
Lingling disana pun panik melihatnya.. apa lagi dikalah Vuang yang ingin ditusuki mengenkan pisau dibagian mulutnya.. Tanpa sadar Lingling mengeluarkan ilmu anginya dan..
Fiyuuu... aghh.. buarghh.. langkah kaki Andes dan lainya terhenti dikalah sosok penjaga yang mau menusuk tengorokanya Vuang itu terpental dan terbanting. Bahkan kursi-kursi yang ada disanapun melayang dan hancur berkeping keeping. Lingling memukul kepalanya, ia ceroboh..!!
“Siapa itu?!!” Tanya dari Grace disana dengan membentak serta mereka segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing untuk bersiap-siap melawan yang menyerang mereka. Mereka segera membuat lingkaran dan juga bangkit akan kejatuhan mereka.
Lingling segera bersembunyi dan juga mencari apapun yang ada disana untuk menutupi wajahnya. Disana ada banyak senjata dan juga apapun itu hingga matanya tertuju pada topeng perak yang cantik diujung ruangan, tepat diatas pintu, disana juga ada jubah merah yang sekiranya satu pasang dengan perak merah yang ada disana. Ia ingin mengambilnya namun ia tak tau caranya.
Wulan dan Vuang disana ikut kaget dibuatnya. Mereka slaing tatap tak tau harus bilang apa, sebab mereka sendiri tak tau.
“’ Hantu? Apakah itu Hantu?”Tanya Fiko disana kepada Andes dengan takutnya. “Hantu yah tidak ada orang lain selain kita disini yah.”Ujarnya panic.
“KELUAR YUK.. SIAPA TAU ITU HANTU YANG PERNAH KITA BUNUH JASADNYA DISINI.”Ujar Fiko membentak panic.
Andes disana tak percaya akan hal begituan, ia tetap mengawasi diskeiutar hinga ia melihat siluet yang diatas pelapon itu sedikit terlihat. Ia menyengir disana hingga ia mengode kepada siapaun disana untuk diam.
Andes mengambil pistolnya dan mengarahkan kepada pelapon yang ada disana. Door.. ia menembaknya. Vuang kaget bukan main disana, hingga tetesan darah jatuh yang mereka lihat.”siapa itu?”Tanya andes membentak lagi.
Sedangkan Lingling? Ia sudah berada diujung ruangan dan mengambil topeng perak berwarna merah keperakan dan jubbah merahnya itu. Sedangkan siluet memang ia tinggalkan dan ia letakkan ilmu jiwa yang artinya disana jika terkena sesuatu akan seperti jiwa yang memiliki fisik. Akan terluka namun nyatanya itu hanya halusinasi. Itu hanya jebakan.
__ADS_1
Lingling menghempaskan barang didepanya Andes lagi hingga menghampiri dan menghantam Andes, andes tak semuda itu untuk dikalahkan.
Lihatlah Brak.. andes segera menerjang nya hingga hancur berkeping keping hingga suara itu memekakan telinga. Lingling kembali berulah. Ia membuka pintu itu dan Brak.. semuanya terdiam.
“Kejar dia sampai ketemu..!!” Teriak Fiko segera dan dibantu yang lain. Hanya Andes yang diam ditempat menatapnya, ia tak bisa melihatnya. Itu seperti bukan manusia, jika manusia tidak akan secepat itu dan juga tak akan segesit itu untuk naik dan manjat. Tapi ia tak juga setuju jika itu adalah jin atau hantu. Sbeab ia tak percaya jika didunia ini ada hantu. Baginya itu hanyalah pembodohan pada pikiran manusia.
Manusia yang dikejar? Dia sudah masuk kekamarnya malah dengan nafas yang naik turun, kalian tau? Ia tak mengenakan baju akibat bajunya ia tinggalkan. Untung ada baju dalam yang menutupi tubuhnya. Ia menghela nafas dalam dan menatap apa yang ia ambil tadi dan menyembunyikannya.
Vuang dan Wulan? Mereka saling tatap dan menatap Andes. Andes menatap mereka tajam dan berkata.”Kalian kali ini selamat, tapi entah jika besok atau lusa. “Ujar Andes disana dengan tajam membuat keduanya hanya diam saja,
Andes menyaku tangannya dan berjalan Cooll. Mencari yang mengejar sosok misteris itu, namun sepertinya tak ada yang mendapatkan informasi dan apapun yang ada. Mereka hanya lari dengan kesia-siaan. Tak apa, yang penting mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik bukan?
Ia duduk didekat Lingling menghela nafas. “ Sebenarnya aku masih tak percaya sama kau. Tapi kau terlalu polos untuk ku tuduh.”Gumamnya mengusap kepala Lingling. Ia menarik selimut yang ada dikaki Lingling dan menaruhnya hingga kelehernya Lingling.” Good nigt wanita polos.”Gumamnya tersenyum dan meningalkan Lingling yang tertidur.
Saat Andes keluar Lingling membuka satu matanya dan mengusap air liurnya. Ia menghela nafas legah dan memeluk selimutnya. Ia membalikan tubuhnya menatap awing-awang.”Dia itu penjahat tapi kok baik yah? Jadi tidak tega untuk membunuh atau melawannnya. Secarakan orang baik tidak boleh dibunuh atau dijahati.”Gumamnya Lingling disana polos.
“Au akhh pusing.”Gumamnya memilih tidur saja. Yah tadi ia hanya pura-pura saja tidur. Ia pura-pura karena ia tau jika ia pasti akan diperiksa oleh Andes. Ia tak mau dicurigai membuat ektingnya senatural mungkin. Hingga ia sengaja membuat dirinya ngeces dan terlihat buruk dimatanya Andes.
Pagi yang cerah untuk memulai hidup. Namun Lingling tak juga bangun, ia masih bergelung diselimut sebagaimana kebiasanya yang ada sebelumnya, disini selimutnya sangat tebal dan juga sangat nikmnat, sangat bagus dan empuk membuat siapapun tak akan tega meninggalkanya sendirian haha. Ini adalah puisi bagi manusia renbahan guys.
__ADS_1
Mata Lingling mengerkab melihat sekeliling., ia kembali kedunianya membuat ia melompat.”Aku kembali?”Gumamnya disana terkekeh melompat.”Yahh... aku kembali yehh..!!” Teriaknya disana bahagia dn melihat sekeliling. Ia benar-benar ada.. tapi.. kok ada sosok lain yang bentuknya sama denganya disini. Matanya membulat. Bahkan sosok itu bermain dengan para kakaknya dan sahabat-sahabatnya. Ia segera berlari menghampiri mereka.
“Hyaaa... He’Gege.. Qi’Gege.. aku pulang. Kalian tidak rindu kah?!!” Tanyanya berteriak.
Namun sosok yang ia panggil tak menyahut. Ia malah sibuk dengan tulisan dan juga banyak hal disana. Ia disana menatap nanar hingga menatap Leqi.” He Ca Leqi. Aku pulang Leoni.. aku pulang.. Kenzo.. Kenzi... Wolly” Teriaknya nanar..”Ibunda.. ayahannda... kakek kakek tua. Kakek jahat aku pulang hiaa.... aku pulang..!!” Teriaknya disana tak terima namun tak ada yang mampu melihatnya disana. Ia melambaiakkan tangan panic
”Dia siapa?!!” Tnayanya disana menatap sosok yang dimanjakan disana. Malah disuapi dan juga dimanja.” Kya.. kakak.. bunda, ayah. Kakek, teman itu bukan aku.. singkirkan dia cepat..! dia penyusup.”Teriaknya tak terima. Ia mendorong sosok yang mirip denganya namun sayangnya ia malah terjatuh dan terjungkal akibat ia tembus.
Ia Nampak tambah nanar disana. Ia tak bisa menyentu siapa-siapa. Ia menyentu tubuhnya dan menatap semua orang. Semuanya menatapnya tajam membuat ia tersenyum bodoh, namun setelahnya mereka tertawa melihatnya begitu membuat ia disana diam..”Hahaha..” Semua keluarga menertawakanya hingga ia takut. Ia dikerumbungi.
“Kya.... tolong..!” Teriak Lingling kuat karena disana sangat mengagetkan dan menyeramkan baginya. Namun suara mereka tertawa menjadi jadi hinga gendnag telinganya sakit. “Bunuh dia.. bunuh.. bunuuh. Dia anak nakal dan malas. Dia bukan Lingling. Dia penyuysup.”Ujarnya sang kakek Alex.
“Aku tidak nakal, dan aku bukan penyusup. Aku Ling er. Tolong.. tolong aku akhh. Aku tidak nakal jangan bunuh aku tolong akhh. Aku sayang kalian jangan pukul..!” Teriak Lingling menangis sesegukan karena keluarganya sudah siap ingin membunuhnya.
“Lingling bangun..!!!!”
.
.
__ADS_1
... Hy guys. Lingling Comeback.. Jika kalian banyak lile,komsn san vote aku akan lanjugin secara rutin... doain yah biar aku bisa......