
Hallo semua. Lingling comeback hoho... Maaf yah aku baru up, kalian taulah yah kenapa aku baru Up lagi, yahpp.. kemarin aku namatin novel yang satunya lagi...
loh kak bukannya udah satu minggu yang lalu???
Iya memang.. kemarin kemarin aku hiautis dulu sebab masih capek hoho... dan lagi kabar pentingnya aku tu udah semester 7sekarang, yahhhh gimana yah ngomongnya. Kalo aku kasih taus edikoit bukan karena kaku sombong atau ngeluh, gimana yah...
Sekarang lagi sibuk-sibuknya, kemarin disibukan PPL, KKN, sekarang disibukkan sama tugas, dan yang terakhir tu skripsi, aku udah mulai harus cari buku, judul, semprop, bimbingan, revisi dlll.. semoga kalian paham aku yah sayang-sayangnya aku..
doain biar aku welalu sehat terus dan cepat selesai kulianya. Biar nggak jadi beban lagi, bisa cari duit sendiri hohoooo.. buat kalian yang masih sekolqh semangat terus yah..!!! Dan bat yang udah kerja dan menikah aku Cuma mau ngasih tau kalo kalian hebat.. hehe.. iya kalian hebat banget.
Back tooo novel oke..
“Jadi kalian ngak ada hubungan apa-apa?”Tanya Mike menyelidiki.
Andes berdehem menjawab.”Tapi yang dibilang Grace dan Fiko? Terus tadi loe gendong dan masukin kamar. Des kita paling tau loe itu siapa dan bagaimana.. bagaimana bisa dia yang bukan siapa-siapa loe bisa disuruh masuk kkekamar. Ruangan rahasia terbesar loe.”Ujarnya disana tak percaya.
“Ini alasan gue ngak mau bicara jujur sama kalian, ngapain bicara jujur kan kalo enggak dipercaya?”Tanyanya Andes tajam. membuat semua bungkam..Keyna menghela nafas disana mengusap perutnya yang sudah hampir membuncit. Matanya mnelirik yang lain dan juga Andes.
Bukannya Keyna tak mempercayai Andes, tetapi jika melihat Andes menggendong sosok tadi saja sudah membuat ia tak percaya, andes tak pernah menyentuh wanita manapun kecuali dirinya. Bahkan dulu pernah ada wanita yang jatuh didepan Andes dengan penuh darah sosok itu malah diam saja dan menelpon ambulan. Secuek itu emang.. dan apa yang ia bilang kalian tahu? Ia selalu menjawab begini.
... ‘Wanita itu memiliki hati yang lemah, di baiki sedikit saja kadang mampu membuat ia jatuh hati dan memberikan hatinya tanpa memikirkan qosequensinya..’...
Malam berlalu begitu saja. Andes memilih tidur dikamarnya dan semua anak geng galaksi yang lainnya tidur dikamar masing-masing. Dimana Keyna? Ia pulang dijemput suaminya yang posesif nauzubillah, masalah semalam? Belum selesai sebab Andes tak ingin bilang juga jika Ling-Ling adalah seorang perempuan, entah kenapa ada sisi lain dihatinya yang enggan mengatakan hal tersebut, tapi mungkin nanti...
Huaam.... Lingling menguap lebar, sangat lebar dan segera mengusap pipinya yang basah. Ia ngiler membuat ia mengernyit iuuuu.. namun setelahnya ia bangkit menatap kesembarang arah. Kok dia disini? “Ini dimana? Bukannya kemarin didalam perut burung?”Gumamnya. akhh iya pesawat tetap menjadi burung bagi Lingling.
Kakinya melangkah keluar dari kamar yang bernuansa gelap alias hitam itu. Ia disana melirik kekanan dan kekiri. Ia mengusap tengkuknya yang merinding.”Sumpah ini rumah apa tempat penyembah iblis si?”Gumamnya aneh. Sebab rumah ini berwarna merah dan hitam, kebanyakan tempat juga dihiasi dengan lampu kuning membuat ia Nampak seperti tempat penyembahan iblis. Ia turun lagi kebawah dan berjalan dengan rasa penasarannya. Sungguh rumah ini bagaikan istana bagi Lingling.
"Sepertinya Andes adalah bangsawan." Gumam Lingling melihat rumah yang Sangat besar hingga ia disana menemukan satu pintu ruangan yang kelihatan sangat besar dan juga cantik.
“Ini pasti pintu keluar.”Gumam Lingling lalu segera membukanya tanpa curiga sedikitpun. Namun tak berselang lama..
A arhkkk.. Lingling dikagetkan ketika tempat pijakan kaki itu malah terlepas bagaikan memang disengaja. Ia jatuh dengan merosot bak diperosoan d ia berteriak keras hingga tak lagi bernafas dan
__ADS_1
plum...
Ia disana dikagetkan dengan tubuhnya yang memasuki satu tempat yang berisikan air... warna air itu hijau dengan cairan menjijikan, Lingling segera menaik keatas dan mengusap wajahnya mencari oksigen.. matanya yang buram segera terbuka dan menatap sekeliling... ia disana terdiam sesaat.”Kyaaqqa,,,” Ia kaget ketika ada banyak buaya yang mendekatinya dengan ukuran besar
Ditempat lain, dimeja makan ada empat sosok dikagetkan dengan suara teriakan itu, terutama Andes.”Suara apa tu Des?” Tanya Mike kepada Andes yang baru saja ingin mengunyah makanannya dihadapannya itu.
“Jangan-jangan pasangan Gay loe des... rumah loe kan banyak jebakan..”Ujar Alex disana dengan melotot membuat kursi Andes berdecit akibat gesekan keras oleh Andes. Langklah lebar Andes membuat mereka tercengang disana. Andes bagaikan kesurupan disana menuju tempat teriakan itu.
Mike dan lainnya saling lirik..” Itu Andes?”Gumamnya Mike tak percaya. Andes manusia paling tenang yang ia kenal. Bahkan ketika pistol dikepala saja ia masih sempat tersenyum dan juga tak panik sedikitpun. Tapi tadi?
“Nanti aja mikirnya. Andes dalam bahaya... takutnya dia nekat.,”Ujar Alex disana membuat Mike disana mengangguk. Nathan? Ia yang sedari tadi diam mengangguk mengiyakan memilih menuju tempa yang mereka tujui.
Andes disana meloncat menuju ruangan yang ia cari, pertama ruang singa nya, tak ada siapapun, singa disana masih tenang tanpa gangguan, sekali lagi keruangan serigalanya tetapi ruangan itu tetap gelap dan tidak ada apapun. ia disana merasa cemas ditengah wajah dinginnya. Jika begini ia tak akan menemui Lingling bukan? Dirumah ini ada banyak sekali jebakan asal ia ingat kan hingga ia mendengar suara cipratan air.....
Buaya..
Ia segera berlari dan membuka ruangan itu dengan sidik jarinya.. dan...
Brak..... ketika ia membuka ruangan itu seketika ruangan yang tadinya gelap menjadi terang, atap nya terbuka menampilkan ruangan yang penuh dengan buaya itu.. mata Andes menelisik setiap tempat yang ada disana mencari Lingling. Matanya hampir keluar melihat seseorang,
Nampak wajah Lingling sangat tertekan disana dengan kepingan ini membuat ia tak bisa keluar barang seincipun.. lingling mendorng alah satu buaya yang menjilati matanya.”Sana iww.... aku mau keluar.. ini bauk.”Teriak Lingling tak terima tetapi malah makin jadi dijilati.
“Apa-apaan ini Lingling?”Tanya Andes mendekati Lingling, ia dipinggir kolam itupun membuat Lingling menatapnya dengan keadaan yang sangat menydihkan.
andes disana mundur akibat bauhnya air membuat perutnya terasa dikocok.. lalu tak berselang lama ia disusul oleh beberapa lelaki lain yang tidak Lingling kenal. Mereka cengo melihat Lingling ditengah danau yang tidak dimakan buaya. Bagaimana bisa?
“ Di-dia tidak dimakan buaya? Kenapa dia berenang disana?”Tanya Nathan bodoh menatapnya. Ia melirik buaya lain dan menghitungnya. Satu dua.. tiga... akhhh ini jumlahnya lebih dari 10 ekor.
Lingling disana menghela nafas lalu mengusap kepala buaya yang didekatnya mengalah.” Sudah yah. aku mau keluar nanti kita main lagi, aku mau makan, nanti aku mati bagaimana?”Tanyanya. barulah buaya disana menipis dan memberinya jalan untuk keluar.
Kok bisa? padahal sedari tadi ia menyuruh mereka menyingkir, apa karena sudah terang?. Akh kalian tidak lupakan jika Lingling Putri penakluk semua hewan?
Itu mampu membuat semua lelaki disana cengo dan juga menelan saliva kering. Bagaimana bisa ia bicara dengan hewan buas seenak itu? Anda saja merea yang disana, sudah pasti tak berbentuk lagi. ini apa? Bahkan mereka tak sadar ketika Lingling keluar dari air dan menendang satu buaya yang ingin mengigit kaki Mike.
__ADS_1
Mike kaget dibuatnya. Lingling disana mendengus dan juga menatap buaya yang ia tending itu dengan tajam,.”Jangan memakan siapapun dihadapanku paham?”Tanyanya. dan buaya itupun pergi dari sana dengan mata yang menyayu. Lingling disana pun mengusap wajahnya.
Uweekk.. ia ingin muntah dibuatnya dengan aroma tubuhnya yang iw..
“Andes aku mau mandi... bauk ueekk..... bagaimana bisa kau menyimpan hewan-hewan ini didalam rumah? Apa kau mau membunuhku he?”Tanya Lingling disana merocos tak suka menatap Andes yang dari tadi diam tak menanggapinya.
“Hey...!!! turunkan suaramu..!! beraninya kau berteriak didepan atasanmu..!” Teriak Nathan disana tak suka. lingling menatap Nathan mendelik lalu tersenyum miring membuat Nathan disana terdiam.. Ling-Ling disana berkata tipis.
Andes disana mendengarnya pun segera membuka jasnya dan menutupi tubuh depan Lingling yang hampir menunjukan dadanya.lalu menariknya pelan menuju pintu.
Nathan dan lainnya terdiam disana meliriknya. Wajah lelaki itu tidak tampan, bahkan ada banyak bekas jerawat memenuhi wajahnya, pendek dan kurus. Bagaimana bisa Andes menyukai dia? Dan memilih menjadi gay sedangkan ada banyak wanita body gold diluar sana mengejarnya.
“Andes gila..!!!!” Gumam Mike.
“Tapi lelaki itu aneh.. “Gumam Alex meliriknya disana.
“Dan Andes lebih aneh.”Ujar Mike lalu pergi.
Tanpa sadar dihadapannya ada buaya dan.
Bugh.... aauu.. semua kaget ketika itu..
"Mike...!!!"
Huaaahhahaha. Semua tertawa keras melihatnya, Mike jatuh mamun terdiam ketika tqu Mike terganjal tubuh buaya yang dihadapanya sangat besar. Mereka mundur ketika ingat ini ruang buaya.
Sampai pada semuanya disana kaget ketika buaya itu hanya pergi tanpa menggangu mereka. Ini ane bukan? Lalu mereka saling tatap dan menatap buaya sekitar yang bahkan tak ada yang mendekati mereka. Otak pintar mereka pun segera mencerna apa yang terjadi.
" Apa Karena lelaki itu pawang buaya Andes menyukainya????" gumam Mike polos.
.
.
__ADS_1
Jan lupa like dan komen yah...,!