
Semuanya sudah siap. Lien dan Chun menatap Lingling yang sudah siap dengan dirinya yang mau mandi didanau yang sangat tenang.. Dan mereka yakin jika disana ada banyak buaya.
Dan itu benar..! bahkan ukuran buaya disini sangat besar besar dan mengerikan..!
Itu membuat nafas mereka tercekat.. Namun Lingling diam saja tak mengatakan appapun, bahkan ia bernmain dengan para buaya yang ada. Bagaikan orang yang sudah akrab saja.
Chun menatap Lien yang meneguk saliva keringnya. Menggeleng tak percvaya melihatnya. Sampai detik ini Lien percaya kika Lingling yang ia lihat memanglah bukan Eliza. Jujur dikalah Lingling memberi tahu kepada Jo dikalah membela pohon itu Lien mengintip. Meski belum percaya tapi sekarang ia sangat yakin. Sebab Lingling Nampak jauh berbeda sekarang.
Wajah Lingling masih tetap jelek dan juga banyak bintitnya tapi sekarang sudah bersih meski masih hitam dan sedikit dekil. Mungkin karena Lingling suka menaruh beberapa tanaman untuk wajahnya supaya mengeringkan jerawat dan juga bekas luka yang ada.
“kalian tidak mandi?!!”
Pertanyaan itu sontak saja membuat keduanya menggeleng kaku.
Disana Lingling yang mandi itu mengerucutkan bibirnya. “Ayo mandi.. Mulut kalian bauh ****** loh. Kalian tidak mau gosok gigi?”Tanyanya polos nan jujur.
Sontak saja Lien dan Chun mengangah dan mencoba bauh mulut mereka.
Dan benar saja, mereka bahkan tak tahan kau. muntah, Wajar si, mereka terakhir kali gosok gigi tiga hari yang lalu .. Lien dan Chun terkekeh dibuatnya. “Tap\=tapi.. kit-kita---“Ujarnya terpotong dikalah itu karena Lingling keluar dari air dengan baju yang ia miliki itu.
Lingling memotongnya. “Jangan takut. Mereka jinak kok.”Ujarnya menepuk kepala salah satu buaya disana. Bagaikan tau apa yang ditakuti keduanya.
Dan menyuruh mereka mendekat. Namun bergerak saja mereka terasa kaku. “Ayolah., jangan takut. Kalian tidak mau mandi? Badan kalian bauh banget tauk..”Ujarnya lagi polos.
Tolong tenggelamkan Chun dan Lien sekarang.. Pilih bauh atau mati coba? Keduanya merintis dibuatnya.
“Ling’er.. bisakah kau jauhkan teman-temanmu itu. Ak-aku mau gosok gigi. Setidaknya mulutku tidak bauh yah.”Gumam Lien memelas disana..
Lingling tergelak dibuatnya. “Kalian ini bukannya jendral. Masa takut.”Gumam Lingling disana mendelik. “Lagipula bahkan sedari tadi kalian berada ditengah-tengah buaya. Lihatlah di kaki kalian.”Ujarnya Lingling menunjuk kaki mereka.
Mendadak Lien dan Chun menatap kebawah cepat..
__ADS_1
“Huuuaaaaa.... Tolong..”Teriak Chun memanjat tubuh Lien hingga Lien pun memeluknya erat..
"Chun...! Astaga tolong....! "Teriak Lien.
Hahaha.. gelak Lien menggema dikalah itu. Disana ada dua ekor buaya yang ukuran sangat besar. Bahkan hampir satu ton nan dengan kulit berwarna hijau karena lumut.
“Ling’er Tolong...!!! Eliza tolong..!!” Teiakan Lien dan Chun menggema saling berpelukan. Mereka bahkan saling menarik satu sama lain karena takut. Lingling tak membantu malah semakin kuat tertawa dikalah celana Lien ditarik Chun dengan kakinya yang memanjat.. meningalkan celana hanya batas lutut dan teringal ****** *****.
“Hahah.. Lien.. celana dalammu berwarna merahh hahaha...”Teriak Lingling membuat Lien terkejut dibuatnya..
Bugh.. Kyak.. Lien disana berteriak kuat dikalah merasakan hal itu. Ia mendorong kuat tubuh Chun dibuatnya hingga Chun jatuh tepat diatas buaya hingga teriakan kembali mengema.
“Chun kurang ajar kau..!”Teriak Lien disana menghilangkan muka yang memerah.
Sungguh malunya sudah sampai keurat nadi.. Lingling masih tergelak dibuatnya melihat tingkah mereka. Apalagi Chun yang tak berkutik hingga beberapa detik.
“kYaaaaa... Lingling tolong aku.. Lien..!”Teriak Chun kocar kacir mendekati Lingling dan memeluknya hingga tak sadar jika Lingling tergelak disana.. Lien disana pun mendekati Lingling kaku membuang rasa malu. Rasa malunya saat ini lebih besar ketimbang rasa takut
Dengan jahilnya Lingling menceburkan diri ke air dengan Chun yang memeluknya..
Lien diam melihat Lingling. Entah kenapa rasanya sangat bahagia disaat tegang begini.
Lingling mengajuhkan tangan pada Lien.
“Tolong aku cepat... “Teriaknya. Dengan polosnya pula Lien menyambut tangan Lingling dan.
Bur.... Huauahahaha.. Gelak membahana milik Lingling terdengar nyaring ketika Lien disana juga jatuh akibat tarikannya..
“ Bodoh..!”Tetiak Chun disana menjiplak kepala Lien yang baru keluar disana. Dan melelapkan nya lagi"Tu rasakan karena kau aku mencium buaya...! " Ujarnya.
Klien memberontak dan memukul Chun. "Sialan kuau... Chun mau mati he.... !!!" Terjadilah perang antara mereka dengan Lingling yang tertawa terbahak -bahak.
__ADS_1
Namun Chun yang tadinya takut sekarang sudah berkurang dikalah beberapa buaya itu sudah menyingkir ketempat lain dan meninggalkan mereka.
“Kya Ling’er. Bagaimana bisa kau mau membunuh kami.”Gumam Chun disana mengigil.
Ia ikut-ikutan memangil Lingling Ling’er akibat Lien diibuatnya. Lien disana mulai membenamkan kepala dan mandi dengan kalemnya.” Dan bagaimana bisa kau bisa bahasa hewan?’tanyanya Chun lagi kagum.
Lingling tersenyum sombong. “Yah bisa lah.. Linglingkan hebat.”Ujarnya disana.
Chun memutar bola mata malas dibuatnya. Lingling mendekati tumbuhan yang tajam yang i siapkan tadi ci sisi danau. Jika disini namanya Rumput silet jika digunakan untuk membersihkan gigi itu bagus.. tapi Harus hati-hati..
“Ini gunakan gosok gigi. “ Ujarnya memberi rumput tadi. Lalu ia kembali berendam mengambil batu yang cukup kesat. “Ini untuk menggosok tubuh..”setelah ia memberikan batu tadi. Serta tak lupa ia memberihkan daun jaumbu dan beberapa dedaunan lagi. “Dan ini supaya badan kalian tidak bauh.. “Gumamnya disana.. ia bangkit dari air..
“Kau mau kemana? Dan cara mengenakan ini bagaimana?”Tanya Lien dan Chun. mereka terlalu terbiasa degan semua barang yang sudah tradisional. Mereka memang diajarkan mengenakan banyak barang begini. Tapi belum pernah mengenakan secara langsung begini.
Lingling mengusap kepalanya dengan baju nya yang satu lagi. “ Aku sudah selsai.. Kata temanku tidak boleh mandi satu tempat sama lelaki terlalu lama. Nanti bisa hamil.”Ujarnya. Lien dan Chun melongo dibuatnya., “Lagipula kalian gunakan saja sebagaimana aku gunakan tadi.”Lanjutnya.
“Mana bisa hamil Ling’er.. “Ujarnya Chun membantah disana.
Lingling menatapnya melotot. “Iya hamil bisa kok.. kata Heqi dan Qeqe. “Gumamnya lalu memikirkan lagi..
“Terserah pokoknya tidak boleh kata mereka.” Lanjutnya polos. Sebenarnya diusianya sekarang ia memang masih sangat polos dan juga mempercayai hal itu. Meski kadang ia suka berfikir mungkin itu hanya alibi kakak-kakak mereka saja supaya tidak mandi satu tempat dengan lelaki., tidak dekat dan juga tidak mengganggu mereka., mungkin?
“Terserah kau saja Ling.”Ujarnnya LLien disana memutar bola mata malas. Ia sekarang tahu jika Lingling itu kuat, Pemalas, cerdik, pintar namun satu hal. Ia mudah percaya pada seseorang dan bisa dikatakan polos? Lebih tepatnya mungkin otaknya terlalu suci untuk berfikir yang buruk.
Setlah semuanya selesai mereka memilih untuk kembali kegoa disamping mereka tadi. Dan mulai berencana yang sebagaimana yang Lingling ucapkan kemarin. Lien dan Lingling akan ke maras besar bersama, sedangkan Chun harus mengambil Panel telphon dan kampas ditempat para b4b1 atau dimanapun itu tertinggal.. Supaya ia bisa menghubungi tim militer..
Lien yang akan membantu Lingling untuk mencari teman mereka Vuang dan juga Wulan. Sedangkan Lingling? Ia akan mnencari tahu siapa dibalik semua ini. Sebenarnya ia cukup curiga akan lelaki yang ia kenal selama ini yaitu Andes. Namun jika itu memang lelaki yang sama yang mengajarkan mengenakan senjata api apa iya dia mau menghancurkan mereka?
Bagi Lingling mereka orang baik dan tidak boleh disakiti, karena sedari awal disini hanya Andes yang mau mengajarinya. Dan mereka sudah menjadi teman. Tapi lihatlah nanti, penjahat tetaplah penjahat dan tidak boleh dilonggarkan. Jika penjahat dilongarkan maka akan banyak penjahat yang meremehkan hukum nantinya.
.
__ADS_1
.
...jangan lupa tinggalkan jejak yah... ...