
Dibagian selatan dimana markas banyaknya tentara yan jumlahnya bahkan lebih dari lima ratus orang itu sudah berkumpul dengan tertib, menyiapkan sarapan semua pasukan untuk maju dna menyerang. Mereka membersihkan semua sisa makanan serta persiapan yang tersisa disana untuk menyimpannya atau mereka buang. Tak ada yang tidka maju karena mereka masih belum tau apa isi dari yang sedang mereka incar saat ini.
Nafasnya nya Jo terdengar pelan merasa rindu pada Eliza, ia yang paling menyayangi Eliza, ia yang selalu ada. Ia juga yang sudah mengangap Eliza adiknya sendiri, memang tidak ada perasaan dirinya pada Eliza. Hanya sebatas adik dan kakak.
Diawali dengan rasa kasihan dikarenakan Eliza yang selalu dilupakan dan dikucilkan oleh keluarganya. Iya diawali hanya itu. lalu berakhir dengan dirinya yang mengetahui banyak hal akan Eliza. Eliza itu gadis yang memang bodoh, tidak mudah memahami apapun bisa dikatakan lamban untuk berfikir. Tapi dia bukan manusia yang istimewa, Tapi memang otaknya yang berpikir lamban, jadi ketika dirinya diajarkan suatu hal ia tidak akan mudah untuk memahaminya.
Dan lagi dia gadis yang sangat polos, ketika orang lain membicarakan suatu hal dia akan sangat mudah untuk percaya. Bahkan bisa dikatakan ia itu ciri-ciri orang yang langkah bagi Jo, dia bahkan tidak tau apa itu cuman, apa itu yang berbauh hal yang bersama lelaki dan perempuan, tetapi dia tau jika dia mencintai Chun. awalnya Jo tidak mengerti mengapa Eliza bisa menyimpulkan jika Eliza itu mencintai Chun tetapi Eliza kekeh mengatakan mencintai Chun hanya karena Chun lelaki tertampan yang ia lihat dan ada rasa senang dan bahagia melihatnya.
Berkali-kali Jo mengatakan jika itu bukan cinta melainkan hanya suka atau lebih kepada terpesona, tetapi dia yang polos tidak mau mendengarkannya dan kekeh akan apa yang ia simpulkan, lantas Jo harus apa selain hanya pasrah menatap Eliza yang selalu didorong mundur bahkan dipukul dan dimaki oleh Chun? ia saksi yang tidak bisu dimana melihat Eliza yang menangis setiap malam karena orang tuanya memojokkannya dan Chun yang menolaknya.
“Jo kau kenapa melamun terus? Kau lihat hari sudah pukul 8 malam dan kita harus bersiap cepat..!!” Sekarang mereka dalam perjalanan menuju ruang dan tempat utama Wulan dna lain-lain sedangkan Jo hanya melamun sepanjang jalan karena mengingat Eliza.,
Jo yang dikagetkan pun hanya menghela nafas menggeleng.”Ayo cepat. Jam 8 malam sudah sangat dekat dengan jam 12 malam.” Ia melangkah lagi semangat. Berkali-kali mereka mendapatkan halangan dan rintangan sepanjang jalan seharian ini, ada banyak binatang buas dan juga perangkap yang mematikan, dari mereka bahkan sudah banyak habis lebih drai lima pilihan orang. Jadilah mereka menggunakan akal cerdik yakni menggunakan Dogi sebagai penunjuk jalan. Sang anjing pinter milik Eliza. Jo tersenyum sinis mengingatnya. Berakhir milik Eliza juga kan digunakan untuk menyelamatkan mereka disana?
Lalu ia menghela nafas melangkah. Semenjak Dogi memimpin tidak lagi ada yang terkena jebakan mungkin karena insting dari sang anjing lebih besar, lalu ada juga tiga anjing lain yang membantu mereka untuk melihat jalan. Beberapa menggunakan senter yang teramat terang untuk jalanan. Semuanya lelah karena perjalanan jauh tapi dibantai habis salam satu malam. Semoga saja jam 12 malam mereka sudah smapai ditempat. Didepan sekali ada Jendral You dan jendral Liu yang tak lain adalah jendral luar,, ada juga jendral Gong dan beberapa lagi yang memimpin pasukan. Pikirannya tak lain berisikan anak-anaknya. You memiliki anak laki-laki tetapi tidak ikut karena bertugas diperbatasan lain.
Didunia lain dimana Eliza sekarang? ia sedang menguap dihutan luar mansion, ia mencari makanan dan membakarnya di tengah ladang, ia juga mengambil beberapa buah-buahan untuk ia makan mentah. ia menghela nafas menatap ayam hutan yang ia bakar.”Hmm ini terlihat sangat lezat.”Gumamnya. ia tak tau sekarang jam berapa tapi yang ia tau ia lapar setelah mencari Wulan dan Vuang dimana-mana tapi tidak ketemu. Apalagi disini sangat luas. Huu ia lelah sekali.
Saat makan buah sembari membolak-balikkan ayamnya ia bersenandung pelan dengan bernyanyi-nyanyi tidak jelas, sampai pada ia melihat ada batang pohon yang bergeser-geser ia menjadi mengernyit melihatnya. Ia mengambil kayu yang terbakar api dan...
__ADS_1
BUgh. Tak segan ia melemparkannya dengan kayu tapa takut. “Kalo hantu yang liatin aja kalo binatang yah tinggal bunuh.” itulah yang ia pegang dalam hidup. Hidup seperti Lingling, tidak perlu ada yang ditakutkan dengan makhluk hidup oke.
Disisi lain yang dilempar oleh Lingling itu berhenti, lalu tak berselang lama mereka keluar. Lingling menyipitkan matanya tertegun.” Eliza..!!” Lingling kaget sampai berhenti mengunyah dan menjatuhkan buah ditangannya.
Ia menatap siapa yang memanggil, ia bangkit.”Kakak..~” Panggilnya segera memeluk sang empu. Tubuh Wulan sangat ringkih saat ini. Jauh lebih kurus dan menghitam.
Hiks hiks. Tangis Wulan pecah disana,, yah itu Wulan dan Vuang yang bersembunyi. Mereka tadinya tak tau itu Lingling, mereka pikir adalah penjaga disekitar sini, jadinya mereka selalu bersembunyi tak mau keluar, tetapi mencium bau makanan mereka sangat lapar seharian belum makan ingin sekali keluar tetapi ditahan oleh rasa dan takut. Mereka tetap diam tetapi mendengar suara menyanyi dan bersenandung membuat mereka tertegun. mereka mengenal suara itu dan benar saja. Itu suara Seseorang yang mereka kenal yang tak lain adalah Lingling. Jadilah Vuang dan Wulan keluar dari sangkar mereka.
Hiks hiks. Wulan memeluk sang adiknya lirih dan Vuang yang memeluk Lingling dalam diam namun ia menangis. Lingling yang dipeluk erat keduanya menghela nafas, ‘maafkan aku yang tidak bisa melakukan apapun untuk membantu kalian selama disini,, maafkan aku’” Lingling sangat tau apa yang mereka lewatkan disini, bahkan beberapa kali Keyna menunjukan video keduanya disini disiksa batin oleh orang-orang. Ia hanya diam bukan karena tidak bisa membantah atau apapun, tetapi memang salah Vuang dan Wulan yang berani mengusik mereka. Ia hanya mampu minta maaf lewat batinnya saja.
Wulan menangis sesegukan disana “Maafkan kakak hua hiks hiks. Maaf kan kami. Kami sudah melanggar apa yang kau suruh.”Wulan mengusap air matanya dan menatap Lingling sendu. Lingling disana menepuk pundaknya dan juga Vuang. Vuang diam menghirup aroma tubuh Lingling yang menenangkan meski sedikit bau asap dan masam hehe. Tapi ia menyukainya ini terasa sangat nyaman dan hangat.
Lingling mengusap kepala Wulan.”Tidak apa, mari duduk dan makan, kalian pasti lapar kan. tenangkan diri kalian.”Ujarnya membawa Wulan dna Vuang duduk. Vuang mengusap air matanya pelan lalu duduk disisinya Ling-Ling, ia masih memeluk Lingling pelan karena masih sangat takut. Lingling membiarkannya saja dan menghela nafas.
Wulan mengambilnya dan meminumnya. Vuang pun ikut meminumnya setelah Wulan. Lingling memberikan mereka pisang untuk menambah energi memang karena pisang adalah yang paling mudah diserap oleh tubuh dan mudah dicerna dikala lemah.
Wulan memakan makannya gemetar, dihatinya sangat bersyukur ada Lingling,, ia memakan pisang gemetar karena terlalu lapar melirik Vuang yang menangis dalam diam.”Ku kira kau tidak menangis karena kau laki-laki kuat.”
Vuang melirik Wulan lalu mengusap pipinya. Iala menatap Lingling dalam.”Kenapa lama sekali Ling? Kami disini lama menunggumu sampai kami ingin bunuh diri karena mereka.”Ujarnya lirih mengabaikan Wulan, ia malu. Hatinya marah benci dan kesal tetapi lebih kepada dirinya sendiri bukan pada Lingling, dengan Lingling ia kebih kepada Rindu saja,
__ADS_1
Lingling melirik Vuang dan memakan apelnya membalikan lagi ayamnya.,”Siapa suruh keluar dari goa yang aku siapkan untuk kalian??? Kan sedari awal sudah ku bilang diluar sangat bahaya jadi menetapkan sampai aku kembali, tetapi kalian tidak mendengarkannya. Anggap saja itu hukuman karena sudah membantah dan menolak perkataan ku. Aku tidak mungkin melakukan hal itu jika bukan karena suatu hal..!!” Ujar Lingling lagi tak berekspresi yang artinya ia juga kesal kepada keduanya.
Lingling melirik Vuang yang terdiam. ”Kalian pikir diluar sana aku ngapain? Yah bantuin kalian, disana kalian hanya tidur, makan enak, pemulihan tubuh sampai kalian pulih dan mengatur strategi untuk kalian, lalu menunggu Chun mendatangi goa itu untuk berkomunikasi atau berdiskusi. Tapi apa? Kalian malah melakukan kesalahan yang fatal. Kalian malah keluar dan juga menyelusup. Asal kalian tau mereka itu iblis yang berwujud manusia. Kalian salah memilih langkah.”Ujarnya tegas. Ia kesal, ia marah. Tapi kebih kepada dirinya sendiri yang tidak bisa membantu mereka dalam masalah.
Ia angkat tangan sebab mereka yang memulai mereka masih hidup disini saja itu sudah sangat bagus.
Keduanya menunduk lirih karena takut akan Lingling. Vuang dan Wulan merasa sangat bersalah kepada Lingling karena sudha membantah ucapannya yang padahal untuk melindungi mereka, sekarang mereka menanggung akibat yang mereka sendiri memulainya. Siapa salah? Mereka sendiri sebab sedari awal mereka melibatkan diri bukan Lingling. Lingling sudah memberikan yang terbaik tapi mereka malah mau sok-sokan jadi pahlawan.
“Maaf.” Wulan dan juga Vuang bergumam serentak nan lirih sembari menunduk menatap pisang mereka, tetapi setelahnya Vuang membuang muka lalu membuang pisang, ia membenci pisang setelah kejadian malam itu, rasanya ia teringat lagi kan.
Lingling menghela nafas juga.”Makanlah, kalian harus sehat dan kuat baru aku maafkan. “Ujarnya disana memberikan ayam bakar miliknya, Sejujurnya tidak ikhlas juga tetapi melihat mereka kelaparan ia harus berbagi, jadi ia mengambil paha kanan ayam milikinya lalu memberikan mereka bagian mereka. Ia memilih makan banyak buah saja. Syukurlah ia menyukai buah-buahan.
Keduanya menatap binar ayam yang diberi oleh Lingling dengan segera Wulan mengambilnya meski ragu.”Kau?”
Lingling menggeleng.”Aku sudah makan banyak buah jika makan banyak ayam juga pasti nanti mual.”Bohongnya. ia tidak mau saja mengatakannya. Wulan dan Vuang dengan cepat mengangguk dan memakan makanan yang Lingling beri tadi.
“Kua tau Ling. Kami sudah sangat lama tidak makan ayam atau makanan lezat.”Ujar Vuang memakan ayam itu lahap. Lingling mendengarnya sedikit kasihan,. bagaimanapun bagi Lingling aya, atau jenis makanan berdaging itu adalah surganya makanan. Lingling pecinta makanan yang berkolesterol, seperti bakso karena ibunya dulu suka bikin bakso, lalu ia suka steak, ayam atau daging bakar semua jenis daging-daging ia suka. meksi begitu dia juga tidak membenci sayur, ia suka makan sayur hanya saja tidak semua sayur contohnya bayam, ia membenci ah ralat ia tidak menyukai bayam.
Lingling menatap mereka mengejek.”Lalu kalian disini makanya apa?”Tanyanya pelan menikmati buahnya pelan.
__ADS_1
Wulan dan Vuang yang makanpun disana menatap Lingling mendengus.”Makan roti dan juga kari yang dicampur, atau kadang hanya roti yang dikasih mentega." Jawabnya Wulan pelan. Mengingat makanannya selama disini membuat ia mual, ia hanya diberi nasi dua kali dalam bulan ini padahal ia itu makan utamanya sayur. Iyalah sayur kan dia suka diet tetapi karena disini ia butuh banyak tenaga ia butuh nasi tidak lagi memikirkan badannya.
Lingling mendengarnya melirik Wulan membersihkan tangannya yang terkena air buah.”Yah biasa saja. Dulu Eliza juga makanya itu sedari kecil, bahkan Eliza makanya hanya roti kering. Ketika mau minta ayam mu kau malah menuduh dan memfitnahnya mengatakan dia suka mencuri dan juga memaksamu memberikan daging milikmu kan?”Tanyanya pelan.