
Ana terkekeh pelan.,” itu makannya dikit. Ayo dong pak, masakin saya,. Saya laper nanti debay lili nyariin saya loh.” Ujarnya.
Koki menghela nafas dan mengangguk.”kemarin saya beli dimsam yang belum dimasak. Kamu tungu disana saja.” Ujarnya mengusir ana untuk duduk di kursi makan. Ana mengangguk semangat mencari tempat duduk yang nyaman.
Ana bisa masak tapi tidak bisa menggunakan peralatan masak di rumah ini. Kebanyakan di rumah ini menggunakan alat otomatis dan modern sedangkan dulu ia menggunakan kompor tabung, itupun sangat jarang ibunya memberi izin. takut habis.
Ana duduk dikursi dan menatap chef yang membuka bungkus makanan sejenak lalu koki memasuki kedalam oven pemanas makanan, tak lama makananya sudah jadi. Chat membuatnya sausnya sejenak dan mendekati Ana. hanya sepuluh menit.
Ana bertepuk tangan.'' Terimakasih banyak chef. Semoga panjang umur dan naik gajinya.” Ujarnya.
Jeki mendengus melihat wajah binar Ana. “ itu ciri ciri kalo udah dapat maunya, jadi doanya baik banget.” Ujarnya.
Ana tergelak mendengarnya. Ana melangkah menuju kursi dan memakan lahap makanan yang dibikin oleh jeki. Semua sangat menggoda tenggorokan nya.
Rasa daging didalam dimsum sangat menggugah selera ana, saus yang asam asin itu sangat menyatuh dengan dimsum. luar biasa ana yakin ini pasti dimsum mahal!
Jeki berdehem karena tidak dipedulikan lagi Dan memilih pergi menjauh dari sana, meninggalkan Ana yang sibuk dengan makanannya.
“ ana..!!” ana gelagapan saat Kyena memanggilnya. Dengan secepat kilat Ana berlari membawa dimsum ditangannya dan mengunyah cepat dimsumnya. “ Iyhuaa Buakk..” teriaknya hampur tersedak Karena mulutnya yang penuh tapi tetapp menyahuti agar Keyna tidak memarahinya yang telat.
Saat sudah sampai dikamnar Keyna, ia meneguk semua dimsum dimulutnya. Menatap keyna yang menatapnya dengan heran. Ana yang memegang dua dimsum melahapnya didepan Keyna. “ada apa yah buk?”ditengah mengunyah ia menanyakan prihal keyna memanggilnya. Ia mengunyah cepat meski sepat rasa enak dimsum masih terasa. Huhu aa menyesal memakan dimsum begitu cepat. semoga saja dimsum yang ia tingal tidak di gondol kucing.
Keyna menggeleng melihat tingkah Ana yamng kelewat bar barnya. “ ini Lili pup, kamu tolong bersihin popoknya sama sterilin, saya belum paham.” Ujar keynba. Lili mengangguk segera mendekati Lili. Keyna menghela nafas dan memilih duduk menatap semua kinerja Ana. Ana mencuci tangannya sebelum menyentuh ana. Lili terlihat tidak nyaman dan bergumam terus terusan.
Ana tersenyum dan melambaikan tangan, memasnag wajah konyol di hadapan Lili.” Buah.” Ujar ana mengguyon Lili.
Tapi Lili tidak menagapi., ia hanya menggeliat.” Uh kok cantik banget sih kesayanganya mbak Ana. Uh tanyang tayang ganti popok yuk.” Ia membuka cellana Lili dengan gemas. Baju Lili di desain dengan khusus agar mudah di buka saa penggantian popok. Ana bersyukur hal itu. jadi mempermudah Ana menggantikan ia popok.
“Mata dia tu belum keliatan kata dokter loh. Katanya nanti umur tiga Minggu atau satu bulan baru bisa lihat kita jelas.” Ujar Keyna menyahut melihat Ana yang terus menggoda Lili agar ia tertawa.
Ana mengangguk.” Katanya sih gitu yah buk katanya kemarin, tapi untuk merangsang penglihatan dan pendengaran nya lebih cepat harus sering di ajak ngobrol. Karena otak segkni mudah menangkap banyak ekspresi." ujar Ana. Keyna mengangguk paham.., ana menyesaikan pembungkus popoknya Lili.
”kemarin pupnya Lili item banget, itu nggak apa apa kan Li?”Tanya Keyna lagi polos pada Ana.
Ana terkekeh.” Yow ajar itu buk, karena baui baru lahir memang pupnya item biasanya, kalo dia udah mulai makan baru deh pupnya berwarnah. Apalagi kalo dia udah empasi baru deh pupnya bauk buk. “ jawab Ana paham kepada Keyna.
__ADS_1
Keyna mengangguk” kamu banyak tau yah tentang anak anak... saya jadi insecure.”ujar Keyna terkekeh.
ana menggeleng-geleng menatap keyna. “ karena ini kan kemaren jurusan saya buk,. Yo wajar kalo saya rasa paham, kalo ibukkan ngak ada jurusannya ini.” ujar Ana enggan dipuji.
Keyna mengangguk mengiyakan juga. Kan dia dulu jurusannya managemen bukan anak anak, apalagi dirinya tidak brpengalaman menjaga bayi dulu ia menjaga adiknya di usia yang semua sudah lumayan bisa, semacam bicara dulu adiknya sudah bicara.
Ana menepuk pelan tangannya.” Udah buk. Nih.. jangan sering yah bu kaish bedak bayinya.. ini tu nggak boleh karena takut mengangguk pernapasan bayi. Jadi pakek bedak oles ini saja.”ujar Ana menujjuk bedak lain. Keyna mengangguk mendekati anaknya yang sudah dibersihkan dan anteng.
“kayaknya kamu udah cocok deh jadi ibu Na. kamu nggak mau nikah juga?” Tanya Keyna melirik ana.
Ana terlihat salah tingkah.” Mau nikah buk tapi pacar aja nggak ada. Mau gimana dong?”Tanya Ana pelan dan malu,” atau ibu udah ada cowo yang kaya raya nan rupawan? Kalo iya saya mau ko bu nikah.” Ujar Ana dengan tegas tapi kesemsem.
Keyna menggeleng.”tapi kalo cowonya uda tua gimana? “Tanya Keyna pelan.
ana mengangguk.”Nggak apa apa kok buk, yang penting dia tu kaya raya, tajir melindiir dan gagah perkasa. Satu lagi dia harus baik dan setia. Saya jamin deh dia ngak nyesel nikah sama saya.” Ujar aNoa mempromosikan dirinya pada Keyna semangat.
Keyna mendelik.”kamu mau Cuma karena harta?”Tanya keyna heran.
Ana terkekeh. " Yah gimana yah buk, saya udah lewatin hidup susahnya nggak punya apa-apa, hidup nggak butuh cinta. Butuhnya uang Bu. kalo masalah cinta bisa menyesuaikan asalkan ada uang dan kebutuhan hidup tercukupi. saya enggak benandai dapat lelaki kaya-raya beneran kok Bu tapi kalo dapet yah alhamdulillah.' jelas ana terbahak.
" Tapi uang nggak bisa beli kebahagiaan Na. " Jelas Keyna kepada Ana.
Keyna terkekeh. " Jadi calon suami kamu harus kaya???"
Ana menggeleng dan mengerjab.” Sejujurnya bukan karena itu buk. “ana memilih duduk di bawah kasur Dan memainkan permukaan kasur.”tapi karena saya tu nggak punya siapa siapa lagi buk. Sukur sukur kemarin ibuk nampung saya. Tapi kan saya neggak selamanya bergantung sama ibuk. Saya mau nikah sama lelaki yang bertanggung jawab, yang nerima saya apa adanya sudah cukup kok. Biarin deh agak tua dikit asal mirip Le m
Min Ho.” Ujar Ana polos tanpa dosa,
Keyna menatap ana sengit.”nggak sekalian kamu mau yang mirip sama Suho ?”tanyanya sengit.
Ana berteriak heboh “ omo omo ibu juga eri. We are exo bu? Saya penggemar Kyungsoo teman kita, tapi kadang juga suka chen dan baekyun tapi kalo lihat suho dan ley saya nggak bisa nolak, aplagi Xiumin. Duh buk mereka itu wah.” Teriaknya heboh kepada keyna. Keyna mengerjab mendengar ucapan ana. Siapa itu Exo?
“Kamu ngomong apa sih Na? maksud saya itu Suho itu sekretaris saya dia udah umur empat pulih, udah mapan dan tajir. Kalo kamu mau boleh soalnya wajahnya juga rada mirip le min ho. Kalo masalah naik dan loyal sih dia baik dan tanggung jawab. Atau kamu mau sama andes saja? Dia tu baik loh.” Prmosi Keyna pada ana.
Ana yang tadinya berwajah senang mendadak suram mendnegar nama andes. “ jangan deh buk. Pak andes mah ganteng Cuma yah itu buk. Bisa makan hati setiap hari saya kalo nikah sama dia. Duh mikirnya saja saya enggak snaggup.,” gumam ana mengingat wajah andes. Wajah andes itu snagat tampan, tubh tinggi sampai 189cm sedangkan dirinya hanya 170cm, padahal dia itu sudah termasuk kategori cewek tinggi tapi jika di sebelah andes ia tidak ada apa apanya. Tubuh andes kekar dan juga mempesona sedangkan dirinya kurus ceking. Ana tidak pernah membayangkan bisa menikah dengan lelaki tampan. Ia hanya pernah membayangkan menikahi lelaki yang menyayanginya dan memperlakukan dirinya sebagai ratu. Ana menaruh dahinya di atas kasur membayangkan pernikahan seperti apa yang ia jalani kelak.
__ADS_1
Keyna menghela nafas.” andes itu lelaki baik, hanya saja dia terlalu dingin dan juga bicara terlalu tegas atau tidak menyaring perkatananya. Tapi kamu harus tau jika dia sudah mencintai wanita dia akan benar benar memperlaklukan wnaita itu sangat baik. Ana andes itu tidak seburuk yang kamu bayangkan.,” jelas keyna kepada ana.
Ana menatap Keyna polos.” Bu saya juga nggak berani sama pak andes. Pak andes itu terlalu tampan kalo buat saya buk, dia dan saya itu bak langit sama bumi. Jangankan sama pak andes sama lelaki lain saja saya tidak berani berfikir untuk jatuh cinta atau menikah sama dia. Ditambah lagi kehidupan kami bebeda,. Pak andes kaya raya sedangkan saya? Saya hanya anak yang dijual oleh orang tua saya.” Jelas ana tentang perasaanya pada Keyna.
Ana tidak berbohong. Ana tidak menyukai lelaki jelek tapi dia juga tidak. pernah berani menyukai lelaki tampan, lelaki biasa saja juga tidak ia pernah sukai. Ana selalu berfikir jika diirnya tidak pantas untuk siapa siapa. Dulu saat SMP, SMA dan kuliah beberapa kakak tingkat atau temanya menyukainya, tapi ia memilihj menolahnya saja. Karena bagi ana mencintai seseorang itu byutuh modal. Dan Ana hanya orang miskin yang butuh uang.
Keyna paham akan perasaan ana. Keynna sangat tau jika Ana ini hanya anak yang tidak diinginkan sama orang tuanya, ralat, bahkan tidak sama sekali diperhatikan. Sampai di jual. Keyna sudah menebus Ana pada orang tuanya dan keyna tidak bikang saja.
Keyna malas menjelaskannya.” kamu pasti menemukan lelaki yang baik untuk kamu. Hanya tinggal ptosesnya saja itu.” jelas Keyna pelan.
Lili mengangguk dan memainkan tangan di atas kasur.”kadang tu buk saya berfikir kenapa yah buk saya dilahirkan kalo orang tua saya nggak mau saya? Katanya dulu saya mau diadopsi sama orang.. kenapa yah buk dia ngak jadi ngadopsi saya?”gumam ana pelan. sangat pelan, berfikir jika dulu ia diadopsi setidaknya ia bisa hidup dengan baik.
Keyna menaiki satu alisnya.” Mana saya tahu. Mungkin karena kamu jelek pas kecil jadi mereka nggak jadi deh adopsi kamu.”jelas Keyna polos.
Ana menatap keyna polos.”iya juga yah buk. Mungkin saya keciil dekil dan hitam,. Sekarang aja dekil hehe.” Ia tertawa mendengar ucapannya sendiri. Keyna ikut terkekeh mendengar ucapan Ana.
Ana ini sama sekali tidak tersinggung.
“ ana. Hidup itu enggak ada yang hanya ada baiknya. kamu harus bahagia dengan apa yang kamu miliki, jika kamu tidak dilahirkan dari keluarga baik, maka kamu yang harus menciptakan keluarga baik. Jika kamu lahir tanpa kasih sayang kamu harus mencurahkan kasih sayang kepada keluarga kecil mu kelak. Dan jika kamu merasa selalu kekurangan saat ini, maka dikedpan hari kamu harus bisa kelebihan tentang apapun. ana hidup itu tidak sesulit yang kamu bayangkan. Karena bayangan kamu sendiri yang membuat diri kamu sulit, dan tidak ada yang tidak.oamyas untuk kamu, kamu pantas memiliki apa yang seharusnya kamu miliki.,” jelas keyna pelan.
Ana mengerjabkan sejenak menatap keyna. Ia mencernah ucapan keyna.”jika tetap tidak bahagia bagaimana buk?”Tanya ana pelan.
keyna menjengik kepala ana Pelan membuat Ana melotot sebab cukup sakit. " Otak kecil kamu ini terlalu banyak berfikir " Ujar Keyna, ia mengusap kepala Ana pelan. “ kamu mungkin belum pernah bahagia, tapi bukan berarti tidak bisa bahagia. bisa jadi kedepanya kamu akan mejadi orang paling bahagia. yakinlah.” Jelas Keyna. Ana menghangat dengan ungkapan Keyna.
Sebelum nya belum ada yang mengatakan dirinya akan bahagia suatu saat nanti. Baru Keyna, hanya Keyna dan batu kali ini ia mendapat kan harapan dan doa agar suatu saat kelak dirinya bahagia.
Ana tersenyum mengangguk pelan sembari mengusap keningnya yang merah.”ibuk kayak malaikat bagi saya. Terimakasih yah buk mau nampung saya. Saya kayak punya orang tua, kakak. temen dan jiga bos. Dan sekarang saya udah nemuin kebahagiaan saya.” Ujar ana pelan mengerjab.
Keyna diam menatapnya dalam.” Ibu kebahagiaanku saya. Saya berjanji akan selalu membuat ibu bahagia. "jelasnya riang.
Keyna tersneyum tipis.,” dan saya akan jauh lebih bahagia jika kamu bisa bahagia dan hidup penuh berkah. Ana saya doakan yah hidup kamu selalu dikaruniakan kebahagiana oleh Tuhan.” Ujar keyna. Ana mengangguk semangat menampilkan mata yang membara semangat. keyna tersenyum melihat ana. Ana itu polos dan juga barbar bersamaan., ada banyak yang ana tidak ketahui di dunia luar ini.
.
.
__ADS_1
.
Memang kapan sih dunia ini adil?