
“Aku tidak mencintainya. Hati hikshiks hati bodoh ini yang terlalu lemah..!" Lingling memukul dadanya pelan dengan raut tak suka.’' Hati ini sangat murahan. Bagaimana bisa berdebar didekat lelaki seperti dia padahal kamu paling tampan, bagaimana bisa juga hati ini berdetak dua kali lebih cepat berdekatan dengannya seperti melihat hantu saja. Kamu terbaik tidak ada yang lain.” Ujar Linglingd Dengan polos mengusap air matanya.
Ia tak sadar relung hati Liong sakit mendengar kejujurannya saat ini.
Liong terkekeh lalu menatapnya. Ia menusap air mata Lingling. Lingling menarik ingusnya pelan.” Dan bagaimana bisa aku memilih dia dibanding kamu yang aku cintai sedari kecil, memberikan sebagian jiwamu dan seluruh cintamu. Angap saja jika dia hanya Orang yang mengajarkanku jika mencintai itu butuh pengorbanan. Dulu kamu yang selalu berkorban untukku tapi kini aku akan belajar untuk mengorbankan perasaanku untukku. Kamu paling sempurna dan kamu paling yang aku cintai. Berhenti berkata putuskan hubungan ini sebab jika hubungan ini berakhir aku akan menjadi manusia paling bodoh kehilangan kamu.” Ujarnya jujur paling dalam.
Liong mengusap pipinya pelan.”Kamu belajar sangat banyak disini rupanya hingga bibirmu bicara terdengar manis.” Liong terkekeh mendengarnya.
Lingling mengangguk.”Sangat banyak asal kau tau. Aku bahkan hanya tidur beberapa jam didunia ini. tidak lagi tidur sepanjang hari seperti dulu. Kamu tenang saja nanti jika kita menikah kamu akan aku masakkan makanan setiap hari dan aku tidak mungkin menjadi istri pemalas.”Ujarnya lagi polos.
Liong yang tadinya marah sekarang terlihat menyendu dan juga terpancar kebahagiaan diwajahnya. Lingling dengan berani mengusap rambut Liong.” Dan aku akan mengajarkan anak-anak kita banyak hal, tidak boleh malas cukup ibunya saja yang malas hehe, tidak boleh egois dan juga harus jadi anak yang baik hati.” Lanjutnya tersenyum sipit.
Liuong terkekeh pelan mengusap kepala Lingling. “Bagaimana bisa kamu mengatakan sejauh itu sedangkan hati,mu terombang-ambing dalam dua pilihan.” Ujarnya pelan. senyum lingling luntur mendengarnya, ia menatap Liong dengan wajah sendunya. Liong menghela nafas.” Jika kamu mau mewujudkan mimpimu hanya kaulah kuncinya. Jika tidak kita akan mati Dallam keehoisanmu. Aku mati dan kau mati.. jika aku mati karena kau maka kau adalah orang yang paling egois.. “ujarnya pelan nyaris berbisik.
“Kenapa kita tidka putuskan saja ikatan pertunangan ini jika kamu tidak percaya...?”Tanya Lingling gambling.
“Kau mau memutuskannya?”Tanya Luong kaget. Nyaris jantungnya jatuh jika ia tidak bisa mengendalikan dirinya.
Lingling menggeleng cepat. “Bukan begitu, aku hanya tidak mau kau yang terluka karenaku.”Ujarnya pelan. Itu faktanya.”Aku tidak bisa mengendalikan diri mengakibatkan kau yang terluka,” Ujarnya lirih.
__ADS_1
“Dan jika ikatan ini putus maka terikatnya jiwa juga akan terputus. Itu artinya kau akan mati.. karrena ikatatan pertunangan dan jodoh salah satu syarat terikatnya jiwa Ling.. dan aku juga tidak akan seegois dirimu yang memilih nafsu dari pada hati. Mendahului keinginan dari pada kenyataan. Aku tidak seegois itu.,” Luiong berkata jujur,.
Lingling mendengarnya terdiam, ia harusnya tau hal itu.” Jika itu yang terbaik tidak apa. Aku akan mati itu bukan suatu masalah. Dari pada kamu yang kehilangan jiwa dan mati karena wanita egois sepertiku. Ingat Liong aku manusia biasa yang bahkan tak mampu mengendalikan diri.” Jawabnya Liong sendu. Liong harta terindah miliknya. Mana mungkin ia mengorbankan orang yang sangat berharga di dirinya.
Liong menggeleng.” Jika kau mati maka aku mati, itu yang aku inginkan. Aku mencintaimu hingga akhir nafas tu adalah janji yang sudah kita ucapkan. Aku bukan seorang yang perkataanya tidak mampu digenggam. Bahkan jika harus mati sekalipun. “Ujarnya dengan tegas menatap Lingling. Ia menggeleng pelan sembari lanjut memegang tangan Lingling. “Jika kau mengharapkan aku mementingkan diriku sendiri mana mungkin aku diangkat menjadi Dewa perang Ling?”
Lingling terdiam tak lagi bisa berkata apapun. Liong tersenyum ,mengusap kening Lingling. Ia mengecupnya pelan namun dalam, cukup lama. Lingling memejamkan matanya merasakan ketulusan dari Liong. Ia memeluk Luong penuh hangat tapi rindu itu tak juga lepas.
Liong melepaskan ciumannya dikening Lingling menatap Lingling yang membuka matanya terlihat sangat kehilangan sesuatu. Itu ciuman hangat Liong. Liong terkekeh dan berkata.” Jaga dirimu baik-baik.. jangan sampai aku kecewa.Lagi”Ujarnya lalu menghilang.. Lingling disana berusaha menggapainya namun tubuhnya hilang dengan manik manik berkilau dan... Bugh..
Auuu.. Lingling merrasakan punggungnya sangat sakit Karena jatuh dari kasurnya. Ia mengusap pantatnya yang terasa sangat sakit.”Yaampun sakit banget.. “Gumamnya mendengus kesal.
Ia terduduk melihat bercak darah yang menetes, ia mencoletnya dan mencicipinya.. terasa asin dan juga wangi. Ia tau ini wangi darahnya Liong. Matanya terbuka menyiratkan rindu yang besar.”Aku berjanji akan kembali dengan perasaan yang sama. maaf mengecewakanmu tapi tidak lagi lkok.”Gumamnya lirih.
”Aku berjanji.” Lanjutnya penuh tekat dan menatap kedepan.. tak berselang lama maid dan juga para penjaga heboh melihat kamar itu kaanya pecah sedangkan tidak ada orang. Ada banyak darah juga yang berceceran. Lingling yang dasarnya tidak terlihat hanya diam memilih duduk diatas kasur melihat banyaknya orang yang membersihkan pecahan kaca. Lalu ada juga yang menelpon orang rumah dan penjual kaca iuntuk kembali memesan kaca yang sama persis. Takut kena marah,
Disisi lain Qira tersenyum melihat Liong yang sudah kembali dan menatap bentuk Lingling yang berjanji akan tekat kuatnya. Liong melirik Qira dan tersenyum. tipis. ”Terimakasih..” Gumamnya lirih. Ia sangat jarang berterimakasih loh dan ini termasuk sangat-sangat langkah. Tapi bukan berarti dia tidak bisa tersenyum.
Qira mengangguk.” Sama-sama.” Memang benar, Qira yang membantunya kedunia Lingling yang sekarang meski mengenakan kekuatan yang besar. Mana tega dia melihat anaknya semakin dalam bahaya dan Liong yang terlihat suram penuh luka Karena anaknya, ia merasa ini tanggung jawabnya untuk menghantarkan keduanya. Ia kehilangan sangat banyak tenaganya sampai batuh darah. Mannanya terkuras habis,
__ADS_1
Ini dimulai dari dirinya dan harus ikut andil.
Qira duduk mengambil rubah yang diatas meja. Ia mengusapnya pelan sembari mengambil sedikit mana disana. Itu mahkluk mitologi yang memiliki banyak Manna yang bisa ia ambil.
Liong duduk menghela nafas menatap Qira, ia meminum arak yang sudah ada disana.”Anakmu sangat susah diatur bahkan keadaan begini tetap egois. Pantas saja kau kirim disana.,” Ujarnya terkekeh.”Dia sudah banyak berubah, aku menyukai perubahanya tapi tidak dengan hatinya yang berubah,”Ujarnya pelan mendengus tak suka mengingat fakta itu.
Qira terkekeh pelan. Ia mengangguk.’Tapi karenaku juga dia terkena masalah.”Ujarnya pelan.
“Kenapa kau tak menghentikan fortal itu ketika tau jika Lingling mau dikirim kedunia lain? Kau bisa mendorong Lingling?”Tanyanya pelan.
Iyakan kenapa Qira malah membuangnya kedunia lain yang tadi ia lihat sangat-sangat aneh.
Qira menerawang mengingat itu.”Karena jika aku mendorong bisa jadi Lingling didunia yang sama sekali tidak dikenal, itu lebih parah.. aku tidak bisa bertindak gegabah selain ingin mengajarkan anakku. Aku memang kesal dengan sikapnya tapi tidak dengan dia yang ada didekatku. Aku menyayanginya mangkanya aku mempertemukan kalian supaya kalian kembali terikat. Karena tali jodoh sudah terikat dan jika itu gagal itu artinya salah satu diantara kalian mati atau kalian akan mendapatkan hukuman berat dari Dewa Agung...."
.
.
.
__ADS_1
Lagi nggak nih? Komen diatas 70 aku Up lagi malam ini