Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Tak harus


__ADS_3

Sedangkan sosok lingling disana menahan amarahnya. Jadi dia alasanya ia terlempar didunia yang menyengsarakan ini??? dan apa katanya tadi? Ibunya yang mengambil setengah jiwa atas perjanjianya dengan dia? Wahh ibunya hebat..!! panutannya sungguh licik. Jadi ibunya sudah tau dia disini???? Lalu kenapa ibunya tidak mengembalikanya kedunianya???


Jadi bulan Liong yang mengirimnya didunia ini? Owhhhh tunanganku maafkan aku..!


Sosok dihadapinya yang menatap wajah Lingling itupun mecekik lehernya Lingling kuat, namun belum sampai ia mencekik disana Lingling sudah mengibaskan tanganya dan berbalik kelain arah hingga ia hanya mencekik angin. Lingling membuka matanya dan menatap sang empu.”Halooo kakek Tua bangkaa. Wah kita bertemu lagi didunia lain ini."Gumamnya tersenyum manis. Ia memasang wajah polosnya.”Mau ngapain? Kangen yah?”Tanyanya mengerjab pelan,.


Sosk itu menatap Lingling datar. Ia Xavier. Sang Raja iblis dunia bawah, ia yang dulu menyamar sebagai Liong untuk membawa dia kedunia bumi lain ini, ia yang membagi setengah jiwa Lingling membuat Lingling tak bisa pergi dari dunia ini.. dan ia juga yang menempatkan Lingling ditubuh bodoh dan juga jelek ini supaya Linglling tak ada yang menyukai dan tak boleh jatuh cinta. Lagi pula ia tak tau saja bahwa jiwa dan cintanya sudah teriikat dengan Liong. Bagaimanapun ia memisahkan mereka maka itu tak akan bisa? tapi entah ada takdir lain??


Xavier terkekeh.”Waahhhh anak manis, aku setampan ini kau panggil kakek, panggil aku sayang hmm itu lebih pantas calon permaisurii ku.”Ujarnya. lingling mendengarnya hanya menguap dan menganggap itu angin lalu saja.


“Sepertinya anda tidak lihat umur anda l bahkan sudah hidup ribuan tahun dan aku baru 17tahun. kamu kakek Fedofiel yang mengerihkan..”Gumamnya mengeleng lalu memasang wajah kaget.”Oh atau jangan-jangan tak ada yang ingin bersamamu karena hidupmu dilingkupi aura jahat dan kamu sudah peot? Kamu sudah jelek? Kamu sudah jatuh miskin???”Tanyanya disana mengerjab dan terkekeh.


Xavier tersenyum manis.”Kau lupa umur tunangamu berapa hmm? umur kami hampir sama, bahkan umur tunanganmu melebihi umurku bodoh.”Gumamnya yang masih didengarkan oleh Lingling. Lingling disana mencebik.”Kalian berbeda, tunanganku berkarisma, dia kuat dan kaya raya, yang yang ia dapat dari hasil halal, lagipula ia masih sangat tampan berbeda denganmu yang memiliki mata merah. Itu seperti mata sakit kau tau?”Tanyanya mengejek.

__ADS_1


Xavier mengepalkan tanganya menatap Lingling tajam”Lingling sialan..!!!” Teriaknya.


Lingling hanya tergelak.. tidak seperti yang kalian bayangkan dan Lingling bicarakan.


Xavier itu sangat tampan, ia memiliki tubuh yang kekar dan juga mata berwarna merah darah, rambut panjang nan lurusnya itu diikat keatas dengan mahkota kecil berwarna hitam itu menutupi ikat rambutnya. Kulit sawo matang menambah kesan kegagahannya. Ada juga luka didagunya namun menambah kesan kegentelannya. Ia itu kata sempurna untuk lelaki tamvan loh..


Xaviir yang sudah tak tahan itupun mendekati Lingling dan menarik rambut Lingling. Lingling menahan tangannya dan menatapnya dalam, seakan hanyut dalam tatapan Lingling. Xavier lupa jika Lingling melawannya, lingling disana memukul tepat didadanya hingga ia mundur beberapa langkah dan memuntahkan darah.


Lingling mengusap tangannya menatapnya daam dan tak terbaca. Xavier mengepalkan tangannya.” Kau? Aku tak akan melukaimu sebagaimana kau melukaiku. Mari ikut aku dan kita menikah.”Ujarnya Xavier tersenyum memberikan tatapan penghasutan pada Lingling.


Hahahaha gelak Xabvier disana menggema semakin membuat tanah yang dipijaki mereka bergetar. Lautan menyeruak sekaan mengetahui penguasa alam bawah itu akan menghancurkan dunia. Tangannya terkepal dan berkata.”Apa lebihnya dia ha??? Aku dan dia sama, tapi tak kau beri kesempatan yang sama. Aku mencintaimu LIngling dan kau wnaita tersombong yang aku kenal. “Ujarnya berteriak disana marah. Matanya semakin merah akibatnya.


Lingling menggeleng tenang disana.”Bukan aku tak memberikan kesempatan tapi kesempatanmu memang tak ada, untuk siapapun tak ada, aku bukan sombong hanya saja yang tak saling kenal hingga kau tak mengenaliku terlalu dalam. Pergilah carilah kebahhagiaanmu sendiri Xavier. Aku tidak mau ada darah diantara kita. Bukankah kamu mencintaiku? Aku sebagai orang yang engkau cintai tak mau kau terluka akibat keegoisanmu dan diriku. Berhenti menyakiti diri sendiri.”Ujar Lingling mendekat dan memeluknya pelan.

__ADS_1


Xavier disana terdiam merasakan hangatnya pelukan Lingling, amarahnya menghilang, aura gelapnya sudha meredam. Lingling melepaskan pelukanya dan tersenyum pada Xavier, Xavier diam menatap mata Lingling.


“Mari berdamai dengan cinta? “Ujarnya lembut.


Xavier menggeleng lirih. Ia mencintai Lingling sedari kecil, dimana melihat wajah lingling pertama kalinya karena cadarnya terhempas angin. Ia mencintai Lingling sampai ketulangnya


Lingling menghela nafas disana lalu menatap kedepan, ia memainkan kakinya dilautan.”Xavier kamu tau tentang matahari dan bulan?”Tanyanya pada Xavier. Xavier diam menatapnya dalam. Lingling disana menatap langit biru tersenyum.”Mereka dilangit yang sama tapi tidak dipertemukan karena tugas mereka yang berbeda, namun adakalahnya takdir menentukan dan mempertemukan mereka untuk sekian detik, tapi sangat special hingga bumi mengangap itu fenomenal alam langkah. Kadang dijadikan memen keabadian, pengangkatan ilmu hitam hingga pengangkatan jiwa suci seperti ibuku dulu. Kau taukan hal itu?”Tanyanya. Xavier mengingat semua itu, dan ia juga sangat tau


“Beitu juga pertemuan antara manusia, mau seberapa jauh jarak kita maka jika kita dipertemukan itu karena takdir.. Namun pertemuan itu bukanlah suatu yang baik jika dijadikan objek yang tak baik, tapi bisa menjadi objek yang baik jika letakkan ditempat yang baik. Semua tergantung kita menempatkannya. Termasuk pertemkuan antara kamu dan aku. Kita dipertemukan dan aku ingin pertemuan itu membawa suatu kebaikan diantara kita bukan kejahatan.”Ujarnya disana pelan dan tersenyum.


Xavier mendekati Lingling dan mengguncangkan bahunya.” Kamu berhenti menjadi sangat baik.. kau-kau menabah rasa suka dan cintaku padamu kau mengerti?? Jadi bicaralah hal yang kasar dan juga tak baik..!! aku membenci diriku sendiri kau tau?!!”


Teriaknya. Remasan tanganya dibahu Lingling mengerat membunca rasa sulit dimengerti.

__ADS_1


Lingling mengeleng dengan serius.”Berhenti menyukaiku karena sampai kapanpun aku tak akan bisa bersatu dengan siapapun kecuali dia.. aku tak lagi mampu memilih. Berhenti tolong.”Ujarnya Lingling. Xavier disana tak tahan membuat ia memeluk Lingling erat. Menangis tak kuas menahan rasa sesak menghujamnya. Ini bukan pertama kali Lingling menolaknya, tapi sudah berkali-kali. Ia tak suka tapi mendengar kata-kata Lingling menyadarkan dirinya jika cinta tak harus memiliki.


Sedangkan Lingling menghela nafas mengusap dada. Sebab melawan Xavier sama saja mencari mati. Kekuatan Xavier jauh diatasnya. Bahkan dua kalilipat. Bisa mati dia jika melawan. Dan tak berselang lama ia terkekeh dan menyeriingai. Wajah ini mampu memanipulasi orang lain.. ia menyukainya sungguh hoho...


__ADS_2