Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Ketahuan


__ADS_3

Chun menepuk pundaknya dna menatapnya dalam.” Jangan takut. Jika kita mati maka kita kati bersama-sama. lagi pula percayalah jika kita saat ini sudah terkepung dan hanya menunggu kedatangan Lingling untuk membantu kita.”Ujarnya pelan disana. itu adalah yang ia ketahui.


“Maksudmu kita sudah ketahuan?”Tanyanya dengan membulat.


Chun mengangguk, “Kita bodoh masuk dengan merasa jika kita menang tapi mereka menertawakan kebodohan kita. mereka hanya menunggu waktu untuk membunuh kita. jadi persiapkan dirimu untuk kedepannya serta siapkan banyak senjata untuk kita nanti.” Ia menepuk pundak lien. Lien terdiam, dadanya nyeri mendengarnya. Sejujurnya ia sendiri bisa merasakan hal itu, ia juga berkali-kali melihat seringaian kawan-kawan penjaga dan pelayan disini menuju arahnya, dan Fiko yang selalu menatapnya penuh intimidasi dan dalam. Jadi yang ia pikir.


“Dimulai dari mengukuti permainan mereka, biarkan mereka tenang menertawakan kita dan kita bergerak menertawakan mereka biar sama-sama tertawa dalam permainan kita. kita menjadikan mereka badut dan kita menjadi badut mereka., bersikap tidak tahu apa-apa dan nikmati jalannya. Kita harus siapkan mental kita beberapa minggu kedepan.”Ujarnya Chun tegas pada Lien.


Lien mengernyit mengangguk. “Memang mau bagaimana lagi? kita sudah amsuk dalam lingkaran permainan, jika kita mengalah dan memil;ih pergi kita akan dibunuh dan jika maju kita tak tau apa yang terjadi. Jadi lebih baik majukan?”Tanyanya pelan, Chun mengangguk terkekeh.


“Wah-wah. Kalian lagi ngomongin apa nih? Serius banget keliatannya?” Jantung Chun dan Lien berdetak tiga kali kebih cepat merasakan rangkulan dipundak mereka. Melirik kebelakang siapa yang sedang mengagetkan mereka.


Dugh..dughh.. dugh...


Apa mereka ketahuan?


...----------------...


Keyna menatap file dan juga banyaknya bukti-bukti yang disapkan. Ia pun memberikan pada bawahannya dan disambiut baik.”Sebar fakta ini dan beri bukti nyata disosial media. Berikan beberapa artis untuk berekting dalam ini.. “Ujarnya pelan dan datar.


“Biak nona..” Ujarnya lalu pergi menjalankan tugas. Keyna tersenyum tipis mengangguk. Lingling itu licik dan tidak bisa ditebak dalam rencananya. Ia harus banyak belajar dengan Lingling jika begini.


...----------------...

__ADS_1


Didunia lain Hendrik menghamburkan File-file miliknya, sudah tiga hari hidupnya tidak tenang.. tidak tenang karena kasus yang menjeratnya. Ia sudah bolak ballik kekantor polisi untuk melakukan pemeriksaan. Rumahnya terus diawasi, dirinya diikuti intel negara.


“Argh.. bagaimana ini bisa terjadi.. “Teriaknya membentak.


Perusahannya turun saham sampai ke70% semuanya hancur dalam satu malam setelah mendengar berita Hendrik mengutus orang membunuh Lingling. Investor kebanyakan menarik saham mereka meski Hendrik sudha menahan berkali-kali. Mereka tetap kekeh.Hednrik bangkrit dalam satu malam dan hanya memiliki usaha agelapnya saja. Dan sekarang usaha gelapnya juga terguncang. Ia dicamkan mendapatkan pasal berlapis,penjual organ tuuh manusia, menjual obat terlarang dan pemitnahan., dari pihak Keyna sudah melakukan tundingan terhadap usaha kotor atas nama usahanya yang dibuat oleh Hendrik. Keyna membersihkan nama usahanya dengan nama Hendrik. Memanfaatkan keadaan dan menimpakan semua madalah yang hendrik buat..


Argh... ia sangat kacau, ia tak sempat mandi beberapa hari ini, bahkan ia tak makan satu biji makannan pun. Ia sangat terpukul akan yang ia alami saat ini.


"Tino. Saya harus apa Tino? Bahkan menyewa pengacara tidak ada pengacara yang mau membantuku karena mereka sudah menebak aku kalah.”Gumamnya sangat lirih mengasihanikan hidupnya yang hancur.


Tino terlihat menatap tuannya sendu.”Bagaimana jika minta bantuan dengan tuan? Ayahnya tuan? Pasti dia akan membantu tuan dan akan membayar polisi-polisi itu.”Ujarnya pelan.


Hendrik disana menatapnya penuh binar. ”Kau benar. Kau selalu benar dalam semua aspek Tin.”Ujarnya terkekeh pelan


Wajah bopengnya sudah sedikit menormalkan, wajah yang berflek hitam juga sudah memudar. Kulitnya halus karena steiap hari Keyna membantunya dalam merawat kulit wajah dan kulit tubuh. Ia tau itu dan ia biarkan saja. Hasilnya luar biasa. sekarang Lingling sudah terlihat sangat cantik.


“Ling bangun. Kamu ngak capek tidur terus? Saya rindu.”Gumamnya memelas, mengusap pipinya dnegan lengan dingin Lingling. Sudah dua hari ini ia tak tidur nyenyak dan terus berada disisinya Lingling. Takut-takut Lingling akan bangun. Mana kasusny Lingling sangat besar menyebar di Indonesia. Bahkan memasuki berita internasional, ditonton oleh banyak Negara. Ada banyak yang menuntut keadilan yang setimpal dan kehebohan yang ada. Lingling mendadak menjadi artis,


Lingling sendiri melihatnya ibah. ia memilih bangun membuka matanya menatap Andes. UhukkUhukk. Tenggokanya sangat jering seperti kering merontah membuat ia btuk ketika ingin bicara.


"Lingling.”Gumam Andes kaget segera memeluk Lingling erat.


Lingling merasa sesak ditubuhnya.”Airr---“ Gumamnya serak dan kembali batuk. Andes segra mengambil air dan juga membverikannya minum. Ia membantu Lingling minum mengenakan sedok kaena baru bangun. Lingling minum secara berlahan dan memejamkan matanya. andes tersenyum senang melihat Lingling. Ia mencium kepala Lingling berkali-kali menyalurkan rasa kasih sayang yang dalam akan kekasihnya. Ia merindukan Lingling.

__ADS_1


”Bodoh..”Gumamnya lirih menyentil kepala Lingling.


Lingling yang ekting baru bangun meringis merasakannya.” Orang sakit bukanya dielus malah dijitak. Sakit."


Andes mencibir pelan melirik Andes, “Bodoh.


gadis bodoh. Bagaimana bisa kmu kalahd dengan mereka, dimana otot tulangmu hingga bisa kalah? Kenapa menjadi sangat lemah begini?”Tanya Andes mencercanya dengan serak.


Lingling menghela nafas mengeleng.”Bodoh. bodoh hikshiks. Kau mau mati ha? Bilang denganku biarbaku aja yang membunuhmu bukan mereka Ling..” Bentaknya menangis mengusap pipinya basah.”Kamu tidak tau betapa kalutnya aku mendengar kabar kau Ling. Kamu bodoh, kamu egois, kamu ceroboh.”Ujarnya lirih dan memeluk Lingling lirih.


“Marah-marah aja si bang tapi nggak gini juga, sesak nafas saya masnya aduh... ini lagi luka saya keteken loh. Memang beneran mau buuh saya yah?”Tanya Lingling mencibur kepada Andes yang malah seperti memiliki niat membunuh yang sudah direncanakan. Ialu baru sadar. Bukanya ditanya mau dipangil dokter? Atau butuh makan atau gimana gitu? Ini malah dimaki dicerca dan dicekek dengan dahlih pelukan. Kan tidak logis. Andes melepaskan pelukanya cemberut.”Kan aku khawatir Ling.”Gumamnya merengek pada kekasihnya itu,


Lingling terkekeh.”Iya maafin yah.”Gumamnya pelan.”Sekarang beiin makan gih. Aku kaper loj.”Gumamnya .


”Lingling...!” Dengusnya Andes tak suka..”Orang sedang kangen juga. Kamu nggak mau peyuk aku gitu bilang minta maaf uda bikin aku mengkhawatirmu?


“Ogah.. saya lapar tuu mas. jadi tolong dong ini tulang saya udah kelihatan loh.”ujar Lingling lemas, ia memang sangat lapar saat ini


Andes mengjhela nafas keluar dengan tak suka meninggalkan Lingling.. lingling Menggeleng pelan menyenduh tatapannya menyentu dadanya.” Berhenti atau mati.” Ia menutup matanya menikmati rasa luka didadanya. Ia tidka boleh lebih dari ini..


.


.

__ADS_1


lebih dari 70komentar aku bakal up lagi


__ADS_2