
Lingling menatap rumah Rain yang ia datangi, saat ini ia sudha berada di sini lagi. dengan pelan ia mengetuk rumah, tapi tidak ada yang membuka. Lingling menengok kanan dan kiri.” Paman.. paman.. dimana kah engkau.. paman paman...” teriak Lingling menggebuk pintu cukup kuat. lingling mengernyitkan dahi dan mendengus. Ia berjalan menuju dapur dan juga kearah jendela kanan.” PAMAN?!!” Teriak Lingling.
Lingling jadi kesal, saat di dapur pun tidak ada yang menyahut, rumah ini sudah sepi dan sunyi seperti tidak lagi ada orangnya. Lingling kearah jemuran, disana tidak ada pakaian yang dijemur kecuali satu helai baju Rain.” Dimana mereka??? Padahalkan aku butuh informasi.” Gumam Lingling benar benar kesal kepada Rain dan juga istrinya. Lingling menghela nafas menatap rumah kecil lagi, sama sekali tidak ada sahutan.
Lingling dengan berat hati duduk di dekat taman bunga, memetik bunga mawar dan memakan kelopaknya pelan.” padahal aku belum makan dan ingin numpang makan. Kalo tau begini mendingan aku tidak bagi bagi ikan panggang milikku.” Gumamnya menyesal. Ingat pada kejadian tadi yang mana ia sok baik membagi ikan ikan miliknya pada orang orang asing.
Lingling menhhela nafas dan bersandar di pohon kecil di sana, menatap bunga bunga mawar bernmekaran, tatapanya tertuju pada bunga lavender yang sangat cantik. Lingling menghela nafas kesal dan segera menuju belakang rumah Rain, disana ada umbi bengkoang kalo ia tidak salah dan juga sayur sayuran subur.
Dan benar, ada banyak pohonnya yang menjalar dan mengambil beberapa sayuran segar, dengan segera ia mengeluarkannya pisaunya dan menggali tanah... ia tersenyum melihat buang buah bengkoang yang cukup besar dan cukup menggugah selera serta sayur sayuran yang canti, dengan segera ia mencucinya di air sumur dekat rumah dan membukanya.
Lingling duduk di tempat pertamanya tadi, menatap buah buah yang ia dapatkan, tersenyumlah dan memakan buah bengkoang dengan renyah,.” Nyam nyam,,” ia tersenyum dan menidurkan diri di sandaran pohon. Tapi saat kenyang ia malah tertidur di sana.
Karena mengantuk ia menyandarkan tubuhnya dipohon dan memejamkan matanya.. Melupakan Rain yang entah kemana, yang penting tidur.
Bras.... Liong menatap Lingling yang tertidur tersenyum, dengan langkah pelan mendekat dan Menatap buah yang Lingling makan, Liong mengusap kepala Lingling.” Untunglah kau tidak bodoh, jadi bsia berhasil ke sini. Kaisar tua Bangka itu ingin ku bunuh rupanya.” Ujarnya bengis. Liong menatap wajah terlelap Lingling yang lembut., Liong tersneyum tipis dan menghilang. Tidak ia tiak akan menghabisi waktu untuk berada di dekat Lingling. Ia hanya ingin tau Lingling baik baik saja atau tidak.
Lingling membuka matanya, menguap dan menutupi mulutnya. Ia menghela nafas menatap jam yang maish menunjukan jam 11 siang. Menatap buah ditanganya yang belum habis, segera ia kunyah dan berdiri., lingling akan pergi lagi dari sini, dilihat lagi rumah Rain, tidak lagi ada orangnya. Lingling mengambil tas sandangnya dan botol minumannya. Melangkah segera berlari menuju desa yabng kemarin ia temui. Lingling jadi menghela nafas.
Ana menguap dan juga mengunyah, hari ini ia sangat lelah dan baru sempat makan saat ini, tidak seperti biasanya, hari sudah siang dan ia belum sarapan, malah jamak antara makan pagi dan makan siang. Mana mengantuk. LIli benar benar rewel hari ini. Keyna juga sibuk dengan berkas yang harus di selesaikan hari ini. sebagai pengasuh ia tidak bisa mengelak dan harus menjalankan secvara baik baik kan?
tok..tok...” Keyna.. kembalikan anak saya..!!!!”
teriakan dari luar memasuki rumah sangat mengganggu ana. Ana yang makan dengan tenang tadinya segra keluar karena takut suara si orang tersebut membangunkan Lili.
Apakah dia tidak tau dirinya mati matian meniduri Lili dan dia berteriak kencang begini? Bisa bisa ia tidak tenang lagi.,
Ana menatap sosok yang datang sengit.” BUk kalo masuk jangan teriak teriak, salam dulu lah. Kalo Lili nangis gimana?” Tanya ana tidak suka tapi suaranya ia pelankan, takut LIli ikut menangis dan juga terkjaget mendengarnya.
Wanita itu mendelik menatap Ana. Siapa kamu ha? Dan siapa LIli itu?” tanyanya dengan malas dan bengis.
__ADS_1
Ana hendak menjawba tapi terhenti oleh suara suara bising, disana ada Keyna yang keluar dari ruang kerjanya, ruang kerja Keyna tidak jauh dari ruang tamu, jadi suara itu menggangunya, Keyna juga takut anaknya kenapa napa, kembali menangis atau demam karena kaget. Keyna menatap dingin wnaita yang datang.” PENJAGA..!!!! APA KALIAN MAU KU PECAT HA SMAPAI BINATANG SATU INI LEPAS KANDANG DAN BISA MASUK KE RUMAHKU?” Teriak Keyna Menggelegar.
Semua penjaga gemetar ketakutan dan menahan wanita yang datang, wnaita itu menatap Keyna tersentak sengit. Suara tangisan Lili terdengar, ana gelagapan dan segra kekamnar Lili.
Keyna menatap wnaita yang ditahan oleh penjaga penjaganya.” Ampun nyonya. Kami sudah menahannya tetapi dia tidak mau, tadi kami menahannya tapi dia memberontak.” Ujar salah satu bodyguard di sana takut.
“ menahan satu serangga saja kalian tidak becus?!!!!! Gaji kalian bulan ini akan saya potong..!!” tegas Keyna membentak. Mereka menundukk takut dan juga tidak berani membantah.
“ kau bilang aku serangga dan binatang? Dasar anak kurang ajar..!!!” teriak wanita itu kepada Keyna.,
Keyna mendengarnya menatap wanita yang datang itu sinis.” Sutttffff serangga dilarang masuk area rumah saya. " tegas Keyna.
Wanita tu menatap keyna dingin dan tidak terima, hendak menyerang tapi ditahan oleh bodyguardnya. Keyna menatap bodyguardnya dan mengkode mereka agar keluar. Mereka menatap keyna takut tapi Keyna tetap dengan apa yang ia mau.
Mereka segera keluar meninggalkan kedua orang itu, Keyna duduk di sofanya dan menatap wnaita itu menantang.” Apa yang kau inginkan manusia serakah?” Tanya Keyna mengejek.
Wanita itu menahan geraman mendengar ucapan keyna.” Dimana anakku?” Tanya wnaita itu cukup menahan diri.
“ tidak usha pura pura tidak tau wnaita sialan..!!!! dimana anakku sekarang juga..!!!!” teriak wnaita itu kuat.
Keyna mendatarkan wajahnya lebuh dingin.” Binatang liar,, ini rumah bukan hutan, harusnya kau cari anakmu di hutan, sebab serangga tidak mungkin melahirkan anak manusia... serangga tetap serangga.” Ujar keyna kasar kepada wanita itu.
Wanita itu menatap keyna tidka terima, telunjuknya mengarah ke wajah keyna dna menatap bengis.” Kau bilang aku serangga?” tanyanya.
Keyna tersenyum miring.” kau lihat aku bicara dengan siapa? Selain serangga tak tahu diri matamu juga rabun rupanya.” Tegas Keyna dengan pelan dan tersenyum miring.
Amarah wanita itu bergejolak naik, tensi darahnya melaju tinggi hingga darahnya sampai ke otak saking marahnya. Tidak tau siapa Keyna ia segera menyerang Keyna kuat. tapi belum sempat ia menyerang keyna dirinya sudha lebih dulu di dorong dan juga dipukul kuat dengan sapu. Wanita itu terpekik kaget merrasakan nyeri bagian belakang tubuhnya. ia mnatap siapa pelaku bengis.
” Sialan, kau tau gara gara kau Lili kembali menangis, untung saja tidak menangis lagi. kau pikir ini hutan ha?!!!” Ana menatap bengis wanita itu.
__ADS_1
Ana sudah tidak tidur dua hari ini karena Lili rewel, gara gara wanita ini lili kembali menangis. Syukurlah Lili kembali tidur, ia segera mengaktifkan ruang kedap suara. Ruangan Lili memang tidak kedap suara agar jika ia menangis semua orang mendengar, tapi efeknya yah suara luar juga akan masuk ke kamarnya. Kamar Lili juga berada di lantai satu sama dnegan kamar kedua orang tuanya, alasannya karena jika ada sesuatu mereka lebih mudah menyelamatkan dan melindungi Lili.
Keyna melihatnya tersenyum miring. Wanita itu memegang pipinya nanar menatap Ana yang menatapnya tajam dengan sapu di tangannya. Ia menatap Keyna yang duduk dengan kaki kanan di atas kaki kiri, tangan yang di atas sanggahan kursi, sangat mirip seperti penguasa dn dirinya sebagai terdakwa. Sialan wanita itu sudah tidak ada harga dirinya lagi jika begini.
Keyna menatap wanita itu dingin.” Itu jalan keluarnya.” Ia menujuk pintu rumahnya dnegan dagu.” Apa harus aku usir agar kau paham seperti binatang lainnya?” Tanya Keyna lagi dingin. Tangan Keyna memainkan ujung rambutnya yang memang ia geraikan. Rambutnya sudah panjang dan juga cantik, ia senang memainkan rambut untuk mengejek lawan.
Wanita itu tersenyum miring. Menatap Ana dengan tatapan tidak suka.” pembantu, wanita rendahan beraninya kau melukaiku.” Gumamnya dengan dingin.
Ana yang ditatap dna dibicarakan hanya menatap wnaita itu mengejek. Wanita itu menatap keyna tenang.” Aku tidak akan pergi sebelum kau mengembalikan anakku. Dimana dia sekarang?” Tanya wanita itu tetap pada keinginannya..
Keyna malah terkekeh mendengarnya.” Benar kan? binatang tetap tidak akan pergi jika tidka di usir dan menggunakan cara kasar.” Ujar keyna pelan
“ AKU bukan binatang, aku ibunya, orang yang melahirkan anakku. Aku kesini mencari anakku, aku ibunya berhak dan kau tidak seharusnya bicara seperti itu kepadaku. Apa kau tidak di ajarkan oleh orang tuamu tentang sopan santun?” Tanya wanita itu pada Keyna bengis tidak terima.
Keyna mencebikkan bibirnya. “ kami hanya di ajarkan sopan kepada orang yang sopan, bukan kepada binatang.” Ujar keyna.
Wanita itu mengepalkan tangannya tidak terima. “ dan lagi kau bertanya aku di ajarkan atau tidak? Yah di ajarkan tapi untuk yang tidak tau sopan santun untuk apa aku sopan ha??? Kau pikir rumah ini menampung orang orang tak tau diri seperti kau?” telunjuk Keyna mengarah pada wanita itu.” lalu sekarang kau mengakuhi kepadaku jika kau seorang ibu, berhak atas anakmu.”
Keyna tersneyum miring dan menggeleng.” Sekarang aku bertanya, siapa anak yang kau maksud?” Tanya Keyna lagi dengan remeh.
“ kau pura pura tidak tau rupanya,.” Bisik wanita itu kesal.” Andes, dia anakku, dia putraku. Dia aku yang melahirkan dan aku tau jika selama ini idia ada di sini dan tinggal denganmu. Aku ingin kau kembalikan anakku.” Tegas wnaita itu.
Keyna malah menatap wanita itu konyol.” Kau bicara seakan akan aku penculiknya. Hey hey., anakmu itu sudha 27tahun dan kau baru mencarinya sekarang dan kepadaku juga? Dimana kau selama 20 tahun sebelumnya? Apakah kau mati suri?” Tanya Keyna lagi mengejek.
Wanita yang mengaku sebagai ibu kandung andes memalingkan wajah dan berkata.” Kamu tidak usah ikut campur dengan urusanku. Urus saja urusanmu sendiri.” Tegasnya bengis kepada Keyna
“ yang masuk ke rumahku itu artinya urusanku, “ tegas Keyna pada wanita itu.
Keyna tersenyum miring.” Sebab ini rumahmu, kawasanku. Bahkan jika aku tidak senang kau ada di sini. Aku bisa membawa bodyguardku dan mengurungmu di ruang bawah tanah.” Tegas Keyna menyeringai. wanita itu terdiam takut dibuatnya.
__ADS_1
" atau bahkan jika kau masuk ke rumahku itu artinya aku berhak melakukan apapun padamu dengan sesukaku.... Termasuk membunuhmu....!"