Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Beruntung


__ADS_3

Ana beruntung dan akan membunuh alka duluan jika selingkuh dengan Keyna begitu, huuhu baik. Ana berjanji akan hal itu.


Ana berjanji akan menjadi barusan terdepan untuk menjaga Keyna.


Sedangkan Keyna sendiri sudah menganggap ana adiknya, bukan tanpa alasan, melihat Ana ia merasa melihat dirinya sendiri dulu. hidup sendiri


Hari ini anja sanbat Free, sebab hampir tidak mengasuh Lili hari ini. keyna sudah mulai mengasuh anaknya sendiri dan Lili juga sangat anteng, sesekali ia menangis karena popok sudah penuh, pup atau haus. Itu hanya sesaat tidak lama. lili hanya membantu menggantikan popok dan membersihkan Lili, seusainya Keyna kembali menjaganya dan menimangnya mengajaknya bicara meskipun sang bayi tidak bisa mendengar dan paham apa yang di katakana oleh ibu.


Sudah hampir dua Minggu hari andes tidak bekerja dikarenakan sakit kemarin, hari ini andes akan bekerja. Andes memasangkan dasi miliknya dam turun menuju meja makan, disana sudah ada Keyna, sang suami, tidak ada ana, dimana gadis itu? andes segera menduduki diri di dekat keyna dan mengabil roti yang sudah di isi selai. Keyna melirik sejenak.”loe udah mausk kerja?”Tanya Keyna pelan.


Andes berdehem saja sambil memakan makanannya pelan. alka disana menatap andes juga.” Loe udah sehat bener emang? Kata dokter loe belum pulih total. “ ujar alka juga. Alka bukan khawtair, jika andes masih sakit semakin lama dia disini. Alka tidak suka.


Andes mendelik.” Jangan gitu Alka, gue lebih suka loe cuek deh.”ujar andes. Keyna terbahak mendengar ucapan andes yang ternyata tidak nyaman kepada alka yang menanyakan ia dengan banyak hal perhatian, padahal apa salahnya kan?


Alka mendelik.” Sorry yah Andes, loe emang harus cepet sembuh biar nggak nambahin beban gue,” ujar Alka tidak senang andes mendengar uacapan alka hanya memutar bola mata malas. Lelaki ini memang bisa mebuat dirinya suka marah marah.


“ Buk.. ini lili udah mandi.” Ana datang membawa LIli dalam gendongannya. Keyna tersenyum lebar.” Yaampun anak mami. Tayang udah cantik yah, tapi masih cantikan mami yah sayang sini sini.” Ujar Keyna menyambut Lili.


Andes melihat keyna terkekeh geli. Andes pikir keyna tidak akan bisa menjaga anaknya, ternayata salah besar. Keyna bahkan sudah membuat jadwal dirinya, mengurangi diri yang beraktifitas diluar, bahkan ia mencari manager yang menggantikannya memimpin perusahaannya disana. andes kagum dengan temannya satu ini. tidak semua orang bisa seperti keyna,


“ Aku mau jemur Lili dulu yah sayang.” Ujar keyna pada alka.


Alka mengangguk.” Aku juga mau pergi sayang. Nanti jam makan siang aku pulang yah, biar nanti malam kita diner. Aku kangen makan malam tromantis sama kamu.” Ujar alka mencium seluruh wajah keyna.

__ADS_1


Keyna tersenyum dan mengangguk. Alka mencium bibirnya singkat sebelum benar benar pergi. Andes melihatnya hanya menghela nafas, sudah pemandangan biasa . beda dengan Ana yang ternyata maish belum terbiasa akan hal itu.


Tinggallah hanya andes dan ana. Andes melirik ana yang ikut makan karena Lili sudah di ambil ibunya. Andes mengunyah tanpa bicara beda dengan Ana yang melirik andes dan berkata.” Pak, bapak udah mau kerja sekarang? bukannya bapak masih sakit yah?”tanyanya sembari memakan nasi goreng.....


he ana itu biasa makan nasi pagi hari jadi jika tidak makan nasi yah rasanya hampa, ia tidak bisa makan apapun jika bukan diawali dengan nasi. Andes memutar bola mata malas dna mengakat kakinya ke atas kaki satunya lagi. tidak menjawab ucapan ana. Ana yang di abaikan mendengus tidak senang. Ia mengunyah dengan kasar sembari melirik andes dengan ekor mata tajam. Sialan memang inilah orang, dibaki malah tidak sadar diri, padahal kan ia hanya basa basi saja.,


Apa susah nya sih menjawab pertanyaan orang lain,? jawab seadanya saja tidak apa apa asalkan menjawab yah Jan,


Jawab yah.. tidak... oke


. Hemmm. meski sulit di mengerti setidaknya tidak sesuram tidak di apik begini.


Andes menyelesaikan acara makan, meninggalkan ana yang masih makan, sama sekali tidak menatap ana yang bertanya dan duduk di depannya. Seakan Aja adalah mahluk tak kasat mata.


a Tapi ia kaget saat ternyata disana ada andes yang berdiri didepannya dengan menatapnya tajam” kamu ngomongin siapa tadi?”tanyanya tidak senang.


Ana menganga gugup, mengerjab sejenak dan menggeleng.” Ngomongin apa yah pak? Mungkin bapak salah denger deh pak. Iya saya nggak ngomong apa apa soalnya,” Ujarnya dengan pelan. kenapa andes ada di depannya? Tadi bukannya dia sudah pergi?


Ana jadi gelagapan. Apa jangan jangan Andes keturunan setan mangkanya bermulut pedas bermata taja. dan datang seperti jelangkung. Ana! buang pikiran mu jauh jauh. Mengapa pikiran mu kemana mana begini ! Ana menggeleng sejenak.


Andes menaiki satu alisnya, tadi HP nya ketinggalan jadi ia kembali lagi, tapi saat sampai ia mendengar celotehan dan makian dari gadis di hadapannya ini.” jadi benar kamu bilang saya pekak tuli?”Tanya andes lagi penuh penekanan.


Jika Lili mengatakan dirinya salah dengar berarti dirinya dikatai tuli kan?

__ADS_1


“ OIy eh enggak pak. Aduh pak, saya bilang nggak, tadi saya ngigo yah. udah deh pak saya nggak salah, bapak yang salah,.” Ujar ana meninggalkan Andes kucar kacir.


Andes menatap ana menjauh tajam. Sedangkan Ana memegang dadanya nyeri. Duh kenapa sih bisa sampek ketahuan? Kan jika begini dirinya yang akan kena getahnya.


Ana cepat cepat mengacir menuju dapur untuk membantu pelayan lain. Rumah ini ada banyak pelayan, kadang ana sendiri bingung mau melakukan apa, mau menyapu tukang sapu ada, dilantai satu dua lantai dua ada dua lantai tiga juga ada dua dna lantai terakhir juga ada dua, mereka merangkap membersihkan peralatan dan mekanik di rumah mereka. Seperti guci dan lain lain.


Tukang masak di rumah ini ada dua koki, yang memasak bukan sembarang orng, yang pasti memang ahli dalam bidang memasak, dua koki pun dibantu dengan dua pelayan untuk urusan dapiur, urusan kebun, dan lain lain sudha ada yang mengatur, bahkan untuk membersihkan kamar sudah ada pelayan, hanya saja kamar keyna hanya bisa di snetuh satu pelayan bernama bik Ana, katanya itu pelayan yang sudah melayani Keyna sedari bayi mangkanya bisa masuk, itupun hanya sesekali saja.


Karena untuk membersihkan kasur, lantai dan juga baju yang berantakan. Selebihnya tidak ada, mangkanya Ana juga merasa dirinya tidak ada kerja berat di rumah ini, makan nyaman dan enak. Gaji lumayan besar, lili sibuk di asuh ibunya. Ana seperti pelayan sampingan jika begini. Haha pelayan sampingan tidak tu?


Haha bukan tidak senang.


Hanya saja Ana itu tidak enakan orangnya, jika tidak kerja kan rasanya gaji yang ia dapatkan itu terlalu banyak. Gaji nya itu 7 juta sebulan lebih besar dari orang kantoran malah, biasanya gaji banbysiste di kota besar begini paling hanya 1.7/3juta saja, itupun tiga juta sudah sangat besar sedangkan ia digaji 7 juta... besar kan? melebihi gaji dari pekerja perusahaan, ana pernah menanyakan gaji para pekerja karena Ana pikir hanya dirinya yang gajinya besar, ternyata tidak. Gaji pelayan yang lain hampir sama dengannya.


Ada yang lima juta bagian yang menyapu dan membersihkan rumah. Chef gajinya 10-20juta sebulan dan bodyguard sebesar 7 juta juga. Memang dari Keluarga ini loyalitinya sangat ebsar. Sembari menunggu baby Liling bersama mamynya.. ana memilih memasak dimsum didapur.. lelah juga ana tidak melakukan apapun kecualli tidur dan menunggu panggilan.


“Kamu mau masak apa Ana?”Tanya Jeki, ia koki di rumah ini, ia akam datang dan pulang di jam milik kerjanya.


Menatap ana yang mendekati dirinya.” Saya mau bikin dimsum. Hoho.. bapak bantuin bikin dong, saya laper.” Ujar ana pelan memegang perutnya.


Jeki mendelik.” Saya lihat kamu makan di jam sarapan bersama bu keyna dna pak alka, apa mata saya katarak sampek salah orang?” Tanya Jeki pelan dan kesal.


Ana terkekeh pelan.,” itu makannya dikit. Ayo dong pak, masakin saya,. Saya laper nanti debay lili nyariin saya loh.” Ujarnya.

__ADS_1


Koki menghilangkan nafas dan mengangguk.”kemarin saya beli dimsam yang belum dimasak. Kamu tungu disana saja.” Ujarnya mengusir ana untuk duduk di kursi makan. Ana mengangguk semangat mencari tempat duduk yang nyaman.


__ADS_2