
Haloo... Pemberitahuan yah..!
Maaf aku belum lanjut novel DELET yah... aku harus baca lagi. soalnya lupa alurnya dan tokoh2nya. jadi aku lanjut novel "BUKAN PANGERAN " dulu yah..!
jangan lupa mampir yah guys....! ditunggu disana.
.
.
.
.
.
Sudah dua minggu sosok tampan nan gagah itu tak tidur, rambut peraknya bergerak hilir mudik mengikuti angin, matanya selalu menuju kepada bola cermin yang ia kendalikan. Matanya selalu tajam dengan dipadukan wajah yang datar. Siapapun akan terpanah padanya. Bahkan tak terkecuali sesama lelaki.
Dulu ia pernah turun ke bumi, hal yang tak disangkanya datang. Sekelompok perempuan yang menatapnya langsung pingsan dan menjadi gila. Mereka tak kuat akan ketampanannya. Bahkan mereka menggila seumur hidup, bukan hanya mereka. Para lelaki yang melihatnyapun mendadak berbelok dan menyukainya dengan cara gila. Mereka bahkan hampir memperkos4 dirinya namun tak bisa hingga mereka ikut gila.
Ketampanannya memang diluar batas. Bahkan patut dipertanyakan apakah itu berkah atau sebuah kutukan. Ia lelaki tertampan dikalangan langit dan bumi. Hanya saja dia sebagai dewa perang dan dewa neraka membuat siapapun tak berani mendekat dan menyentuhnya. Dia kejam dan juga tak terkalahkan
Ada banyak perempuan yang menyukainya dan memohon kepada orang tua mereka untuk meminangnya meski kebiasaan dan seharusnya lelaki lah yang nelamar tetapi mereka tak peduli. Hampir semua yang menatapnya akan jatuh cinta dan menjadi gila satu malam. Mereka tak akan bisa tidur nyenyak saking tersiksanya. Namun faktanya hanya satu perempuan yang mampu menaklukannya. Dia perempuan istimewa bersama sejuta kekurangannya.
“Ku lihat yang mulia sudah beberapa minggu ini tiak istirahat secara cukup. bahkan beliau berdiri disana siang dan malam.” Ujar salah satu pelayan miris melihat sang tuan yang bahkan tak meluangkan satu detikpun untuk istirahat dan mengistirahatkan matanya.
Sosok pelayan disampingyapun mengangguk.”Ku dengar tunangan tuan menghilang membuat dia mencarinya hingga keujung dunia. Tetapi dia belum ditemukan dimanapun membuat ia bekerja sangat keras.” Ujarnya ikut sedih. Meski Liong sosok yang kejam dan tidak pernah bicara pada mereka tetapi ia tetap menyayangi Liong.
__ADS_1
Sosok temannyapun terkekeh miris.”Tuan nampaknya sangat mencintai tunangannya. Aku bahkan sangat iri. Bagaimana bisa gadis itu memikat hati dingin tuan hingga keakar-akarnya. Dia gadis yang sangat beruntung.”Ujarnya disana iri.
“Bahkan ia sangat beruntung.”Ujar dari temannya tersenyum. “ Tuan sangat mencintainya hingga melupakan dirinya. Aku menjadi sangat iri.” Jawabnya lagi lirih. Siapa yang tak iri akan tuannya dan gadisnya yang begitu dicintai? Tak ada yang tau bagaimana rupa gadis sang tuan. Mereka hanya tau jika rupa gadis tuan mereka buruk rupa bagaikan rumor katakan. Ia sedari kecil mengenakan cadar sebagaimana ibu mereka. Ia terlihat sangat tertutup, bahkan bajunyapun tak ada yang memperlihatkan kulitnya. Sungguh ia wanita yang misterius.
“Ku harap tuan bisa menemukan gadisnya.”Ujar pelayan sedih dan diangguki oleh temannya. Mereka menjadi sangat khawatir akan keadaan Liong. Dua minggu tak makan dan minum, tak berhenti mencari Lingling.
“Jika begini terus tuan bisa sakit. Ia terlalu banyak mengenakan sihir dan juga tenaga dalamnya. Aku takut dia sakit.”Ujarnya lagi lirih. Meskipun dewa dan kuat siapapun akan sakit jika dipaksakan begini. Tenaga yang dikuras habis hingga tiada bersisa. Sungguh Liong yang bodoh.
Yak berselang lama bola cermin Liong pecah karena Liong yang tak mampu mengendaikan emosinya itu. Ia menghela nafas. mata abu-abunya menjadi merah membuat ia sangat menyeramkan. Ia marah.
Sudah berhari hari mencari pujaan hati namun tetap tak menemukan nya. Dimana ia berada?
...----------------...
Dilain sisi sosok yang dicari sedang tidur.. bibir tipisnya selalu bergumam nama sosok yang ia cintai.”Liong.. Liong..” Ia merasa dirinya dipanggil, ia sangat merindukan sosok itu hingga terbawa mimpi. Tak tau jika dirinya ditatap oleh seseorang dari sampingnya.
Kakinya mdnekati Lingling. Tak suka nama itu terucap terus hingga telinganya pangar. Ia melangkah dan mengambil air dibrangkar dan..
Byur....”Ahhhh Liong..!” Teriak Lingling kaget. Nafasnya tercekat pun ia hidup sedalamnya. Hingga tak sadar air memasuki hidungnya. Sangat perih. Sungguh..!!!!
Ia menatap sang pelaku tajam lalu memejamkan matanya. “Apa-apaan Andes..!!! apa yang kau lakukan..!!!!”Teriak Lingling tak suka. ia tak suka tidurnya diganggu dan sekarang ia dibangunkan secara tak manusiawi. Sungguh ia ingin membunuh Andes
Andes disana menatap Lingling tak suka.”Kau yang selalu berteriak tidur. Apakah tidurmu selalu berprilaku buruk? Kau menggangu telingaku kau tau?”Tanya Andes disana sinis. Ia tak akan jujur bukan jika ia tak suka Lingling menyebutkan nama lelaki lain?
Lingling disana menatapnya dengan linglung.”Iyakah? memang aku mengatakan apa? Aku tidur tidak mengelindur yah. aku bahkan tidak merasa jika tidur dalam keadaan bicara, kau fitnah..!” Pekiknya tak terima. Ia cantik mana mungkin ngelindur? Eh tapikan ngelindur bukan ditandang darii jhelek dan cantiknya si.
“Hey mana ada yang tidur sadar jika ia ngelindur...!" Ujar Andes kesal dan Lingling pun disana diam.
__ADS_1
"lagian Kau selalu bilang. Andes aku menyayangimu. Andes aku mencintaimu. Andes aku menyukaimu.”Ujar Andes disana. Andes bahkan kaget dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya. Ahhh bahkan ia tak sadar ucapannya yang berkata sedemikian dan wajahnya yang mengejek. Hey siapa yang mengendalikannya?
Lingling mendelik.”Mana mungkin. Kau menipuku he..?!!” Teriak Lingling. Andes mengangkat bahu acuh dan.” Untuk apa? Menipumu tak ada gunanya, kau tak punya uang untukku palaki. Bahkan kau menjadi beban hidupku saat ini.”Ujarnya mendesis.
“Iya juga.”Gumam Lingling disana membuat Andes terkekeh geli. Wajah Lingling terlihat menggemaskan dan polos.
"Tapi aku memang menyukaimu. Akhh kau memang sarang uangku Andes.. sini peluk dulu.”Ujar Lingling melentangkan tangan hendak memeluk Andes.
Andes melihatnya mendelik dan menghindar dan Bugh.. auuu. Lingling jatuh dari atas kasur menuju lantai akibat pelukannya tak disambut. “Andesss..!!!” Teriak Lingling. Ia pastikan saat ini kepalanya akan bengkak besar.!!
"Siapa suruh asal peluk. Kau pikir aku lelaki murahan.”Gumamnya berdecih meski tak mampu memungkiri jika ia sedang kasihan menatap Lingling. Nampak Lingling yang jatuh memegang kepalanya. Sungguh lutut, kepala dan juga sikunya sangat sakit. Ia memegang kepalanya erat sungguh sakit ini. Tapi egonya lebih besar.
Ia tak menjawab Andes sibuk memeluk kepalanya yang sakot berusaha meredam sakit kepalanya. Andes takut peduli ia pikir Lingling pura-pura. Lingling menghela nafas dan mengusap hidungnmya yang terasa basah yang ternyata darah. Ia menghela nafas dan mendongak.
Andes tertegun melihat wajah Lingling. Keningnya bengkak dan hidung yang berdarah.” Ka-kau ti—“
“Tidak usah sok peduli.. mati saja kau.”Teriak Lingling lalu mencoba bangkit meski sakit ia memilih menuju kekamar mandi menyisahkan Andes yang terdiam kaku.
Apakah ia sangat jahat membuat Lingling terluka dan berdarah? Apa yang harus ia lakukan? Meminta maaf? Tapi ia terlalu gengsi. Namun iakan salah?
Dilain sisi Lingling memaki Andes yang menolak pelukannnya hingga ia terluka. Namun matanya menyendu dikalah ingat seseorang.”Liong aku merindukanmu.” Hidungnya masih berdarah membuat ia disana terdiam, tak ada niat membersihkannya. Ia memilih menangis dengan diam merindukan sosok yang ia sayangi. Didunianya dulu tak ada yang berani menolaknya untuk dipeluk dan tak pernah ada yang menyakitinya. Andai Liong tau ia terluka gara-gara Andes. Sudah Lingling pastikan nanti sore Andes tak akan mampu menikmati udara lagi.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel "Bukan Pangeran " yah...!