
“awas loe suka sama anak gue. nggak suka gue anak gue nikah sama om-om kayak loe.” Tekan Alka kepada andes. Dari gerak geriknya agak aneh dan Alka sebagai lelaki tau itu.
Andes mendelik “ Yah gue ganteng. Selagi anak loe mau sama gue enggak masalah.” Jawab andes santai dan juga tidak terlihat bercanda tapi tidak juga terlihat serius.
” Sialan loe.” Gumam Alka." Yakali anak gue nikah sama om-om kek loe..!" Gumam Alka malas, sebagai ayah yang baik, em maksudnya sebagai ayah baru kan dirinya tidak telah jika Andes menjadi suami anaknya, hey hey hey apa kata dunia nanti?
Sedangkan Keyna diam dalam pikirannya. Lingling. Apa yang harus Keyna lakukan?? Gelang milik andes belum dirinya beri sebab Keyna belum tau harus memberinya bagaimana, apalagi untuk anak andes, di usia sekarang andes belum menemui pasangan yang ia idam-idamkan.
...----------------...
Sedangkan di dunia lain. Lingling yang sedang dihukum sudah sampai di daratan terasingkan, daratan ini itu jauh dari peradaban kerajaan, perjalanan biasa menguras waktu selama satu Minggu tapi karena Lingling menggunakan telepotasi dirinya sudah sampai disana hanya dalam satu jam. Tapi yah itu dirinya sangat kelelahan.
Lingling menatap tempat asing ini, sangat gelap dan lembab, tempat lembab pastilah banyak hewan reptil seperti ular, buaya dan kadal. Disini juga sangat banyak lumut dan jalannya nya yang begitu licin. Semoga saja tidak ada lintah darat atau lintah air.
wajar saja jika banyak orang yang tidak mau di sini, ini baru depan hutannya saja bagaimana bagian dalamnya?
Lingling mencoba masuk dan melihat ke dalam.
Hutan ini tidak biasa, hanya hutan tidak biasa dengan hawa yang berbeda... Fyu,. Auranya bahkan sangat buruk.
Lingling melirik kekanan disana ada angin-angin biru. Lingfling membulatkan mata, mendekat dan berlari menuju angin angin tersebut, lingling mencoba menyentuh angin biru dengan pelan dan gugip.
Fruss. Angina itu hilang menjadi abu gelap. Lingling mundur menutup hidungnya dengan lengan baju. Menatap lagi keseliling. Wohhh. Lingling berdecap kagum,. Ternyata disini banyak sekali bentuk dari warna biru yang melayang-layang dan berbunyi seperti bintang malam.
Mereka mengambang dan tidak berbentuk selain cahaya biru melonjong atau buat.
Lingling mendekat ke lain angin biru lagi, menyentuh dan hilang seperti tadi digantikan dengan debu hitam, Ling-Ling membulatkan mata kagum, bagi Lingling itu sangat keren.,
begitu beberapa kali Ling-Ling lakukan membuat Lingling terkikik. Ini sangat lucu bagi dirinya. Lingling memiliki mainan baru.
” berhenti, itu beracun bodoh..!!!”
Ling-Ling kaget mendengar seseorang yang memanggilnya. Lingling menatap ke sekelilinang. Tatapannya bertemu dengan seorang lelaki yang menggunakan baju berbahan kulit kayu dan bertubuh yang kurus Ling-Ling mengernyitkan menatapnya,
”siapa kau?”Tanya Ling-Ling menatapnya mengintimidasi. Di hutan asing bagian Utara begini ada orang lain,? hutan ini dikenal sebagai hutan berbahaya dan mematikan, mengapa ada orang lain disini? apa dia tidak takut?
apa dia juga dihukum seperti dirinya?
Ia memutar bola mata malas, melangkah menjauh dari sana. Lingling segera mendekat dan juga mengikutinya cepat-cepat takut ketinggalan.” Kau mengapa malah mengikutiku? Pergi sana.” Ujarnya ketus pada Lingling. Padahal wajahnya sangat lembut dan juga sendu.
__ADS_1
Lingling mendengarnya menggeleng pelan." mengapa ketus sekali. Paman aku ini sedang di hukum disini dan tidak punya apapun. aku lihat paman cukup banyak tau tentang tempat ini, apa paman bisa membawaku sekalian?”Tanya Lingling membujuk dengan penuh harap, Hehe jika ada orang yang ingin menampungnya bukankah itu lebih baik? ia hemat tenaga!
Pria tersbeut menghentikan langkahnya, menatap Lingling tidak suka. “ kau dihukum sampai disini itu artinya sudah melakukan pelanggaran sangat berat, kau melukai pangeran kekaisaran langit?”Tanyanya dingin.
Disini itu tempat terasingkan, jika sudah masuk kesini itu artinya gadis di hadapannya ini cukup berpengaruh atau anak bangsawan kelas atas hingga tidak bisa dibunuh mangkanya dihukum usir jauh kesini.
Lingling menggaruk tengkuknya tidak tau harus menjelaskan apa, masa harus menjelaskan tentang pengkhianatan cinta? Memang siapa yang bisa menahan datangnya cinta?
Lingling menggeleng.”yah seperti yang paman pikirkan saja lah.” Jawab Lingling seadanya.
“ tidak sopan.” Gumamnya mendengus.
Lingling mengangkat bahu acuh menatap sekeliling, ada banyak tanaman yang berakar gantung mengelilingi hutan ini.” hey lihat kedepan.”
Lingling tersentak kaget melihat ke depan. Tubuhnya ralat, rambutnya ditarik paksa oleh si paman tadi karena ular hampir mematuknya.
Lingling linglung seperti namanya menatap paman itu nanar.” Paman menjambakku?”Tanyanya dengan kesal,
Ia melihat Lingling sengit.
” Aku menyelamatkanmu, kau tidka lihat ada ular disana, asik bengong saja.” Jawabnya ketus.
“ Nama paman siapa?” Tanya Lingling kepadanya lagi.,
lelaki tersebut memutar bola mata malas.”Tidak sopan, harusnya kau kenalkan dirimu dulu baru bertanya.” Ujarnya ketus klepada Lingling.
Lingling menatapnya sengit.” Iya deh. Namaku Lingling, nama paman tampan nan menggemaskan dan juga kejam menjambak rambutku ini siapa namanya?”Tanya Lingling dengan tatapan berbinar dan juga memelas. berbeda dengan kata-kata nya yang menyindir kasar.
Si paman menatap Lingling begitu entah mengapa ia mengingat istrinya. Wajahnya dan matanya benar benar mirip, warna biru, padahal ras bermata biru sudah dimusnakan.. sipaa dia sebenarnya?
“ hmm Rein. Panggil Rey saja.” Jawabnya pelan.,
Lingling mengangguk paham mendengarnyam lingling menatap sekeliling.”Oh iya paman itu yang warna biru apa paman? Wah ada warna hitam juga.. paman itu keren.” Lingling memekik.melihay angin hitam yang di sekeliling lain, Ia hendak menyentu warna hitam.
Jika warna biru berubah menjadi hitam jika di sentuh maka warna hitam nanti akan jadi apa jika di sentuh? Lingling penasaran.
Rein menggeleng menarik rambut Lingling lagi. lingling tersentak mundur karena kepalanya terasa sakit, Lingling melebarkan matanya menatap Rein tidak percaya, dua kali dirinya di jambak..!.
” Jangan. Itu beracun bodoh.”
__ADS_1
Lingling menatap tidak percaya Rein, jika ditapsir mungkin waja Rein seumuran dengan ayahnya, tapi alangkah kejamnya rein ini sampai menarik rambutnya dua kali. Jika begini terus Lingling tidak mau berdekatan dengannya lagi, bisa gugur rambutnya..!!!
" Paman tidak punya hati. " Gumam Lingling merengut mengemaskan kepada Rein, ia memalingkan wajah tidak senang dan melipatkan kedua tangannya di atas perut.
Rein menghela nafas melihat wajah Lingling yang bertingkah murka.” Itu adalah arwah arwah yang memang tidak tenang dibumi dan tidak diterima di langit, mangkanya mereka diasingkan disini, mereka dulunya melakukan dosa besar yang tidak termaafkan oleh langit. Jika ada yang menyentuhnya maka mereka akan hilang menjadi debu mangkanya dia berubah melebur menjadi debu hitam. Itu membahayakan bagi yang menyentuh.” Rein menjelaskan secara gambling tentang angin tersebut.
Lingling mendengar penjelasan tersebut mengangguk paham.”Yang warna hitam apa paman?” Lingling melupakan kemarahannya kepada si Rein.
“Itu adalah roh jahat yang memilki jiwa hitam dan pekat, bahkan ketika disnetuhpun akan tetap membunuh, lebih parahnya dia akan melekat pada sih menyentuh dan berakhir si penyentuh ikut memiliki hawa gelap dan pekat. Kata lainnya dia akan menguasai pemilik si tubuh dan kau yang berjiwa asli akan mati.” Tegas Rein.
Lingling mendengarnya kaget, terhenti menatap sekeliling, Arwah hitam sebanyak beberapa aja tapi sangat berbahaya membuat Lingling bergidik ngeri dan mendekati Rein lagi, " Jika dipikirkan lagi tidak begitu buruk dijambak paman. Terimakasih jambakannya Laham. " Ujar Lingling kepada Rein. Rein menahan senyum mendengar ucapan Ling-Ling yang menjadi baik dan tidak jadi merajuk.
Cit Cit Cit....
Lingling dan Rein agak kaget saat beberapa anak tikus yang berlari sebab dikejar anak ular, ular berwarna hijau itu sangat lucu dimata Ling-Ling dan tikus berwarna hitam bercampur putih berlari sangat lucu.
“Wah Keren, mereka sangat lucu.” Gumam Lingling agak takjub menatap sekeliling, sangat bercahaya dan berbeda dari hutan biasanya. Lingling hendak berlari mengejar mereka juga tapi ditahan oleh Rein dengan menarik ujung rambut Iingling lagi.
Rein mendengus.” Itu bahaya bodoh bukan keren.” Tegasnya kepada Lingling malas,
Lingling tersenyum paham kali ini dimana rambutnya ditarik lagi yang ke sekian kali,lalu ikut melangkah.”paman sudah berapa lama disini?? Dan kita mau kemana?”Tanya lingling lagi.
“ Sudah lama, mungkin sekitar sepuluh tahun belakangan ini, dan aku ingin pulang, istri dan anakku menunggu.” Jawabnya pelan.
lingling mendengarnya menatapnya kaget.”Oh paman sudah menikah toh.” Gumam Lingling paham.”Tapi paman disini kenapa? Dihukum?”Tanya Lingling lagi.
Rein berhenti mendengar ucapan Lingling. Dirinya melangkah lagi dan berkata.”nanti kau juga akan tahu, jadi jangan banyak Tanya jika mau ikut bersama ku. Atau kau akan mati dengan banyak hal yang ada disini.” Lingling diam dengan seolah olah mengunci bibirnya rapat rapat dan tersenyum.
Rein menggeleng melihat tingkah Lingling. Lingling memiliki sikap seperti seseorang yang dirinya kenal, sikap yang membuatnya merindukan seseorang.
Rein melirik lagi Lingling yang berjalan melompat lompat riang dan beberapa kali hendak menyentuh tumbuhan tapi tidak jadi. Mungkin karena takut itu mengandung racun. Jadi ia hanya bertepuk tangan dan melambaikan tangan mengenalkan diri. Dia sangat lucu.
.
.
.
.
__ADS_1
.Jejaknya jangan lupa ye guys.