Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bertemu kembali


__ADS_3

Malam ini tampak pekat akibat hujan sore tadi. Untunglah mereka memiliki Goa untuk berteduh. Jika tidak mungkin mereka sekarang sedang kedinginan dan juga membeku.. Mana mereka sama sekali tak punya baju lagi. Lien dan Chun bahkan harus tak mengenakan baju dan mengeringkanya didekat api supaya kering.. untunglah disini hangat.


Disisi lain dua sosok yang tak kalah mengenaskannya. Wajah yang biru penuh memar dan tubuh yang bergetar hebat akibat diikurung ditempat terkutuk ini. Tanpa mengenakan baju sehelai benang pun dan parahnya diberi makanan yang tak layak dimakan. Bahklan anjing sekalipun akan menolak memakanya. Lebih mirip dengan muntahan kucing.


Tapi mereka harus apa selain memakannya untuk melanjuti hidup? Dengan nafas lemah Vuang menatap Wulan yang disana melemah dengan tubuh penuh luka dan memar. Ia sangat miris saat iini. “Wulan.. kita harus keluar dari sini. Kau harus bertahan.”Gumamnya lirih.


Yah. Mereka disini memang disiksa mengenakan BmPil yang bagaikan meremuk tulangnya hingga ia tak mampu merasakan nikmatnya bernafas lagi. Tanganya mengepal dan berujar.” Akan ku balas kalian cih.”Gumamnya disana mengingat pera pembuat kejam ini..


Disisi lain sosok pemuda dengan wajah datar itu melihat sekeliling. Lahannya basah dan cukup enak untuk dihirup. Ini lading ganja yang sudah boleh dipanen.. ia bahkan duduk dibalik jerami didekatnya itu menatap kedepan. Helaan nafasnya semakin erat dikalah rasanya nyaman merasakan dinginya malam.


Bau Tanah yang sangat ia gemari.


Namun tiba-tiba pikiranya terbuyang wajah gadis buruk rupa itu. Tak sengaja ia tersenyum disana dan begumam. “Gadis bodoh..”Lirihnya.. ia mengusap kepalanya dan menatap sekeliling. Tak ada siapa-siapa disini.


“ Kemarin itu hantu atau hanya ilusi si? Tapi aku merasa itu sangat nyata.”Gumamnya lagi lirih.


Hingga ia bangkit dan berjalan. “Aku harus cari tahu. Apa yang aku lihat kemarin itu benar atau tidak. Hmm aku harus mencarinya.”Ujarnya dan melangkah.. hingga tak sengaja ia melihat sosok yang ia cari itu sedang berjalan sembari memeluk pisang satu tandan dan menggigil karena kedinginan.


Ia mengucek matanya disana menyipitkan matanya dan benar. Dia benar orangnya..!! itu membuat ia dengan cepat menghampirinya namun ia jalah cepat membuat ia mengikutinya dari belakang saja. Ia harus tau dimana sosok itu pergi.


Hingga sosok yang ia lihat itu duduk didekat sungai yang lembab dan ada api unggun disana. Ia memeluk tubuhnya sendiri dan mengambil ikan bakar yang sudah matang. Ia mengambil pisang yang sudah makan dan tersneyum.. “Hmm.. enak.. “ Ujarnya tersenyum manis tanpa beban.


Andes disana memilih menyembunyikan dirinya didekat pepohonan menatap sosok didepanya itu. Sosok itu pun sekarang Nampak menangis dan memeluk dirinya sendiri. Ia nampak sangat eksepihan.


“ Hiks hiks.. Tidak apa-apa hidup sendiri.. tidak apa-apa. Aku pasti bisa.”Ujarnya disana mengusap air mata yang jatuh sembari kembali melanjutkan makannya yang tertunda.


Hingga rasa ibah menyarang dihatinya Andes. Ia masih tertahan disana hingga sosok wanita itu tersenyum menatap ikan disisinya.. ikan yang sudah ia masak..

__ADS_1


" Aku kuat kan bisa hidup tannpa keluarga hehe. Aku kuat hiks hiks. Sampai ada hewan yang memakanku dan aju akan bahagia disyurga, aku tidak akan menderita lakukan? aku akan hidup tenang hehee”Ujarnya lagi menyedihkan.


Andes menghela nafas disana dan memilih duduk disisi perempuan itu. Sosok itu Nampak membulatkan matanya dan segera memeluk ikan bakar dan makananya.


Andes menatapnya negan alis terangkat. “ Aku tidak akan mencuri makananmu.”Ujarnya disana dingin.


Sosok itupun menatapnya dengan dengusan. “ Ini sumber kehidupanku. Jadi jangan mencuri..”Ujarnya lalu kembali makan tanpa memikirkan sosok disisinya. "Kamu nagapain disini? "Tanyanya lirih namun tak dijawab sama sekali oleh sang pemain ia hanya diam.


"Jawab ih... !""


Namun Andes tetap dia meliriknya datar. ia mendengus memilih makan dengan diam.


Disela-sela makan ia teringat pada ucapan ibunya jika tidak boleh makan didepan orang lain membuat ia mengeserkan satu ikan yang belum ia sentu. "Ehmmm.." Lingling berdeham sebentar.


Sosok Andes menatapnya dengan alis terangkat. “Makanlah.. aku tidak bisa makan jika didepan orang yang tidak makan.”Ujarnya disana melirik arah lain.


Andes memutar bola mata malas. “ Ku pikir kemarin kau hantu. Ternyata memang benar kau manusia.,”Gumamnya dalam hati.


Lingling disana menghela nafas dan memeluk lagi ikan itu dan berkata. “ Yah.. ikanya memang tidak seenak yang kau punya tapi ini cukup bagiku hehe.. namanya juga anak buangan yah kan, hehe. Memanagnya bagaimana si rasanya makan ikan yang enak? ”Ujarnya mengusap air mata yang jatuh dan memakan ikan miliknya. Nampak terisak “Aku belum pernah mencoba hehe.”Ujarnya terkekeh.


Andes terenyah disana menatapnya. Apa ia salah bicara? Lalu ia menatap ikan yang belum dimakan itu dan merebutnya. Ia memakannya membuat Lingling mengerjab menatapnya. " Itu ada tulangnya...!!! "


Namun Andes menghitaukanya dan melanjut makanan ini dengan nikmat.. Rasanya hambar... Ia bahkan tak mau memakan ini tapi ia harus apa? ia melirik Lingling, bagaimana bisa ia memakan ikan yang seperti ini? tidak dikasihi garam dan micinkah? Tapi Dimana pula ia Mengambilnya kan?


“ Jangan menangis. “ Gumamnya disana dan menghela nafas karena entah kenapa ia merasa bersalah. “Kenapa kau disini? Dan kenapa bajumu basah? Kau bisa sakit.”Ujarnya lirih disana melihat baju Lingling yang masih menetesi air hujan.


Lingling Nampak tersenyum polos dan berkata. “ Hm.. Itu.. tadikan hujan, aku kan tikam punya tepat tinggal dan bertedu selain pohon jadi yah terkena percikan. Bajuku basah hehe..”Ujarnya polos dan tersenyum disana.” Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa kok. Ini juga hangat kan ada api.”Ujarnya menunjukan api didepanya itu,

__ADS_1


Andes menatap api itu heran. Bagaimana bisa api itu hdup ditengah lembabnya keadaan. Namun ia hanya diam dan menatap Lingling yang Nampak memakan makanya hinggga ia mengusap tangannya sendiri. Nampak sangat polos. Ada rasa ibah dan juga tak percaya jika sosok ini adalah penyusup. Mana ada penyusup yang sebodoh ini?


Hingga ia membuka jaketnya dan menaruh kedekapan tubuh Lingling membuat Lingling menatapnya dengan tanda-tanya. Andes Nampak diam melihatnya dan menatap kedepan lagi. “Dingin. Kau bisa masuk angin.”Ujarnya disana.


Lingling disana tersenyum dan,


Cup.. ia kembali mencium pipi Andes membuat Andes membeku.


“Hehe... biasanya temanku jika berbuat baik selalu minta dicium untuk balasanya. Kitakan teman, jadi itu balasan karena kau baik.”Ujarmya disana membuat sosok yang ia cium tertegun dengan mata yang berkedip. Tanpa Andes sadari jika Lingling disana tersneyum puas.


“Siapa temanmu? Laki-laki? Kau tidak boleh begitu dengan kawan jenismu.”Ujarnya disana gugup. Entah kenapa ada desiran hangat dan aliran darahnya memanas ditengah dinginnya malam ini. Sosok didepannya itu mampu membuat ia gugup.


Lingling menganguk. “Hm..”Ujarnya disana lalu mendekati tangan Andes dan menggenggamnya."Aku tak punya apa apa untuk membalas kebaikan orang lain. Jadi itu tanda rasa sayangnya dan terimakasih ku pada orang yang ku sayang. "


Orang yang ku sayang? Kok Andes semang ya?


” Sini. Kau masuk angin nanti... Ayo sini aku hangatkan dial api unggun.”Ujarnya mengusapnya. Dan dengan polosnya mengusap pipi Andes.


Andes mau menolak namun jiwanya tertahan disana merasa hangat dihatinya. Hingga Lingling disana kembali mengusap punggung tangannya karena memang dingin. ” Setelah ini kau mau kemana?”Tanya Andes.


Lingling menatapnya dengan jarak dekat. Bahgkan hidung mereka hanya berjarak beberapa centi saja. “Hm.. Mungkin mencari jalan untuk keluar. Aku tidak tau ini dimana. Entahlah. Entah bisa keluar atau tidak. Sebab disini banyak binatang buas dan jebakan. Aku bahkan kemarin hamper tertangkap.”Ujarnya menunjukan kakinya yang berdarah dan dibalut kain.


Andes menahan nafas dibuatnya. Kaki Lingling bahkan dililut dengan bajunya yang ia sobek.. ia nampak khawatir. "Itu itu dalam? itu bisa terinfeksi, kau bisa kati bodoh...!!! "Ujarnya hampir meledak melihat wajah Lingling yang masih polos dan bodoh.


“Tidak apa-apa. Jikapun aku mati aku bahagia. Setidaknya aku tidak sengsara lagi didunia ini, dan aku tidak sendirian lagi. ”Ujarnya Lingling polos lagi sembari mengusap tangan Anmdes.


Andes mendengarnya pun langsung memeluknya. Lingling disana tertegun merasakan Andes mengusap kepalanya sendu meksi dingin. Entah rasanya Andes tak suka ucapan itu. “ Jangan bicara begitu. Kata kata adalah doa. .” Tanyanya disana dengan nanar.

__ADS_1


.


.... Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys... ...


__ADS_2