Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Terbongkar


__ADS_3

Lingling disana diam dibalik tumbuhan didepan ruangan itu. Bagaimana cara membukanya? Ia bingung juga jika begini.. kan pintu itu tidak ada gagangnya. Bahkan garisnya saja tidak terlihat dan tertutup dengan tumbuhan liar. Tapi ia yakin disana ada orangnya..


Tap... tap.. tap.. suara itu terdengar membuat Lingling semakin merapatkan diri untuk bersembunyi . Ia melirik dari semak-semak itu siapa yang datang. Andes..!! ia datang bersama Fiko dan Grace membuat ia mengerjab dengan herannya.. mereka menuju kedalam ruangan itukan? Dan itu artinya ia sekarang bisa memanfaatkannya kan?


Mata Lingling hampir saja bertemu dengan manik mata dingin Andes, andai ia tak cepat dan ia tak sadar, sudah habis lah ia.. sedangkan Andes melirik dimana tempat persembunyian Lingling. Matanya tak menemukan apapun hanya perasaanya saja seperti ada yang mengawasi.. ia tetap berjalan menuju ketempat dimana Lingling berada.


“Mau kemana kau Des?”Tanya dari Fiko kepada Andes yang memisah dari barisan.


Andes disana menaruh telunjuk dibibirnya membuat Fiko diam dan Grace yang ikut melihat kemana andes pergi.. andes mendekat kesemak-semak itu.. dan,


Cit..cit. cit... ia membuka semak-semak itu dan keluar beberapa tikus membuat ia terkejut... ternyata disana banyak tikus.. “Kau mencari tikus?”Tanya Fiko mendelik namun ditatap tajam oleh Andes.


Andes menghela nafas, ternyata bukan manusia, sebab kepekaan Andes itu sangat tajam dan juga tak bisa diragukan lagi. ia kembali berjalan meninggalkan Fiko yang tetap saja mengejeknya dan diikuti perdebatan bersama Grace yang disana tak suka Andes dibully dan dihina. Merela itu cocok yahkan?


Disisi lain Lingling menekan dadanya yang terasa sakit dan nyilu..”Untung Fiko bilang tadi.’Ujarnya lirih. Yah, ia dengar Fiko bertanya pada Andes membuat ia tau jika Andes mendekati persembunyiannya, dan degan bodohnya ia malah masuk kesarangnya tikus dan meminta bantuan kepada tikus ini.. yah.. Lingling mengenakan ilmu peringan tubuh dan juga ilmu kebinatanganya itu.


“Terimakasih teman.. sekarang aku harus kembali.”Ujar Lingling kepada para tikus itu, tempatnya besar disisinya semak-semak tadi itu. Ia keluar dan menatap para Andes yang memasuki ruangan itu... ia pun segera bangkit.


”Waktunya hurus cepat keluar.”Ujarnya dan segera mengenakan ilmu peringan tubuh..


Bus...


Grace terkaget dikalah ia mau menutupi pintu ada angin yang terasa lewat dihadapannya membuat ia tertegun.”Apa tu?”Gumamnya disana kaget dan juga heran.. Matanya melirik sekitar tetapi tidak ada orang membuat ia mengibaskan wajahnya.”Bukan setankan?”Tanyanya lirih. Namun takut jika itu benar-benar hantu ia segera menutupi pintu itu.

__ADS_1


Andes melangkah mendekati dimana tempat dua orang yang disana.. tanpa mereka sadari jika diatas pelapon itu ada Lingling yang melihat. Mata Lingling membola tak percaya.. kakaknya Wulan dan juga Vuang telanj4ng tanpa sehelai benang pun, muka mereka pucat bagaikan kedinginan dan juga beku. Tubuhnya penuh luka dan juga lebam.. bahkan Wulan?


Akhh jangan ditanya. Mereka bagaikan tawanan dimedan perang membuat Lingling disana terdiam sejenak. Ia tak masalah jika Wulan yang dibegitukan, tapi ini Vuang. Oranng baik..! ia mengepalkan tangan dibuatnya.


Disisi lain Andes duduk disisi bangku didepannya Vuang dan Wulan. Fiko dan Grace berdiri disisi kanan dan kirinya. “Hallo tampan... apa kabar hm?”mata genitnya menatap hal yang tak seharusnya ia lihat. Ia sangat menjijikan dimata lelaki.


Vuang disana meringis menatap tajam mereka, sekujur tubuhnya mati rasa dibuatnya. Luka-luka ditubuhnya itu sangat banyak dan juga tak terhinga, setiap hari dicambuk dan diberi muntahan anjing, kadang makan anjing dan juga t4i anjing. Itu sangat menjijikan jika harus diceritakan.


Wulan? Dia sudah tak lagi punya rasa malu, ia hanya diam menahan sakit diskeujur tubuhnya. Air matanya disana mengalir deras dan berkata.”Tolong lepaskan kami.. tolong hiks hiks.”Kata kata permohonannya terdengar sangat putus asa.


Fiko disana menjentikan tangannya membuat penjaga lainya mengambil ember berisihkan air perasan nipis..


Buarhhh.. Aarghh.. teriakan itu membuat Lingling memejamkan matanya. Lingling tidak suka orang yang ia sayang diibegitukan.. ia meringis disana dan juga menahan diri untuk tidak membunuh.


Vuang dan Wulan disana menjerit kesakitan, seluruh tubuhnya bagaikan dipotong potong dan dipisahkan, kulitnya bagaikan dikelupas secara paksa. Sungguh sangat perih luka-luka mereka hingga jantung mereka terasa bergetar.


Lingling tak menyangka Andes sejahat itu.


Vuang dan Wulan semakin meringis, seluruh tubuhnya bertambah merah. Bayangkan saja luka yang basah disiram jeruk nipis.. dan itu seluruh tubuhnya.” Lepaskan kami.. “Teriak Vuang disana nanar.”kau tidak punya siapa-siapa lagi. tawanan kami semuanya sudah mati asal kalian tahu..”Ujarnya disana tak terima dan juga begetar akibat sakitnya dikulitnya.


“Bunuh saja kami tapi jangan perlakukan kami seperti binatang begini..!” Teriak Wulan. wajah cantiknya sekarang sudah tak lagi terlihat, yang ada hanya wajah menyedihkan dan juga wajah yang menyakitkan.. “ Jangan beigini. Kami ini manusia..!” Teriaknya kuat disana tak kuat. Hidup begini lebih baik mati saja bukan?


Andes dan lainya hanya terkekeh dibuatnya. grace disana mendekati Wulan dan juga membawa satu pisau kecil.. Lingling ingin menghalang namun ingat ia hanya penyusup membuat ia menahan diri.. Grace menekan pipi nya Wulan dengan ujung pisaunya.” Wajah pelastik... kau mau mati hm?”Tanyanya Grace disana. Wulan meringis menghindar namun semakin ia menghindar Graca semakin menusuknya kuat.”Ohh ini salah satu cara supaya kau terlihat tambah cantik. Aku hanya mengukir lesung pipi dipipimu secara geratis. Aku baik bukan cantik?”Tanyanya Grace terkekeh Renyah.

__ADS_1


“Lepaskan dia..!!” Teriak Vuang disana. Fiko tergelak kencang.


"Oh soswitnya pasangan ini.. saling membela dan mendukung,,”Ujarmnya Fiko disana terkekeh. Vuang diam mengepalkan tanganya.


“Hamm... matipun nanti kalian akan bersama seperti juliet dan Romeo.. “Ujar Fiko lagi. vuang hanya diam merasa nyawanya bagaikan dicabut dari tubuhnya.


Andes melipatkan kakinya melihat pertunjukan itu.”Kau dari perbatasan mana hm?”Tanya Andes disana.


Vuang menatap Andes tajam.”Matipun aku tak akan mengatakanya.. “Ujarnya Vuang kuat dan tegas. Andes mengangguk mengakuhi jika Vuang memang sangat tegas dan berani. Ia berani bertrauh jika Vuang memiliki jabatan yang tinggi.


“Bagaimana teman-teman kalian? Kalian berjumlah berapa?”Tanya Andes lagi.


Dan Vuang kembali berkata.” Bunuh saja kami, mereka semua sudah mati dan tidak usah dicari lagi.”Ujarnya. matanya menyendu memikirkan Lingling.


Andes terkekeh disana. Ia mengangguk dan berdiri.. “ beri pelajaran., aku tidak suka pemberontak dan buat dia tidak bisa bersuara lagi..”Ujarnya melangkah menjauh meninggalkan Grace, Fiko dan penjaga lainnya. Ia membenci pemberontakan..


Vuang mengeleng disana. Sedangkan penjaga disana mkendekat dengan pisaunya.. “Selamat bersenang senang tampan dan cantiknya pelastik.,”Ujarnya Grace genit lalu berjalan melangkah meninggalkan tempat itu.


Lingling disana pun panik melihatnya.. apa lagi dikalah Vuang yang ingin ditusuki mengenakan pisau dibagian mulutnya.. Tanpa sadar Lingling mengeluarkan ilmu anginya dan,


Fiyuuu... Aghh..


Buarghh.. Langkah kaki Andes dan lainnya terhenti dikalah sosok penjaga yang mau menusuk tengorokanya Vuang itu terpental dan terbanting. Bahkan kursi-kursi yang ada disanapun melayang dan hancur berkeping keping. Lingling memukul kepalanya, ia ceroboh..!!

__ADS_1


.


.... Jangan lupa tinggalkan jejak yah guys.m...


__ADS_2