
Langkah keduanya memasuki kamar Lingling yang masih tertata rapi. Dimana Eliza masih tertidur akibat obat yang diberikan oleh Qira ibunya .
Dan disana Heqi dan Qeqe berpapasan namun tak sempat Qeqe dan Heqi saling sapa.
Bruk.. mereka menerjang pintu pkamar Lingling hingga pintu itu rusak.. dibelakang mereka ada pelayan dan juga para kasim dan penjaga yang terkejut dibuatnya.
“Ling’er.. “Gumam mereka mengusap pipi Eliza yang tertidur itu. Sudah dua hari ia pingsan tak bangun setelah tertidur itu. Mereka tidak tau apapun yang terjadi hingga mereka menanyakan pada penjaga tapi tidak ada yang tahu, sebab dikalah itu Qira masuk disaat pelayan sedang tidak ddidepan..
Heqi lemas dikalah merasakan darah Lingling masih berjalan. Tapi masih tetap bersyukur adiknya tidak ada apa.. ia masih tetap sama.. Yaitu tertidur.
Qeqe disana menatap kakaknya dan menatap darah yang menetes pada hidung kembaranya.. setelahnya mereka merasakan dada mereka sakit.”Ada apa dengan Lingling?”Gumam mereka disana.
Memang darah ikatan mereka sangat kuat membuat mereka bisa merasakan kesakitan satu sama lain.. tapi mereka cukup bersyukur Lingling didepan mereka tidak apa-apa tanpa tau apa yang dirasakan Lingling asli.
”Bagaimana ini kak? Sudah dua hari Lingling tidak sadar dan hari ini sudah hari ketiga? Aku takut dia kenapa napa..!”Ujar Qeqe cemas disana menatap Lingling..
Heqi yang notabene nya dinginpun diam menatap sang adik.. ia tak yakimn ini adiknya tapi tanda lahirnya memang ada, burung Elang dipunggungnya, sedangkan dipunggunya Naga dan dipunggung Qeqe itu burung Phoenix.. tak ada yang salah, tapi kenapa ia merasa ini bukan adiiknya.?
” Kita tunggu saja.”Jawabnya.
Qeqe disana mengambil air diatasi meja kamar Eliza dan mengompres wajah sang adik nanar.. sang Qiira datang bersama suaminya yang Nampak khawatir itu, disana juga ada para pangeran dari daerah lain dan juga Long Wei dan lainnya. Mereka mendapatkan kabar dari kasim tadi..
“ Ada apa Heqi..” Tanya Long Wei disana. Ia menatap Lingling.”Apakah baik-baik saja Ling’er?”Tanyanya lagi nanar. Para pangeran menungu luar kediaman sebab sesaknya tempat.
"Tidak tau kek.. "Jawab Qeqe.
Heqi diam disana menatapnya.. Long Wei dan lainya mendekat mengusap kepala Lingling hingga tanpa mereka sadari Qira mengeluarkan bubuk pelepas tidur dan mengarahkan pada Lingling membuat sosok itu terbangun dari tidur panjangnya dan meringis.,
“Ling’Er..!” Teriak mereka serntak membuat Qira tersenyum.. Eliza yang disana merasakan kepalanya yang terasa berat dan juga mata yang sangat mengantuk, namun langsung terbuka dikalah teriakan disana.
Matanya melotot melihat banyaknya orang diruangan ini, ia segera bangun dibuatnya. Ia merasakan tubuhnya terhuyung dipeluk oleh Heqi dan Qeqe,”Ling’er jangan begini lagi hiks hiks.. kamu tidak apa-apakan Ling?”Tanyanya Qeqe disana, sebenarnya ia tak suka bersentuhan namun sekarang ia sedang bahagia..
Elkiza merasakan sesak didadanya namun hangat dijiwanya, ia tak pernah dipeluk seerat ini dan dikhawatirkan sedalam ini, matanya bersitatap dengan Qira hinngga ia ingat dan ia sadar jika perjanjian itu.
“Kakak kenapa? Aku baru bangun kok kalian kumpul disini? .”Gumamnya Eliza meringis.
"Kau tidak skor?? "Tanya Qira dibalas gelengan oleh sang empu.
Setelahnya ia merasakan pipinya dicium Heqi dan Heqi berdiri disana mengambil minum.. ia memberikan pada Lingling membuat semua orang paham, Heqi memang sedingin dan secuek itu, sifatnya itu dari Zauhan dan Qira.. Lingling meminumnya dan dibantu oleh Qeqe lembut.
__ADS_1
“Yaampun kamu tidak apa-apa cucu ku?”Tanya Long Wey mengusap kepalanya dan diikutu Zauhan dan juga Alex disana.
"Sayang ada yang sakit?? "Tanya Zauhan lembut mengusap kepalanya.
Eliza mengeleng.”Memangnya aku kenapa?”Tanyanya mengerjab polos pada mereka.
Mereka saling pandang tapi setelahnya mereka menyuruh tabib memeriksa Eliza. Eliza diam saja disana melihat mereka yang ada, Qira mendekati dirinya dan mengusap kepalanya dan memeluknya membuat ia juga memeluk hangat tubuh hangat yang selama ini ia butuhkan. Ia juga dipeluk oleh ayahnya dan juga dielus.. Dia diberi makan dan disuapi dipangkuan ayahnya. Sungguh ia menangis dihatinya melhat kasih sayang yang tiada henti-hentinya.
“Putri Lingling tidak apa-apa..”Kalimat yang mampu membuat mereka semua disana terdiam.. Itu dari Tabib Chen.
”kan sudah dibilang sedari awal jika dia hanya tertidur, entah apa yang membuat ia tertidur hingga dalam.. dan sekarang dia baik-baik saja..|'’Matanya melirik Qira membuat Qira tersenyum disana.. semua bernbafas lega disana.
“Lingling. Kau harus tidur dengan kakak mulai dari besok, kakak tidak mau hal ini terjadi lagi.”Ujar Qeqe disana menekan kata-katanya.”Kakak tidak mau ini terulang kembali... kami sangat mencemaskan kamu.”Lanjutnya mengusap kepala Eliza.
“Gantian..!” Ujar Heqi dingin..” Hari ini kamu Qeqe besok denganku. Besok dengan ayah dan ibu, “Ujarnya disana dingin lagi.
“Dengan kamu juga.. kami akan menjaga Ling’ER..”ujarnya Leqi disana dan juga Lio..
Dan diangguki yang lain. “Kamu juga..” Ujarnya Kenzo dan juga Kenzi dengan serentak.. semuanya mengangguk.. dam seisetujui.. Hingga mereka melakukan perombakan dan siapapun menjaga Lingling.
Hingga satu suara dingin Heqi membuat Lingling tertegun. ”Jangan membuat kakak khawatir lagi yah.. cup..” ia merasakan ciuman dikeningnya dan elusan membuat ia ingin menangis dan yah ia menangis. Sebab ini sangat manis..”Hey kenapa menangis?”Tanya Heqi disana menatap sang adiknya itu.
“Kami lebih sayang kamu..!” Ujar mereka serentak membuat Lingling menatap mereka disana dnegan tersneyum dan meneteskan air mata.
”Aku juga sayang kalian..|’Ujarnya nanar. Qira disana menghela nafas., ia harap ini bisa membuat Eliza berubah dan mendapatkan bekal untuk ia pulang nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lain lagi dengan pemilik tubuh. Lingling asli harus didekat pohon dan menahan dadanya.. ia harus mengembalikan kekuatannya yang terkuras sebab ia memaksakan keluanya tenaga begitu besar... Sekarang ia sangat menyesal jarang latihan siang kepada sang kakak-kakaknya.. Ia juga menyesal sebab sudah mengabaikan yang ada.. ia akan berjanji jika dikemudian hari ia akan lebih giat lagi dan tidak akan terjebak lagi dengan rasa malasnya,,
Hingga merasa baikan ia mendekati teman-temanya yang ia tinggalkan tadi. Mereka menatapnya dengan rasa bersalahnya. Lingling diam disana dengan tubuh yang belum pulih, iamemilih duduk diajar pohon yang keluar..
"Kau kelana Tadi El? Kami mencarimu sedari tadi??? " Tanyanya.
Lingling menunjukkan tanyanya yang terlalu obat san kain... "Cari obat... "Semua orang meringis dibuatnya. Karena obat ikatan mereka memang sudah hilang tak tau Dimana lagi.
“Kita istirahat saja dulu baru lanjut..”Ujarnya.. Semuanya mengangguk kaku merasa kasihan sekaligus merasa bersalah.
“Ehem.. El ini minum..”jendral Chun memberikan minum dengan Lingling swcara gugup.
__ADS_1
Wulan sudah dobati disana juga Msbatapnya dalam. Semua juga menatap jendral Chun. jendral Chun disana menunduk gugup .”Maaf yah.. kamu sudah hampir mati tiga kali karena aku dan kamu sudah menyelamatkan aku berkali-kali.. Ku rasa aku sudah mati jika bukan kamu membantuku.”Gumamnya disana nanar.
Lingling memukul lenganya dan tersenyum.”Kita itu satu tim, jadi kita itu satu jantung. Kita harus saling melindungi satu sama lain..”Ujarnya disana dengan tersneyum lalu mengambil minum yang diberi Jendral Chun dan meminumnya.
Semua orang menatap Lingling disana dengan haru tapi tidak dengan Wulan yang mengepalkan tanganya, tak ada yang menanyakan kabarnya tapi sibuk dengan mencari Lingling yang pergi.. semuanya tak adil..
“ Kamu bagaimana keadaanya?”Tanya Lingling pada Wulan.
“Aku baik.”Jawabnya sok manis.”Terimakasih yah.”Ujarnya lagi,
Lingling membasahkan wajahnya dengan sisa airnya dan menghela nafas.. ia menatap sekeliling hingga suara jendral Vuang menginstruksi kan. ”Kita sudah terlalu jauh untuk kembali pulang tapi kita masih diawal perjuangan dan kita hampir mati beberapa kali..”Gumamnya disana.”Bagaimana pendapat kalian? lanjutkan atau pulang? ” Tanyanya kepada semuanya.
Lingling diam disana. Jendral Lien angkat bicara.” Kita jika pulang kau lihatlah, kita bahkan sudah masuk kejurang, kita sudah setengah perjalanan, “Ujarnya melihat keatas disana.”Dan jikapun pulang kita tidak bisa, sebab didepan jalannya hutan, kampas kita hilang dan kita tidak tau ayah pulang..”Ujarnya disana.
“ Kita pulang saja.. Benar kata Eliza tadi. Disini sangat berbahaya. Ini memang setengah perjalanan. Jika mau lanjut setidaknya kita harus mempersiapkan diri kita lebih matang lagi, persiapan kita sudah habis dan sekarang kita tidak punya pegangan apapun..”Ujarnya memberi instruksi lagi.
"Terlalu bahaya lanjut lebih baik pulang.. "Ujar jendral Chun Disana.
“Benar.. kita saja sudah terluka padahal baru beberapa kilo berjalan, aku yakin didepan sana akan ada banyak yang harus kita lewati lagi secara mengerikan.. “Jawabnya Wulan memberi saran disana.. itu membuat Vuang dan lainya menatap Lingling meminta pendapat.
Lingling berdiri disana dan menatap sekliling.. matanya bahkan mampu melihat jebakan jebakan dimanapun. Ia akui jika yang membuat usaha gelap ini sangatlah pintar. Ia bahkan tak pernah kepikiran membuat bagusnya jebakan begini. Kepintaran diatas rata-rata dan tak akan bisa membuat orang sembarangan masuk. Ia harus belajar dari orang terbut dan membuatnya juga di kerajaan yang Heqi pimpin sekarang... Harus...
tapi matanya menatap kesemua orang disana. “Percayalah jika kita sudah ketahuan.”Ujarnya membuat mereka menegang.
Lingling disana melihat sekeliling “Tali yang memperangkap jendral Chun itu sudah terhubung dengan perangkap lainnya dan itu hanya terhubung dengan dua anak panah dan dua peluru .. Tapi setelah merasa pergerakan lainnya bahkan system yang mereka gunakan mampu mendeteksi beberapa orang musuh hingga terjadinya hujan anak panah yang artinya disini sistemnya terhubung satu sama lain, dan alatnya bisa memberikan musuh mati atau belum.. Kita tak akan bisa keluar dari kematian jika sudah terkena salah satu perangkapnya.”jelasnya membuat otak mereka berputar dan menegang.
“Yah aku juga merasakan yang sama..”Sahut jendral Lien disana..” Bahkan didepan kita tadi sudah disiapkan batu besar dibagian bawah jurang, yang artinya batu yang sudah tersusun itu sudah dibuat sedemikian rupa jika ada sesuatu yang melarikan diri dan terguling dari atas.. dan berakhir dengan kematian juga karena tertabrak batu.” Lanjutnya.
“Tapi bagaimana dnegan para binatang yang ada?!!”Tanya Wulan disana.”Kenapa masih banyak b4b1 yang ada? Kenapa tidak mereka saja yang terperangkap dan mati?”Tanyanya disana lagi dengan wajah bodohnya dia.
“Karena disini sudah mengenakan sitem canggih.. ia bisa merasakan apakah itu manusia atau binatang, mungkin kengsnakan suhu dan deteksi darah.. Dan apakah musuh mengancam atau tidak, terlebih lagi musuh mengenakan senjata tajam atau senjata api.. !!”Ujarnya jendral Vuang disana dengan anggukan..
lalu matanya menatap Lingling.”Bagaimana pendapatmu El?” Tanyanya Vuang.
Lingling disana menghela nafas dan mengangkat bahu acuh.”Aku tidak tau, aku serahkan kesepakatan kalian, sebab aku yakin, jikapun kita kembali keatas dan pergi meninggalkan hutan ini kita akan diserang dan terperangkap. Sudah banyak yang menungu kita diatas sana.. atau terus berjalan supaya mereka taunya kita mati karena bebatuan atau tercebur keair sungai dibawah.”Ujarnya menunjukan air.
"Yang pastinya mereka akan lebih waspada... "Gumam jendral Chun diangguki Lingling
Semuanya menganguk.” Yah sudah kita pulang saja.. aku yakin mereka tau kita sudah mati.. Kita tidak bisa mati seblum mendapatkan sesuatu.” Ujar Vuang.
__ADS_1
“Terserah. Tapi jika kita diluar nanti dicegat dan juga mati itu urusan kalian.”Ujar Lingling membuat mereka saling tatap dan menatap Lingling yang diam disana.