
Lingling menghela nafas berat kali ini, ia sangat lelah karena semua yang ia lalui, ia menyuruh Alex menumbuk obat yang ia suruh tadi, namun sebelumnya ia juga mengenakan belati untuk menebang beberapa bambu untuk mengambil air bersih, tak ada yang mengikutinya. Ia hanya sendiri sebab pencahayaan yang minim. Tak apa, ia memiliki mata seperti anjing dan serigala. Ia juga memiliki perasaan yang kuat akan aura dan juga sekitarnya. Ia mampu mendeteksi suatu hal yang berbahaya dari jarak dua kilo meter dari dirinya. Jadi sudah biasa tenang saja.
Sampai ia ditempat tadi obatnya sudah ditumbuk harus oleh Alex. Lingling disana segera mendekat dan tersenyum. “Ini airnya untuk membersihkan lukanya. Ayoo Andes bersihkan.”Ujarnya. andes mengangguk patuh” Lalu oleskan obat yang ditumbuk aalex tadi keluka Mike, dan obat yang Boy tumbuk campurkan air, peras hingga airnya terpisah dari ampus. Lalu suruh Mike meminumnya dengan cara apapun.”Ujarnya. semua mengernyit disana menatap Lingling dengan semakin curiga. Bagaimana bisa Lingling mengetahui semua hal itu. Mereka tau bahan yang Lingling gunakan bahan herbal, jadi mereka yakin Lingling bukan orang biasa.
Lingling disana tau kecurigaan meteka, ia memilih diam dan juga mengambil beberapa ranting yang keting, itu dari laut dan terdampar didaratan. Disana cukup banyak membuat ia tak terlalu sulit. Tak banyak kata ia memukul dua batu keras disana dan juga menghidupkan api. Ia tak mungkinkan menggunakan ilmu apinya secara tiba-tiba. Lingling tidak seceroboh itu. Hingga api yang ia hidupi sekarang sudah membesar. Semua kembali terdiam, mereka baru saja ingin membantu Mike mengobati luka sebagaimana Lingling suruh.
“Disini sangat dingin. Mike butuh kehangatan. Kalian juga, apalagi baju kalian masih basah. Bajuku sudah kering karena panas dan angin.”Ujarnya tersenyum dan menepuk tangannya. Ia kembali berjalan menjauh membuat semua terdiam menatapnya dengan pikiran berkecamuk. Andes meliriknya dalam diam.
“Ayoo obati Mike.”Ujarnya membuat semua tersadar. Boy memberikan Mike minuman yang Lingling suruh, mike tak meneguknya hingga ia mendorongnya dengan lidahnya dan nafasnya. Tak apa, tak ada rasa jijik yang terpenting temannya selamat saat ini. namun dimata Andes dan Alex itu menjijikan sekaligus geli.
“Kau merindukan istrimu yah sampai menghayati begitu?”Tanyanya Alex membuat Boy berdecih.
“ Aku hanya tak ingin Mike kenapa-napa. Ia tak bisa meneguk itu dna harus dibantu. Lagipula tidak ada bibir yang mampu menggantikan kemanisan bibir istriku,”Ujarnya lalu duduk. Andes dan Alex memutar bola mata malas mendengar kebucinan Boy tingkat dewa. Mereka mulai mengoleskan luka Mike obat.
Berselang beberapa waktu Lingling datang membawakan daun pisang dan daunnya. Semua kembali terdiam. Lingling menaruhnya diatas api terlebih dahulu hingga itu layu, setelahnya ia taru diatas pasir berjejeran.”Letakkan Mike disini supaya tidak kotor, dan juga hangat.”Ujarnya. Alex dan Boy menatapnya sendu dan juga hangat. Lingling bukan siapa-siapa tapi memikirkan mereka semua yang bukan siapa-siapa.
Lingling kembali bangkit.”Tunggu sebentar. Aku akan kembali beberapa saat lagi.”Ujarnya lalu kembali pergi.
Alex dan Andes menghela nafas.”Dia aneh.”Gumam Alex tak bisa menyangkal ada getaran didadanya melihat betapa peduli nya Lingling pada Mike. Andes cepat memindahkan Mike dan juga segera membantunya untuk menidurkan dirinya. , mereka terdiam dengan pikiran masing-maisng lagi hinga Lingling kembali datang membawa banyak daun pisang dan juga buah pisang satu tandan sedang, dan peruit yang mengendut membuat mereka terkejut.
"Hey kenapa perutmu membenjol begitu?”Tanya Andes khawatir dan kaget mendekat,”Apa kau digigit binatang hingga perut mu seperti orang hamil?”Tanyanya dengan nada rendahnya sembari mendekati Lingling cepat.
__ADS_1
Lingling menggeleng menjatuhkan buah pisang ditangan kanan dan menjatuhkan dedaunan itu. Ia disana menaruh dedaunan itu dibeberapa sii dan duduk disisinya Alex dna Mike. Andes melihatnya memilih duduk didepannya. Lingling tersenyum konyol lalu menarik bajunya yang ia masukan kedalam celana hingga beberapa buah jatuh.
“Aku mengambil buah. Kalian pasti lapar setelah berenang cukip jauh. Makanlah.. dan itu untuk kita istirahat malam ini. Dipasir ini cukup tidak bagus untuk diduduki tanpa alas. Ada banyak kepiting dan penyu liar.”Ujarnya memakan apel yang entah ia dapat dari mana.
Andes disana terdiam menatap ada buah apel dan buah Pir, ada buah kesemak dan juga pisang. Bagaimana bisa Lingling mengambil buah-buah ini dengan secepat kilat???
“ Kau----kau bagaimana bisa mengambil ini semua dengan cepat??? seakan kau mengetahui isi hutan ini? “Tanya Alex dengan mengintimidasi.
Lingling meliriknya.”Yah tinggal ambil, memang apasalahnya?”Tanyanya polos.
Alex menatapnya dengan tatapan kesal.”Kau mengambilnya tak kiurang dari 15menit dalam keadaan gelap. Mengambil air dan terakhir daun pisang. Kau terlalu aneh dari seharusnya manusia.”Ujarnya membuat Lingling terdiam.
Apakah yang ia lakukan tetap mencurigakan? Padahal ia melakukanya dengan cepat menutupi semua yang ia lakukan, ia harus menunggu selama sepuluh menit dihutan dan makan supaya mereka tyak curiga akan kemampuan dirinya yang diluar dari manusia.
“Dia sudah hidup dihutan selama bertahun-tahun hingga sudah menjadi kebiasanya Lex. Bahkan pertama kali kami bertemu dihutan ketika ia berburu.”Ujar Andes membuat Lingling legah. Ahhk iya. Diakan pernah bercerita akan hal itu pada Andes. Jadi sekarang ia bisa memakai cerita itu lagikan.
Lingling memasang wajah pura-pura polos dan sendunya.” Aku sejak kecil tidak dianggap oleh keluarga besarku. Ibu dan ayahku menaruhku dirumah belakang dekat dapur dan tak memberikan makanan kecuali roti keras dan kuah kari tanpa ayam. Tapi lebih sering tak memberikanku makanan dan juga hukuman membuatku harus kuat untuk bertahan hidup.”Ujarnya hingga mengeluarkan air mata. Boy dan Alex terdiam mendengar mereka merasa tersentuh. mereka baru sadar jika ada hidup yang semenyedihkan ini.
Lingling disana kembali bercerita. “Hidup sedari kecil yang mengharuskanku bertahan hidup membuataku melakukan segala cara supaya bisa hidup, dengan cara berburu dihutan lebat, menangkap ikan ditengah malam. Dihutan makan ku sehari-hari.. hingga aku dibuang oleh mereka dihutan milik Andes, tak masalah. Aku hanya ingin hidup tenang, hingga suatu hari Andes membawaku mengatakan hutan itu tak layak huni. “Ujarnya polos dan juga sendu. Namun kali ini tal ada raut yang mendramatis lagi.
“Serius loe dibuang dihutan?”Tanya Alex pelan.
__ADS_1
Lingling menganggik polos dan memakan apelnya.”:Jadi jika aku bisa mencari dan hidup dihutan jangan heran. Sebab hutan adalah rumah bagiku untuk hidup. “Ujarnya dengan pelan dan makan namun dalam hati tergelak kencang.
Bagaimana bisa ia berderama sebesar ini? emang sejak kapan si dia semenderita itu haha? Belum lagi ibunya yang orang kaya dan ayahnya orang terkaya nomor satu dikerajaannya. Pamanya seorang raja dan kakek-kakeknya adalah mantan kaisar. Belum lagi sang kakak adalah seorang raja, satunya lagi manusia tergenius diseluruh kerajaan. Ayahnya juga mantan kaisar loh asal kalian tau hohoo.. ia itu tidak miskin, bahkan ia memiliki tunangan yang mampu menghancurkan bumi sekalipun jika ada yang melukai dirinya yang semenyedihkan itu.. yahyah.. lingling adalah pombohong besar camkan itu..!!
Tapi tidak, Lingling tidak berbohong. Semua yang ia ucapkan memang yang dilalui Eliza sang pemilik tubuh bukan? Jadi ia bukan pembohong. Ia hanya memiliki bakat terpendam yaitu drama hohoho.. ayolah menjadi Eliza yang asli.
Alex mendengarnya segera memeluk Lingling dan berkata.”Kau sungguh memiliki hidup yang rumit.. dsekarang kau tak perlu khawatir lagi. aku akan membantumu untuk hidup dan makan.”Ujarnya sendu disana membuat Lingling memeluknya pura-pura terharu.
”Kau baiks ekali. Kau lelaki terbaik setelah Andes.”Ujarnya membuat Andes mendelik tak suka jika ada yang menyaingi nya. hingga ia memisahkan mereka dengan menarik Alex.
Alex yang ditarik menatapnya tajam.”Jangan memeluknya,, dia penyakitan nanti kamu ketularan penyakitan mau?”Tanya Andes.
Lingling disana malah menatapnya dengan anggukan.”Yah aku penyakitan karena tak mengenakjan baju yang layak disana, tempat yang kumuh dan makanan yang bergizi hingga tak bisa tumbuh selayaknya manusia. Maafkan aku yang hina ini.”Ujarnya dengan air mata yang jatuh dan menggigit bibir bawahnya.
Andes mendengarnya terdiam.”Bu-bukan begitu maksudku..—“
.
.
.
__ADS_1
.
Kalian mau update lebih banyak? Makanya jangan lupa dukung karya author yah. aku bakal update lebih banyak jika kalian semangat hoho..