Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Perang dingin


__ADS_3

Mata Lingling mengerjab berkali-kali melihat makanan didepanya ini. Aneh.. kata itulah yang terlintas dikepalanya Lingling. Kalian tahu apa? Itu adalah daging yang menurutnya belum matang. Dan hanya sedikit lagi. belum lagi disana sayurnya tidak matang dan dicampur dengan cairan kental berwarna putih kental itu. Itu membuat ia tak suka.


“Kenapa tidak dimakan?!”Tanya Andes disana dengan Lingling. Ia menatap Lingling heran dikalah Lingling hanya menatap makanan tanpa makan. Kematin Lingling memang makan nasi goreng saja si. Dan pagi tadi juga makan nasi goreng.


Lingling menatap Andes. Disana juga ada Grace dan juga Fiko loh. “ Kalian kenapa makan daging mentah si? Pasti ini keras. Daging matang saja kadang keras apalagi daging mentah begini.”Ujarnya menarik satu potong dagging yang naish berwarna kemerah-merahan. Iya itu steak.


Mata Fiko membulat melihatnya. “Dan lihatlah.”Lingling nenunjukan sayuran disana dan juga telur setengah matang.”Kalian pikir aku kambing apa makan sayur yang tidak matang begini? Apa kalian tidak bisa menghidupi api hm? Biar aku saja yang menghidupnya jika kalian tidak mampu.. aku bisa kok.”Ujarnya polos disana.


Andes disana menahan tawa dan Fikopun sama. Grace mendengus mendengarnya.”Kau ini bodoh.”Ujarnya menghentikan kunyahan disaladnya itu. “ Ini itu makanan mahal, dan daging yang kau makan itu adalah daging mahal dan juga tidak keras, beda dengan daging yang kau makan. itu memang dimasak setengah matang biar kebih lezat.. dan yah, itu salad bukan sayur mantah. Sayur yang masih segar seperti itu kandunganya lebih banyak ketimbang sayur biasa loh. Jago tidak ada yang diragukan lagi.”Ujarmnya disana dengan sinis..


“Oh yah?”Tanya Lingling mendelik.” Kata bunda ku jika makanan yang tidak matang itu nanti berbakteri. Dan sayur itu lebih baik dimasakin supaya bakteri yang ada mati. Aku tidak mau makan makanan aneh ini. Aku mau makan nasi saja.”Ujarnya Lingling tak suka.


“Tapi tidak ada nasi malam ini Ling. Yang ada hanya ini saja.”Ujar Fiko disana dengan gemes.” Lagipula jika kau makan itu kau tak akan mati. Kau coba saja dulu, jika tak enak boleh kau membantah.”Ujarnya disana.


Lingling menghela nafas dan mengangguk.”Aku coba. Tapi jika tak enak aku tak mau makan ini.”Ujarnya disana. Mereka mengangguk saja dibuatnya. Lingling mulai makan dengan sumpitnya. “Wah.. kau bisa mengenakan sumpit? Ku pikir kau makan pakek tangan.”Ujarnya Grace mencemooh. Lingling kan kampungan dimatanya.


Lingling mencebik disana dan berkata. “ Bisa dong.. “Ujarnya memakan dagingnya..


Emmm ia mengernyit mengunyanya berlahan. Fiko dan Andes berhenti menatap wajah Lingling yang seperti mengecap makanan itu. Grace pun diam menatap wajah Lingling.


Lingling kembali makan membuat mereka bertanya. “Enak kan?”Tanyanya Fiko disana.


Lingling disana menghela nafas dan mengangguk.”Enak.. Pelayannya memang ajaib bisa masak daging mentah.”Ujarnya Lingling disana semangat. Fiko tersenyum melihatnya.


”Terimakasih tukang masak.’Ujar Lingling kepada yang memasak. Ia ada didekat mereka loh.


Koki itu Nampak tersenyum cerah.”Terimakasih tuan..”Baru kali ini ada yang memuji masakan ia setelah sekian lama ia kerja disini ia tersenyum bangga kepada Lingling. Lingling mengangguk disana sembari makan. Matanya melirik kebelakang dan menatap banyaknya koki lain.”kalian kenapa tidak makan bersama? Ku rasa meja ini muat untuk kalian. Apalagi makananya masih banyak.”Ujarnya melirik meja makan. Jumlah kursinya bahkan 20an orang loh.


Koki itu Nampak gugup dan menunduk. Lingling menggigit sumpitnya polos dan menatap Andes dan lainya. ”Kenapa kalian diam? Aku salah bicaranya?”Tanyanya lirih disana.


Semua diam mendengarnya. “Aku hanya tidak mau saja ada yang tidak makan, aku dulu juga suka tersisihkan biasanya.”Ujar Lingling tersenyum miris.

__ADS_1


“ Aku makanya didapur sendirian. Orang tua dan pada kakak ku makanya diatas meja. Hehe.. itu menyedihkan.. mangkanya aku tidak mau hal itu terjadi pada orang lain.”Ujarnya lingling disana lirih. Ia ingat Eliza membuat ia berkata begitu. Matanya bahkan berkaca-kaca disana. Ekting yang bagus Lingling. Kembangkan bakatmu.


“Lingling.”Ujarnya Fiko disana lirih. Ia ingat sang adik nya dulu, yang ia juga buat begitu.


”Mereka itu punya ruangan sendiri makanya, lagipula mereka tidak semenyedihkan itu.”Ujarnya disana memberi tahu. Dan diangguki yang lain. Andes hanya diam saja melihat Lingling.


Lingling disana mengerjab dibuatnya lalu mengangguk.”Aku tau, kisahku semenyedihkan itu.. dan hanya aku.”Ujarnya menghela nafas.”Mari makan.”Ujarnya dengan dingin. Itu membuat semuanya tertegun dibuatnya. Fiko juga terdiam dibuatnya.


“Semuanya makan disini..!” Ujar Andes disana.


” Sekarang...”Tekannya kepada semua orang.


Semua diam termasuk Grace disana. “tapi tuan kami tidak pantas. Kami bisa makan dibel—“


“ Berani membantah hm?”Tanya Andes dingin namun pelan. Semua diam dan dengan kucar kacir duduk disana.


Mati taruhannya..


“Jado menurutmu kami anjing?”Tanya Fiko Disana Tak terima. Lingling menatapnya heran.


"Memangnya kenapa? Anjingkan imut. Lagipula anjing adalah salah satu binatang yang paling penurut dan setia akhh ia juga pintar. “Ujarnya disana..


“ Tapi kami manusia bukan anjing..!” Ujarnya Grace disana tak terima. semua chafe dan pelayan disana gemetar dan hamper pipis dalam celana.


“Iya manusia, tapi kalian harus ingat, sekali kalian beri makanan kepada hewan maka hewan itu akan menurutimu dan mengenalimu sampai kapapun. Beda dengan manusia, kau beri hidupmu maka ia bahkan bisa meninggalkanmu.”Ujarnya Lingling tak terima.


“Pokoknya anjing imut titik. No kecot. No debat.. pokoknya kalian anjing malam ini.”Ujarnya.


“B4ngsat..”Ujar Grace membentak membuat malam itu semakin gelap dan panas.


”Apa ha?!!!” Ujarnya Lingling tak terima dengan muka polosnya.

__ADS_1


Grace mendengus dan mau menjawab namun terpoting Plas.. “Diam..!!” Bentak Andes disana marah.. semua kembali terdiam.. ia memukul meja pelan.


Andes menghela nafas sebentar.. Mau marah pada Lingling tapi melihat muka polos dan juga tak bersalah Lingling membuat ia tak berkutik sama sekali.. ia hanya menghela nafas lagi “Makan sekarang... ambil makanan kalian..! atau lidah kalianku potong.”Ujarnya Andes disana.


Dnegan cepat para Chafe dan juga semuanya makan lagi. Lingling malah menjulirkan lidah pada Grace, Grace mengepalkjan tangan, menggenggam pisau ditangannya erat supaya tak melayang kewajahnya Lingling. “Lingling masukan lidahmu atau ku poting..!” Ujarnya Andes.


Lingling mendengus dibuatnya dan Graca yang tersenyum dibuatnya. “Jangan teretawa.. urusan kita berlum slesai.”Ujarnya Lingling pada Grace.


Grace tak tahan disana membuat ia melayangkan pisaunya...


Clang.. semuanya terdiam melihatnya.. pisau itu malah ditangkap oleh Lingling dan..


Clas... arghhh.. semua berteriak dikalah pisau itu mengenai pinggiran atas kursinya Grace.. Lingling sengaja melesetkannya.


Srapp., Grace mengelak lagi dan pisau yang Lingling genggam tadi sudah melekat disisi kirinya.


Clas.. dan sekarang garpu.. Lingling menyeringai dibuatnya dan semua orang terdiam.. Semua tidak meyangkah hal itu dibalik topeng polos lingling.


Grace pun disana shok.. "Kaa-kau--"


“Jangan bermain main mangkanya.. intinya kalian anjing malam ini.. Titik... “Ujarnya Lingling lalu makan makannya dengan tangannya. Wajah tanpa dosannya membuat Grace mau memukulnya habis habisan.


Andes dan Fiko menatap Lingling kagum. Itu sangat mengagumkan.. bahkan para kokipun kagum.. bolehkah mereka tepuk tangan? Oh tidak, tangan mereka bisa putus nanti dibuat oleh Andes haha..


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys....

__ADS_1


__ADS_2