Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Rebutan


__ADS_3

Andes menarik tangan Fiko menjauh dari sana bersama dengan Alex yang menuju satu ruangan, mereka harus membicarakan hal ini secepatnya sesuai arahan dan juga strategi yang dibuat oleh mereka bersama. Tak bisa Andes singkirkan satu hal jika Otaknya dipenuhi oleh banyaknya pikiran Tentang Lingling.


....


Mike menghela nafas menatap Chun yang sibuk mengusik dirinya saat ini.” Menjauhlah dariku. Jika tidak kau akan mengetahui apa yang kau dapatkan..”Ujarnya menjauh.


Chun mengeleng mendekat “ Kau pikir aku takut? Berikan Lingling dulu kepada ku dulu baru aku pergi..!” Tegasnya tak terima.


Mike melirik para bodyguard disana menahan Chun. chun ditahanpun terdiam menatap Mike dan Lingling menjauh.


”Lingling..!!!! aku disini. Bangun, aku tunanganmu..!! Lingling...!” Teriaknya Chun kuat memberontak dengan kuat ditahan oleh tiga pria kekar disisi-sisinya.


Lingling yang merasa sangat terganggu pun membuka manatanya menyipitkan matanya. matanya terbuka lebar melihat itu adalah Chun. ia melompat dan itu membuat Mike kaget.


”Chun.. !” Teriaknya berlari mendekati Chun, ia memeluk Chun rindu dan juga penuh rasa lega. Syukirlah Chun baik-baik saja batinnya disana bahagia.


Chun yang ditahanpun segera memberontak dan mengantuk kepalanya dengan penjaganya tadi, lalu menendang sosok disisinya atau lagi. satunya lagi menahanya kuat tapi Lingling sudah mendekat dan memeluknya erat.


Lingling melomnpaat ketubuhnya kuat sampai Chun tidak bisa lagi menyeimbangkan tubuhnya.


Bugh.. Tubuhnya terpental dengan lelaki penjaga dibelakangnya tadi ikut terjatuh. Syukurlah ada dia jadi Chun tak merasakan punggungnya sakit.


Chun memeluk Lingling erat. Rasa rindunya terasa terobati. Ia disana menggoyangkan tubuh Lingling erat. Lingling disana tak kalah mengeratkan pelukanya.”Yaammpun aku kangen banget sama kamu.. kamu apa kabar? Kamu baik baik aja kan? tidak terluka atau diapa-apain kan sama mereka?”Tanyanya Lingling pelan.


Chun mencium kepala Lingling menaruh kepalanya diatas kepala Lingling.” Aku jauh lebih kangen Lingling. Aku takut sekali kamu kenapa-napa disini. Kamu baik-baik saja kan???? aku sangat baik berkatmu tapi juga tak terlalu baik karena merindukanmu.” Ujarnya disana dengan semangat.


Lingling disanapun tersenyum manis dibahunya Chun.” Akupun baik. Lihat aku sudah cantik....”Ia melepaskan kepalanya dari bau Chun menampikan wajahnya yang sudah bersih. Chun yang tadinya tak sadar akan perubahan diwajahnya tertegun. benar wajah Lingling sekarang sangat manis, mmang tidak putih masih sedikit gelap tetapi dengan begini Lingling terlihat sangat manis, imut dan ****. Ia mengusap pipi Lingling pelan dan tersneyum manis,. “Tapi masih cantikan wajah aslimu.”Gumamnya tak sadar.


Ehem...

__ADS_1


“Uhhh tolong bangkit. Saya ada dibawah. Saya manusia bukan kasur tolong..!!” Lingling dan Chun tersadar disana. mereka melihat kebawah dan benar ada lelaki yang menahan Chun tadi yang terlihat lemas dan wajahnya memerah menahan nafas yang terasa sangat berat.


Lingling dengan sekali hentakan Argh... lelaki kekar itu medesis karena LIngling yang menghentakkan pantatnya diperit Chun barulah bangkit.


Agh.


Chun merasa ada yang bangun tapi tertahan tapi juga terasa ada yang ingin keluar dari perutnya,. Ia bangkit melirik bodyguard penahannya tadi dengan tatapan kasihan.


“ Emm kasihan..”Gumamnya tetapi menatap Lingling.


Lingling terkekeh disana. tapi tak berselang lama Lingling merasa perutnya dipeluk. Ia membalikan tubuhnya dna menatap sosok itu kaget.”Yaampun Lien.. kau juga ada disini?”Tanyanya memeluk balik.


Lien yang dipeluk balik pun semakin mengeratrkan pelukanya dna tersenyum tipis.


Lien mengangkat tubuh Lingling dan memutarnya. Lingling terkekeh mengeratkan pegangannya.”Lama banget si Ling pulangnya. Kan kangen.”Ujar Lien lembut mengusap kepala Lingling lembut. Lingling disana merasakan hangat dengan Lien. Lien itu kakakneble jadi jika ada yang mau punya kakak Lien adalah kandidat terbaik bagi Lingling.


Chun mengangguk tersenyum mengupa kepala Lingling lembut ia merapikan rambut yang menganggu wajah Lingling .


”Kau tambah cantik Ling.” Lien tak bisa menahannya diri untuk tidak mengusap pipi Lingling yang lembit dan bersih. Ia semakin merasa detak jantungnya yang sangat cepat karena Lingling. Ia merasa Lingling seakin menarik lagi. entah karena efek rasa rindu yang sudah terbayar atau memang hatinya yang murahan.


Plak.. Chun disana menahan tangan Lien. Lien menatap Chun terdiam, chun sedari tadi menatap mereka tidak suka pun bertindak “Dia tunanganku Lien jika kau lupa. Berhenti menatapnya begitu.”Ujarnya dengan pelan meski pelan terdnegar tegas kok.


Lien terteun merrsa ada yang menghantam hatinya, ia tersenyum mengangguk.”Aku hanya mengangap dia adikku mangkanya aku menyayanginya Chun. tenang saja aku tidak mungkin mengkhianatimu.”Ujarnya meyakinkan Chun, ia tak ada cara lain. Jika ia jujur maka persahabatannnya yang hancur dan jikapun ia malu Lingling tidak mungkin mengangapnya lebih.


Mike yang dari tadi melihat drama hanya diam saja, ia menghela nafas. semakin banyak saja saingannya. Entahlah ia, merasa tidak lagi mau maju jika begini. Ia memilih undur diri dari sana.


”Awasi mereka lebih teliti.”Ujarnya berbisik pada penjaga memilih mengikuti Andes dan juga rekannya yamng lain. Memberi ruang untuk lingling bicara bersama teman-temannya. Pasti dia saking merindukan disana.


“Kau pasti Lelah Ling. Ayo kita iistirahat dulu, aku sudah menyiapkan kamar untukmu.” Lien menarik tangan Lingling menunju kamar miliknya. Tetapi tak berselang lama tangan Lingling satunya lagi ditahan oleh Chun. lingling mengerjabkan matanya menatap sang pelaku. Ia bisa melihat tatapan Chun terbakar dan juga mengkilat seakan-akan hendak membunuh.

__ADS_1


”Tidur dikamarku saja. Aku ingatkan kau tunanganu Ling. Tidak sepantasnya kau bersama dia disatu kamar. Kau masih ada aku.” Ia menekankan kata-kata hubungan mereka


Lingling mendengarnya diam, Ia tak mencintai keduanya lalu apa yang harus ia lakukan? Lien diam menatap Chun dingin.


” Chun aku sudah menyiapkan keperluan Lingling disana. lagian ku yakin kamarmu belum disiapkan bukan? Lingling pasti lelah jadi berhenti berdebat lebih baik kita biarkan dia istirahat dan juga makan. Dia juga pasti lapar.”Ujarnya membantah Chun yang terlihat sangat egois saat ini.


Chun mengangguk” Yah dikamar ku saja. Kamarku tidak kotor kok tenang saja. Jika memang kotor aku akan membersihkannya untuk Lingling. Ayo dikamarku saja Ling istirahatnya.”ia menarik tangan kanan Lingling menuju kamarnya dan diikuti oleh Lingling.


Belum dua langkah kakinya Lingling melangkah ia merasa tangan satunya lagi ditahan. Ia menoleh menatap sang empu yang tak lain adalah Lien.”Chun jangan egois, dia pasti lelah, dia harus segera istirahat tak bisa menunggumu untuk beres beres.”Ujar Lien. Ia sudah mempersiapkan semua keperluan Lingling sedari kemarin masa semuanya sia—sia?


Chun menatapnya tak terima.”Kan kamu yang memperkeru suasana, kau juga yang membuat Lingling gagal untuk istirahat sedari tadi Lien. Coba dari tadi kau nurut saja Lingling sudah tidur sekarang dikamarku.!!” Ujarnya tak terima.


Lien mendengus.”Kan aku duluan yang menawarkan.” Ujarnya menepis tangan Chun dari tangan Lingling. Lingling diam menatap perdebatan itu.


Chun yang ditepis tanganya pun menatap Lien tajam, ia menepis tangan Lien balik,.” Kan aku sudah bilang Lingling lebih berhak dengan diriku dibanding denganmu Lien..!!! lepaskan dia..!!!”


“Tidak aku kakaknya. Dia lebih berhak denganku.!” Ujarnya menolak.


Lingling yang merasakan telinganya berdengung mengusapnya pelan.


”Cukup..”Ia menghempaskan kedua tangan mereka. Keduanya menatap Lien kaget.”Biar aku dikamarku sendiri. Aku capek butuh istirahat.”Ia melangklah meninggalkan keduanya yang terbengong


“Ling sama aku aja..!” Ujar keduanya serentak dan bertabrakan. Lalu tak berselang lama keduanya slaing tatap.


”Gara-gara loe kan Lingling ngak ajdi tidur sama gue..!!!”


“gara-gara loe.!!!! “ ujar Chun mendengus.


Keduanya terdiam mengejar kemana Lingling pergi. Mereka harus meminta maaf dengan Lingling." Tunggu Ling...!!!!'

__ADS_1


__ADS_2