Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Beda


__ADS_3

Sudah dua hari lamanya dua sosok pemuda itu mencari sang adik di pegunungan ES ini, namun ia tak menemui sang adik. Mereka hampir beku saat ini karenanya. Namun karena tak ingin mati dengan kesia-siaanya keduanya memilih untuk mengungsi dan mencari tempat untuk menghangatkan diri.


Tapi mereka tak menemukannya di pegunungan ini. darah mereka hampur beku menguatkamn sang Heqi untuk berhenti digunung es itu. Ia menatap sang adik yang putih pucat. Bahkan bibirnya yang merah merona sekarang menjadi putih dan juga menggigil. Ia menghela nafas dan nafasnya pun menjadi kepulan asap.”Kita harus pulang dan mengatakan hal ini kepada bunda.”Ujarnya.


Qeqe disana diam dengan nafas yang tersenggal. Ia susah bernafas.. matanya memberat hingga ia terjatuh pingsan tanpa mendengar ucapan sang kakak. heqi melihatnya menjadi khawatir da segera membantu sang adik. “Heyy Qeqe. Kau tidak apa-apa? Hey jangan mati dulu.”Ujar Heqi disana datar.


Qeqe tak menyahut. Tubuhnya kaku membuat Heqi sangat khawatir. Ia memilih untuk keluar dari gunung itu bersama sang adik. Sekarang yang terpenting ia harus mencari tahu dimana Qeqe meminta bantuan ibunya dan juga harus membuat Qeqe baik-baik saja.


Kakinya berat memasuki rumah ditengah hutan, lebih tepatnya gubuk. Ia segera mencari kayu-kayu dan daun mati. Ia segera membuat api unggun untuk menghangatkan dirinya dan sang adik. Ia harus melakukannya secepat mungkin. Ia tak mau adiknya menjadi mati karena beku. Sungguh.


Di sisi lain sosok tubuh Lingling terkukung karena diikat oleh sosok didepannya. Sosok yang membuatnya menggigil ketakutan, bagaimana tidak takut jika ada sosok naga yang besarnya mampu menghancurkan satu desa dengan satu tebasan ekornya, lalu warna putih susu itu yang sama dengan salju. Matanya biru dengan api yang selalu keluar dari mulutnya.


Ia sudah sadar sedari kemarin, namun yang ia temukan adalah tubuhnya yang diikat dengan mantra api ditengah goa. Disana ada api unggun hangat membuat tubuhnya tak kedinginan, selang beberapa jam ada yang menghantarkannya makan. Ia diberi makan dan minum. Tak ada yang kurang hanya saja ia disana tak kuat jika diikat begini terus. Tak apa yang terpenting naga ini tak sering menemuinya,

__ADS_1


Tapi sekarang ia ada dihadapannya.!


Bluss.... sosok yang menyeramkan dihadapannya menghempaskan ekornya dan mengakibatkan api itu mati,. Lingling ketar-ketir akibatnya, keringatnya membasahi pelipisnya sekarang jatuh ke bajunya, tangannnya meremas tangan lain karena gugup.


Namun tak berselang lama ia dikagetkan dengan satu sosok. Sosok naga itu berubah menjadi seseorang yang mengenakan jubbah berwarna putih. Rambutnya perak dengan kulit seputih kapas, wajahnya tertutup tudung jubahnya, namun Eliza mampu melihat jika binbir lelaki itu tipis nan menggoda. Eliza bahkan meneguk saliva kering dibuatnya. Sungguh bisa dipastikan jika sosok itu sangat tampan..


Pras... Kya....Eliza kaget ketika tubuhnya dengan kayu yang ia duduk terhempas dan menimpa sisi goa itu hingga hancur.. Uhukkk Uhukkk.. ia terbatuk darah dibuatnya. Kursi yang ia duduki hancur berkeping-keping membuat ia terjatuh dengan sisi kayu yang sudah melebur.. Lingling disana kaget bukan main, ia mengagumi sosok itu hingga lupa jika ia naga yang berbahaya.


Sosok yang mengenakan jubbah putih itu membuka tudungnya. Nampaklah seorang lelaki yang bermata bitu, wajah yang bukan manusiawi itu terpampang jelas, tangannya ia ayunkan dan menatap Eliza angkuh. “manusia kotor. Mau apa kau ditubuh Linglingku?”Tanyanya disana. Matanya sangat tajam, menatap Eliza menuntut jawaban.


Berdecih pria itu dibuatnya. “Saya Dewa air, Decles Farganzo. “Ujarnya disana dingin menatap Eliza, Eliza tak berani menegakkan wajahnya menatap Dewa air itu karena sangat tajam, ia bahkan susah bernafas saat ini. “ Beraninya kau merusak citra Putri Linglingku. “Ujarnya disana.


Eliza menggeleng cepat.”Tidak.. aku tidak melaku-“

__ADS_1


“Dengan kau yang berani membuka cadarmu itu sudah membuat masalah besar dalam hidup Lingling. Putriku..!!!” Teriaknya membahana. Eliza memejamkan mata takut.. ia bisa merasakan hawa sekitar sangat dingin menusuk tubuhnya. Decles disana mengepalkan tangannya saat ini.”Kau memanfaatkan wajah Lingling untuk menarik peratians emua orang dan meminta pujian. Kau tau kau sangat sampah, kau sangat menyedihkan hingga mengemis perhatian orang lain tanpa tau apa yang akan kau dapatkan dari tindakanmu itu..!!!” Teriaknya lagi.


Eliza bergetar disana. Emang apa yang akan terjadi jika ia membuka cadar itu? Emang apa yang akan ia dapatkan? Bukankah wajah cantik memang harus ia pamerkan? Kenapa Lingling malah menutupinya? Ia juga tak tahu jika wajahnya dilarang dibuka.


Duces mendesah dan berdecih. Ia berbalik dan berkata.”Jangan sampai kau keluar dari sini...!! “Bentaknya lalu memilih pergi meninggalkan Eliza namun sebelumnya berkata.”Andai jika tubuh yang kau gunakan itu bukan tubuh Lingling. Sudah ku pastikan kepalamu sudah tak ada ditempat. Kau menjijikkan.”Ujarnya berdesis lalu pergi.


Tangannya sangat dayar hendak membunuh Eliza tapi jika ia membunuhnya bukankah nanti Lingling tak bisa kembali? Ia juga tak akan bisa melukai tubuh Lingling.


Jadi begini.. wajah Lingling itu dianugerahkan sangat cantik. Ia bahkan dinovatkan menjadi wanita tercantik dinegeri ini oleh para dewa, ia mampu membuat kehancuran Negara karena perebutan dirinya.


Ada satu ramalam yang datang jika Lingling menampilkan dirinya dihadapan banyak orang dengan rupanya, dan itulah yang selalu dirahasiakan oleh Qira dan Lingling. Bukan hanya mereka tetapi ayah dan beberapa orang terkuat tau itu. Jiwa Lingling terlalu suci hingga dianggap tak pantas memasuki bumi yang dipenuhi dengan mansuia berhati kotor. Ia tak pantas bersama mereka yang penghancur, pengkhianat dan pembunuh.


Disisi lain Eliza mengepalkan tangannya. Ikatannya terlepas ketika dewa air itu keluar. Ia mendesah disana dan mengusap kepalanuya. Matanya sendu dan memeluk dirinya sendiri.”Kenapa dia sangat beruntung? Dicintai semua orang dan dikagumi semua orang? Aku juga ingin.”Gumamnya lirih dan terduduk menangisi dirinya. Sungguh kehidupan ini tidak adil baginya. Lingling hidup dengan keberkahan sedangkan dirinya hidup dengan kesengsaraan.

__ADS_1


“Nona tidak apa?”Salah satu pelayan yang Eliza tak tahu datang bersama makanan ditangannya. Eliza disana diam saja dengan tatapan kosongnya. Baru saja ia bahagia mendapatkan kasisayang orang tua, teman dan kakak tapi sekarang ia terjebak disini. Sungguh ia ingin pulang.


Pelayan itu menghela nafas memberikan makanan itu.”Makanlah.. nona Lingling dulu sangat menyukai makanan ini. semoga nona juga menyukainya.” Ujarnya lirih disana. Ia tau jika sosok dihadapanya tidak baik-baik saja. Auranya hitam. Memang ia bukan orang jahat, tapi iri, kebencian sudah membelengu hatii dan dirinya. Sungguh hal buruk akan terjadi jika aura gelap ini menutupi hati perempuan dihadapannya. Perempuan itu Eliza.


__ADS_2