Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)

Dimensi Putri Lingling Ke Dunia Masa Depan (Putri Zhu Qira Han2)
Menguping


__ADS_3

Lingling berdehem pelan menatap Lian dan juga Demeg. Ia mengangguk.”baiklah. aku akan istirahat di sini. Kalian pergilah.” Jelas Lingling tegas.


Demeg dan Lian saling lirik, lalu mengangguk. “ Orge tingalkan Nona Lingling terlebih dahulu. Ia butuh istirahat.” Jelas Demeg kepada Orge.


Orge mengangguk kepada ayahnya. Paham jika ia juga harus ikut mendengarkan kabar kali ini.” baik ayah handa. “ Orge melirik Lingling sejenak.” Kami pergi terlebih dahulu., kau istirahatlah.” Jelas Orge pelan kepada Lingling.


Lingling berdehem pelan mendengarnya. Demeg. Lian dan Orge pun pergi meninggalkan dia sendiri. Lingling melirik mereka yang pergi menyeringai. segera bangkit dan melakukan telepotasi dimana tujuan mereka. Ruang kerja raja yang ada di sana. Lingling memilih posisi paling sudut ruangan, dimana di dekat rak buku ada meja, di sana ia bersembunyi.


Krek. Keduanya masuk dan Lingling sudah ada di dalam.” Kau dari mana menemukan wanita aneh itu yang mulia Putra mahkota??? Aku pikir kau selama ini sedang mencari solusi untuk desa yang ada di Negara kita.” terang Lian kepada Orge. Sudah di jelaskan Lian itu adik raja jadi ia punya hak suara bertanya atau bicara leluasa pada raja atau keturunannya.


Orge meliurik Lian yang bertanya.” Kami bertemu saat dia menjual beberapa buah buahan dan sayur.” Ujar Orge jujur.


Demeg melirkk Orge tercenung.” Bukan sayur tiga hari yang lalu kau kirimkan ke istana ini ?” Tanya Orge pelan.


Orge mengangguk menatap ayahnya.” Benar ayah. Dia yang menjualnya saat itu dengan harga murah., jadi demi memanfatkan hal itu saya memintahnya untuk tinggal dipenginapan yang sama dengan ku dikalah itu. “ jelas Orge jujur lagi. “ aku masih berharap jika dia dewi yang akan membantu kerajaan kita.” jelas Orge tegas lagi.


Lingling mencibir. ‘'sudah ku tebak, pasti ada maunya denganku.’ Gumam Lingling.. di dunia ini tidak ada yang baik, jika orang itu butuh atau ingin sesuatu maka baru bisa baik.


Lingling tidak pernah mempercayai Orge selama ini tapi Lingling tulus memiliki niat untuk membantu Negara ini. untuk menambah kadar kegunaan dirinya hidup.,


Demeg menghela nafas mendengar ucapan sang putra. Ia duduk di singgasananya. Tepat di belakang singgasana hanyalah ada Lingling yang menguping dengan tenang. Orge dn Lian pun mengambil duduk dikursi lain yang berhadapan untuk ketiganya.” Aku harap dia bukan mata mata dari kerajaan tetangga.” Jelasnya demeg kepada Orge. Menekan kata mata mata, sebab demeg takut jika kerajaan ini akan hancur.


“ saya jamin bukan yang mulia.” Jelas Orge tegas kepada ayahnya. Bukan apa apa, dimulai dari Lingling yang bicara jujur dan bertingkah santai padanya membuatnya tau jika Lingling bukanlah mata mata. Ditambah lagi ia sama sekali tidak melakukan kecurigaan pasti dalam beberapa hari ini,


“ syukurlah jika begitu.” Jelas demeg kepada Orge. Orge mengangguk membuat Demeg berdehem.” Ku harap kamu ingat jika dia sudah menikah Orge. Jangan terlalu larut dan menaruh hati. Sebab aku tidak mau kamu patah hati.” Jelas demeg tegas.


Orge tertegun mendengar ucapan ayahnya. Ia melirik ayahnya yang menatapnya tajam, seakan menekan dirinya untuk sadar dan tidak melakukan kesalahan. Iya Orge tau menaruh hati pada Lingling adalah suatu hal kesalahan. Orge tau jika mencintai Lingling hanya akan membawa kekecewaan, sebab mau bagaimanapun ia berjuang Lingling sudah menjadi milik laki laki lain. “ baik yang mulia.” Jelas nya Orge kepada ayahnya tegas.

__ADS_1


Lungling mendengarnya malah menguap pelan. iya benar tolong jangan mencintainya, sebab pawangnya sangat brutal jika marah. Bisa bisa Negara ini akkan rata dengan tanah. Dulu saja andai ia bisa kedunia lampau bisa jadi Andes sudah mati ditangannya,.


Demeg mengangguk melirik Lian yang diam saja sejak tadi diam tak ikut campur dalam urusan mereka.” Lian silahkan kamu jelaskan apa yang ingin kamu sampaikan tadi.” Demeg mengangkat tanganya mempersilahkan Lian untuk angkat suara.


Lian mengangguk membungkuk memberi hormat.” Terimkasih yang mulia.” Jelasnya. Demmeg berdehem kepada Lian. Lian mendongak menatap demeg.” Desa Vutang sudah sangat buruk, di sana dikatakan virus yang mematikan itu sudah melebar kemana mana, para pekerja sudah tak lagi bisa bekerja di sana. Bahkan tungkat kematian sudah meningkat,.” Jelas Lian kepada demeg


Demeg dan Orge diam mendeengarnya. Dikabarkan jika desa Vutang adalah desa yang sangat buruk, ada banyak vitus mematikan di sana, di sana ada beberapa tempat yang dijadikan tempat mengambil batu membangun rumah rumah warga, tapi suatu kejadian yang membuat mereka menjadi buruk dan tidak lagi bisa mengambil batu batu disana.


Tiba tiba para pekerja yang biasa mencari batu meninggal saat bekerja, mereka tidak tau apa menyebabnya, lalu beberapa kali beruntun ada banyak yang meninggal karena sesak nafas kejang kejang. Hingga tubuhnya membiru dan menghitam, dikabarkan jika detik itu ada vitus mematikan.


Seusainya desa itu semakin kacau. Bau busuk menyengat di sana sangat kuat dan beberapa orang baik dewasa maupun anak kecil mati secara tiba tiba. padahal mereka berada di bawah gunung. Dan di sana dulu yang paling bisa di libatkan dalam upeti kerajaan.


“ apakah sudah di selidiki ayah virus itu asalnya dari mana?” Tanya Orge kepada demeg tegas


“ mengingat hal ini sudah terjadi selama lebih dari lima tahun. ?” Tanya Orge tegas lagi kepada ayahnya dan juga Lian.


Demeg melirik anaknya dingin. “ kota sudah mengusut masalah itu dan memanggil beberapa ahli dalam kasus ini. tapi beberapa minggu lalu dikatakan ada beberapa paradigma dalam hal ini. ada yang mengatakan jika virus ini dari udara, dan ada yang mengatakan jika vitus ini dari makanan. Tapi yang paling terkuatnya adalah dari pendapat jika virus itu dari udara atau dari lereng gunung tempat pengambilan batu. “ jelas Demeg tegas kepada Orge.


Lian mengangguk.” Benar. Kita sudah mengambil langkah, dan tanggapan paling masuk akal adalah jika itu adalah virus dari lereng gunung yang menyebar kedudara. Bisa dikatakan jika lereng gunung sudah mengeluarkan racun mematikan sehingga menguap dan menyebar di seluru desa terdekat.” Jelas Lian kepada Orge. Demeg mengangguk menyetujui ucapan Lian, bukan tidak bertanggung jawab dirinya sebagai raja. Tapi tidak semua ia mampu menyelesaikan secara cepat.


Lingling mendengarnya hanya diam sembari menaruh tangan di atas lutut. Mengerjab pelan menmgingat ngingat nama nama dari lereng tadi. Virus dan juga apa yang menjadi akibat dari semua itu. lingling mengusap pelan telinganya sebab ada bunyi nyamuk yang menganggu.


Orge menghela nafas pelan dan Demeg pun mengetuk jari jarinya di atas meja.” Jika cara pengobatannya apakah sudah ditemukan ayah? Paman? Setidaknya jika kita belum mengetahui sumbernya kita sudah mampu sedikit mengatasi resikonya.” Jelas Orge pelan.


Demeg menggeleng pelan dan Lian hanya diam saja. Orge mengangguk pelan.” kita harus memanggil tetua agung untuk meracik obat yang baik. Sebab obat yang kemarin ternyata cukup tidak berguna.” Jelas Lian kepada Orge.


Lingling dibelakang rak buku mengusap telinganya kasar. Pendengarannya terganggu Karena bunyi nyamuk. Lingloing menatap tajam nyamuk yang terus berbunyi. Lingling mengibas tangannya tapi tak sengaja terkena meja hingga suara benturan cukup kuat terjadi. Orge demeg dan Lian kaget mendengarnya. Menatap kearah Demeg dan Demeg menatap kebelakang nya.

__ADS_1


Lingling melotot dibuatnya.” Siapa disana?” Tanya demeg tajam. orge dan Lian segera mengeluarkan pedangnya dan mendekati arah dimana suara tadi.


Lingling disana segera keluar dengan sneyum khasnya. Lian dan Orge melihat ada Lingling yang keluar tersnetak kaget. Bukan hanya Orge tapi juga Demeg dan Lian.


“ kau?” teriak Lian kuat.


Lingloing menggaruk telinganya, menyumpahi nyamuk yang sudah membuatnya ketahuan. “ bagaimana bisa kau ada disini? Bukankah kau tadi berada di ruangan peristirahatan?” Tanya Orge mendekati Lingling penasaran. Lian bahkan belum menurunkan pedangnya kepada Lingling.


Lingling tersenyum polos.” Tadi aku sangat penasaran apa yang akan kalian bicarakan, jadi aku menguping deh di sini.” Jelas Lingling tersenyum polos.


” Tapi kalian tenang saja. Aku dengar semua masalah kalian, dan aku akan memberikan kalian solusi.” Jelas Lingling tegas kepada mereka.


“ bagaimana bisa??? jangan membual..!” tegas Lian kepada Lingling yang memberi janji begitu.


Lingling menggeleng,.” Kalian tenang saja, aku akan memberikan kalian bantuan, percaya padaku.” jelas Lingling lagi mengangkat tangan mencoba menenangkan mereka.


Lingling mendekat tanpa takut pada pedang miliknya Lian. “ tapi besok aku harus ikut dengan kalian untuk melihat lahan yang kalian maksud. Wilaya yang kalian maksud.” Jelas Lingling tegas dan serius.


Lian dan Demeg menatap Lingling tidak setuju.” Kau tidak bisa seenaknya masuk ke rena dan pembicaraan seseorang seenaknya. Apa kau tidak di ajarkan tata karma? Menggunakan kekuatan seenakmu saja. Kami punya Privasi, dan sikapmu ini tidak terpuji.” Tegas Lian kepada Lingling.


Lingling menatap Lian dingin.” Yah dulu aku selalu bolos pelajaran tata karma.” Gumam Lingling yang masih di dengarkan mereka. Janganklan dengan guru dengan ibunya saja ia selalu dapat hukuman karena selalu bolos.


“ setidaknya kamu bisa menempatkan dirimu. Dimana kamu betrada dan dimana kamu berdiri.” Jawab Lian lagi dingin.” Tidak semua hal bisa kau ajak bercanda dan lakukan sesukamu. Mungkin ditempatmu bisa tapi tidak di sini. Sebab kami punya praturan kami sendiri.” Jelas Lian lagi. " Dan karena itu kamu harus menghormati kami sebagai pemilik negeri.


" Kamu hanya orang yang datang entah asalnya dari mana, jika bukan karena Demeg dan Orge menahanmu. sudah pasti pedangku melesat ke lehermu sedari lama!?" Tegas Orge tajam kepada Lingling.


Lingling memandang Lian kejam. " Tapi aku hanya ingin ikut membantu kalian, jika tidak dengan begini caranya aku tidak bisa ikut kalian. " Jelas Lingling pelan kepada Lian.

__ADS_1


__ADS_2