
Lingling disana menatap mereka dan kesekeliling.”Siall... dimana daratannya? Mike butuh pertolongan.”Ujarnya membentak... semua terdiam dan segera ingin membantunya.
"Biar aku saja.." Ujar Boy dengan wajah rumit.
Lingling menggeleng.”Tidak usah...!” Bentaknya dan segera berenang menuju daratan yang menurutnya paling dekat. Entah hanya mengenakan felling. Andes melihatnya terdiam tanpa ekspresi. Alex dan Boy menatapnya dengan rasa cemas dan juga rasa bersalah. Sungguh taka da niat meninggalkan, mereka berfikir semua selamat sebang Mike itu bisa berenang.
Sudah setengah jam mereka berenang tanpa tau arah. Tapi mereka tau ini sudah menuju daratan karena gelombang laut. Andes melihat Lingling kelelahan disana hingga berkata.”Lingling biar aku yang membawa Mike. Kau terlihat lelah dan juga pucat. Berikan padaku.”Ujarnya. dengan tubuh yang terombang-ambing diatas laut yang tingginya hingga 25meter.
Liongling menggeleng kekeh meski tak mampu mengapik dirinya lelah, tapi ia marah bagaimana bisa mereka melupakan salah satu diantara mereka, jika dirinya tidak ada bagaimana? Mereka mau hidup dalam penyesalan? Hidup dalam penyesalan itu tidak enak asal kalian ketahui..!! tak nyaman, tak ada tempat dan kebahagiaan terasa hambar. “Tak perlu. Aku masih kuat. kalian pikir saja diri kalian masing-masing jangan memikiirkan orang lain.”Ujarnya pedas dengan bibir yang sudah memutih akibat kedinginan.
Semua terdiam mendengarnya meraa terohok oleh kata-katanya. Lingling disana tetap berenang dan juga menyetabilkan supaya Mike tetap bisa bernafas dipermukaan. Andes melihat kerasnya Lingling segera menarik tuhuh Lingling serta merebut Mike.
”Hey apa yang kau lakukan..!!!!”Teriak Lingling.
Andes tak menyahut. Ia segera membawa Mike menjauh dengan Lingling yang terdiam, ia tak bisa menahan Mike sebab ia saja sudah melemah, setelahnya ia merasa dirinya ditarik oleh Alex dan Boy.”Cepat. mike butuh bantuan, kau tak bisa egois Ling.”Ujar Boy membuat Lingling tersadar. Ia membawa Mike dalam keadaan tertembak bukan dalam keadaan sehat.
__ADS_1
Setelah kejadian dilaut itu Ling-Ling tak mampu berkata apapun mengikuti arus hingga lima belas menit mereka sudah berada didaratan. Disana ia bisa melihat Amdes dengan sempoyongan membawa Mike kedaratan tak ada air.. Lingling dan lainyapun ikut. Tubuh Lingling sangat lelah hingga terasa lemas akibat terlalu lama terombang ambing laut. Sungguh itu sangat melelahkan kau tau?
Ia memilih terduduk dan tertidur dipasir dekat tubuh Mike. Nafasnya naik turun melihat Andes yang menatap Mike dan mengeceklnya. Dari sini ia bisa elihat wajah Andes yang dingin namun tampan meski hanya dengan pencahayaan bulan yang dipantulkannya oleh air laut. Andes mengeluarkan pisau lecilnya dan merobek bagian Mike yang terluka, ia menyayatnya dan juga mengambil pelurunya. Terlihat Mike terlihat sangat pucat. Lingling tak tega melihatnya.
Ia segera bangkit membuat siapapun melihatnya kaget.”Kau mau kemana? Ini sangat gelap jangan mencarii masalah Lingling..”Ujarnya Andes menahan tangannya. Bukan hanya itu, ini tempat bukan tempat mereka, mereka tidak tau apa yang mereka hadapi didepan bukan? Jika ada binatang buas bagaimana? Itu yang Andes ingin katakana tapi entah kenapa ucapan lain yang terlontar.
Lingling menghela nafas.,”Aku hanya ingin pipis Andes. Kau tak usah mengkhawatirkan aku, kau tak lupa bukan jika aku pernah tersesat dihutan milik kamu.. jadi jangan remehkan aku.. “Ujarnya melangkah melepaskan tangan Andes.
“Mau aku temani?”Tanya Alex pelan kepada Lingling. Wajahnya terlihat tenang dan bersahabat saja sebab ia tau jika Andes membawa seseorang berarti ia mempercayai orang itu. Ia yakin Lingling orang baik jadi ia harus bersikap baik bukan?
Lingling mendelik.”Tak usah. Kau—kau disini saja.”Ujarnya berlari cepat. Gila saja., masa mau menemani orang pipis, dasar pria dewasa cabul.”Gumamnya disana kesal melangkah menuju hutan. Hutan ini cukup mmenyeramklan, akh sepertinya ini bukan hutan, melainkan pulau.. yah ini adalah sebuah pulau sebab diseanjang jalan ada pasir disini.
Andes disana menatap Mike dengan khawatir sebab Mike sangat banyak kehilangan darah. Belum lagi lukanya terinveksi karena terlalu lama diair laut, ia sangat lemah hingga ia tak yakin mike selamat.”Bagaimana Andes? Bagaimana keadaan Mike?”Tanyanya Alex yang melihat wajah Andes yang nampak cemas. Baru kali kedua ini Alex melihat orang lain cemas setelah tragedy Keyna dulu.
Andes menghela nafas.”Dia sangat lemah.”Ujarnya. Semua terdiam menatap Mike dengan rasa bersalah. Bahu Andes ditepuk pelan.”Tenanglah,. aku yakin dia akan baik-baik saja.”Ujarnya Boy membuat smeua terdiam. Mereka sibukd engan pikiran mereka.
__ADS_1
“Dia sangat lama. Apa kita susul saja?”Gumam NBoy pada Andes dan Alex m. mereka m,enatap Boy dan ingat akan sosok Lingling. Mereka sontak saja menatap Andes.” Kau.. kau yakin dia bukan orang bisa Des? Ku lihat dari caranya dia terlihat kuat. di---“
Ucapanya terpotong ketik Lingling membawa satu koper pink, dan juga beberapa tanaman, semua terdiam, Lingling membuka nya namun terlucu.”Apa itu Ling?”Tanyanya Boy disana melihatnya.
Lingling menggeleng.”Aku tidak tau, tadi aku menemukanya setelah mencari obat Mike, sepertinya aka nada baju atau apapun yang keringat untuk menghangatkan dirinya.”Ujarnya dengan jujur dan sibuk mencari batu untuk membuka gembok.
Semua terdiam mendengarnya, mereka merasa hangat karena ucapan Lingling. Ternyata ia pergi mencari obat??mereka saja tak mencari obat karena keadaan gelap, bagaimana bisa ia bisa melihatd engan keadaan begini?? Namun otak mereka tak mampu memikirkan hal itu. ,mereka ikut berdiri dna melihat apa yang Lingling lakukan.
“Biar aku saja.”Ujar Amdes memegamng batu besar. Lingling mnganguk disana dan mmelihat Andes berusaha membukanya. Cukup dua kali gembok itu terbuka.. Lingling segera membukanya dan.... wahhh mana Lingling berbinar. “Ada baju. Dan celana, perhiasan.”Gumam nya lalu mengeluarkan. Semua terdiam sebab tak mampu melihat dengan jelas sedamgkan Linglong kok bisa?
“Ehem.. Lingling. Bagaimana bisa akau melihat dengan tempat yang sangat gelap ini?? dan dari mana asla koper ini? “Ujarnya Andes dengan penasaran,. Iapun meksi bisa melihat namun sepertinya Lingling bukan seperti manusia biasa yang mampu melihat dengan terang
Lingling menggeleng.”Entahlah. aku tak tau tapi aku hanya berjalan dan menentukan sesuai instingku.”Ujar Lingling membuat semua tertegun.
“Sepertinya ini koper salah satu korban jatuhnya pesawat yang terjatuh dan terdampar disini.”Ujarnya Bot menyelah membuat semua mengangguk setujuh. “Sudah tidak usah berdebat. Kalian gantilah baju Mike atau kalian, aku ak.an membuat lbat supaya Mike bisa cepat smebuh dan juga menabah darahnya. Dia kehilangan banyak darah, tadi juga aku menemukan mata air disini.”Ujarnya dengan cepat berdiri dan membawa dedaunan yang ia ambil tadii. Semua terdiam menatap Lingling menjauh. Mereka aneh, mereka melihat Lingling seperti sudah terbiasa dengan hutan?? Meski begitu mereka tak mengapik jika mereka menghangat melihat Lingling yang sangtat peduli dengan Mike, seseorang yang suka berbocara pedas kepadanya.
__ADS_1