Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Perkara Es Dawet


__ADS_3

Ana menghela nafas mengusap keppala kucing kucing yang ia beri makan id pinggir jalan. Ucapan Andes ada benarnya. Memang benar kucing tidak boleh makan nasi, tapi kucing masih tetap hidup karena kucing kan seusai makan nasi? Ya karena memang dia sudah terbiasa memakan nasi untuk bertahan hidup, lalu bagaimana dengan tulang ikan? Sebenarnya memang berpotensi melukainya, tapi jika tidak makan tulang ikan apa ia akan kenyang? Tidak semua manusia baik memberikan ia daging ikan. Bagian bukan memberikan ia makan malah di tendang dan di siram air panas.


Ana menjalankan hidup penuh luka, bukan tanpa alasan, orang tuanya memang tidak sekejam yang orang lain pikirkan, ia masih diberi waktu untuk sekolah SD SMP SMA meskipun sekolah menggunakan baju bekas tetangganya, ia masih diberi makan meskipun hanya nasi dan sisanya atau bahkan nasi dan sayur seadanya, ibu dan ayahnya masih memiliki sisi manusiawi kok dalam hidup.


Mereka memang tidak sering memukul Ana layaknya di novel asal ana menurut, membantu mereka membersihkan rumah, mencari uang dengan kerja part Time, atau ia membantu hal hal lain. Kedua orang tuanya memang tidak seburuk itu.


Mereka menjual ana pun karena butuh uang untuk mereka. Ana paham sebab Uang memang dibutuhkan dalam hidup ini, jika tidak ada uang maka hidup tidak akan terasa nikmat. Mungkin ibu dan ayahnya butuh uang untuk hidup bahagia.


“ cepatlah masuk.” Ujar Andes malas mendekat. Tapi ana terlihat menoleh dan mengangguk pelan melirik kucing yang memakan nasi dan juga ikan dan tulang ikan yang ia beri, tapi makanan kucing yang andes beri tadi sama sekali tidak di sentuh, bahkan tidak diendus sama sekali. Andes melihatnya mengernyit heran. Mengapa kucing kucing ini mau makan nasi dan bekas ikan saja


Andes jongkok dan melihat kucing yang makan, tapi kucing malah ketakutan dan mundur menjauhi Andes.


Andes mundur agar kucing kembali makan. Tapi kucing terlanjur takut dan kabur membuat Andes melirik Ana yang diam menatap kucing yang sudah menghabisi makanannya." Kenapa mereka hanya makan makanan mu??" Tanya Andes dengan heran.


” Pak semua porsi orang beda beda. Jika bapak kenyang hanya dengan makan roti mahal sedangkan kami tidak,. Kami hanya kenyang dengan nasi murah.” Ujar ana pelan melirik Andes yang diam.


"Semua orang punya porsi masing masing. Ayo pulang.” Ujatr Ana. Andes tertegun menatap lagi makanan yang dimakan kucing.


Benar semua memiliki porsi masing masing. Andes bisa mengatakan nasi dan bekas ikan tidak bagus untuk kucing. Tapi kucing yang ia maksud memiliki banyak jenisnya, salah satunya jenis ada Persia, ada angora dan ada kucing biasa. Apa kah semua makanan mereka di sama ratakan? Bisa saja tapi apakah bisa menyamaratakan dimana tempat ia hidup dan diberi makan?


Menyamaratakan semua kebahagiaan yang mereka dapatkan dari Tuhan? bahkan tak semua kucing memiliki tuan.


Apakah semua orang yang merawat kucing mampu membeli makanan kucing yang harganya mampu membeli beras satu kilo setiap harinya? Apakah meteka mampu memberikan perawatan lain dengan keadaan yang sama sedangkan ada banyak orang yang masih bingung hari ini makan apa dan mereka dimana tinggalnya?


Lalu apakah bisa menyama ratakan semua manusia menyukai kucing atau tidak? Mengutamakan kesehatan kucing atau tidak? Tidak semua orang terpelajar, sejauh umur mereka hanya di ajarkan tentang bertahan hidup dan mencari makan, seuntai kata memberi kucing makan maka mereka akan memberi apa adanya agar sama sama bertahan hidup.


Ana benar tidak semua kucing hidup dengan orang kaya.. tapi kucing bisa menyesuaikan dimana ia berada.


Tidak semua kucing memiliki tuan tapi kucing juga butuh makan untuk hidup dengan cara mandiri atau bahkan terpaksa mandiri.


Andes tersenyum tipis. Baik kali ini andes paham, jika semua orang tidak meski paham porsi yang ia pikir dan ia ketahui. Semua orang bisa bersuara kebenaran tapi tidak dengan solusi. Apa kabar pikiran tanpa solusi?


“ pak bengong mulu, nanti kena sambet kunti jalanan tau rasa.” Teriakan Ana dari dalam mobil menyadarkan Andes.

__ADS_1


Andes meliriknya kesal lalu mendekati mobil. Tapi sebelum itu ia kaget melihat kucing yang berlari mengambil kepala ikan yang terisa lalu berlari lagi. Andes menatapnya yang menjauh takjub.


Diperjalanan andes duduk di kursi sampung Ana. Ana diam dan menatap semua alat yang ada dalam mobil,. Ia kagum sebab mobil ini sangat nyaman, bisa jadi tempat tidur dan juga tempat istirahat. Jadi jika begini saat Andes dalam perjalanan ke rumah bisa tidur dan istirahat terlebih dahulu. Ia melirik Andes yang diam menatap noteboknya. Ia mengawil lengan Andes membuat Andes meliriknya.


Ana tersneyum.” Mau es boleh? Tadi dikasih nyonya duit buat jajan. Nanti aku terakdir deh.” Ujar ama polos menunjukan uang selembar warna merah.


Andes berdehem menatap note nya lagi. Ana mengawil lagi lengannya.” Boleh?”tanya Ana polos. Andres mendengus dan berdehem lagi.


Ana tersenyum lebar menatap supir.” Pak beli es dawet yah di depan sana. Di sana langganan saya, enak banget. "Ujarnya dengan semangat.


Supir mengangguk dan menghentikan mobil di hadapan penjualnya.


Ana memberikan uang miliknya.” Ini beliin yah pak, buat bapak, buat saya. nyonya keyna, tuan alka dan dua lagi buat saya. Sisa uangnya buat bapak penjual aja bilang.” Ujarr ana semangat. Supir mengangguk patuh dan keluar membelinya. Ana bertepuk tangan mengintip dari jendela yang berwarna gelap. Ia tidak boleh menampilkan diri di depan umum. Takutnya ia tertangkap keluarganya.


Lima belas menit esnya sudah jadi. Supir masuk dan memberikan pada ana. Andes disana melirik saja eggan bicara pada Ana memberikan satu plastik pada andes.” Nih makan. Enak loh.” Ujarnya dengan polos dan semangat.


Andes menepisnya kasar untung tidak jatuh, Ana jadi melunturkan semangat nya. Andes menatap Ana tajam.,” basah celana saya. Kamu makan sendiri saja.” Ujar andes dingin.


Ana menggeleng dan memejamkan mata, menikmati es yang a rindukan ini. dulu ia sering menawarkan diri untuk mencuci piring demi satu gelas es dawet tapi kali ini ia beli banyak.


Ana sangat suka es yang di jual nenek nenek hmmm kakek kakek ini.. sangat lezat dan juga segar.


Andes yang mendengar ana makan dalam diam meliriknya sejenak. Lihat ana makan dengan nikmat bak itu makanan terenak membuat Andes menatap es yang ia makan. Andes pernah minum es itu tapi baginya itu tidak enak. Tapi lihat Ana yang memejamkan mata dan menikmati air es yang sangat nikmat dalam pelastik yang jelek itu. andes mendengus dan membuang muka. Ana tidak tau hanya melanjutkan makan dan minumnya.


Sampai di mansion Ana turun dengan semangat,. Saat hendak mengambil esnya Andes berkata.” Kamu turun cepat. “ tekan Andes. Ana hendak bicara tapi ditahan oleh Andes


"Cepat.!!” Tekan andes. Ana diam mentapnya kesal melirik supirnya.” Pak nanti esnya tolong di bawa ke belakang yah. kasih buat nyonya sama tuan.” tegasnya lalu pergi.


Sopir mengangguk lagi dan mengambil es milik ana. Andes melihat supir berdehem.” Biar saya saja. Sekalian saya mau ke dapur.,” ujar Andes pelan.


supir menatap andes gugup.” Bapak beneran? Saya aja pak nggak apa apa kok.” Ujarnya tegas kepada Andes.


Siapa yang berani kepada andes? Sejak kapan pula Andes sebaik itu ingin membantunya untuk hal sekecil ini. ini terdengar tidak normal,.

__ADS_1


Andes menggeleng,.” Biar saya saja. Kamu masukan mobil ke belakang.” Ujarnya mengeluarkan es.,


supir mentap andes aneh. Sampai andes masuk kedalam rumah sekalipun Andes terlihat sangat mencurigakan. Apa andes toubat atau bagaimana? Supir menggeleng pelan.” semoga aja bapak beneran nggak kesambet .” Gumamnya pelan dan menggeleng ngeri.


Andes melirik kekanan dan kekiri., tersenyum jahat mnengambil es satu dan menyumputinya ke dalam jasnya, ia bergerak celingak celinguk menuju atas. Tapi belum sampai disana ia kaget ada Keyna yang menatapnya heran, lalu menatap tangan Andes di dalam jas.” Kamu ngapain di dapur?” Tanya Keyna dengan heran dan menyelidik.


Andes gelagapan dan menggeleng.,” minum.” Ia segera pergi meninggalkan Keyna. Keyna menatapnya heran lalu menggeleng.


Tatapannya tertuju pada es yang ada di atas meja. Ia menatap Andes yang pergi tadi. Ia tersenyum dan mengambil satu., jika ini ada di rumahnya itu artinya miliknya kan? hehe keyna mengambil satu dan menuangkan di gelas. Ia segera mengambil gelas lain sebab atau bungkus itu bisa muat dua gelas. Ia segera ke atas menemui suaminya.


Sedangkan Andes disana mengusap dadanya. Bisa malu ia jika ketahuan makan es yang sudah ia tolak. Ia menaruh koper miliknya dan duduk di atas sofa. Ia mengambil gelas kosong dikamar nya dan menaruh esnya disana. ia menatap nya agak tidak senang sebab es nya sudah cair. Andes menghela nafas mengutik pekerjaannya ini. sejak kapan ia menjadi pencuri? Ia mulai meminum air es dawet nya dan mengangguk, tapi tunggu.


Ini enak,,, perpaduan gula aren yang kental menyatu dengan susu dan santan, luar biasa. Ini sangat gemuk dan juga memanjakan lidahnya, segar esnya menggorok tenggorokan nya.


Beda dengan es yang dulu ia beli., cair dan sudah berbau basi. Ia mencoba memakan dawetnya dan beh. Ia terdiam sejenak dan memejamkan mata. Sialan pantas saja Ana makannya tadi begitu lezat dan nikmat. Benar benar nikmat rupanya.


Andes dengan semangat memakan es nya dan menghabisi dalam hitungan menit. Ia menghela nafas dan mengingat lagi dimana ana membeli es ini, besok ia harus membelinya kembali. Andes menatap gelasnya, tapi sudah habis sedangkan ia masih ingin.


Andes berdehem dan keluar dari kamar, merayap dan menuju dapur. Ia tersenyum dan menatap bungkusan es maish ada. Ia mendekat dan mengambil satu untuk ia makan lagi.


“ bapak ngapain megang es saya? Mau yah?”


Andes terkaget melirik kebelakang. Disana ada ana yang menatapnya penuh menyelidikinya.


Andes mendengus dan menaruh es di atas meja kasar.” Saya nggak level makan kampungan kayak gini.” Ujarnya ketus dan tidak terima. Menatap es itu remeh. Ana mendenggus dan mendekat. Mengambil es yang udah andes bang tadi.


Ia menatap Andes sinis,” tapi itu dibibir bapak ada bekas es dawet hijau hijau? Bapak boong yah?”Tanya Ana mendelik tidak percaya pada Andes.


” Tadi saya beli lagi buat bu Keyna dan pak alka dua pak satpam dua dan sisa yang saya dua. Tapi kenapa ini hanya sisa satu? Bapak kan yang mencuri.” Ujar Ana sengit dan tidak terima kepada andes.


Andes gelagapan mengusap pipinya kasar dan menatap Ana gelagapan.” Ini bukan es yah. ini itu sayur iya sayur.. jadi jangam bicara sembarangan.” Ujarnya mendelik tidak senang.


” Kamu pikir hanya saya yang ada di rumah ini? ada penjaga, ada pembantu, kamu Tanya aja sama mereka jangan Tanya saya. Saya tadi megang es kamu buat saya buang. Liatnya saja saya mual dan tidak senang. “ tegas Andes menolak tuduhan Ana kepadanya. ini menghancurkan repitasi andes Andes suka es nya tapi tidak untuk mengakuhi sehera Ana ini bagus.,. bisa besar kepala ana ini nanti.,

__ADS_1


__ADS_2