Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Penyesalan


__ADS_3

buat yang sudah bnayu report akun dan katya yang ausah coppypste karya kakak di Wattpat kakak ucapkan terimakasih yah 🙏.


Dan yang nanya ko enggak ada itu karena yang coppy paste usah hapus setiap capter dengan alasan punya malasan besar. Yah memang masalah besar karena kamu bermain dengan arena hukum loh.


Jika ada yang mau bantu tolong komentar dilapaknya dan beritahu yg baca jika itu coppy paste atau chat org yg coppypaste. Soalnya akun saya sudah dibalik judi tidak bisa ap2lagi 🙏🙏 Terimakasih atas bantuan kalian saya sayang kalian 🙏🌹


.


.


Eliza dikenal sebagai anak bodoh oleh orang tuanya. Yang dianggap sangat berbeda dengan Wulan sang juara kelas dan kepintaran yang tak diragukan lagi. Eliza bodoh dan juga polos membuat orang tua enggan mengakuhi mereka. Secara ayah dari Eliza yang tak lain adalah jendral You adalah komanda satu dan terkenal menjadi komandan terbaik dinegaranya. Sedangkan ibunya juga dokter spesiapis terbaik dikotanya.


Selain itu wajah Eliza yang paling berbeda dengan yang lain membuat ia juga dijauhi dan tidak diakui. Ibu dan ayahnya Wulan dan Eliza diakui salah satu pasangan syurgawi karena ketampanan dan kecantikan yang tak memudar,, ditambah Wulan yang sangat cantik dan juga anggun meski ada beberapa bagian wajahnya dan tubuhnya yang ia oplas supaya sempurna. Sedangkan Lingling? Ia jerawatann. Hitam dekil, kumal dan jerawatan. Dan itu sangat berbeda dengan Wulan.


Wulan menatap wajah Eliza sang adik yang ia jauhi dan ia benci selama ini. matanya memerah mengingat bagaimana ia menghasut orang-orang untuk membully dan membencinya. Yang lebih parahnya ia tak mengakuhi Eliza adik kandungnya dan mengatakan jika Eliza didapat oleh orang tuanya disungai dan dirawat. Ia hanya anak dapat dan juga takk terawatt. Ia juga bodoh dan jorok. Bukan hanya itu. Ia juga menghasut orang tuanya jika Eliza suka berbuat ulah diskolah sehingga nama Eliza benar-benar tercemar.

__ADS_1


Hatinya sesak hingga ia menangis karena menyesal. Kenapa saat ini malah Eliza membantunya? Bahkan yang ingin membunuh adiknya dulu itu adalah dirinya. Jilka diingat ingat ia malu dan ia tak sudi. Lihatlah sekarang? Dirinya terbujur kaku dengan keadaan yang mengenaskan, wajahnya sudah tak lagi cantik karena luka air keras dan juga sayatan-sayatann dari mereka, ia kurus dan tak terawatt. Bahkan lebih hancur dibanding Eliza. Tulang lututnya pecah karena dipukul oleh mereka. dipastikan jika ia akan cacat..!!


Lingling disana hanya menatap kedepan mengingat keluarganya.. dilubuk hatinya ada penyesalan didadanya. Ketika ia selalu mengabaikan rasa sayang dan cinta kedua kembarannya untuknya, selalu malas dan juga tak menanggapinya. Ia menyesal mengabaikan itu semua seharusnya ia bersyukur karena diperhatikan dan juga kasih sayang itu. Harusnya ia balas dan ia tunjukan juga. lihatlah Eliza?!!! Ia punya kakak yang kejam sedangkan ia? Ia punya kakak yang sangat baik dan perhatian tapi malah ia abaikan.


Negitu juga orang tua. Ia punya Qira yang penyabar dan baik hati. Yang murah hati dan juga tegas kepada dirinya, yang selalu ingin ia berubah dan mengajari dirinya supaya menjadi lebih baik lagi ditengah kekurangannya. selalu menerima kekuranganya dan selalu menyemangatinya meski ia malas dan selalu mengabaikan teguran dan ajarannya..


Lihatlah Eliza..!! ia diabaikan, tidak diajarkan padahal ia bodoh, dijauhkan hanya karena ia jelek dan tidak diakui karena bodoh. Semua kekuranganya tidak diterima padahal Eliza tidak sebodoh itu dan tidak sejelek itu. Ia menyesal sudah tak mendengar kata-kata ibunya dan mengabaikan rasa sayang ibunya padahal ibunya tak pernah menuntutnya lebih kecuali belajar menjadi manusia lebih baik lagi. ia baru sadar jika apa yang ibunya ajarkan, baik ilmu memasak, ilmu mandiri dan ilmu alam itu gunanya untuk dirinya sendiri bukan orang lain. Jika dibayangkan andai ia tak belajar dan ibunya tak memaksa ia belajar apa jadinya ia disini yang tak bisa masak? Tak mampu mandiri dan tak pandai bela diri dan mengontrol diri?


Begitu juga dengan ayahnya. Ayahnya sangat lembut, meski begitu ia tegas dan ijaksana. Jika dibanding ibunya ayahnya memang lebih lembut dan lebih menyayanginya. Lingling mengusap air matanya yang jatuh ingat bagaimana ayahnya membesarkan ia ketia ibunya yang tak kunjung bangun selama bertahun-tahun. Ia ingat bagaimana ayahnya melepaskan gelar kekaisarannnya demi mereka. Ia tau jika ayahnya melepaskan semua hal yang ia miliki dan memulai dari nol lagi. harus mengurus mereka dan belajar bekerja untuk memberikan mereka apa yang mereka inginkan. Ayahnya berkorban tanpa lelah dan mengaduh. Beda dengan ayahnya Eliza yang malah mencampakan anaknya hanya karena Tahta dan juga kehormatan miliknya.. tak mau mengakuhi anaknya yang penuh kekurangtandl dan jelek ini.


Bagai langit dan bumi bukan bedanya?


Lien yang menatap mata Lingling yang menitihkan air mata itu menjadi diam. Wulan dan Vuang pun disana diam menatapnya nanar. Mereka pikir Lingling menangisi nasibnya yang lalu yang tidak dihargai dan disayangi oleh keluarganya.


Lingling menghela nafas dan menatap mereka. Dan mereka segera mengalihkan mata mereka dan mengusap air mata mereka supaya tidak ketahuan jika sedang menatap Lingling iba. Lingling tersenyum tak sadar jika mereka merasa iba dengannya.

__ADS_1


Lingling berkata.”Nanti kalian harus menghargai yah orang-rang disekitar kalian. Jangan hanya karena zona nyaman dan keinginan egois kalian kalian mengabaikan mereka. Nanti jika sudah tiada kalian akan tau rasanya jika apa yang mereka berikan itu sangat berharga.”Ujarnya tersenyum.”Bahkan lebih berharga dari apapun yang ada dimuka bumi ini. tak ada yang lebih berharga dari pada ‘Rasa Tulus’” Ujar Lingling terkekeh menyedihkan apa yang Ia rasa saat ini.


Lien mengusap tangan lingling dan tersenyum”Pasti.”ujarnya. Lingling mengangguk.” Dan kamu harus tau jika kami menyayangimu. Maafkan kami yang dulu.”Ujar Lien getir. Matanya menatap tepat dimanik mata Lingling yang Nampak memerah.


Lingling disana menarik ujung bibirnya. “ saya tidak bisa menjawab untuk saat ini...”Ujar Lingling dengan helaan nafas melepaskan tangan Lien.


Lien menatap Lingling getir merasa hatinya bersarang dengan rasa bersalah. Ia salah satu orang yang tidak pernah membantu Eliza jika dibully, dijauhi, dihina, dihukum dan juga diolok-olok. Yah meski ia tak pernah ikut-ikutan tapi ia adalah manusia jahat yang menutup mata akan kejadian yang mengerihkan itu. Yah mengerikan. Apa yang lebih mengerihkan dibanding dijauhi keluarga dan juga orang sekitarnya, dihina orang orang tua dan dibully oleh semua orang? Bahkan tanpa dukungan kecuali hanya Jo temannya seorang diri saja?


Sedangkan Lingling? Ia mengambil minum dan memilih minum dan diam. sebenarnya bukannya tak mau memaafkan, namun yang mengalami kisah jahat dan juga pahit itu bukan dirinya. Dirinya saja tidak akan mau jadi Eliza apalagi jika ia yang merasakan semua itu. Mau memaafkan? Itu bukan haknya, sebab yang dialami Eliza itu bukan hanya sakit difisik tapi batin. Dan yang paling sakit adalah Mental..!! mungkin jika orang lain jadi Eliza mereka lebih memilih bunuh diri saja bukan? bahkan gila.


Wulan? Ia hanya menelan pil pahit akan menyataan jika perbuatanya memang sangat tak pantas untuk dimaafkan. Matanya meredup menatap kelain arah. Matanya berair karena tak kuat ingin menangis,


Lingling menghela nafas dan bangkit.” Aku harus pergi karena aku akan pergi bersama ketua dari mafia ini dan tidak tahu kapan akan pulang, mungklin tiga atau empat hari lagi. aku kesini juga mau membicarakan ini jadi kalian harus jaga diri selama aku diluar. Dan aku harap ketika aku pulang kalian sudahs embuh dan aku akan cari cara supaya kita akan keluar dari sini.” Ujarnya Lingling dengan tegas.


.

__ADS_1


.


. Mata semalam saya tidak jadi Up karena lupa. Maaf bukan ingkar janji yah nanti saya doble up buat ganti yah 🙏 Soalnya semalam kami kuliah 🙏


__ADS_2