Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Aku


__ADS_3

Pagi ini Lingling sudah siap dengan baju besi milik Jo yang ia pinjam. Jo disamping Lingling menatap seram sosok Temannya itu. Semalam Lingling tidak tidur belajar mengenakan senapan bersama lelaki bayangannya. Ia juga tak kalah bagusnya dari yang lain dan ia yakin mampu mengalahkan jendral LLlien yang baginya taka da apa-apanya. Matanya tajam melirik buku. Ia mengesal tidak suka membaca membuat ia lupa dan ia tak memiliki banyak pengetahuan tentang kecantikan ataupun ramuan bagaikan kakaknya Qeqe.


Ia baru tau berapa pentingnya ilmu yang ia tinggalkan dan ia remehkan dulu...


Ia selalu berfikir dirinya cantik ngapain cari alat dan obat untk tambah cantik? Lingling memang sosok yang tak suka berbauh demikian.. sungguh ia menyesal dan sekarang ia harus diam dengan wajah jelek ini tanpa tau harus mengenakan apa lagi. Mungkin nanti ia harus belajar banyak hal lain sebab wajah ini memang sangat hitam dan kucel. Jika mengenakan bahan alamai akan menghabiskan waktu lebih dari dua bulan. Jika instan maka efeknya akan merusak kulit wajah..


Diibaratkan sesuatu hal, jika dipaksa maka ia akan rusak bukan? Sama dengan wajah, jika yang awalnya hitam dipaksa menjadi putih dan glowing, yang awalnya itu matanya min dipaksa menjadi sempurnah tak akan baik. Sungggu Lingling katakana ia menyesal.. menyesal tiadak suka membaca buku dan mencari ilmu pengetahuan lainya.


“Eliz kau yakin mau bermain pedang bersama jendral Guang? Kau tau? Dia itu jendral terkuat didaratan perbatasan hilir.. nanti jika kau terluka bagaimana?”Tanyanya Jo khawatir disana menatap Lingling yang sudah siap mengucir rambut pendeknya sampai leher jenjangnya terlihat.


Lingling menatap Jo dan tersenyum tipis sangat tipis. “Kau ingat bukan jika aku bukanlah Eliza? Aku Lingling Zhu Han.. jadi jangan bilang aku tak mampu mengalahkan mereka dan aku buat semua orang bertekuk lutut dihadapanku..”Ujarnya menantang disana dan menatap Jo.”Lagipula aku heran berapa IQ Si Eliza itu sampai-sampai mencintai Jendral Cucun itu ha? Kenapa dia tidak menyukai kamu saja yang jelas jelas setulus ini.”Jujurnya disana.


“Kau bicara apa? Kami itu hanya teman.. tidak lebih.”Ujarnya Jo membantah. Sembab ia memang hanya mengangap Eliza teman tidak lebih.


“Yah karena kau mencintai wanita rubah itu kan? Siapa namanya? Wulan?”Tanyanya Lingling membuat sosok Jo tertegun membenanrkan.


Lingling tersenyum miring dan berkata.”Lihatlah. akan ku hancurkan wnaita itu supaya tau jika bagaimana menjadi wnaita yang hancur seperti Eliza.. dan yah aku juga membenci eliza.”Gumamhya disana.

__ADS_1


“Sudahlah... aku harus pergi kelapangan supaya tidak ada yang berfikir jika aku pengecut.”Ujarnya disana membuat Jo berdiri mengikutinya. Ditangan kanannya Lingling ada sabuk tangan yang ia ambil tadi dan melilitnya dijalanan. Lingling ber aurah beda dari yang lain. Meski ia jelek tapi ia sangat kerne dengan penampilanya sekarang.


Sampai didepan jendral Chun tangannya ditahan membuat ia melirik kedepannya. Disana juga ada Wulan yang bergandengan dengannya tersenyum sinis.


”kau yakin ingin mengikuti acara pertarungan ini?”Tanya jendral Chun disana menatap Lingling dengan dingin.


Lingling disanapun menarik tanganya dan tersenyum..”Uuuuuuh ada kakak nih..”Tanpa menjawab pertanyaan jendral Chun ia menatap Wulan yang malah bergandengan tunangannya. Tepat dimana banyak orang disana Linging tersenyum miring.


”Lihatlah.. mana yang kalian idam idamkan Jo.. dia bagaimana bisa dia masih menggandeng tunangan adiknya sendiri haha.,”Ujarnya Lingling sinis dan tersneyum.


Wulan terdiam dibuatnya.. Lingling disana mendorong kakaknya dan menarik jendral Chun mendekatinya.”Jika begitu jangan mendekati tunangan orang.. katanya laku tapi masih saja genit sama milik orang cih muraham.”Ujarnya lalu menarik Jo pergi. Wulan mengepalkan tanganya disana. Ia tak boleh kehilangan kendali. Ia harus terlihat baik disemua orang.


Jendral Chun menarik Wulan dan berkata.”Kau tidak apa-apa Wulan?”Tanyanya membuat Wulan menitihkan air matanya dan menggeleng pilu. "Aku tidak apa apa hanya sedikit terkejut kan perlakukan kasar Eliz.. "Jawabnya pilih membuat jendral Chun menengkannya.


Matanya sendu membuat jendral Chun mengepalkan tanganya.”Gadis Bodoh itu harus aku hancurkan rupanya..”Gumamnya disana didalam hati.. ia tersenyum miring dan akan melakukan rencana lain untuk menghancurkan Linging.


Jendral Vuang dan Guang disana diam menatap Lingling yang data dengan gagahnya kelapangan yang sudah penuh dengan orang.

__ADS_1


Ternyata suaranya sudah mulai sedari tadi... Dan Lingling telat.. sekarang sedang aksi dan juga tanding malah membuat Lingling jadi sorotan utama Disana.


Mata Lingling merah nyalang menatap semua orang yang sudah menungguhnya.


“Oh ternyata kau datang juga.”Gumamnya jendral Zau disana menatap Lingling sinis. Sebab sudah sedari tadi orang menunggunya. Didepanya ada jendral You menatap anaknya takut, mereka duduk disatukan deretan depan dikira yang sama.


Lingling diam disana mendekati tumpukan pedang.. pedang disana tidaklah semudah yang orang lain pikirkan. Pedang yang beratnya mencapai lima kilo gram., dan yang paling ringan dua kilo itu Lingling angkat dan menatapnya. Hal itu tak luput dari jendral Yoou. Ia cukup terkejut,s ebab Eliz bahkan tak mampu memegang pedangs ecara baik dan benar. Tapi ini? Ia Bahkan memegang pedang yang beratnya mencapai delapan kilo untuk Para Jendral Besar sebesar jendral You disana.


Tatapan Lingling sangat tajam, bahkan melebihi pedang yang ia pegang. Melangkah seakan akan pedang itu bukanlah apa-apa. Matanya menggkilat bersamaan dengan pedang yang ia pegang. Ia harus mengalahkan jendral Guang demi kehormatan, bukan karena haus penghormatan namun ia memang tak memiliki kehormatan disini. “ Ayo maju..”Ujarnya disana kepada jendral You dan jendral Guam.


Jendral Guam menatap Lingling lkalu menatap jendral You. Siapa yang ditantang? Namun Lingling yang pahampun langsung mengajuhkan jarinya menuju mereka berdua.”kalian berdua maju..”Ujarnya dsana menantang cukup menngelitik diperut para penonton dan para prajurit sebab Eliza yang ;mlemah menantang dua jendral sekaligus? Mau matikah?


Jenfdral You disana menahan jendral Guam dan berkata.” Biar aku saja yang menunjukan betapa bodohnya anak ini.. jangan turun tangan, aku takut nanti kau akan kenapa-kenapa Eliza..”Ujarnya disana mendekati Lingling.


Hal itu menmbuat Lingling menarik sudut bibirnya mengangguk. Drama yang sangat bagus buat seorang ayah sekakan akan dirinya anak durhaka dan ayahnya yang sangatlah dermawan mau menghidupinya yang bodoh namun tetap melindunginya.


Tatapan mata jendral Chun yang sampai dengan Wulan disana menatap Eliza.. ini bukan Eliza yang ia kenal. Eliza bahkan tak berani menatap mata orang setajam ini. Eliza juga tak mampu memegang pedang sebesar ini.. apalagi menantang.”Siapa dia sebenarnya..”Gumamnnhya dalam hati.. Wulan disampingnya malah melipatkan tanganya didada dan tersenyum sinis.. menungggu kegagalan Lingling..

__ADS_1


__ADS_2