
Sesuai janji. malam ini Up 2x lipat lebih banyak
.
.
Sudah hampir malam, dan gubuk buatan dari mereka sudah hampir siap. Hanya belum ada pintunya saja. Meteka hanya buat satu gubuk yang memiliki satu ruangan, ditutupi oleh daun-daun supaya angin tak menusuk kulit. Lalu ditutup beberapa kulit pohon yang didapat mereka sesudah menguliti pohon paling besar. Sedangkan Lingling sudah pergi ke sungai mengambil air dan juga berburu bersama Boy. Iya memang Lingling sekarang lebih akrab Boy dibanding Alex dan Andes. Mereka terlalu ribut bagi Lingling. Lingling tidak menyukai hal itu.
“Wahhh kau sangat hebat Ling. Bahkan kau dengan mudahnya menangkap satu rusa ini.”Ujar Boy berbinar menatap Lingling yang menangkap Rusa dengan mengandalkan perangkap. Mereka hanya meninggalkan perangkap sebentar ketika mengambil air dan rusa sudah terkena perangkap dengan kaki yang terikat keatas dan rusa yang sudah lemah karena aliran darah menuju otak.
Lingling tersenyum dan Srik.,. Clap.. Ia menusuk perut rusa itu dan memutuskan talinya. Ia menatap rusa itu dan berkata.”Jelas gitu loh. Lingling gitu.”Ujarnya terkekeh.”Aku akan membersihkan ini sebentar. Kau bawakan air ini ketempat kita. aku akan kembali secepatnya oke.”Ujarnya membawa rusa itu menuju ke sungai.
“Kau yakin mau ku tingal? Mau ku temani saja tidak? Aku takut kau kenapa-napa apalagi sebentar lagi akan gelap. Kau tak maukan jika aku dibunuh oleh kedua anjing penjagamu itu. Aku bisa saja mereka cincang hingga mati karena meninggalkanmu sendirian.”Ujar Boy menggerutu dengan bibir yang dimaju-majukan mengingat keposesivan keduanya.
Lingling malah tergelak mendengarnya.”Hahah kau benar juga. Tapi kau harus kembali, aku tak apa kau tinggalkan. Sebab ini harus dibersihkan., jika kita bawa kesana air kita akan habis hanya untuk membersihkan rusa. Aku akan membawa Rusa siap dimasak saja.
Pulanglah dan bilang aku kan kuat. pasti baik-baik saja. Percayalah.. “Ujar Lingling.”Jangan lupa hati-hati oke.”Teriaknya meninggalkan Boy.. Ia merangkul Rusa dengan seberat itu bagaikan tak memikul apa-apa.
Boy mau menyanggah tapi Lingling sudah berlalu. Ia menghela nafas dan bergumam.”Bahkan ku yakin sebentar lagi kupingku akan meledak mendengar teriakan membahana dari mereka Ling. Kau sungguh tak berperasaan. “Ujarnya. Ia tak akan pulang tampa Lingling jadi ia menyusul Lingling dari belakang saja menuju kesungai. ia juga tak akan tega meninggalkan Lingling sendirian.
Sampai disungai Lingling segera membersihkan Rusa. sejujurnya ia sadar Boy mengikutinya namun ia biarkan saja. Dilain sisi hatinya menghangat sebab Boy baginya lelaki yang idaman untuk semua gadis. Lelaki yang bertanggung jawab dan tegu akan keputusannya. Ia tipikal lelaki idaman para gadis sungguh.
”Oh ayolah Boy jangan bersembunyi disana. Lebih baik kau bantu aku saja.”Ujar Lingling jengah melihat Boy bersembunyi dibelakang pojin.
Boy kaget.”Ohh aku ketahuan rupanya hehe.”Gumam Boy disana cengengesan.”Aku lelaki sejati. Mana mungkin meninggalkan temanku sendirian, kita pergi bersama dan pulang bersama-sama. Mari ku bantu.” Ujarnya mendekati Lingling dengan membersihkan daging yang Lingling kelupasi dari kulitnya.
Teman saja tak ia tinggalkan apalagi istri yah kan?
Setelahnya Lingling menaruh kulit itu diatas pohon untuk dijemur. Lalu membuang isi perut itu keair. Ia dengan telaten hingga mengambil daging bersihnya. Boy disana membantu cukup banyak, ia terlihat sangat lihai menguliti kulit Rusa. Yah setidaknya sisi psikopatnya berguna untuk saat ini haha.
Di lain sisi Andes dan Alex cemas akan Lingling yang tak juga kembali padahal matahari sudah menguning.
Ia mondar mandir sedari tadi dengan wajar datarnya. Alex yang dari tadi terus melirik jalan menuju sungai dengan cemas. “Akhh kenapa mereka belum juga kembali padahal hari sudah hampir gelap. Apa kita susul saja Des? Aku takut terjadi sesuatu pada mereka.”Ujar Alex yang jauh lebih melunak akan rasa gengsi. Beda hal dengan Andes yang gengsi dan egois dalam bersuara.
__ADS_1
Andes mengangguk karena tak mampu membendung rasa cemasnya.”Aku akan menyusul, lebih baik kau disini menjaga Mike. Aku sendiri saja.”Ujarnya. alex tak membantah meski kesal. Namun langkah Andes terhenti melihat Boy dan Lingling tertawa dengan senang semebari Boy membawa air dan rusa didua lengannya sedangkan Lingling membawa buah didalam baju perutnya. Tangan kanan memegang apel yang sudha digigit dan tangan kiri membawa obat-obatan yang Andes yakini untuk Mike.
Ia segera mendekati Lingling bersama Alex.”Kau taka pa Ling? Dari mana saja? Ini sudah mau malam kenapa kau baru kembali. Bagai,mana jika ada binatang buas. Ohh Linglingku yang malang.”Ujar Alex menarik Lingling untuk ia peluk.
Plak. Namun kepalanya digeplak oleh Andes.” Kau mencari masalah sialan.. “Ujarnya mendesis tak suka.
Alex disana menatap Andes tajam namun tak dihitaukan sang empu. "Heyy apa-apaan kau!!!" Teriaknya tak terima. "Aku hanya khawatir keadaan Linglingku." Lanjutnya jujur
Andes mengambil obat ditangan Lingling mengabaikan Alex.”Ayo masuk sudah mau gelap. Tak baik diluar terlalu lama.”Ujarnya dengan pelan dan menarik Lingling menjauh dari sana.
:”Hey. Aku duluan yang bicara dengannya kenapa malah kau yang menariknya menjauhi ku. Kau sungguh keterlaluan Andes..”Ujarnya disana mendesis tak terima menarik Lingling. Lingling yang lelah menatap mereka dengan pusing.
Ehemmm.. mereka buyar dikalah suara deheman Boy.”Keknya gue udah nggak dianggep yah sama kalian. Bahkan Cuma Lingling yang ditanyaain padahal juga ada gue. Cuma Lingling yang direbutin padahal masih ada gue. Kalian anggap gue apa si?”Tanyanya dramatis terhadap teman-temanya yang sedari tadi mengabaikannya.”Kalian kok gitu sama aku.”Ujarnya dengan muka dibuat sedih.
“Najis.”Ujar Andes dan Alex serentak dan mengundang suara tawa Lingling pecah.
“Lihatlah Ling. Aku terzolimi bukan? Hiks hiks”Dengan sengaja Boy mendekat dan menangis dibahunya Lingling memancing amarah keduanya.
Lihatlah jika Alex dan Andes adalah kartun komik sudah pasti sekarang ditelinga mereka mengeluarkan asap dan mata mengeluarkan api karena ulah Boy. “ Boy..”Gumam keduanya. Boy tak tahan hingga tergelak.
“Sudah-sudah. sampai kapan kalian mau saling meneriaki satu sama lain. Ayo masuk sudah hampir gelap kita belum membuat perapian.”Ujar Lingling disana sudah digubuk. Semua disana mendengus baru sadar. Mereka terlalu larut akan tatapan tajam saling menghunus. Siyalan gumam mereka dan segera masuk.
Lingling disana langsung mendekati Mike yang masih tertidur lemah. Ia menyentuh kening Mike merasakan suhu tubuhnya. siudah hangat tak sedingin tadi. Tak berselang lama mata Mike terbuka menatap manik mata lingling. Lingling menatapnya kaget dan bergumam.”kau sudah sadar hmm?" Gumamnya disana dengan rasa tak percaya.
“ Menurutmu? Kau tak butakan.”ujar Mike disana serak. Sebenarnya ia sudah bangun dari tadi, tapi ia tak menemukan apapun sedari tadi, ia hanya tau ia diatas kayu yang ditutupi oleh daun pisang alasnya lalu semua sekitarnya hanya ada daun yang dianyam. Ia merasakan perutnya sangat sakit damn kepala yang sangat sakit. Dimana smeua orang?? Samar-samar ia mendengar perdebatan Alex dan Andes membuat ia tau jika mereka ada diluar.
Ling;ong disana mendesis tak suka.”Seharusnya kemarin aku buang saja kau dilautan. Biarah kau dimakan buaya. Mulutmu tak ada baik-baiknya. Selalu bicara kasar membuatku sakit hati.. hu.”Ujarnya disana mengerucut lalu mengambil air.”Minumlah dulu, aku tau kau pasti haus dan lapar. Aku akan memasak untukmu. Tadi aku menemukan buah labu untukmu jadi kau bisa makan makanan lembut.”Ujarnya memberikannya minum.
Mike terenyah mendengarnya. Meski ucapannya kasar Lingling tetap sangat lembut kepadamya, ia bahkan membantunya minum, hal yang sedarii tapi ia inginkan. Kemarin bahkan ia sadar jika ingling lah yang menyelamatkanya dilautan, ia tau membuat ia tertegun hingga suara yang mengalihkan perhatiannya.”Mike sudah sadar?”
Disana ada Andes yang menatapnya kaget dan diikuti Alex dibelakangnya. Mike disana hanya mengangguk dan bersandar dibantu Lingling.”Kalian uruslah teman kalian, aku akan memasak untuk makan kita. tolong oleskan lagi lukanya obat supaya cepat sembuh dan mengering.”Ujarnya dan memilih turun. Mike menatap punggung Lingling kehilangan. Ia mau Lingling mengurusinya tapi gengsinya terlalu besar. Entahlah sejak kejadian kemarin ia ingin selalu berdekatan dengan Lingling
“Bagaimana keadaanmu Mike? Apakah masih ada yang sakit? Atau ada yang kau butuhkan??” Tanya Andes disana menepuk pundak Mike yang termenung disana. Tatapannya melembut kepada Mike. Meski ia dingin ia akan hangat kok kepada temannya. Ia sangat menyayangi Mike.
__ADS_1
Mike disana menatap Andes.”Dimana kita?”Ia menatap sekitar sini. “Dimana Boy? Aku tak melihatnya? Apa kita smeua selamat akan kejadian kemarin?? Air itu terlalu dalam jika diingat hingga aku pikir aku sudah mati dan menuju syurga,”Ujarnya disana pelan mengingat kejadian kemarin. Baginya kemarin adalah hal yang paling menyeramkan selama ia hidup. Rasa sakit menggores perutnya lalu terkena air asin laut yang semakin menambah rasa perih. Rongga dada yang terisi penuh air hingga ia tertelan beberapa kali. Dan terakhir ingin berenang namun ia terlalu lemah hingga depan hangat Lingling membuat ia tak sadarkan diri berharap ditempatkan disyura,
“Boy dibawah. Dan Kua pikir kau akan masuk syurga setelah semua kejahatan yang kau lakukan Mike? Lelucon macam apa itu ha?? Haha seharusnya kau sadar jikapun kau mati kau akan ke neraka bukan syurga.”Ujar Alex mengejek pada Mike. Mike itu suka membunuh dan tak pula mempercayai Tuhan. “Lagian syurga Tuhan mana yang kau ingin singgahi sedangkan kau tak percaya padanya ha?”Tanyanya lagi,
Mike terdiam.”Benar juga.. tapi setidaknya mungkin ada kebaikanku yang lain yang menutupi semua dosaku hinga aku dikirimkan ke syurga. Atau aku diungsikan kesyurga Tuhan yang kasihan padaku. apalagi aku sangat tampan begini.”Ujarnya disana dengan pedenya,
Alex berdecih.”Heyy.. sebanyak-banyaknya kebaikanmu, itu tak akan mampu menutupi emua kejahatan mu bung. Mau kau sumbangkan semua kekayaanmu pada semua orang miskin sekalipun tak akan cukup., bahkan semua uangmu dari hasil haram. Bagaimana bisa kau sepercaya diri itu.”
“Benar. Kau pikir selelucon itukah keyakinan, jangan memainkan ucapan Mike. Jika kau tak mempercayai adanya Tuhan setidaknya jangan memainkannya. Kau hanya tidak tau mana yang benar dan mana yang salah. Ku harap kau memperhatikan ucapanmu tentang surga, lagipula aku setuju dengan Alex kali ini.”Ujar Andes dengan mengingat.
Mike mendesis disana.”Kalian kejam sekali padaku meski dalam keadaan sakit.”Ujarnya mendesis.
Andes dan Alex mengangkat bahu acuh disana. “Kalian tak berniat menjawab pertanyaanku tadi? Dimana sekarang kita berada? apa kita jatuh miskin hingga jadi gelandangan dan tidur dikoling jembatan begini?”Tanyanya dengan pikiran kacau,.
Ledakan tawa Alex mengalihkan atensi Mike. “Heyy bahkan harta ku tak habis tujuh turunan meski jatuh bangkrut bung. “Ujarnya sombong. Mike mendelik meski ia akui hal itu. Tabungan Alex snagat banyak, belum lagi inmvestasi miliknya dimana-mana., tanah dan vila dimana-mana mana mungkin bangkrut membuat mereka menjadi gelandangan.
“Kita terdampar disalah satu pulau yang tak jauh dari tempat kita kecelakaan. Kami membawa mu dimana daratan terdekat untuk menyelamatkan diri hingga ada disini. Bukan bangkrut atau jadi gelandangan sebagaimana yang kau bayangkan.”Ujar Andes pelan. Ia menghela nafas disana.
Mike menganngguk paham disana. “Berbaringlah. Aku akan mengolesi lukamu dengan obat. Kata Lingling kau akan terkena infeksi jika tak diobatin. Kau tau peluru yang menancap diperutnya ada racunnya mangkanya kau tak sadar sedari semalam. “Ujar Andes mendekati luka Mike. Ia menyibak baju Mike disana dan melihat luka yang nampak bolong tapi tak mengeluarkan darah.
“Wahh gue baru sadar pakek baju warna Piink. Pink?!!!” Kaget Mike mnelihat bajunya yang berwarna pink.”Ehh sejak kapan baju gue ganti warna astaga.. YaTuhanku.”Gumamnya melihat bajunya.”Kyaa.. bahuku bahkan terbuka astaga.”Gumamnya lirih melihat model baju yang ia kenakan.
Alex disana cekikikan melihatnya. Ia sudah membayangkan hal ini, “ Hee syukurin aja. mending loe ganti baju. Nah kita kagak Cuma ganti ****** ***** mana ****** ***** cewek lagi. baju loe udah habis diganti terus dari kemarin jadi nikmatin aja dari pada kedinginan. lingling nemuin koper ini ditengah hutan mungkin dari korban kecelakaan pesawat, “Ujarnya.
“Kyaa.. maksud loe ini baju dari mayat. Siyalan kalian. “Teriaknya mau membuka bajunya namun tak jadi karena merasakan sakit dilengannya ternyata terluka dan juga perutnya yang nyeri. Alex dan Andes disana tertawa melihat Mike yang menyedihkan begini.
“Bukan bajunya yang loe pikiriin sekarang, tapi kesehatan loe. Syukurlah loe selamat karena loe udah banyak habis darah kemarin. Apalagi loe dikaish baju yang nggak basah meksipun baju cewek. Kita semalaman harus pakek baju basah karena ngedahuluin loe yang terus ngeluarin darah dari luka loe. Seharusnya jangan banyak ngeluh.”Ujar Andes menekan luka Mike. Mike meringis merasakan nyilu diluka dan nyilu dikenyataan. Benar juga kan?
“Dahlah mmang nggak tau diuntung nih anak. Selalu aja ngepentingin egonya dibandingkan kenyataan. Mike kalo loe selalu seegois ini sama hidup loe, loe bakalan banyak kehilangan dihidup loe. Inget banyakin bersyukur karena masih diberi kesempatan buat hidup meski harus pakek baju Pink. Untung nggak gue pakein BH sekalian kemarin.”Ujar Alex tertawa.
“Siyalan loie.”Ujar Mike memegang dadanya membuat mereka tertawa terbahak-bahak melihat Mike yang menatap tajamnya. Hal yang menyenangkan membuat Mike jatuh sejatuhnya.
“ Berapa mbak Bokingannya? Mau dong satu malam.”Ujar Alex mencolek bahunya yang terbuka dan mengedipkan satu mata.
__ADS_1
“ Alex silayan. Mati sana loe.,.!” Bentak Mike geli. Alexx bukanya tersinggung malah tertawa terbahak-bahak,.