
Hehe iya maafin yah kemarin bilangnya nggak penting, penting semua kok wkwk. Btw kemarin banyak juga yang saran selingi sama Eliza bagaimana perkembangannya, jadi aku akan up beberapa liz ajuga yah biar nggak kaget juga nanti apa yang dia lakukan.
..
.
.
Demi apapun Lingling katakana baru kali ini ia sangat bersyukur akan kecantikannya dulu, kecantikan murni dan alami, tanpa apa yang ia lakukan hanya beberapa obat herbal yang ibunya racik, dan ibunya kenakan dan ia oles diwajahnya ketika tidur sebab Lingling sendiri pemalas dan sangat malas melakukan hal tersebut yang baginya tidak penting.
Tapi bagi ibunya sangat penting, ibunya suka mengoleskan wajahnya krim atau seperti ramuan diwajahnya dan dibibir nya hingga kulit wajahnya halus alami, bibirnya merah merona alami. Ibunya juga biasanya juga menaruh beberapa olesan ditangannya yang terluka karena latihan pedang ataupun latihan memasak karena kebodohannya. sehingga tak ada bekas luka. Baru kali inI juga ia katakan jika saat ini ibunya sangat baik...
“Iss....”Lingling dari tadi meringis karena tritmen yang Lingling ajak. Sekarang mereka ada ditempat kecantikan, tadinya si mereka yang harus kerumah Ketyna tapi apa daya. Alatnya tak bisa dibawa jadilah keyna dan Lingling kemari. Tak ada Andes atau siapapun. Fyuur berdua dan juga beberapa pengawal dari jauh. Dan supir jangan lupakan itu.
Saat ini Lingling merasakan sensasi sakit. Panas diwajahnya karena treatment ini. mana wajahnya terasa disengat-sengat dan berdarah-darah akibat letupan-letupan jerawat yang sudah mengeras akibat mengering dan masak.
“Yampun ling. Gue kira jerawat loe udah sembuh jerawat nya. Ternyata masih banyak.”Ujar Keyna ngeri melihat wajah Lingling yang ditusuk-tusuk dan juga ditekan oleh alat jerawat sehingga isi jerawat berwarna putih keluar hingga berdarah-darah.
Dokter kkecantikannya tersenyum.”Ini jerawatnya udah mateng buk, jadi terlihat sudah tidak lagi dan menimbulkan bintik hitam, padahal bukan, dan ini isi dari jerawat tersebut dan harus dikeluarkan supaya kulit ibu sehat dan cepat terhindar dari bintik hitam yang memenuhi wajahnya teman ibu. Dan isinya ini bukan hanya dari jerawat tapi juga komedo akibat tidak terawatnya kuit. Nah sesudah ini baru kita bisa menggunakan treatment lain seperti penghilang bopeng dan juga treatment lain yang bisa membuat wajah nya bapak Lingling rilek.” Ia masih tidak tau jika Lingling perempuan... yah beginilah.
Keyna mengangguk pelan dan kembali ditempatnya, ia bersantai sembari membaca majalah. Lingling tak sadar air matanya keluar banyak akibat rasa perih.”Yaampun Key. Kamu ngak bilang ini sakit. Apa sesakit ini supaya bisa cantik? Aku nggak mau cantik aduh.”Keluhnya tak tahan.
__ADS_1
Keyna terkekeh.”Mangkanya Ling. Kamu yang terlahir cantik itu harusnya bersyukur bukannya malah mau jelek. Ingat tuhan udah beri kita porsi masing-masing, ada banyak yang mau kayak loe. Muka cantik, tinggi,. Tapi loe malah menganggap kecantikan loe kutukan dan juga merepotkan. Sedangkan diluar sana? Ada banyak yang operasi plastik yang mau cantik, perawatan, treatment kayak loe gini. Ada banyak pejuang jerawat dan lainnya.Cuma loe aneh yang selalu liat keburukan aja tanpa mau lihat sisi positif didiri loe.”Ujarnya Keyna pelan.myit.. Lingling terasa nyeri ulu hati mendengarnya benar jga padahal dulu ia merasa jika kecantikannya kutukan yang harus ditutup. Menyusahkan nya yang selalu dikejar banyak lelaki.
Yak berselang lama baru Lingling merasa wajahnya dibersihkan dna diberi beberapa krim yang Lingling cium sangat wangi. Ia rilek dan juga didiami beberapa menit. Ia menatap wajahnya di cermin, sangat merah. Ia menggeleng lalu kembali tiduran...
Beberapa menit lagi sesudah itupun ia melihat Keyna terlihat memilih warna. “Buat apa tu?”Tanyanya pelan sembari menunggu krimnya meresap. Keyna meliriknya sebentar dan berkata.” Buat warnai rambut, gue ngidam warna rambut hehe.”Ujarnya pelan. Lingling mengangguk paham disana lalu diam.
Tak berselang lama wajahnya dibilas dan dibersihkan dengan handuk khusus. Barulah wajahnya treatment.. uhh rasanya seperti disengat listrik berkali-kali, sakit. Perih, berdarah bercampur. Kapok Lingling kapok.. sungguh..!!! ini bukan hanya sekali atau dua kali tapi berkali-kali sehingga penetral rasa sakit dari Liong tak berfungsi sama sekali. Ia seperti tersengat tawon berkali-kali. Bahkan air matanya jatuh dibuatnya.
“Udah cukup key. Sumpah muka gue perih.’Ujar Lingling disana mau menangis merasakan wajahnya kaku, mana berwarna merah semua lagi bagai setan. Keyna cekikikan, ia baru sudah lulur dan beberapa perawatan kulit.
Ling;ling merasa rambutnya dibasahi.”Ehh mau ngapain lagi?”Tanya Lingling panic. “Gue nggak mau lagi yah, sumpah nggak mau. Muka gue maish perih banget.”Ujarnya mau berteriak lagi semakin tak maunya lagi. ia jerah. Biarkan saja wajah tubuh ini jelek. Toh ibu bukan tubuh miliknya.
Lingling mendelik.”Lah kamu yang ngidam kok aku yang jadi korban? Big No yah Key. Aku ngak mau, ini udah sakit jangan rambut lagi.”Ujarnya tak mau. Kapok mau pulang saja dia. Apalagi Keyna ada-ada aja mintanya. Apa tadi? Minta diwarnai warnah ping? Hey mau ditaro kemana wajah Lingling? Bayangkan wajah merah. Rambut ping, mau ditaro kemana harga dirinya???
Keyna menatap Lingling memelas.”Ayolah ling. Nanti anak gue ngeces gimana Ling? Mau yah Ling?? “Bujuk Keyna.
Lingling menggeleng.”Suruh lakik loe aja, kan dia yang hamilin loe masa gue yang nanggung kelakukan abstrut loe.. yah kali.”Ujarnya ketus. Karena kesal tanpa sadar berbahasa loe-gue juga kepada Keyna
Keyna mendengus..”Gue nggak Mau Key. Yang mau anak gue bukan gue. gue ngak bisa milih. Yang ada gue maunya bapaknya dicat berwarna kuning. Tapi dia malah keluar kota hari ini.. mangkanya gue mau loe yang warna ping,”Ujarnya pelan. “Ling emang tega liat anak gue ngeces Ling? Anak pertama loe Ling.”Gumam Keyna pada Lingling memelas.
Lingling menghela nafas tersenyum masam, bayangkan bagaimana merah dan malunya nanti jika teman-temanya melihat? Tapi melihat Keyna memohon pun mengangguk.”Ahh Yes. Makasih Lingling. Sayang Lingling.”Ujarnya kegirangan melihat Lingling setuju, iapun memberikan warna taster yang diinginkannya tadi. Lingling pasrah lagi duduk dengan merasa rambutnya kembali dibersihkan dan diwarnai. Berkali-kali, awalnya warna kujing lalu ada beberapa tester dibeberapa bagian. Hingga ada yang cocok barulah diberi warna lagi, eh ternyata kurang kata Keyna hinga kembali diwarnai lagi.
__ADS_1
Lingling merasakan dadanya sesak akibatnya. Ia lelah, lukanya belum terlalu sembuh itu terasa ngilu.. ia sudah terlalu lama duduk hingga akhirnya ia memilih pindah duduk di kursi yang nyaman. Tak sadar ia tertidur menyisakan Keyna yang terkekeh geli melihat Lingling yang diwarnai rambutnya.”Yaampun nggak bisa bayangin gimana ekspresinya Andes liat wajah dan rambut baru Lingling. Jangan sampek kena maki gue.”Kakenya tak jelas melihat kesenangannya.
Pikirannya teringat semalam meminta Alka mengubah rambut berwarna kuning. Terlihat Alka menolak dan juga menggeleng tegas. Keyna tak habis akal hingga merajuk. Alka juga tak habis akal memilih pergi kekantor dulu katanya, eh pas siang mengatakan pergi keluar kota. Keyna tau di pasti sedang menghindar kan? pasti itu ia yakin hal itu, Keyna tersenyum miring.”Malam ini pti dapat dan ku pastikan besok rambutnya warnanya kuning.”Ujarnya terkekeh geli. Yah Keyna jika au harus. Itu semenjak ia hamil. Mungkin sifat dari anaknya kelak jika mau sesuatu harus dapat..
Disisi lain sosok eliza sendiri dangat giat, pagi ia belajar memasak dnegan ibunya, siang ia akan belajar membuat obat lalu sore ia akan belajar berpedang dan berpanah atau beberapa teknik beladiri. Ia sangat giat hingga ia sendiri jatuh sakit karena kekurangan istirahat.
Tubuhnya panas sedari pagi, tadi ada pelayan kaget melihat keadaanya hingga ia pun segera dipanggilkan tabib, ibunya tak terlihat sedari tadi, baru ada ayahnya yang d didekatnya. Ia baru bangun dan melihat ayahnya yang terlihat Lelah tertidur disisinya memegang tanganya.”Ay-ayah.”Gumamnya pelan dan lirih.
Baru kali ini ia merasakan kasih sayang seorang ayah ketika sakit., bisanya ketika ia sakit tak ada yang peduli sampai ia menangis sendirian dan diobati oleh Jo. Barulah ia sembuh.. lebih tepatnya sembuh dengan keadaan.
Zauhan yang mendengar suara lirih itupun bangun, ia tersenyum melihat Eliza sudah bangun.” Ada yang kau butuhkan?”Bukanya Zauhan sudah menyayuangi Eliza, hanya saja tubuh Eliza adalah tubuh anaknya. ia tak mau terjadi apa-apa dengan anaknya. lagi pula dirinya akan sangat lembut dengan anak-anaknya. ia akan mengorbankan apapun untuk anak-anaknya. apalagi hanya perkara waktu.
Lingling terdiam menatap Zauhan. Ia iri tapi bahagia.”Haus..’Gumamnya pelan. Zauhan dengan pelan mengambil air diteko dna menaruhnya didalam gelas. Ia memberikan pada Eliza pelan-pelan.”Minumlah, lalu kau akan minum obat. Aku kn suruh pelayan membuatkan mu sup hangat.,”Ujarnya pelan pada Lingling lalu bangkit meninggalkan Eliza yang duduk termenung dna meminum habis minumannya dan obatnya. Tak terlalu pahit tapi rasanya aneh. Sangat aneh baginya hinga ia muntah.
Tak berselang lama Zauhan menepuk pundaknya dan juga menyuruh pelayan membersihkannya. Eliza tak enak hati tapi ia diam saja dituntun zauhan duduk. Zauhan menghela nafas mengusap kening sang anak yang berkeringat.”Seharusnya kau istirahat. Jika sakit begini baru tau rasa.”Gumamnya pelan. Tangan Zauhan kekar mampu meraup wajahnya tapi itu terasa nyaman dan terasa aman melindungi Eliza. Eliza menghangat.
“Kau butuhs sesuatu lagi?”Tanya Zauhan pelan lagi pada sang anak.
Eliza menggeleng.,,"Terimakasih ayah.”Ujarnya pelan. Zauhan tersenyum mengangguk, ia mengusap pipi sang anak pelan. Seakan takut menyakitkan sang anak.
“Dimana ibu yah?”Tanya Eliza pelan, apa Qira tak mengkhawatirkan dirinya yang sakit hingga tak ada menjenguknya??? Atau ia tak menganggapnya Anak seperti Zauhan??? Pikiran itu membuat ia takut.
__ADS_1