Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Bay


__ADS_3

"Yah biasa saja. Dulu Eliza juga makanya itu sedari kecil, bahkan Eliza makanya hanya riti kering. Ketika mau minta ayam mu kau malah menuduh dan memfitnahnya mengatakan dia suka mencuri dan juga memaksamu memberikan daging milikmu kan?"


Wulan tertegun dan terdiam mendengarnya. Ia melirik Lingling nanar dan ragu,, yang dikatakan Lingling benar. Ia menatap makanya lagi tak berselera sebab ingat adiknya.


Vuang? Ia tetap makan katena lapar sesekali ia makan buah dicampur ayam sebab kelaparan.


”Maaf.”Gumam Wulan memakan makanya pelan karena merasa tersinggung dan juga merasa bersalah.


“Its oke kak, sebab itu bukan diriku, eliza bukan aku.”Ujarnya disana pelan menatap Wulan sendu.”Jika mau minta maaf bukan dengan diriku, tetapi minta maaflah pada adikmu sebab dia yang lebih berhak mendapatkan maaf dari dirimu itu,’”Ujarnya pelan. ia memberikan minum pada Wulan dan Vuang lagi disambut Vuang dan meminumnya lahap.


Lingling jadi terkekeh.”Kau seperti tidak makan tiga hari saja Vuang. Sepertinya kau sangat lapar.”Gumamnya Lingling menggeleng menatap Vuang.


“AKu memang tidak makan hampir tiga hari jika disatukan dengan besok.” Vuang menatap Lingling dengan kekehan lalu memakan lagi sisa daging miliknya dan memakan lagi apel miliknya seperti itu enak saja disatukan. Bukankah rasanya akan aneh jika ras ayam dengan apel? Batinnya Lingling.


“Memangnya kenapa kau sampai tidak makan tiga hari?” Tanyanya. Vuang disana mengeleny tak mau menceritakan kejadian dirinya pada Lingling. Sedangkan Wulan? Ia hanya diam mengingat kesalahannya pada Eliza sang adik, lalu melirik Lingling. Andai saja Lingling adalah adiknya bukan Eliza, sudah pasti sedari dulu ia akan menyayangi adiknya dan memamerkan pada semua orang. Tetapi meski begitu ia juga sudah merasa bersalah pada Eliza karena sudah menuduh dan juga sudah membuatnya menderita dulu.


Hening. Lingling yang meregangkan tubuhnya merasakan ada banyak langkah dibeberapa meter disekitar, ia menatap bulan yang ia yakin sekarang sudah hampir tengah malam, ia memiliki pendengaran yang tajam dan juga yang sangat jelas, jadi ia melirik Vuang dan Wulan yang sudah makan dan kekenyangan. Ingin rasanya ia mengatakannya tetapi ia juga kasihan pada mereka yang barus udah makan dna pastinya masih snagat lemah dan lelah. Ia menghela nafas dan memberi jeda untuk mereka, supaya mereka bisa berehat sebentar batinnya.


“Yaampun Ling. Terimakasih makanannya, aku merasa mendapatkan lagi energiku.” Vuang menepuk pundaknya Lingling dan tersenyum manis.. hatinya sangat bahagia Lingling kembali, ia memang sangat bahagia menantikan Lingling pulang kemari itu dirinya. Dan dirinya juga berharap Lingling menyelamatkannya. Jika Lingling tidak menemui mereka disini dan memberikannya makan malam ini. Ia sudah memiliki plan sendiri.


Yakni ia akan kabur bersama Wulan malam ini, mereka akan kembali kegoa dimana Lingling suruh menunggu dikarenakan lelah. Mereka kebih memilih begitu, akan tetapi mereka terlalu lapar dan tak beryenaga jadi hanya bisa diam disana menunggu situasi bagus baru bisa pergi dari sana.


Lingling disana mendengus.”Kau ini seperti pada siapa saja. Hey kita harus saling membantu bukan?? “Tanyanya. Wulan dann Vung tersenyum. Lagi dan lagi mereka dibantu dan diselamatkan oleh Lingling disaat sangat mengenaskan seperti ini. lingling bagai poros dimana mereka bisa hidup, jika tidak ada Lingling mungkin mereka sudah lama mati sedari dulu batin mereka


Lingling membuka jaket miliknya meninggalkan. dirinya hanya mengenakan baju hitam panjang cukup mencetak tubuhnya saja. Tubuhnya yang kurus membuat ia hangat cantik dan keren. Ia memakaikanya pada Wulan.

__ADS_1


Wulan terdiam merasakan hangat dibahunya. Ia menatap Lingling nanar dan juga dalam. Lingling tersenyum. ”Pakailah. nanti kau bisa masuk angina. Bajumu sudah sangat kotor dan tak layak. Apa kau tidak pernah ganti baju kelak?”Tanyanya.


Wulan ingin menangis rasanya karena dihina. Ia mengangguk memang benar dirinya tidak pernah ganti baju dikarenakan oleh Bir sialan itu lagian dimana ia punya baju.”Kami satu bulan disini tak memiliki apapun selain diri makanpun kami minta, apalagi baju Ling. Wulan disini mana ada teman yang ada disiksa. aku? Aku punya dan dia juga yang memberikan aku baju, tetapi dia pula yang menelanjangiku dan melecehkanku.”Lanjutnya Vuang dalam batin pada Lingling/l


Lingling terkekeh mengangguk. ”Kak pakailah nanti kau akan amsuk angina. Bersiaplah sebentar lagi kalian harus bersembunyi dari sini. Aku bisa merasakan pasukan ayahmu sudah disini menjemputmu, kau harus bisa masuk barisan mereka dan selamat.” Ujar Lingling.


Mata Wulan melebar mendengarnya.”Benarkah? papa disini?”Tanyanya disana nanar dan kaget,”Lingling dia papamu juga bukan hanya papaku, dia menjemput kita bukan aku saja.. “Ia berkata semangat sekaligus marah pada Lingling.


Lingling meludah disisinya.”Sampai ,matipun aku tidak sudi mengakuhi dia ayahku, ayahku sangat jauh berbeda dengannya, saat iatu membakar ruumahs aja ayahku tidak akan marah apalagi memukulku karena dia tau jika diriku lebih berharga dibandingkan rumah. Papamu? Bahkan jika aku mencuri roti saja dia seperti kebakaran jengot sampai aku dipukul dan juga ditikam dengan kematian. Ayah mana yang lebih jahat selain ayah kalian Wulan?”Tanyanya.


Wulan terdiam mendengarnya. “Tapi papa masih tetap papamu yang mengalir kan darah ditubuhmu. Mau dia jahat atau tidka dia tetap papa Eliza yang memiliki tubuhmu yang artinya kau. Kau tetap anak papa.”Ia menolak Lingling yang mengatakan dirinya yang bukan anak ayahnya. Yang artinya ia bukan adiknya kan? Wulan tidka mau.”Lingling aku sudah sadar dna sudah sangat tau kesalahanku, aku minta maaf, jika kita pulang nanti aku berjanji akan mengatakan hal ini pada papa dan mama. Aku akan mengaku jika diriku yang salah. Aku akan mengaku jika diriku lah yang sudah memfitnah dirimu karena diriku juga kau tidak disayang. Tapi tolong jangan begini. Tolong maafkan aku.”Gumamnya lirih dan nanar.


Vuang diam karena tau ini bukan urusannya. Sedangkan Lingling? Ia bisa melihat ketulusan yang besar dimatanya Wulan dan juga bisa melihat bagaimana frustasinya Wulan akan kekesalannya tetapi hatinya tidak sebodoh itu juga.”Kau dengar ini kak.” Ia mengatakan kak untuk Wulan Karena ia memang ingin membuat Wulan sadar akan kesalahannya. Wulan mematikan api yang ia buat membuat mereka dipenuhi kegelapan dna asap tetapi masih bisa melihat satu sama lain dikarenakan Lingling menghidupkan ilmu api dijari jempolnya. “ Aku bukan Eliza dan aku tidak seperti Eliza yang bodoh.”Ujarnya pelan.,


“memang benar kamu dan keluargamu salah, jika aku jadi Eliza aku mungkin tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki dirumahmu dan juga menatap kalian meminta kasih sayang. “Ujarnya pelan.”Kenalkan aku Zhu Lingling Han, yang bahkan bisa membunuh siapapun yang sudah menyakiti diriku dan aku tidak akan pernah melirik siapapun yang berpotensi menyakitiku.”Ujarnya pelan mengenalkan dirinya.


Wulan terdiam.”Aku tau dimatamu ada banyak rasa penyesalan akan adikmu. Aku beryukur akan hal itu, tetapi jika begitu tunjukan rasa penyesalanmu untuk adikmu kedepannya. Dan ungkapkan semua kesalahanmu pada keluargamu. Biarkan Eliza bahagia sudah cukup dia menderita.”Ujarnya.


Wulan diam menatapnya lirih. Ia mengangguk pelan. Lingling terlihat sangat menyeramkan dimatanya tetapi ia juga sadar akan kesalahan dirinya. Ia menghela nafas sadar jika dirinya tidak bisa melakukan banyak kehendak setelah semua yang dirinya lakukan.


Tak berselang lama Lingling memeluk Wulan. Wulan tertegun dan terdiam. Lalu membalasnya erat.”Mau kau adikku atau bukan aku sudah menganggap ku adikku.. adik yang paling aku sayang. Terimakasih karena sudah menyadarkan diriku Ling.”Gumamnya lirih. Bahkan sangat lirih smapai ia tak tau jika Lingling mendengarnya atau tidak.


Lingling pun mengangguk pelan menepuk pundaknya. “Yah... terimakasih juga sudah mau sadar akan semua kesalahanmu dan mau menganggap adik. Ku harap kalian bisa menjadi kebih baik lagi dikedepan hari.”Bisiknya.


Wulan mengangguk.”Pasti..” Wulan tidak tau jika Peukan itu adalah pelukan perpisahan. Lingling tidak mengatakan apapun atau memberikan apapun, kesannya pada Wulan hanya sebatas menyadarkan tidak lebih. Lingling memang bisa menerima siapapun untuk berteman atau masuk dalam hidupnya,, baik dirinya orang jahat, mau dia pembunuh, mau dia raja iblis sekalipun. Ia nisa menerima mereka untuk menjadi teman dan dekat dirinya tetapi tidak mengistimewakan

__ADS_1


Loingling sosok yang bisa menerima diluar tapi tidak didalam, dia tidak pernah menganggap orang lain penting dalam hidupnya, ia Tidak pernah berharap kepada siapapun untuk hidupnya. Ia bisa berdekatan dengan orang jahat atau menyakitinya tetapi Tidak untuk menjadi teman. Cukup kenal, bicara dan kita tetap bersama. Haha Lingling bisa dikatakan manusia yang paling tidak bisa ditebak.


Setelah memeluk Wulan Lingling memeluk Vuang. Vuang membalasnya erat merasa hangat akan pelukan Lingling, ia mencintai Lingling sebagai adiknya. Dan Lingling sudah mengagap Vuang orang yang special dihatinya. Special kareena dia baik, dia sudha mengangap Vuang kakaknya sendiri. Guang orang pertama yang mau menerimanya. Vuang pertama yang mau membantunya dan tidak pernah meninggalkannya meski buruk sekalipun rupanya. Ia disana menepuk pundak Vuang.”Aku tau apa yang terjadi padamu berhenti menyalahkan dirimu mengatakan dirimu bodoh. Kau akan menjadi jendral besar dikedepan hari.” Lingling menepuk pundak Vuang..


Vuang kaget mendengarnya menatap Lingling nanar. “Ka-“


Ling-Ling menutupi mulutnya dengan jarinya. Ia disana mengeluarkan satu tali berwarna hitam, itu tali yang dibuat dirinya dari mannanya. Ia memakaikanya ditangan Vuang.” Itu dari ku kenang-keangan.”Ujarnya menepuk pundak Vuang pelan. wulan menatapnya iri dirinya tidak diberi apapun.


Lingling melirik Wulan dan Vuang.” Jagalah kakakku. Aku akan membantu dipusat dan kau harus melindungi kakakku. Aku harap kalian baik-baik aja.”Ujarnya disana kepada Vuang.


Vuang menatap Lingling lirih.”Kita pergi sama-sama.”Ujarnya tegas.


“Sekali saja kalian membantah kata-kataku jangan lagi, sebab aku lebih tau dari kalian. Jangan egois.”Ujarnya pelan. Vuang mendengarnya mengepalkan tangannya.


Limngling menepuk pundaknya pelan.” AKu pergi. Jaga diri baik-baik. Pergilah ke arah selatan mereka disana, sambut mereka dan bawa mereka keruang utama, keluarkan semua budak dan juga tahanan. Dan selamatkan Wulan.. sampai jumpa dilain waktu. Aku harap kalian menjadi manusia yang berpribadi lebih baik lagi kedepanya.” Ujarnya pelan melangkah pergi dari sana. Ia menjuah.


.


.


.


.


Selamat akhir tahun wkwkwk....

__ADS_1


__ADS_2