Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Pesan fiko


__ADS_3

“Dia belum bangun juga?!!!!!” Tanya Andes menghela nafas menatap Lingling diatas kasur masih terkapar. Ia mengusap kepalanya kasar.


”Dia ini tidur apa mati si? Bisa bisanya tidak bangun-bangun sedari tadi. Dasar bodoh.” Ujarnya kesal. Sudah satu jam ia berusaha membangun Lingling. Mulai dari memukul, menarik, membangun, berteriak hingga membunyikan suara keras tetap saja ia tak bangun.


Ia disana menatap tubuh Lingling yang tak bergerak itu tajam, ia curiga LIngling mati tapi masih bernafas hingga ia punya ide untuk menyiramnya saja. Andai saja mereka naik pesawat pasti mereka akan ketinggalan pesawat. “Awas saja jika ini cara tak membuatmu bangun. Ku pastikan kau ku lempar ke sungai dan dimakan buaya sekalian.”Gumamnya kesal dan pergi kekamar mandi untuk memngambil air..


"Kasar sekali..." Decap Lingling menggeleng.


Lingling yang ternyata sudah ada didekat pintu itupun mengernyit disana dan segera masuk menukar tubuhnya tadi. Ia segera mendekati pintu Wc dan tepat saat Andes keluar dengan air satu gelas.


“Dooor..” Ujarnya Lingling jahil disana dengan kerasnya.


Hua gubrrakkk....


Andes kaget hingga melotot dan terpeleset. Gelasnya jatuh dan juga pecah membuat Lingling tertawa keras. Andes disana mengerang menatap Lingling yang tertawa dan memegang perutnya.


”Huaaa hahaha.. mukamu lucu sekali Des hahaha... “ Teriakan Lingling karena geli mengingat wajah Andes yang biasanya datar menjadi tegang san kaget tadi.


Andes menatap tubuhnya yang basah akibat air itu. Ia disana tersenyum masam dan bangkit. Namun lantai licin membuat ia kembali jatuh.


Gubrak....


Ledakan tawa Lingling semmakin keras membuat Andes disana menatapnya tajam, pantatnya panas...! Lingling menepuk dadanya tak kuasa membuat Andees geram dan menahan tangannya.

__ADS_1


Lingling kaget memmatap Andes. Andes disana menatapnya dan berkata.”Jangan ditepuk. Kau masih sakit.”Ujarnya dengan lembut. Lingling terdiam menatapnya dan mengerjab lalu Andes memilih berdiri dan juga menghela nafas.


Ia memilih pergi meningalkan Lingling yang kaku.” Turunlah, kita akan berangkat. Tunggu aku aku harus ganti baju gara-gara kau..!” Ujarnya disana dingin.


Lingling mengerjab diam-diam mengangguk. Jujur Lingling disana merasa jadi manusia jahat sebab mengerjai Andes, ditambah sejujurnya ia kaget karena tangan Andes terluka, seprtinya terkena serpihan kaca gelas dan pelipisnya Andes juga. Andes juga tidak memarahinya membuat ia tak enak. Ia sangat tak suka Andes mengalah, ia mau Andes melawan membuat ia mengusap tengkuknya dengan menggigit bibir bawahnya.


Lingling menghela nafas memilih kebawah dimana Andes suruh tadi, oh jangan lupa dengan muka tak bersalahnya karena terlambat satu jam..!! ketika ia dekat helykopternya ia cukup kaget ketika melihat yang lebih besar. Ia disana menatapnya dalam dan juga menatap sekeliling. Ternyata banyak yang menatapnya sinis membuat ia disana ikut menatap sinis. Mereka salah orang, bagi Lingling jika kalian tersenyum ia ju ga tersenyum, jika orang menatapnya sinis ia juga akan sinis hingga ia memilih duduk dibatu besar diujung sana dan menatap kedepan menunggu Andes.


Namun belum sampai ia dikagetkan dengan suara Fiko.”Ngapain disana? Sini masuk... Andes sudah menunggumu sedari tadi yaampun kau ini.”Ujrarnya Fiko disana dengan tatapan nanar sebab ia lah yang sangat tau Andes tidak suka orang yang telat. Biasanya jika ada yang tak menghargai waktu lebih dari satu jam ia akan segera membunuh atau lebih parahnya akan membuangnya keDalam ternak buaya-buaya yang ada disini. Baginya orang yang tak menghargai waktu itu tak bisa diandalkan.


Lingling disana mendekat dengan muka imutnya dan tersenyum. “Ayo masuk..”Ujar Fiko mendorong Lingling.


Lingling masuk kedalam Hellly yang lebih besar. Ah seprtinya ini bukan helly. Ukuranya cukup besar dan juga lebih nyaman seprtinya.


Fiko menghela nafas dna mengusap rambut lingling yang kotor. Lingling diam menerimanya.”Nanti jika Andes kenapa-napa kau pukul saja yah. “Ujarnya,” hati-hati disana.”Ujarnya lagi. lingling mengangguk lagi dan tersenyum.


Linglingpun ingat pada kakaknya Heqi dan Qeqe membuat ia mengusap pipi Fiko dan berkata.”Kakak juga jangan lupa makan dan hati-hati.”Ujarnya. ia ingin sekali mengatakan hal ini kepada kakak kandungnya tapi akh sudahlah. Ia berjanji jika sudah bertemu kelak ia akan sangat perhatian pada para kakak-kakanya. Fiko yang diperhatikan membuat ia tersipu dan terdiam. Pipinya memanas dan telinganya memerah.


Ehemm.... suara itu membuyarkan segalanya. Lingling yang diam dan Fiko yang mendengus. Andes datang dengan baju hitam barunya dan juga memilih duduk disisinya Lingling dan menatap Fiko tajam dan alis yang terangkat seakan-akan bertanya’’Ngapain kamu disini’”


Fiko yang ditatap sedemikian rupapun memutar bola mata malas dan memilih pergi dari sana.” Ingat hati-hati Lingling.”Ujarnya.


Lingling mengangguk dan mendadakan tanganya.”Sampai jumpa kak.”Ujarnya Lingling tersenyum.

__ADS_1


Fiko melambaikan tanganya juga dan tersenyum. Namun segera diam ketika menatap Andes yang juga menatapnya dengan datar.”Kau tak mengatakan hal yang sama untukku?”Tanyanya Andes dengan muka datarnya dan juga tajamnya. tangannya terkepal entah kenapa.


“Dih siapa loe.”ujar Fiko mendelik dan pergi. Namun terhenti. ”Inget awas loe ngapa-ngapain Lingling. Jagain dia kasih dia makan.”Ujarnya dengan tajam. Andes memutar bola mata malas mendengarnya. Ia pikir ia setega itu untuk tidak memberi Lingling makan?Sedangkan Lingling? Ia hanya terdiam menatap Fiko yang membuat aura Andes bertambah ganas.


“Pergilah dari sini. Kami harus berangkat. Memuakkan saja.”Ujarnya Andes, fiko pun mendelik dan segra turun. Lingling menatap kebawah dan juga terdiam hingga ia dikagetkan ketika Andes menarik tali dan mengikatnya.”Ahkkk. kau mau apa ha?!” Teriak Lingling kaget ketika tubuhnya diikat-ikat oleh Andes dan memukul kepala Andes keras,


Andes terdiam ketika dipukul. Matanya menatap Lingling yang melotot dan segera menatapnya tajam.” Ini sabuk pengaman supaya kau aman, kita akan melandas..”Ujarnya.


Lingling disana menatapnya dengan tatapan tak tau.”Norak... takkkk.”Andes menjitak kening Lingling membuat Lingling meringis sakit merasakanya...cukup pedih.


“Ihh sakit Andes.. kau ini jadi laki-laki kasar sekali.”Ujar Lingling mengerutu. ..


”Lantas bagaimana dengan kau?”Ujar Andes marah. Lingling terdiam.”Mengagetkanku hingga terjatuh dan terluka, terus memukul kepalaku dengan keras bukankah itu perlakukan kasar? Apakah aku boleh berkata ‘kamu lingling kasar sekali padahal perempuan.”Ujarnya Andes dengan nafasnya dalam.


Lingling membuka mulut kagum dan berkata.”Wah kau bicara sebanyak 90kata? Luar binasa.”Ujarnya Lingling bertepuk tangan.


Andes terdiam, sial ia terlalu banyak bicara. Lingling terkekeh.” Kau sungguh tampan jika marah dan banyak bicara. Aku suka.”Ujarnya tersenyum.


Sithhh.. bisa bisanya Andes memerah dengan kata-kata Lingling? Ia memalingkan wajahnya dibuatnya karena merasa wajahnya memerah dan telinga yang ikut memerah. Namun wajahnya ditahan oleh Lingling.


Lingling menatapnya polos.”Oh mukamu merah. Apakah sangat sakit ku pukul? Duh maaf aku tidak tau, ku pikir kau mau menginkatku.”Ujarnya mengusap kepala Lingling lembut.


Andes ingin meledak..!!! membuat ia menepis tangan Lingling karena tak tahan, lingling terdiam dibuatnya.”Bersiaplah kita akan berangkat.”Ujar Andes gugup.

__ADS_1


Lingling pun hanya menghela nafas dan arghh. Lingling kaget ketika benda besar yang ia anggap burung itu mulai berjalan, ia memeluk Andes disisinya dan kembali membuat Andes menahan nafas. Sialan kau Lingling..!!!


__ADS_2