
Semua informasi sudah didapatkan oleh Wulan, tempat ini memang tempat illegal dan gelap. Tapi disisi lain disini rata-rata hidup layak tanpa ada yang disiksa dna hidup layak. Ia juga sudah tau jika pemilik ini mkemang seorang wanita yang mereka sendiri memangil namanya Queen atau nona Keyna. Ahkk Wulan jadi penasaran bagaimana rupa sang pemilik.
Bagaimana ia bisa segenius itu? Apakah dia cantik? dan berotot seperti film action biasanya?
“Nona kau mendengarkan ku bukan?? Kau sudah melihat semua bukti yang aku berikan. Kau tak akan membuat tempat kami bekerja hancurkan?”Tanya ibu Miko yang dari ytadi menjelaskan apa saja yang Wulan ingin ketahui. Alasannya karena memang sudah menganggap tempat ini adalah rumah.
Wulan tak bisa menjamin hal itu, kesalahan tetap kesalahan. Tapi ia mengangguk kepada ibu itus ebagai jawaban. Entah apa artinya, ia akan memikirkan hal yang harus ia lakukan kedepannya. Tapi ia masih tetap pada misinya yaitu menghancurkan tempat gelap ini. mau sebaik apapun seseorang pada orang lain, ketika ia sudah melangar peraturan Negara maka ia tetap salah dan harus dibasmi habis.
“pemberitahuan kita harus berkumpul dilapangan sekarang..!!!!” Wulan dan ibu tersbeut menatapnya kaget ibu Miko dan anaknya segra berdiri dan menatap Wulan.”Kita tidka boleh telat. Ayoo cepat.”Ujarnya. wulan keluar juga mengikuti sang ibu drai belakang. Menatap kesemua sisi menuju kelapangan. Ada banyak orang yang melewatinya. Ada juga yang berlari dengan cepat. Wulan jadi bertanya-tanya. Apa yang diberi sang pemilik kepada mereka sehingga menurut begini.
Lima belas menit berjalan mereka sampai didekat lapangan yang ada di lapangan kebun, itu bukan ujung tepatnya ditengah-tengah. Disna biasanya tempat berlatih para anak-anak yang akan menjadi bodyguard atau penjaga disini. Disana sudah ada ratusan orang yang berdiri ditengah terik matahari. Wulan meringis mengernyit merasakan sengatan matahari dikulitnya. Keringat bercucuran karena berjalan terlalu jauh.
“Cepat masuk barisan..!!!” Perintah penjaga.
Wulan terdiam disana masuk barisan yang entah barisan siapa. Ia tak kenal siapapun disana. “He mkamu. Ngapain disana?? kamu bukan pekerja bukan?? Sini penjaga..!” Ujar penjaga berteriak dihadapannya Wulan. Wulan kaget dan juga bingung yang ditanya itu dia atau orang lain.
“Say--|’
“ Maaf. Tadi saya hanya memeriksa salah satu dari mereka.” Itu dari belakang Wulan. Wulan menghela nafas kaget lalu bergeser mengikuti pria itu gugup, dimana tempat barisan penjaga. Itu didepan..!! apa ia tak ketahuan jika disini??
“Heyy penjaga baru yah? aku baru lihat ada penjaga jelek disini.”Ujar penjaga lain.
Wulan disana menatapnya datar.” Perhatikan pekerjaanmu.”Ujar Wulan lalu menatap kedepan.
Penjaga itu mencebik dan juga berkata.” Kau datar sekali.. aku penjaga baru cukup kaget melihat penjaga disini rata-rata tidak bisa diajak bercanda.”Ujarnya pelan.
Wulan mendengarnya melirik pria itu, artinya dia juga tak tau banyak kan tempat ini? “Aku juga penjaga baru, mangkanya diam. Aku takut ketahuan.”Ujar Wulan disana dengan menarik perhatian pria tadi. Ia terlihat tersenyum.
”Boleh kita berkenalan? “
“ Nnati saja... bukan disini.” Wulan menatap kedepan mebngabaikan pria putih yang bertubuh lebih pendek darinya itu. Ptia itu mencebik lalu menatap kedepan. Terlihat sangat kesal pada Wulan.
“Baik hari ini ada pemeriksaan dari atasan kepada kita. diminta kerjasamanya untuk kalian bisa menyambutnya dnegan baik. Jangan membuat masalah atau kalian akan dihukum. Mengerti?!!!”
“Mengerti tuan..!” Seru banyak orang.
Wulan mengusap kerinngat dipelipisnya menatap kedepan, ia mengibas wajahnya yang panas.”Kenapa tidak pagi atau sore saja. Ini siang samngat-sangat membuat sakit kepala.”Gumamnya pelan tak suka.
“Diam.. jangan bicara sembarangan jika tidak mau lidahmu dipotoong..!!” Ujar seseorang disana. wulan disana terdiam menatap kedepan, tak berani membantah. Mereka menunggu hingga tiga puluh menit. Wulan rasanya mau pingsan saja disini merasakan panas yag luar biasa.
“Maaf. Ketua tak jadi kemari.. kalian bisa kembali ktmpat maisng-masing..!!” Mata Wulan melotot mendengar penjaga itu.
__ADS_1
“Siap Tuan..”Semuanya bubar tanpa ada yang mengeluh. Hanya mengusap keringat yang lesu.
Wulan menganga.”Demi apa dia semudah itu buat bilang nggak jadi setelah ngunpulin kita disini selama setngah jam. Hellow liat matahari diatas ubun-ubuin loh.”Ujarnya nanar menatap langt yang sangat panas.
Tak ada yang menyahutinya. Wulan mau mati saja rasanya, tapi ia tak sadar jika seseorang melihatnya dar jauh dengan tersenyum smirk.
“Ayooo kita lihat siapa yang memulai dan siapa yang mengakhiri??” gumamnya disana lirih.
Wulan mmelangkah berteduh dari sana sembari berkomat-kamit menemui siapa pemilik tempat ini yang PHP Ingin datang. Padahal ia sudah sangat penasaran pemiliknya.
...----------------...
Sosok yang sedari tadi melihat Wulan menekan nomor diteleponnya dan mengubungi momor yang tertera disana. tak berselang lama ptelepon itu diangkat. “ Buat meeka menerima banyak informasi dan juga jangan sampai mereka terlewat satupun dari sini... tapi jangan lupa, jangan biarkan mereka pergi dengan mudah..!!!!”
...----------------...
Dilain sisi... ada sosok Lingling yang sudah berdiri didepan cerin, entah kenapa wajahnya sudah tak lagi jelek sejelek dulu, semakin hari kecantikan didirinya berangsur bertambah., akh tepatnya ditubuh Eliza. Apalagi semalam ibunya memberikan setengah jiwanya yang terpisah. Tubuhnya semakin berisi dan bervolume. Jerawat jerawat diwajahnya yang sudah kering tak memberi bekas lagi. Meksi ada beberapa tapi ia terlihat terawat dan juga bersih saat ini.
“Lingling... kemarilah, aku ada yang ingin ku bicarakan padamu.” Lingling melirik kebelakang yang ternyata ada Alex yang masuk ke kamarnya.
Lingling mendengus. “Ketok dulu pak.. kalo saya lagi nggak bapak baju gimana? Aurot aurot..” Ujarnya tak suka. Alex mencebik..
“Nggak ada yang selera. Datar gitu aja.”Ujarnya mengejek menatap dada Lingling.
“Sini biar ku pitak kepala kau yah..!” Ujarnya. Alex disana menahannya lagi. Lingling tak sampai pun mendengus. Alex terkekeh menepuk kepalanya pelan. Mereka memilih duduk diatas kasur milik Lingling sesudah perang tadi.
“Ngapain?”Tanya Lingling pada Alex.
Alex melirik Lingling takut-takut, “Loe ngomong sama siapa semalem???” Tanyanya pelan. Terlihat cukup gugup ukuran Alex yng bicara.
Matanya terlihat penuh penyelidikan pada Lingling. Lingling tertegun. “Loe denger dna liat?”Tanyanya Lingling tak suka.
Alex menggeleng pelan lalu tiduran.”Semalem gue sekilas liat loe ngomong sama seseorang pakek baju putih diatas balkon. Gue sama sekali ngak bisa denger apa yang kalian bicarakan. Loe bisa ngeliat makhluk halus yah Lingling? Atau jangan-jangan loe bersekutu sama jin mangkanya bisa kebal dan juga menghentikan peluru kek gitu?”Tanyanya pelan. Matanya menatap Lingling yang duduk penuh penyelidikan.
Lingling menghela nafas disana. ingatannya pada ibunya semalam yang bicara dengannya, mungkin ibunya mengenakan kekuatannya menutup segala sisi disekitar supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Syukurlah.. tapi hey apa yang dia bilang tadi? Hantu dan Jin?? Itu mak gue Inyong...!! ingin sekali Lingling berteriak begitu.
Lingling memendang kekesalan di dadanya. Ia memutar bola mata malas menatap Alex.” Nggak sopan banget ngintip dan menguping orang lain.” Ujar Lingling.
“Kan gue bilang nggak sengaja Lingling..” Ujar Alex membantah berdecak.”Lagain gu-gue semalem ngeliat ceweknya cantik banget... bajunya putih juga agak aneh si bajunya kek kerajaan kerajaan gitu, tapi pas gue cek CCTYV. Sosok itu nggak terlihat sama sekali. Kek loe lagi bicara sama sesoerang tapi nggak ada orang selain diri loe. Jadi mangkanya gue Tanya loe bicara sama jin atau setan gitu?”Tanyanya pelan.
__ADS_1
Lingling menghela nafas.”Lagian mau gue bicara sama jin. Setan., kuntilanak atau yang lainnya nggak ada urusan sama loe. Jadi itu bukan urusan loe..!!” Ujarnya pada Alex tajam seakan berkata Hey itu privasi ogeppp...!!!
“Ehh santay aje kali. Gue nanya jan ngegas napa. Kalo memang hantu salamin soalnya cantik banget.”Ujar Alex terkekeh.
“Loe mimisan nggak liatnya semalem?”Tanya Lingling pelan pada Alex.
Alex disana terlihat gelagapan. “ke-kenapa loe nanya gitu??”Tanyanya pelan. Terlihat matanya mengelak melihat mata Lingling.
Lingling terkekeh pelan.”Soalnya biasanya kalo liat bu- hmm dia, pasti kebanyakan pingsan kalo nggak mimisan... dan menggila.”Lanjut Lingling dalam hati terkekeh. Dan lagi ia tadi hampir keceplosan memanggil ibunya dengan sebutan Bunda.,
Alex terlihat tergagap dan juga tak percaya.”jadi itu alasan kenapa gue pingsan kejang-kejang semalem?”Tanyanya cukup keras dan tak sadar. Terlihat Lingling menahan tawa melihatnya. Alex meringis.”Dia cantik banget. Kalo boleh bisa ngak gue bersekutu sama dia giytu biar setiap hari liat dia??? Pakek tumbal nggak? Rela gue rela pakek tumbal suer dah. Pakek tubuh gue juga gue pasrah./”Ujarnya dengan pelan.
Puk.. Auuu Lingling mendengar ucapan Alex mendengus membuang bantal kewajanya.”Loe apaan si Ling? Cembukor loe sama gue?? bilang aja kali.”Ujar Alex membuang bantal itu lagi dihadapannya lingling hingga ditangkap Lingling.
“Loe mau jadi bapak tiri gue??”Tanya Lingling kesal..
“What? Bapak tiri? Maksudnya tadi malam itu mak loe?”Tanyanya Alex tak percauya. Lingling terdiam karena ia keceplosan. Pluk..”Halu loe ketinggian neng. Bangun udah siang.!!” Ujarnya mengejek.
Lingling mendengus.”ma-maksud gue bi- "
“Mau loe ngeles apapun nggak ada gue percaya mak loe gitu.. Sadar muka tolong.”Ujar Alex menghina.
Lingling merasa dadanya terbakar.”hina dedek bang hina. Sampek puas bahkan sampek meninggoy bila perlu.”Ujarnya tak senang dibanding-bandingkan sama ibunya. Jelaslah inikan tubuh dan wajah Eliza bukan dirinya.
“Lagian nih yah asal loe tau. Mau loe kasih nyawa loe sekalipun atau dunia ini sama dia loe nggak bakal mampu.!!! Soalnya dia udah nikah, dan suaminya luar binasa tampannya. Ngalahin seluruh lelaki tampan sejagat raya. Na loe Cuma t4i kakinya doang..!” Ucapan lingling tajam,
Allex merasa ada panah yang tertancap didadanya tak kasat mata,”Sadis men. Kena mental.”Ujar Alx pelan. Lingling terkekeh melihatnya lalu menggeleng. Memang benat ibunya sudah menikah. “Tapi jadi suami kedua juga nggak papa gue. suer ikhlas lahir batin gue.”Ujarnya Alex lagi membuat kesenangan LIngling terputus dan menatap andes tajam..
" Ngimpi teros!!!!"
Terlihat Alex menatap langit-langit membayangkan wajah Qira semalam. Semalam ia mau bertemu Lingling Karena ingin bertanya apa yang Lingling lakukan hingga Hendrik menggila eh malah melihat dirinya bicara dengan seorang. Nah disana ia mengintip dan ia melihat gadis sangat cantik berbaju putih. Rambut biru dan bermata Kristal biru, Ia mimisan hinga pingsan ditempat tak kuat menahan kecantikan bukan manusiawi itu.. saat pagi tadi ia bangun ia memeriksa CCTV dan ternyata gadis itu tak terlihat lagi. karena rasa kegilaan yang membuncah didadanya ia kesini bertanya dnegan lingling. Ternyata jawabannya diluar nalar dan tak ia dapatkan,
Alex mengusap wajahnya yang terasa susah bernafas. Wajah Qira selalu terngiang kepalanya terasa ingin pecah. Lingling melihatnya menjadi iba. sejujurnya kecantikan ini bukan lagi suatu berkah. Melainkan suatu musibah bagi keluarganya. Syukurlah mereka tinggal ditengah hutan sehingga tak perlu banyak berinteraksi banyak orang. Lihatlah betapa tersiksanya Alex melihat ibunya begitu?? Akhh bagaimana jika ia melihat rupa Lingling asli yah yang katanya lebih cantik dari ibunya dikarenakan lebih tinggi. Lekuk tubuh yang sangat pas pada tempat-tempat nya. Belum lagi dirinya yang campuran dari ayahnya dan ibunya yang kecantikan dna ketampanan diatas rata-rata.. ia tak yakin bisa lepas dari Alx ataupun teman-temannya
...----------------...
Argh.... suara teriakan out menggema diruang itu,. Tangan kananya gemetar tak ketulungan melihat sang tuan yang memporak-porandakan kamarnya bagai orang stress... lihatlah wajah yang acak-acakan, tangan yang berdarah-darah karena terluka. Belum lagi tempatnya yang sudha bagai kandang b4bi. Matanya memerah.”Siapa yang berani bermain denganku?” Teriaknya.
Kabar pagi ini mengguncang jiwanya, bagaimana tidak kabar berita dirinya yang homo dimana-mana, belum lagi tubuhnya yang tel4njang ditengah keramaian. Banyak yang melihatnya dan menghujatnya. Apalagi videonya viral dimana-mana membuat ia males setngah mati saat ini. Kasus mengatakan ia G4y dan memaksa seseorang untuk berhubungan ditengah tempat. Ia hampir memperkosa seseorang.
“Demi Apa gue nggak ada ingat ngelakuin hal itu semalem..”Ujarnya pelan mengerang marah. Tangan kananya gemetar disana.” Cepet bereskan dan hapus semua berita nggak bener itu. Bawa siapa yang berani nyebar berita itu..!!! kehadapan gue sekarang.”Ujarnya membentak.
__ADS_1
Tangan kananya angkat bicara dengan bertarung akan rasa takutnya.”Ma--Maaf tuan. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin sedari semalem, tetapi susah buat menghentikannya karena disetiap media sudah ada. Apalagi sudah ada bangak yang mengimpan video itu dan kembali disebar. Dari tangan ketangan hinga sudah tak bisa dikendalikan lagi.. kami hanya bisa memblokir beberapa akun yang terlibat utama.. itupun ia mengenakan akun palsu yang setelah diselidiki tempatnya ada ditengah hutan, sepertinya dia sudah melakukan rencana ini dengamn cara yang matang tuan.”Ujarnya gugup.
Arghh..”Cari tau siapa dalangnya sampek ketemu dan kerahkan semua penjaga buat nangkap siapa aja yang berani nyebar berita gue lagi. dan bunuh mereka cepat,,!” Bentaknya kuat disana.. nafasnya naik turun. Wajahnya memerah menahan rasa meledak didadanya. Sungguh rasa ingin membunuh sangat kuat.