Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
andes dan Lingling


__ADS_3

Langkah kaki Lingling sangat ringan melewati jalanan hutan ini, namun satu hal yang tak mampu ia pungkiri jika hutan ini memang saat menyeramkan. Semakin dalam ia masuk maka semakin liar juga binatang yang ada. Tak masalah untuknya. Tapi bagaimana dengan Lien dan Chun? bagaimana bisa yang membuat semua ini tidak dimakan oleh binatang liar itu?


Mereka harus melakukan rencana yang matang.


Ia mengenakan telanspotasi menuju hutan ini. Berkeliling mencari makanan, dan satu hal yang harus ia ketahu. Bahkan sungai saja disana ada bayak buaya dan ada sumur yang beracun. Ini tidak berpengaruh pada hewan. Sepertinya hewan disini sudah terlati hingga bisa membedakan mana racun dan mana yang bukan. Mana yang boleh dinikmati dan mana yang tidak.


Akh makanan? Bahkan pohon-pohon disini sangat tinggi-tinggi. Untung jiwanya itu seperti monyet. Bisa menaiki pohon setinggi apapun itu, dan disana ia menemukan pohon cerri yang pendek dan juga pohon Beri, ada juga pohon buah lainya. Tapi bisa dikatakan jika rasanya masam karena hidup dihutan dan tidak diuruskah? Ada juga pisang yang matang namun sudah banyak yang sudah dimakan tupai dan monyet atau kelelawar juga. Ada juga buah lainnya. Hingga Lingling disana mengambil beberapa saja dan memilih mencari kelinci saja.


Langkah malas Lingling mendadak membulat menatap mangsa didepannya.. "Wahhh berkah dewa.... " Guammnya bahagia.


Clap..


Ia tersenyum banga melihat ayam hutan yang ia dapatkan, akh bukan kelinci yah karena ia tidak dapat. Namun tak berselang lama ia baru sadar kita yang terkena ayam itu bukan bambu miliknya melainkan anak panah. Dan itu membuat ia tertegun melihat ayam yang tergeletak itu.


“ Kok bisa?”Gumamnya melirik anak panah itu dan menariknya dan menatapnya. Panah berwarna keemasan itu membuat ia mengusap kepalanya yang terasa tak gatal hingga matanya nelirik didepannya yaitu sosok yang sangat ia kenali..


Ia awalnya tertegun namun setelahnya tersenyum dibuatnya. “ Wahhhh Orang jahat. Dewa mengirimmu untuk membantuku lah? Yah Dewa terimakasih... terimakasih... ”Ujarnya tersenyum bahagia.


Sosok itu menatap Lingling datar dan mengerang menggengam erat busurnya. Ia terkejut dikalah Lingling memeluknya erat dan berkata. “ Hais ku pikir kita tidak akan bertemu lagi setelah kau mengajarkanku senjata api kemarim ternyata aku salah.”Gumamnya. Andes tetap diam mendengarnya. Yah dia Andes.


“Sedang apa kau disini? Disini bahaya asal kau tahu.”Ujar Andes disana datar.


Lingling mengerutu ketika pelukannya tidak dibalas. Ia mencebikkan bibirnya dan berkata. “Lalu kau apa gunanya disini? Jangan-jangan kau penjahat disini ..”Ujarnya dengan delikan tajam kepada Andes. Ia masih kesal.

__ADS_1


Andes disana menatapnya dengan tatapan tajamnya. Ia tadi sedang main disekeliling sini namun ia melihat ayam, ia berniat menangkapnya tapi siapa sangkah dia malah bertemu dengan makhluk yang didepannya ini, manusia yang meminta dirinya diajari dulu namun kurang ajarnya mnalah meninggalkan dirinya dalam keadaan terluka. Sungguh ia membenci hal itu.


“ Aku bertanya kenapa kau disini..!! jangan membalikkan pertanyaan...!” Bentaknya marah. “Atau jangan-jangan kau salah satu penyudup itu ha?!!” Ia mencengkram erat lengan Lingling. “Dan kenapa rambutmu begini? Dimana rambut hitam sebahumu? Kenapa seperti lelaki begini..!” Teriakannya lagi disana.


Ia tidak suka Lingling mengenakan rambut begini...!


Lingling mendesis kesakitan dibuatnya. Ia menarik tanganya namun cekalan Andes tepat dibagian titik lemahnya. “Aduh sakit aduh..”Gumamnya disana lirih namun tak dihiraukan Andes. “Ak-aku dibuang orang tuaku. Bukankah kau tau jika orang tua ku tak menyukaiku?” Alibihnya..


Lingling memberi wajah memelasnya. “Aku disuruh mereka ikut sama pasukan jendral dikomando ayahku tapi ditengah jalan mereka malah meninggalkanku. Aku ditinggal tanpa bekal dan hidup sendiri.. hiks hiks. Kau sendiri taukan jika aku saja harus belajar Pipipiw denganmu.”Ujarnya menunjukan tanganya bagaikan pistol. Pipipiw itu pistol yahh..


Andes semakin mencengkran lengan Lingling. Lingling memberontak dan meringis, tapi ia tak boleh mengalahkan sosok didepanya ini, ia yakin jika Andes salah satu koplotan penjahatnya itu. Ia harus pura pura tidak tahu dan harus pura pura lemah. “Aku tidak suka kebohongan.”Gumamnya tajam kepada Lingling.


Lingling menatap matanya Andes.”Lihatlah. apa ada kebohongan dimataku ini?”Tanyanya dan menghempaskan tangan Andses namun tak juga lepas. Lingling membuka lengan bahu hinga bahunya terlihat.”Lepas kan aku. Lihatlah tubuhku penuh luka oleh orang tuaku.”Ujarnya. Andes tertegun dibuatnya dan melihatnya.


Andes menatapnya dengan cibiran. “Cih katanya aku jahat. Tapi masih saja meminta kepadaku.”Gumamnya disana dengan delikan. Ia mendekap tangan didadanya dan menatap Lingling dari atas sampai kebawah. “ Lantas bagaimana kau bisa sampai kesini?”Kakinya naik turun mnenyentak nyentak kecil bagaikan orang keren saja..


Tapi memang keren si..


“Bisalah.. Eliza gitu loh.”Ujarnya sombong dan membawa ayamnya. Namun tanganya dicekal Andes. “Apa lagi? Mau membunuhku karena aku masih hidup? Tidak cukup ayah dan ibuku saja yang membunuhku? Aku hanya mau hidup bebas meski dihutan dan aku akan mencari kehidupan meski dalam kesendirian.. jangan membuatku semakin sengsara.,”Air mata buaya Lingling keluar dengan degub jantung yang bersahut sahut akibat takut aktingnya kurang manjur.


Andes menatapnya dengan tatapan tajam “Kau tau? Air mata sedih dan jujur itu biasanya keluar pertama dari mata kanan. Tapi air mata mu saja pertama turun dari kiri.. kau membual?”Tanyanya lalu mengeluarkan pisau dibalik punggungnya. “Pengkhianatan harus mati. Kau sudha jauh memasuki wilayah ini.”Ujarnya disana.,


Lingling melihatnya panik dan langsung mengarahkan ayam itu kepisaunya Andes hingga Andes hanya menusuk ayam. Lingling menatap Andes dengan gelengan. “Sahabat eh Teman eh tau akhh. Janganlah begitu. Kau mau apa aku kasih asal jangan nyawaku..”Ujarnya gelagapan.”Aku bukan penyusup sumpah,”Ujarnya disana gelagapan.

__ADS_1


“Aku hanya musafir yang dibuang mencari kehidupan dan asupan supaya tubuhku memiliki energi. Aku bahkan belum buang air besar selama dua hari ini karena aku belum makan.”Ujarnya jujur.


Andes menatapnya dan menarik pisau dari ayam itu. Lingling langsung menyembunyikan ayam itu kebelakang tubuhnya. “Jangan ditusuk lagi. Ini makananku nanti. Kasihanilah aku teman.”Ujarnya memelas bagaikan anjing jinak.


Andes menatapnya lirih. Ia bagaikan menatap bayangan sahabatnya Keyna. Keyna dulu juga dibenci orang tuanya. Dipukul dan dibuang dimaki dan dihina. Harus bekerja supaya bisa makan. “ Kau bisa kasih apa supaya aku melepasmu hm?”Tanyanya disana dengan datar,


Lingling menjentikkan tanganya pada Andes membuat Andes menatapnya dengan delikan. “Sini.”Ujarnya membuat Andes semakin mendekat hingga..


Cup..


Lingling mencium pipi Andes membuat sosok itu tertegun. bahkan Keyna saja tidak pernah menciumnya..!!


“ Itu tanda teman karena kamu baik meski kamu orang jahat.. jadi kita teman dan saling sayang..!” Ia menepuk nepuk kepala Andes yang mengeras disana.. ia tersenyum dan berkata.” Bay hay teman..”Ujarnya dna pergi mengenakan telanspostasi menjauh dari sana.,


Andes menerjab dan Lingling sudah tak ada. Hingga kemarahanya itu digantikan dengan keterkejutan yang ada, ia melirik kesekeliling dan semuanya kosong. Ia mengusap pipinya dna berkata. “he-hey jangan bercanda gadis bodoh..” Gumamnya disana berteriak.. ”Ja-jangan menakut nakutiku he..!” Teriaknya disana membentak hingga tidak ada lagi yang ada didepanya..


“Apa-apa dia hantu?”Gumamnya. ia bagaikan manusia linglung hingga ia mengusap pipi yang dicium..” Tapi masih terasa hangat ? Apa aku barusan dicium hantu?”Tanyanya langsung mnengusap kasar pipinya dengan baju,


“Sialan ,.. Ada hantu genit disini rupanya.”Gumamnya lalu bergega pergi mengusap pipinya yang terasa sangat kotor,


.


Danganronpa cognac / jgn lupakan jejak...

__ADS_1


__ADS_2