tersenyum.
“Sudah sudah. Aku malas berbicara lagi. Waktu ku habis disini meladeni mu. Aku harus latihan, dan semoga mendapatkan korban yang lebih banyak lagi ya..
Pukpuk.,.”Lingling menepuk lengan lelaki itu dan melangkah pergi membuat sosok pria itu semakin bingung. Bisa bisanya ada perempuan yang melihat pembunuhan begini hanya diam saja? Biasanya juga perempuan itu akan menangis terseduh seduh dan berteriak. Atau memohon supaya melepaskan mereka.
Ini?
Dogi bersembunyi dibelakangnya Lingling membuat Lingling mendengus. Punya anjing tak ada gunanya, tapi ini bisa bisanya anjingnya ini takut ya? Bagai melihat setan saja kan? Setelahnya Lingling merasakan senjatanya ditarik membuat ia menepisnya dan kembali merebutnya.
Hal itu dilakukan oleh pria dibelakangnya tadi. Sosok itupun mendatarkan wajahnya dan paham jika Lingling pahamm bela diri.
Lingling disana mendleik lalu mendekat.” Kau mau mencuri he?”Tanya Lingling.”Apa kau tau menggunakan benda benda ini? Jika benar ayo ajari aku, nanti aku bagi satu, Kau tidak perlu mencuri. Lihatlah, aku ada tiga.,”Ujar Lingling menunjukan senapan miliknya dengan bangga. Sosok yang tadinya dibegitukan itu tersenyum dalam batinya. Perempuan polos nan bodoh ada dihutan? Tidak memiliki takut dan juga kuat?waw. Ini unik membuat ia memutar otaknya.
“Aku bisa mengenakannya. Tapi aku mau dua, kau satu.”Ujarnya menunjukan benda benda itu. Keadaan yang cukup gelap mereka hanya diterangkan dengan cahaya yang berwarna kuning dari lampion. Lingling bahkan tidak bisa melihat jelas lelaki didepannya ini tampan atau tidak, apalagi ia mengenakan tutupan mulut.
Lingling mengangguk disana.”Tidak masalah, asalkan kau mengajariku semuanya, kau mengajariku bagaimana mengenakan semua benda ini supaya aku bisa. Dan kau bahkan bisa mengambil semuanya, aku tau, kau mau membunuh orang lain lagi kan?” Tanya Lingling disana. Lingling hanya ingin bisa mengenakannya saja bukan memilikinya. Karena nanti ia bisa mencuri lagi kan?
Hhmn sepertinya mencuri akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Sosok itupun terkeleh lalu mengulurkan tanganya kedepan Lingling, ”Diel.. “Ujarnya membuat Lingling menaikkan satu alisnya tak paham. Tangan terbalut dengan benda hitam penuh darah membuat ia bergidik jijik.
Hal itu membuat sosok didepannya itu mendengus dan membuka sarum tangannya.”setuju?” Tanyanya baru membuat Lingling mengangguk. Setidaknya ia bisa mendapatkan guru geratis bukan?
__ADS_1
Itu membuat Dogi disana memutar bola mata malas akan kebodohan Lingling.
Bisa bisanya ia menerima tawaran orang jahat dan orang asing....