Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ulah lagi


__ADS_3

Jam berlalu begitu cepat. Tanpa disadari kita sudah terlalu jauh dari hari kehari. Malam ini Lingling sudah siap dengan bajunya dan juga topengnya. Ia disana mengikat topengnya erat dan juga mengambil arang untuk menghitamkan lingkaran dimatanya dan juga bawah dagunya untuk menutupi identitasnya, ia juga mengenakan jubbah merah itu dengan erat.


Tak lupa ia mendekati guling yang ada dan memejamkan matanya. Ia menekanya dan guling itu menjadi mirip dengan dirinya. Ia tersenyum dan menepuknya.”Kau jadi aku sebentar yah.”Ujarenya disana lalu menutupinya dengan kain. Yah dia mirip dengan Lingling yang nyata. Hanya saja ia tak bisa bersuara dan hanya terlihat bernafas saja layaknya guling biasa. Itu namanya ilmu jiwa, sama yang ia gunakan semalam dipelapon itu.


“Lingling..!” Lingling kaget dikalah pintu kamarnya diketok. Ia segera berlari dan bersembunyi dibalik lemari mendengar siapa yang datang.


Sosok itu membuka pintunya dan menatap Lingling yang tertidur diatas kasur.”kok cepet banget si tidurnya?”Gumamnya heran. Pasalnya ini baru jam 11malam


Ia mendekat dan menyibak selimutnya. Ia menatap wajah Lingling dan menghela nafas.”sepertinya dia lelah karena bermain diair bersama Andes seharian ini. padahal aku ingin mengajaknya melihat bintang.”ujarnya. dia Fiko menatap Lingling dengan helaan nafas.


Lingling menatapnya hanya diam saja. Sampai pada Fiko diam-diam mencium keningnya membuat ia melotot.


He.... modus.!


“Good Nigt jelek.”Ujarnya namun segera menepuk mulutnya bodoh.” Hey.. aku normal. Dia laki-laki”Gumam Fiko segera pergi. Lingling menatapnya memegang jantungnya sakit. Kenapa bisa?


Huu.. nafas Lingling terdengar lapang ketika Fiko pergi. Ia menekan dadanya sakit dengan nanar, ia segera pergi meningalkan tempat itu menuju ruang penyekapan yang ada. Ia harus bertemu Vuang dan Wulan disana. Tak lupa ia membawa dua pisau dan juga satu pistol kecil.


Ia segera berlari dan harus hati-hati ketika penjaga ada yang datang. Ia memilih mengambil jalan dekat tiang-tiang dan berjalan dengan cepat. Ia terdiam ketika lampu lampu yang ada disana mengarah padanya. Yah lampu-lampu seperti CCVT itu yang bisa melihat penyusup. Ia harus hati-hati, bahkan ia harus melihat jalan yang tidak ada CCTVNya. Susah sekali mangkanya ia pilih jalan meminggir dengan cepat seperti kilatan biar orang taunya dia hantu sekalian.


Sampai ditujuan ia menghela nafas, ia menepuk jidatnya ketika ingat. Ia tak punya kuncinya.! Ia harus mengambil kuncinya, kepada siapa? Grace kah? Andes atau penjaga yang ada? Ia tak tau. Tapi kemarin ia ingat jika yang membukanya itu adalah penjaga yang dihadapan Andes. Yah ia harus kepenjaga itu.


Langkah kakinya dengan cepat melihat penjaga yang ada disana, tidak ada. Aha... ia pasti ada didepan kamarnya Andes, secarakan dia adalah sosok kepercayaan Andes. Ia segera melangkah cepat dan memilih melompat dari lantai satu saja kelantai dua dibagian balkon supaya mempercepat waktu.


”Siapa disana..!!” Lingling kaget, ia ketahuan.


Dengan cepat ia bersembunyi dan memilih kegenteng saja supaya tak ada yang lihat. Ia disana segera membaringkan tubuhnya. Semua sorot dan penjaga menatap kearah ia melompat dengan cepat.


“Siapa disana.’Ujarnya penjaga disana.


Lingling yang jahilpun tersenyum dengan konyolnya dna membuat ulah.”Hihihi.....” Ia tertawa layaknya kuntilanak disana .


Merasa kurang kencang ia kembali tertawa lebih keras.

__ADS_1


”Hiiihihiiii hiii ii....” Ia tertawa membuat semua orang pucat.


“Han-Han-Hantu..!” Teriak mereka yang ada disana dan kocar kacir pergi. Ada beberapa orang yang ada disana tak percaya menatap kearah dimana balkon Andes. Namun ada puluhan pula yang kabur, lingling menahan perut yang tak tertahan dibuatnya.,


“Siapa disana.. cepat..! kami tidak percaya adanya hantu...!” Ujarnya yang dibawa. Kan ada yang tak percaya akan makhluk begitu. Hal yang membuat Lingling kesal.


“Cari sampai ketemu..!” ujar salah satu dan dianguki yang lain.


Ahaaaa.. Lingling tak kehilangan ide. Ia segera mengeluarkan jurus anginnya dan..


Blus.. Hua... teriak mereka dikalah kursi disana bergerak sendiri kekiri dan kekanan dan terbang. Tak sampai disana, Linglingpun menggoyangkan pohon beringin disana dengan kuatnya dan tertawa.


"Hiihihi...”itu yang membuat mereka tambah pucat. Bahkan ada yang pipis dalam celana..


"Huaa... kabur... ada setan..!!” Teriak yang mengatakan tak percaya akan adanya hantu tadi.


fttuugg Katanya enggak percaya dan takut..! lari juga akhirnya ...


Lingling menahan tawanya kuat sampai perutnya sakit. Kalian taukan rasanya menahan tertawa? Yah begitulah Lingling. Ia disana tak tahan hingga menatap kebawah. Disana ada satu penjaga yang tak bisa berkutik selain celananya basah dan wajah pucat.


Ada banyak pula yang pingsan dibuatnya.


”Otot doang. Sama hantu takut.”Ujarnya disana cekikikan bagai hantu yang membuat semua orang tambah takut,,.


Kehebohan itu terdengar dengan Andes, Fiko dan juga Grace yang melihat dan mendengar teriakan dari luar. “Ada apa ini?!!” Tanya Andes yang keluar dari ruanganya. Ia menatap para penjaga yang kocar kacir .”Kenapa bauk pesing ini?”Tanyanya menutupi hidungnya dengan delikan.


Penjagha disana masih gemetar ketakutan sampai tak bisa bicara.


Plak.. Hua...”Ia terkejut dikalah kepalanya dipukul Andes. Ia menatap temannya yang menahan muntahan.”Huee... bauk banget sumpah/.”Ujarnya menahan tanganya yang memegang pipisan temanya yang lucnat ini.


“Ad-ada hantu tuan.”Ujar dari beberapa penjaga disana latah.


“Gobl0k.. mana ada hantu didunia ini..!” ujarnya Grace dibelakangnya Andes.

__ADS_1


” ADA..!” Bentak semua penbjaga membuat Grace kicep.


Bisa-bisanya ia dibentak.


”Demi Dewa, kami tidak berbohong. Kami melihat dna mendengars endiri ada hantu disini. Tadi pohonya bergoyang sendiri. Kursinya gerak dan terbang.”Ujar mereka exaited dan juga takut.


“Hua..” Jangan dekat-dekat. Kamu bauk..”Ujar temanya ketika teman yang pipis dalam celana mau memeluknya.. ia hanya menatapnya dengan ringisan. Jujur ia itu takut berlebihan,, dan itu mengakibatkan ia tak bisa berlari jika sudah takut. Mangkanya ia menjadi batu. Jika tidak dibantu paling ia bisa mati berdiri.


“Nah kan Des. Gue bilang juga apa. Disini ada hantu mangkanya kemarin ada yang bantuin mereka tu. Gue yakin itu hantu penasaran karena kalian bunuh secara sadis. Gue yakin dia mau balas dendam kekita.”Ujarnya disana ngaco dan juga takut. Ujur saja ia sendiri takut dengan hantu.


Grace mendelik menatapnya.”Diem.”Ujar Grace.


”Gue ngomong serius.”Ujar Fiko ngotot.


“Lagian yang dirugikan bukan Cuma kalian, tapi juga kita...!” Ujarnya Fiko.


Andes mengusap pelipisnya dna menghela nafas.”Diem.”Ujarnya.


Keduanya diam menatap Andes. Andes menatap para penjaga dan.


Bugh.. Bugh.. Bugh.. ia memukul tiga penjaga itu secara bergantian. Hingga pejaga dibelakangnya ia pukul semua.”Gobl0k. Bisa bisanya takut sama hal yang gituan.. cepet tunjukin gue dimana hantunya..! biar gue karungin sekalian.!” Ujarnya disana..


Hihihi.. Suara tawa yang menyeramkan Terdnegar kembali.


“ Huaa... itu dia..!” Teriak mereka segera memeluk Andes erat hingga..


Bugh.. Arghh..Andes kaget hingga terjatuh akibat dipeluk mereka semua..


Bauh pesingpun melekat..”KALIAN..!!” Teriak Andes kuat....


.


.

__ADS_1


...guys aku butuh jejak kalian....


__ADS_2