Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Mencari


__ADS_3

Hingga tanpa sadar ia memijakkan lubang disisinya dan menimbulkan pohon yang ia pegang itu goya dan..


Krek.. bunyi dedaunan itu terdengar jelas. Ia mematung dibuatnya dan Grace yang menatap kearah dimana ia bersembunyi tajam “Siapa disana.."


Clas..!!” Terkejut dikalah ada suara tembakan ia langung menyembunyikan diri namun dimana?


Sumpah ia berkata jujur jika jantungnya terasa sakit dan juga terasa mau copot saat ini.


Dada Lien menyempit dikalah mendengar langkah kaki mendekat hingga suara dari belakang para Grace membuat mereka menatap kebelakang. “Mau kemana Grac?”Tanya seseorang itu hingga membuat mereka terhenti.. lalu menatap kebelakang., disana ada Andes dan juga Lingling yang datang dengan hidung merahnya itu karena flu.


“Ada penyusup. Tadi ada yang mengintip disana..!” Ujarnya menunjuk dimana Lien bersembunyi tadi. Dan Lingling terkejut dibuatnya. Namun ia seolah-olah tak peduli sembari mengusap hidungnya terus ketika Grace menatapnya menyelidik.


Tanpa kata Andes pun mendekati dimana pohon yang Lien tempati untuk menyembunyikan diri.. dan...


Uuu aa uuu haaaa..


“ ASTRAGA...!” Mereka terkaget dikalah ada monyet yang sedang berciuman dibalik pohon dan itu memancing gelak tawanya Lingling melihat wajah merahnya Andes. Monyet yang ciuman Andes yang malu.


Uuuaauuuaa...


Tak sadar karena malu Andes diserang monyet itu membuat ia kaget namun tak sampai Monyet menyerangnya Lingling sudah menariknya hingga mereka berpelukan... dan Lingling langsung mengusir monyet itu. Ia tak mau monyet itu dibunuh dan dipukul oleh Andes. Mereka baik dan merekalah yang membantu dan memberikan makan Lien.


Tanpa ia sadari jika tubuh mereka sangat menempel. Lingling disana tetap memeluk Andes hingga monyet itu sudah tak terlihat..


Suara Andes pun terdengar.”Sepertinya kau sangat nyaman dipelukanku hmm.”Ujarnya dengan dingin dan menggoda,


Lingling disana tersenyum melepaskannya. Ia mengusap tengkuk dibuatnya dan berkata. “Akh hehehe.. iya... soalnya pelukanmu sangat nyaman dan hangat. Aku jadi suka,”Ujarnya membuat semua yang ada disana melotot. Mereka taunya Lingling itu laki-laki woy..!!


Andes disana mendesis. Lalu memeluk Lingling tak kalah erat “Satu sama..!!|" Ujarnya lalu melepaskan pelukanya menatap manik mata Lingling yang berkedip menatap mata Andes kaget.

__ADS_1


Apa yang satu sama? Apa Andes tak mau dipeluk?


“Ehem...”Suiara Grace disana membuat keduanya terdiam dan melirik kearahnya.. Grace menyelipkan anak rambutnya ketelinga dan berkata. “ Sepertinya Kau memang butuh psikiater Des..." Ujarnya berdesis melihat Andes.


“Apa maksudmu? Kau pikur aku gila..!!” Teriak Andes.


Sedangkan Lingling? Ia melirik kearah pohon tadi dan ternyata masih ada Lien. Ia mengedipkan satu mata membuat Lien pergi mengusap dada yang jantungnya hampir pindah kelambung. Ia berdembunyi dibatu yang cukup benar didekat pohon tadi.


“Bukan gila.”Ujar Grace disana menggeleng..


“Tapi sagat gila..!” Jawan dari pak Gali bergumam ditengah kediaman membuat suara itu terdengar ditelinga Andes.


Pak Gali terdiam kaku dibuatnya. Mati..!!


Andes menetapa mereka tajam. Grace gelagapan disana dan mendekat. Ia mengusap dada Andes namun ditepis Andes. “Gini loh Des.. loe tu ganteng sumpah demi apa pun gue engak bo’ong. Bahkan loe tu ganteng abis Des. Sayang banget kalo ketampanan loe tu sia sia..”Ujarnya disana dengan memelas.. ia mengusap lagi pipi Andes namun ditepis oleh Andes.


“Apa si? To The Point aja..!” Ujarnya disana tak suka neko—neko.


“ Sumpah loe engak suka ini?!!” Tanyanya. Dan polosnya Andes menatapnya tajam dan menggeleng.. Grace makin gusar dibuatnya dan menarik tangan Andes lagi. “Des. Lu suka bilang..!! kasihan cewe diluar sana kehilangan cowo tampan kek lu..!” Tertiaknya.


Andes bergidik ngeri dibuatnya. Grace gencar mencium leher dan wajah Andes namun Andes mendekati Lingling dan bersembunyi dibelakangnya. “Gila..! cari cowo lain aja anj1r..! gue engak suka dada lu.”Ujarnya disana membuat Lingling mengusap kepalanya.


Bahasa yang Andes gunakan itu anehh, ia tak paham sama sekali secara ia mengenakan bahasa Indonesia.,


“Stop..!!!”Teriiak Lingling membuat mereka terhenti. Lingling lalu pergi.,”Lanjutkan..!” Ujarnya membuat Andes mengangah dibuatnya. Ia pikir Lingling mau memisahkan mereka.


“Sialan..!!! Lingling ku bunuh kau..!” Teriak Andes namun Lingling tak epduli.


“Ku tunggu kematianku..!” Ujar Lingling mengangkat jari tengah keatas membuat penjaga mengangah melihat keberanian Lingling. Andes mendesis disana melihatnya hingga Grace tetap gencar memeluk dan mengodanya. Ia tak mau Andes belok.. Mubazir kali kan?

__ADS_1


Di sisi lain Lingling yang sudah punya akses masuk kevilla itupun tersenyum tipis. Ia akan jalan-jalan disini dan mencari dimana Vuang dan Wulan, tak apa ia kalah dan tak menang yang penting ia bisa menemui teman-temanya itu dan menyelamatkanya?


“Mau kemana Tuan?”Tanya penjaga dikalah dirinya mau berkeliling. Lingling mengerjab disana. “Aku tidak tahu mau kemana, karena baru jadi yah aku memutuskan untuk melihat lihat.. siapa tau ada emas jadi aku bisa mencuri dan menjualnya hehe.”Ujar Lingling disana tersenyum polos.


Penjaga itu malah tergelak dibuatnya. “ Mana ada emas disini haha.. “Ujarnya berkelahar. Ia pikir Lingling itu hanya bercanbda. Usianya baru 30tahun dna belum menikah. “Oh iya. Perkenalkan, namaku Gaga. Kau penjaga tuan Andes baru kan?”Tanyanya memperkenalkan diri.


Lingling menatapnya dna mengangguk. “Yah ku pikir ada.. Jadi apa yang harus ku cari disini.. tak ada yang menarik rupanya.”Desisnya membuat Gaga tak curiga sama sekali. Lingling memang lihat bersilat lidah dan memanipulasi musuh bukan?


Lingling menjabat tangan Gaga dan berkata. “Namaku Lingling. Kau bisa panggil Ling’er.”Ujarnya tersneyum.


Gaga tersenyum”Nammamu mirip perempuan.. tapi kau laki-laki.”Ujarnya terjekeh membuat Lingling mengangguk, diakan perempuan.”Suaramu juga hampir mirip cewek.. tapi lebih berat dan wajahmu juga lebih kecowo karena hitam.. jadi kau bukan gay kan? Biasanya yang begini itu Gey.. ku dengar kau kekasih tuan Andes.”Bisiknya kepada lingling.


Lingling mengangguk.” Jika dia mau jadi kekasihku yah mau si. Cuma dia saja yang tidak mau denganku.”Ujarnya polos.


Mata lelaki itu membulat ditengah persimpangan dan perbelokan.”Kua belok?”Tanyanya disana.”Kau Gey?”Tanyanya disana.


Lingling mengerjab sebentar dan ingat kata Andes dan Grace jika Gey itu adalah suka dengan sesama jenis yang artinya manusia kan? Sdeangkan kata belok ia mengartikan belok diperbelokan membuat ia berbelok.


”Iya aku gey.”Ujarnya membuat mata Gaga melotot tak percaya. Tubuh Lingling memang kecil jadi wajar jadi Uke.. tapi kalo Andes yang Gey? Tubuh besar tinggi. Putih, kejam dan tajam? Berotot dan berurat? Gila..!!


Hingga Lingling melihat satu pintu dibelakang taman ditembok.. “Itu pintu apa Gaga?”Tanyanya mengalihkan pandangan Gaga.


Gaga melihatnya dan berkata.”Pintu erlarang. Tak boleh dimasuki kecuali perintah tuan Andes. Jangan kesana yah..”Ujarnya gugup.”Jika begitu Ling aku pergi dulu yah. Jangan suka aku, Aku normal.”Ujarnya dan berlatri pergi takut Lingling suka dengannya.


Lingling mendesis terasa terhina dibuatnya. “Yey. Jempol kuku Liong saja lebih enak ketimbang liat muka kamu.. “Desisnya meski tak paham. Tapi itu penghinaan guys..!! hingga matanya melihat pintu terlarang. Apa disana ada Wulan dan juga Vuang?


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak yah.......


__ADS_2