Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ladang


__ADS_3

Lingling mengusap kasar kepalanya. Orge melihat Lingling yang bertingkah aneh menatap Lingling dengan tatapan penasaran.” Kamu kenapa?” Tanya Orge tenang menatap Lingling.


Lingling menoleh kepada Orge dan tersenyum.” Nggak ada. Btw ini kita udah sampek mana sih? Lama banget.” Lingling ingon menggunakan telepotasi saja rasanya, tapi tidak semua orang di sini bisa menggunakan telepotasi, lebih kepada mereka akan kaget. Lagipula ia belum hafal semua daerah sini. Takut nyasar.


Orge menghela nafas dan berhenti. Lingling ikut berhenti menatap kedepan, dimana Orge lihat. Mata Lingling melebar, disini ada sungai. Lingling mendekati sungai menatap kagum sungai sungai yang mengalir kucup deras. Di sebelah pinggiran sungai ada banyak tumbuhan dan juga kebun warga.


Lingling tersneyum menatap Orge.” Wahhh ini bagus.” Ujarnya dan memilih mendekati sungai untuk ia sentuh airnya.


Orge mengangguk.” Ini satu satunya sungai sumber mata air masyarakat.” Ujar Orge menceritakannya.


Lingling mengangguk pelan mendnegarnya, hal wajar sebab tidak semua tempat harus ada sungai, Orge menghela nafas.” dan di sini juga tempat pertanian wraga. Tapi di sini ada bany--..."


" awas..!!! b4b1..!!!” cras.. Lingling reflek melempar pisau miliknya kedepan.


Bufg.... b4b1 itu jatuh dengan mata yang tertancap pisau Lingling. orge kaget menatap Lingling melotot. Lingling mendekati b4bi tersebut dan menarik pisaunya kesal. “ membuat pisauku kotor saja.” Gumamnya dan mendekati air. Petani menatap Lingling dan babi itu melongo., Orge bahkan terdiam menatapnya. Petani tersenyum melihat bab1 itu terkapar sangat besar, mungkin jika disembelihnya mendapatkan daging ratusan kilo. Ia menatap Lingling yang mencuci pisaunya telaten .


“ Nona apakah anda ingin b4binya?” Tanya petani gugup.


Lingling melirik sejenak dan memasukan pisau itu kedalam sarung pisaunya lagi dan menyembunyikanya di balik lengannya.” Ambiilah, aku tidak suka babi,.” Ujar Lingling lagi.


ngik.. mereka kaget saat beberapa babi lain menyerang. Lingling melotot menatap babi babi itu menyerang sembarang hendak menyeruduk. Orge mengeluarkan pedang miliknya dan menebas kepala babi babi itu.


Jumlahnya ada sekitar 11 ekor dan dua ekor paling besar besar sisanya yang tidak terlalu besar, ukuran sedang. Lingling mendengus dan menghentakkan kakinya. Babi di dekatnya mundur dan Lingling meloncat menendang kepala beberapa babi di depannya. Babi babi itu terpental dan tidak bangkit lagi. petani diam menatap Orge dan Lingling melawan beberapa babi hanya beberapa waktu dan semuanya mati tidak bersisa. Lingling menguap melihat nya.


Petani itu kagum melihatnya, sebab jarang sekali ada yang berani melawan b4bi. sebab memang babi-babi disini sangat liar, bahkan ada banyak yang mati karena terseruduk dan di makan babi jantungnya.


Lingling mendekati Orge yang sudah menebas kepala kepala babi itu. petani menghela nafas menatap banyaknya babi babi yang mati.” Di sini banyak babi yah.” ujar Lingling. Beberapa petani lain mendekat dan menatap babi babi yang sudah terkkapar penuh lapar.


Petani petani mengangguk.” Terimakasih karena kalian sudah membantu kami membunuhnya. Disini memang sangat banyak Babi gila merusak tanaman kami., terimakasih.” Ujar petani yang pertama tadi.

__ADS_1


Lingling mengangguk dan Orge pun juga mengangguk.” Sama sama paman. Sudah tugas kami untuk membantu sesame kita.” jawabnya dengan tenang kepada petani.


Petani berdehem tenang.” mari kita duduk diladang kami. Kami akan memasak daging babi ini untuk kalian.” Ujar petani tadi. Lingling mendelik tapi Orge mengangguk, mau tak mau lingling ikut kemana mereka pergi.


Banyak petani yang bergotong gotong membawa babi tadi untuk di sembeli dan di potong potong. Mereka akan memasaknya,


Lingling dan Orge di persilahkan duduk di bawah pondok tempat tamaman jagung.


Lingling menatap ada sepuluh mungkin lebih orang yang ada di sana, rata rata laki laki, tapi setelahnya perempuan perempuan datang bersama anak mereka, mereka di suruh untuk memasak dan memotong daging daging tadi. Semuanya kompak dan juga saling membantu.


Tak jauh dari sana, ada beberapa anjing yang menatap mereka dengan tatapan kasihan, lidhanya yang menjulur julur seakan akan kelaparan, perutnya kempis badan juga nafas yang terlalu cepat tertahan. Lingling kasihan melihatnya.


” Jika kami boleh tau apakah babi di tahun ini meningkat paman?” Tanya Orge mengalihkan atensi Lingling dari anjing anjing itu,.


Petani menatap Orge dengan tatapan sendu. “ mereka seperti tidak ada habisnya mengacaukan bahkan ladang sebela utara terancam gagal panen karena mereka menghancurkan ladang mereka satu minggu lalu. Ubi ubi mereka hampir habis dimakan dan dihancurkan,.” Ujar si petani tadi dengan kasihan dan juga penuh kesedihan.


Lingling mendengarnya agak kasihan juga., memang babi itu perusak tanaman dan pertanian. Lingling itu sangat tau sebab di rumahnya juga banyak tanaman, bisa dikatakan jika musim babi pertanian akan sangat dihancurkan oleh babi babi itu. sangat tidak baik untuk kesehatan perasaan. “ selain babi juga ada banyak tikus yang menghabisi semua tanaman dimalam hari. Itu membuat kami kualahan, benar benar banyak hama di tanah kota.” Lanjut petani lagi,


petani petani menatap Lingling.” Kami berupaya dalam tanaman agar tetap hidup dengan cara membawakan air air sungai itu ke daratan kita. dan lagi sudah menaruh racun racun tikus di sekeliling. Tapi memang mereka masih banyak dan tidak bisa dibasmi begitu mudah” Ujar nya tegas,


Lingling mengangguk melirik lagi kearah anjing anjing tadi yang terlihat kelaparan. Lingling berdiri dan mengeluarkan roti roti ditasnya mendekati anjing anjing itu. anjing anjing awalnya terlihat ketakutan dan mundur. Lingling mengusap kepala salah satu anjing dan memberikannya satu potong roti.


Anjing melirik Lingling tidkua berani tapi pelan pelan ia mengambil roti dari Lingling. Anjing alin mnelihat tersebutlah segera mendekati Lingling. Lingling mendekati mereka dan membagikan potongan roti miliknya hingga anjing berseru dan bergemuru satu sama lain. Lingling tersenyum melihatnya.


“ apa yang kau lakukan nona? Roti itu mahal... “ ujar petani heran melihat lingling.


Lingling menghela nafas.” mereka terlihat kelaparan, “ ujhar Lingling.


Para petani menghela nafas.” mereka itu sama saja, hama juga. Suka makan dan juga tidak berguna, setiap saat menggonggong membuat kamu pusing.” ujar petani lain disana.

__ADS_1


Lingling mendengarnya menaiki satu alisnya” kalian tidak tau jika anjing anjing ini bisa menjadi kuat dan bisa melindungi pertanian kalian?” Tanya Lingling. Mereka terlihat mendelik tidak percaya pada Lingling.


Lingling mengerjab menatap mereka heran. Jadi mereka tidak tau?? Ia menatap Orge yang diam menatapnya.” Di sini anjing memang tidak terlalu diminati karena suaranya yang keras dan menganggu warga. Jadi kebanyakan anjing mati kelaparan di sini.” Ujarnya menjelaskan.


Lingling menganga mendengarnya.” Kalian tidak tau suara gonggongan anjing ini ditakuti dengan hama hama yang menganggu tamaman?” Tanya Lingling. Mereka diam tidak percaya. Lingling mendekati anjing tadi.


Cwit ciwt.” Ia mengajak anjing anjing tadi dimana tempat mereka membunuh babi babi tadi. Anjing anjing itu ikut ke sana. Lingling menatap masih ada beberapa daging babi.


Lingling menepuk satu babi kecil dan menatap anjing anjing tadi.” Makanlah...” ia menyuruh anjing anjing yang jumlahnya 7 ekor. Anjing anjing berseru senang dan memakan pemberian Lingling secara ganas.


Linglling tersenyum dan para petani tidak senang. Itu mengurangi daging untuk mereka nikmati. Lagi pula anjing tidak berguna juga.


Orge hanya menaiki satu alisnya menatap ulah Lingling. Lingling menguap dan menatap patra petani yang diam menatapnya.” Ini aku yang bunuh jadi bukan masalah kalian jika aku ingin beri satu ekor untuk anjing anjingku ini. jadi jangan menatapku seperti aku pencuri.,” ujar Lingling terkekeh kepada mereka semuanya.


Petani tadi menghela nafas, usianya mungkin sudah memasuki kepala enam. Ia mendekati lingling.” Anjing disini tidak biasa diberi makanan, mereka akan makan sisa sisa makanan kami saja. Kau terlalu baik untuk mahluk tidak berguna seperti mereka. Mereka hanya bisa mengonggong. Dagingnyapun a lot tidak enak untuk dimakan.,” jelasnya kepada Lingling prihal anjing anjing.


Lingling berdehem mengangguk saja mendengarnya. Semua melihat Lingling yang sama sekali tidak mendengarkan ucapan mereka hanya diam saja. Sampai Orge yang membicarakan hal hal pada masyarakat dan mereka pun menyahut beberapa kali. Lingling menatap beberapa kali buah atau tanaman dimakan oleh tikus. Lingling menatap langit. Tanah ini memang buruk, terlalu landus, itulah alasan mengapa ada banyak binatang hama di sini.


Ngik. Suara babi kembali terdengar. Semua oorang berdiri panic sedangkan Lingling tersenyum menatap anjing anjingnya yang masih mengunyah.” Kalian kejarlah babi itu, jika kalian dapat aku akan memberikan makanan untuk kalian.” Tepuk Lingling. Suara anjing anjing itu bergemuru seakan paham apa yang dikatakan Lingling.


Parra petani diam menatap anjing anjing tadi mengejar babi babi tadi. Terlihat babi babi itu ketakutan dan berlati menjauhi wilayah. Lingling mengusap rambutnya kebelakang.” Anjing itu salah satu hewan cerdas, kalian sangat rugi membuat mereka tersisihkan dan mati. Jika kalian bisa merawat dan mengajarkanya mereka akan menjadi binatang setia, bisa mengusir babi dan juga tikus, bisa menjaga tuannya jika ada maling., memang suaranya sangat berisik dan makanya banyak tapi suaranya yang berisik memberikan sinyal bahaya dan kalian bisa waspada, dan jika laparpun mereka tidak minta makanan yang berlebihan, cukup beri apa yang kalian makan untuk mereka makan. Kalian sangat rugi.” ujhar Lingling menggeleng., mereka sangat rugi." Selama ini mungkin mereka menggonggong dan berisik itu menjadikan sinyal kepada kalian jika ada hama yang menganggu tanaman. Kalian saja yang tidak paham. " Lanjut Ling-Ling menjelaskan prihal anjing-anjing itu kepada para petani.


Mereka saling tatap dibuatnya dan Lingling tersenyum miring.” Jika tidak percaya kalian bisa lihat.” Ia menunjuk dimana arah anjing mengepung babi besar hingga babi itu tidak bisa pergi. Anjing anjing tadi mengeroyoknya dan terpojok." Mereka memang harus berkomplotan jika mengepung babi-babi. jika sendiri yah mereka hanya bisa menggonggong." Lanjut Ling-Ling jelas.


Sampai satu jam lagi anjing anjing itu menang dan babi itu sudah mati dalam cara mengenaskan. Tak sampai disana anjing anjing mendekati Lingling dan mengonggong seakan-akan memberi tahu Lingling jika mereka sudah selesai melakukan tugasnya.


Lingling menepuk kepala anjing hitam besar tapi kurus didepannya.” Kerja bagus,... kalian bisa lanjut kan makan kalian. Dan jika sudah selesai kalian bisa mencari tikus dan tidur oke.” Ujarnya.


Anjing itu melompat lompat dan segera mendekati makanan yang tertunda. Diikuti anjing anjing lain. Semua orang menatap Lingling kagum dan tidka percaya, bahkan orge pun kaget melihatnya. Lingling menatap ladang dengan tatapan penuh pikiran,. Mereka baru tau jika Anjing-anjing itu bisa dimanfaatkan. Mereka pikir mereka juga pengganggu.

__ADS_1


”bagaimana jika kita biuat saluran alir saja?” Tanya Lingling tenang.


__ADS_2